INDESTRUCTIBLE (2)

Tittle                : INDESTRUCTIBLE

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Sweet, Comedy-Romance, Friendship

 

Mini-Series

——————————————————————–

.

Sorbonne, “Is she a goddess?”

.

.

Part 2

.

.

Mata Taeyeon tak berhenti menatap gadis itu. Ia benar-benar tersihir dari pesona gadis bule. Jantung Taeyeon mulai berdetak tak beraturan dan darahnya mulai berdesir menikmati pemandangan ini. Gadis itu berjalan bak seorang model.

.

.

“Ya Tuhan, apa aku baru saja melihat bidadari????”

.

.

.

.

“EHEM”

.

Suara deheman cukup keras membuyarkan tatapan Taeyeon pada gadis bule itu. Namja imut ini kemudian menoleh ke sisi kanannya dan mendapati seorang yeoja dengan short pants dan kaos lengan pendek berwarna pink beserta kacamata hitamnya berdiri dengan menyidekapkan tangannya.

.

Taeyeon segera membuka ponselnya dan melihat foto yang tadi dikirim Yuri saat ia sibuk memandang gadis bule itu. Begitu menyadari siapa yeoja di depannya ini, Taeyeon segera memasukkan ponselnya ke saku.

.

“Ehmm, Tiffany Hwang?”, tanyanya dan gadis itu hanya mengangguk. “Taeyeon”, ucapnya sambil mengulurkan tangan.

.

Namun Tiffany memasang tampang kesalnya dan mengabaikan perkenalan Taeyeon. “Silahkan lewat sini”, Taeyeon segera mempersilahkan Tiffany jalan duluan. Tak lupa membawakan koper gadis itu.

.

“Pervert”, gumam Tiffany dalam hati.

.

.

“Oh my god!! Her butt looks awesome”, pikir Taeyeon saat melihat Tiffany yang jalan di depannya.

.

Dalam perjalanan pulang ke rumah Yuri, tak ada yang berniat membuka percakapan. Tiffany memilih memejamkan mata, masih dengan kacamata hitamnya sedangkan Taeyeon hanya fokus menyetir namun sesekali melirik Tiffany.

.

“Kenapa auranya mengerikan seperti adikku? Aish”, pikirnya lagi. “Si monkey itu tidak membohongiku tapi sepupunya membuatku mati kutu. Kalo tahu seperti ini, seharusnya aku mengajak Yoong”.

.

“Ada yang aneh dengan wajahku?” suara Tiffany membuyarkan pikiran Taeyeon.

.

“Oh… eumm..Oh, tidak ada”, ucapnya gelagapan karena aksinya ketangkap basah oleh gadis itu.

.

Keduanya kembali terdiam. Kali ini Tiffany sibuk dengan ponselnya dan sesekali tersenyum membaca pesan singkat yang ia terima. Karena Taeyeon sangat risih dengan suasana seperti ini, ia pun memberanikan diri berbicara kepada Tiffany.

.

“Kudengar dari Yul, kau akan masuk SA? Jurusan apa?”

.

“Musik”

.

“Oh” ujar Taeyeon menganggukkan kepalanya. “Ah, adikku juga ada di jurusan musik”

.

Sayangnya ketika Taeyeon menoleh kembali ke arah Tiffany, gadis itu sudah memasangkan earphone pink di telinganya dan tak mendengar apapun yang diucapkan Taeyeon.

.

Aish, apa cowok setampan ini pantas diabaikan?” rutuk Taeyeon dalam hati.

.

Suasana pun kembali hening.

.

.

.

~~~~~

.

Di tempat lain,

.

Yoong tertawa terbahak-bahak bersama Yuri. Mereka berdua kini sedang bersantai-santai di taman yang tak jauh dari Eiffel. Yuri menceritakan rencana konyolnya kepada Yoong untuk membuat Taeyeon menjemput Tiffany, sepupunya.

.

“Aku yakin jika Taeng Hyung pasti mati kutu di depan sepupumu Hyung”, ujar Yoong yang baru saja menyeka airmatanya karena tertawa puas.

.

“Hahahahah…. Tiffany memang sangat cantik dan aku bertaruh bahwa Taeng terpesona. Tapi sayangnya, Tiffany bukan yeoja yang gampang didekati”, kali ini giliran Yuri yang tertawa membayangkan penderitaan Taeyeon.

.

“Yeah, seandainya ada kamera yang merekam mereka, aku benar-benar tertarik untuk menonton video itu”, kekeh Yoong membayangkan nasib Taeyeon bersama sepupu Yuri.

.

Keduanya lalu terdiam setelah puas membayangkan nasib Taeyeon. Yoong mendongakkan kepalanya menatap langit pagi yang masih cerah. “Bagaimana dengan kencanmu malam ini Hyung? Apa kau akan menjadikan Sica nuna kekasihmu?”, Yoong kembali menoleh ke arah Yuri yang kini tampak berpikir.

.

Helaan nafas keluar begitu saja dari mulut Yuri. “Entahlah, sampai sekarang aku merasa belum pantas. Kau tahu? Persahabatan kita dengan Taeyeon terlalu berharga, aku hanya takut jika melukai Sica sama saja melukai Taeyeon. Aku punya reputasi yang buruk dalam hal ini”

.

“Maksudmu kau mantan player?”, Yoong tertawa dengan pertanyaannya sendiri sedangkan Yuri mengangguk.

.

“Oh ayolah Hyung, kau sudah berubah bukan? Aku percaya itu terlebih lagi Taeyeon Hyung. Jika dia tidak setuju, mana mungkin dia membiarkan adiknya dekat denganmu. Kau hanya butuh kepercayaan dirimu dan yakin terhadap perasaanmu Hyung. Thats it”

.

Yuri memicingkan matanya “Kau terdengar seperti ahli cinta, anak muda”, ujar Yuri lalu mengalungkan lengannya dileher Yoong dan mengapitnya.

.

“Ya ya ya, lepaskan aku. Aish”, Yoong berusaha melepaskan lengan Yuri darinya.

.

“Hahahahaha”, giliran Yuri yang tertawa puas.

.

.

.

.

.

Tak jauh dari mereka, baru saja dua insan datang ke taman itu dan berjalan mengendap-endap layaknya detektif yang sedang beraksi.

.

“Sica, aku masih mengantuk”, keluh Sooyoung. Keduanya memakai pakaian olahraga. Pagi ini Jessica meminta Sooyoung menjemputnya dan mereka menuju ke taman yang berada sama dengan Yuri dan Yoong saat ini.

.

Jessica mengajak Sooyoung bersembunyi di balik semak-semak yang tak jauh dari keberadaan Yoonyul hanya untuk melihat Yuri. Gadis itu memakai teropong yang berhasil ia curi dari kamar Oppanya (yang biasanya Taeyeon gunakan saat ke pantai untuk melihat gadis-gadis berbikini).

.

Gadis itu menelan ludahnya saat mendapati Yul sedang meneguk minumannya. Keringat Yul yang bercucuran sehabis jogging membuat namja itu terlihat sexy dan manly. “Oh my god, apa nanti malam Yul akan mengajakku ke hotel? Lalu…….Lalu kami bercinta?? Oh my god”

.

.

Tuuuk…

.

.

Telunjuk Sooyoung baru saja menoyor pelan kepala Jessica. “Like brother like sister”, ucap Sooyoung. “Kau ini pagi-pagi memintaku menjemputmu hanya untuk melihat Yuri yang berkeringat seperti itu? Kau membayangkan yang tidak-tidak ya?”

.

Jessica hanya menyengir dan menunjukkan deretan gigi putihnya kepada Sooyoung. Hal itu membuat Sooyoung menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah temannya ini.

.

“Youngi~~~~~”, Jessica mulai mengeluarkan aegyo andalannya. “Sebentar saja, habis itu kita pulang. Aku akan mentraktirmu makan sepuasnya di cafe biasanya”, bujuk Jessica menaik turunkan alisnya.

.

“Khaa~ baiklah. Kalo untuk yang satu itu aku tidak bisa mengatakan tidak” #gubrak -_-

.

Sekitar 15 menit memata-matai kegiatan Yuri di pagi hari, akhirnya Jessica mengajak Sooyoung pergi dari sana dan menepati janjinya untuk membelikan makanan buat Sooyoung.

.

Namun…..

.

.

“Oppaaaaaa~”, Sooyoung yang berjalan duluan langsung menghentikan langkah kakinya. Bulu kuduknya mulai merinding saat Jessica memanggilnya seperti itu. Ia membalikkan badannya dan sedetik kemudian sesuatu lembut menyapa bibirnya kilat. “Gomawo, sudah mengantarku”, ucap Jessica.

.

“YA!! jangan menciumku sembarangan. Aish, kau ini”, Sooyoung segera mengelap bibirnya yang baru saja di kecup Jessica.

.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya melihat tindakan Sooyoung. “UP!!”, perintahnya.

.

“Wae??”

.

“Kakiku pegal”, adu Jessica dan itu membuat Sooyoung menghela nafasnya. Tanpa menunggu lama, Sooyoung menggendongnya dengan bridal style.

.

Jessica tertawa kecil menatap Sooyoung yang gantian mengerucutkan bibirnya. “Youngi~ Apa jantungmu berdetak tidak beraturan saat bersamaku?, tanyanya polos.

.

“WHAT?? Excuse me girl, you are not my type”, ejek Sooyoung dan justru mendapatkan gigitan di ujung pundaknya. Awwww!!

.

“Jangan menggigitku, aish kau ini benar-benar….”, omel Sooyoung.

.

“Makanya jangan berpacaran dengan makanan terus, kau harus mencari kekasih”, saran gadis itu. “Atau menjadi selingkuhanku saja, Yul tetap nomor satu”

.

Sooyoung menggelengkan kepalanya cepat. Itu ide yang tidak bagus “Aku bisa mati keracunan mencicipi makananmu walau hanya sebagai selingkuhan”

.

“YAAH”

.

.

.

.

***

.

Malam tiba, Tiffany yang sudah selesai mengemasi barangnya di kamar baru miliknya pun berjalan menuju ruang tengah. Ia kemudian menikmati popcorn cepat saji yang baru saja ia bikin. Gadis itu serius menikmati film romantis yang sedang ia tonton. Tiba-tiba penciuman bereaksi saat sebuah parfum tercium di hidungnya.

.

Ia melihat Yuri yang sedang mengancingkan ujung lengan kemejanya. “Kau rapi sekali Yul, mau kemana?”

.

“Berkencan” senyuman Yuri melebar saat menjawab pertanyaan itu.

.

Tiffany pun segera berdiri menghampiri sepupunya itu. “Apa kau berkencan dengan gadis baik-baik?”, tanyanya lagi.

.

“Wae?”

.

Sebelum menjawab, Tiffany membuka kancing ujung lengan kemejanya lagi. Ia melipatnya hingga siku, begitu juga lengan satunya lagi. Kemudian Tiffany membuka dua kancing kemeja Yuri. “Seperti ini akan lebih baik”, ucap Tiffany puas dengan karyanya. “Kau ini seperti orang tua saja jika bergaya formal seperti tadi”

.

“Really? Okay, kalo begitu thanks Fany-ah”, ucap Yuri.

.

“Sukses untuk kencannya”, teriak Tiffany saat Yuri sudah mulai melangkah keluar rumah.

.

.

Tiffany kembali ke sofa dan melanjutkan acara menontonnya. Tapi tak lama kemudian ia merasa bosan. “Kha~ apa sebaiknya aku pergi berjalan-jalan saja ya?”, ucapnya sambil memandang ke arah jam.

.

“Baiklah, sebaiknya aku berjalan-jalan saja”

.

Akhirnya setelah berganti pakaian, Tiffany memutuskan untuk pergi ke pusat kota yang tak terlalu jauh dengan menggunakan taksi. Gadis itu memilih pergi ke Place de la Concorde, yang merupakan alun-alun utama di kota Paris.

.

Tiffany mengelilingi alun-alun dan mulai menikmati pemandangan yang tersaji di depan mata. Ia mulai tertarik dengan fitur-fitur dan beberapa hiasan yang ada di tempat ini. Tak jauh darinya, ada beberapa orang yang sedang berkerumun disana dan Tiffany mendengar ada suara petikan gitar serta nyanyian seorang pria yang begitu indah.

.

“Suara yang indah dan lembut”, gumamnya.

.

Ia mulai tertarik mendekati ke arah kerumunan. Tiffany membulatkan matanya begitu ia mengenali siapa pria yang baru saja bernyanyi. “Impossible”

.

Pria itu tersenyum saat melihat kehadiran Tiffany diantara orang-orang yang berkerumun. Selesai bernyanyi, ia mengejar Tiffany yang sudah lebih dulu pergi dari sana. Ia melihat gadis itu mempercepat langkahnya.

.

“Kau tidak ingin memujiku?”, tanya pria itu yang masih mengikuti Tiffany berjalan di belakangnya.

.

“Untuk apa memujimu”, balasnya cuek.

.

Pria itu terkekeh saat Tiffany berkata seperti itu. “Kau masih marah dengan kejadian tadi di bandara, aku kan sudah minta maaf”

.

Tiffany tetap tidak mempedulikannya. Ia tetap berjalan menikmati suasana di sekitar alun-alun. Melihat ada kedai kecil yang menjual ice cream, matanya sangat berbinar. Tiffany pun segera menghampiri kedai tersebut.

.

“Selamat datang”, ucap sang penjaga menyambut kedatangan Tiffany. “Oh, hai Taeng!”, sapanya lagi kepada pria yang berada di belakang Tiffany.

.

“Hai paman”, Taeyeon langsung berdiri di sebelah Tiffany. “Apa kabarmu hari ini?”.

.

“Baik sekali Taeng. Apa kau ingin ice cream seperti biasanya?”

.

“Heem, tentu. Tolong buatkan juga yang spesial untuk temanku ini”, jawab Taeng sambil menunjuk ke arah Tiffany.

.

“Tidak perlu, aku mau rasa strawberry saja”, ucap Tiffany pada sang penjual.

.

Paman itu lalu menoleh ke arah Taeyeon meminta persetujuan “Spesial ice cream rasa strawberry, paman”, Taeyeon kemudian tersenyum.

.

Setelah mendapatkan ice creamnya, Tiffany segera pergi dan meninggalkan Taeyeon yang sudah membayar ice creamnya begitu saja.

.

“Kau ini, cepat sekali jalannya”, ucap Taeyeon saat berhasil menyamakan langkahnya sejajar dengan Tiffany.

.

“Aku tidak pe— ”, belum sempat Tiffany menyelesaikan kalimatnya, seseorang yang sedang bermain sepatu roda dari sisi kirinya baru saja melewatinya dan tak sengaja menyenggol tubuh Tiffany cukup keras sehingga membuat keseimbangannya goyah.

.

Taeyeon degan refleks menahan tubuh Tiffany yang jatuh ke arahnya dan menyebabkan gitar yang ia bawa dipundak kanannya ikut menghantam aspal sedangkan ice cream yang Tiffany pegang jatuh mengenai baju Taeyeon.

.

What a great day”, pikir Taeyeon.

.

.

“Ups, i’m sorry”, ucap orang yang menyenggol Tiffany dan segera berlalu begitu saja dengan sepatu rodanya.

.

Menyadari posisi mereka, Tiffany segera melepaskan pelukan Taeyeon dan berdiri merapikan pakaiannya. Berbeda dengan Taeyeon yang langsung meratapi gitar kesayangannya sedikit rusak karena menghantam aspal.

.

Tiffany kemudian merasa bersalah, ia pun ikut jongkok di sebelah Taeyeon. “Maaf, apa gitarmu rusak?”, tanyanya hati-hati.

.

Taeyeon masih terdiam karena ia bingung harus bereaksi seperti apa. Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya, siapa lagi jika bukan Tiffany.

.

“Oh, ada apa?”, Taeyeon sedikit terkejut.

.

“Apa gitarmu baik-baik sjaa?”, tanya Tiffany lagi.

.

Taeyeon kemudian mengambil gitarnya dan berdiri diikuti Tiffany. Ia memasang wajah tersenyumnya. “Its okay, hanya terbentur. Aku akan memperbaikinya nanti”, Tiffany melihat Taeyeon lalu gitar yang Taeyeon pegang.

.

“Oh my god! Bajumu”, Tiffany baru menyadari ice creamnya mengotori baju Taeyeon. Ia kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan sapu tangan pink miliknya. Tanpa izin, ia segera membersihkan noda ice cream dari baju Taeyeon. “Maaf dan terima kasih sudah menolongku”

.

Ucapan Tiffany cukup membuat surprise Taeyeon. Pasalnya sejak di bandara hingga beberapa menit lalu, gadis ini mengabaikan dirinya dan menunjukkan kekesalannya terhadap Taeyeon. Tapi kali ini Tiffany melembut di hadapannya. Tanpa Tiffany sadari, Taeyeon mengulum senyumnya.

.

Musibah yang membawa berkah”, kekehnya dalam hati.

 

.

.

***

.

“Kau cantik sekali malam ini, silahkan duduk princess”, ucap Yuri dan mempersilahkan Jessica duduk.

.

“Kau juga Yul, hmm maksudku Oppa”, balas Jessica malu-malu.

.

Yuri tertawa kecil melihat sikap gadis di hadapannya ini. “Panggil Yul saja seperti biasa, Oppa membuatku terlihat tua”, kekeh Yul.

.

“Ne”

.

.

Beberapa saat kemudian makanan yang Yul pesan suda datang. Mereka pun mencicipi hidangan itu sesekali Jessica mencuri pandang ke arah Yuri. Walaupun tidak ada pembicaraan, tapi Jessica sangat menikmati perlakuan Yuri padanya saat jamuan makan malam, mulai dari Yuri yang menyuapinya agar mencicipi makanan yang Yuri pesan, memotongkan steak agar Jessica mudah memakannya, hingga menuangkan minuman untuk gadis itu. Yuri tak perlu kata-kata untuk menunjukkan perhatiannya.

.

“Apa makanannya lezat?”, tanya Yuri pada Jessica yang baru saja selesai mengelap sekitar mulutnya.

.

Jessica tersenyum “Sangat lezat, Yul. Terima kasih”

.

Yuri membalasnya dengan senyuman juga. Ia merapikan pakaiannya yang sedikit terlipat lalu berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Jessica. “Dance with me, will you?”, ucap Yuri dengan gentlenya.

.

“Of course”, Jessica dengan senang hati menerima. “Oh my god, apa ciuman kami akan segera tiba? Kyaaaa”, lanjutnya dalam hati.

.

Yuri membawa Jessica menikmati alunan musik lembut yang menggema di lantai dansa. Keduanya saling melempar senyum menikmati momen ini. Mata Yuri yang tegas membuat Jessica tak mampu menahan gejolak yang ia rasakan sedari tadi. Pandangannya ke bibir Yuri juga membuatnya semakin gila.

.

“Sica….”, suara gentle Yuri terdengar.

.

“Y…Y…Yaaa”

.

“Sebelum ini, aku bukan pria yang baik. Aku hanya bersenang-senang dan mempermainkan perasaan banyak gadis diluar sana”

.

Ada perasaan yang membuat hati Jessica serasa teriris. Sebenarnya ia sudah tahu siapa Yuri sebelumnya, bahkan Oppany sudah menceritakan semua tentang Yuri. Buat Jessica, itu hanya masa lalu namun mendengar langsung dari Yuri membuatnya terasa berbeda.

.

“Aku takut membuatmu terluka karena sikapku, tapi bisakah kau bersabar untukku? Mengingatkanku jika aku membuatmu kesal ataupun marah. Apa kau mau?”

.

Jessica mengangguk menjawab pertanyaan itu. “Terima kasih”, balas Yuri. Ia melepaskan tangan kirinya yang berada di pinggang Jessica, kemudian merogoh kantong celananya.

.

Yuri mengeluarkan sebuah kalung berlian yang cukup simple, namun bandul di kalung itu terdapat huruf J. Yuri segera memakaikannya di leher Jessica. “Aku bukan pria romantis seperti di drama-drama Amerika ataupun Korea yang sering kau tonton, tidak ada bunga ataupun penembakan dengan lilin-lilin yang membentuk huruf love”, kalung itu berhasil melingkar sempurna di leher Jessica.

.

Yuri mengambil kedua tangan Jessica dan menggenggamnya. Jessica masih diam dan hanya membalas tatapan Yuri padanya. “Tapi malam ini, aku ingin dunia tahu bahwa Kwon Yuri mencintai Jessica, Kim Sooyeon”

.

“Kau player yang buruk Yul, itu kata orang-orang. Tapi aku percaya padamu, kau tak akan menyakiti adikku” –Taeyeon.

.

“Bukan masalah pantas atau tidak, Hyung. Kau cukup ikuti kata hatimu dan bahagia bersama orang yang kau cintai” –Yoong.

.

.

Yuri mengulum senyumnya saat mengingat ucapan dua sahabatnya itu. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Jessica dan berbisik “Jadi, apa kau mau menjadi kekasihku Sica?”, ucapnya.

.

Detik itu juga, jantung Jessica berdetak tak beraturan. Bayangan tentang makan malam yang ia khayalkan sebelumnya menjadi musnah tak berjejak. Yul jauh lebih romantis dari yang ia bayangkan. Walaupun namja itu menganggap dirinya tidak romantis.

.

“Apa aku perlu menjawab tidak, Yul?”

.

Yuri terkekeh “Aku yakin kau akan menjawab Ya”

.

Jessica langsung memeluk Yuri untuk menyembunyikan wajah memerahnya. Yuri masih tertawa dengan sikap Jessica yang seperti ini. Menurutnya, Jessica sangat menggemaskan.

.

“Jangan menertawakanku”, kesal Jessica yang masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yul.

.

Yuri langsung menahan tawanya agar suara tawanya tak terdengar di telinga Jessica.

.

“Seobang?” Jessica menengadahkan kepalanya memandang Yuri.

.

Yuri mengerutkan keningnya mendengar panggilan Jessica. “Seobang?”

.

“Huum, itu panggilan untukmu” ucapnya dengan mata berbinar-binar.

.

“Baiklah, aku menyukainya. Ehmmm, Sica baby?”, balas Yuri.

.

Jessica tersipu dengan panggilan itu tapi dia menyukainya. “I Love you, Seobang~~” lirih Jessica agar orang lain di restoran ini tak mendengarnya.

.

Yuri mengecup kening Jessica. “I love you, Too my Sica baby”

.

.

Keduanya tertawa bersama setelah itu.

.

.

Tak terasa malam semakin larut, dan Yuri memutuskan untuk menyudahi acara mereka berdua. Ia langsung mengantarkan Jessica pulang ke rumahnya. Begitu memasuki gerbang kediaman keluarga Kim, Jessica menyipitkan matanya saat melihat mobil Taeyeon tak ada.

.

“Tumben sekali Oppa belum pulang”, ucapnya lalu mengambil iphone dari tas channel favoritnya.

.

“Apa Taeyeon tidak mengangkat telponnya?”, tanya Yuri saat melihat ekspressi Jessica.

.

“Huum, sepertinya Oppa masih bermain musik di Place de la Concorde”, jawab gadis itu.

.

Yuri tahu bahwa Jessica tidak suka berada di rumah jika tidak ada Taeyeon, ia pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan membukakan pintu itu Jessica. “Kajja baby, aku akan menemanimu sampai Taeng pulang”, wajah sendu Jessica berubah menjadi cerah saat Yul berkata seperti itu. Akhirnya mereka pun masuk ke dalam kediaman keluarga Kim yang layaknya istana itu.

.

“Taeng, kenapa Sica selalu ikut denganmu? Apa dia tidak suka berada di rumah?”, tanya Yuri saat menyadari kebiasaan Jessica yang selalu ada kemanapun Taeyeon pergi baik itu untuk pertandingan basket di luar kota ataupun urusan Taeyeon dengan bisnis keluarganya

.

“Sica memiliki trauma Yul, dia tak bisa sendiri di rumah saat aku tak ada apalagi di malam hari”.

.

Yuri hanya mengangguk menanggapi jawaban Taeyeon, ia belum berani untuk bertanya lebih tentang hal itu.

.

—————————-

.

.

.

Keesokan paginya, berita kepindahan Tiffany menjadi bisikan-bisikan di seluruh murid SA terutama murid-murid dari jurusan fashion yang mengenal gadis itu. Tiffany merupakan model terkenal di sekolah sebelumnya saat ia masih berada di Amerika. Dan yang mengejutkan adalah bahwa gadis itu pindah ke SA dengan memilih jurusan musik, bukan fashion.

.

“Jadi, gadis bernama Tiffany Hwang itu sudah resmi jadi murid SA?”, tanya Krystal kepada kekasihnya yang sedang memakan sarapannya.

.

“Yoong!!”, kesalnya saat namja itu tak membalas.

.

“Iya, princess. Dia sepupunya Yul Hyung”, Yoong tersenyum lalu melanjutkan makannya.

.

“YA!!”, Yoong dibuat terkejut karena Krystal baru saja menggebrak meja. Gadis itu berlalu meninggalkan kafetaria dan tidak mempedulikan panggilan Yoong.

.

“Oh my god. Perempuan itu makhluk misterius, baru tadi pagi ia bersikap manis sekarang marah-marah”, ujar Yoong.

.

Buru-buru ia menyusul kekasihnya dan meninggalkan makanannya begitu saja. Yoong mencari-cari keberadaan Krystal dan sedikit bertanya pada murid-murid yang berada di koridor kelas.

.

“Kemana dia? Cepat sekali”, herannya.

.

Tak lama, senyum Yoong mengembang saat menemukan Krystal sedang berdiri membaca mading sekolah.

.

Krystal sedikit terkejut dengan backhug tiba-tiba yang ia dapatkan, namun tubuhnya melemas saat mencium aroma Yoong. “Sudah selesai berkencan dengan makanannya?”, sindir Krystal.

.

“Aigoo~ my princess cemburu lagi. Maaf sayang”, ucap Yoong membujuk kekasihnya itu.

.

Yoong melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Krystal. Gadis itu menatapnya dingin dan menyidekapkan tangannya di dada. Yoong menghela nafasnya, kalo sudah begini tidak ada cara lain lagi.

.

“Baiklah, baiklah. Sekarang aku harus berbuat apa agar kau tidak marah, princess?”

.

Tanpa Yoong tahu, Krystal tertawa puas dalam hati melihat Yoong yang seperti itu. “Rasakan!! Its time for punishment”

.

Krystal berdehem, menetralkan tenggorokannya. “Temani aku latihan cheers hari ini, setelah itu kita shopping di mall”, ucapnya lalu berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban Yoong.

.

.

Huft, hari yang berat. Himnae, Im Yoong”, Yoong menyemangati dirinya sendiri lalu menyusul Krystal.

.

.

.

.

.

“Perempuan emang makhluk misterius”

.

.

TBC

———————————-

Selamat menikmati ^^

Thanks udah mampir dan meninggalkan jejaknya

.

Note: MTM next update bakal gue protect. Jadi silahkan minta lewat email ataupun twitter.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

204 thoughts on “INDESTRUCTIBLE (2)

  1. Di story ini indah ya oerjalann cinta para couplenya ?
    Ada belom ada konflik aja
    Ff yg bgus
    Oia
    Knapa tiffany ambil jurusan musik padahal passion nya fi fashion ?

    Like

  2. aigoo taeny sweet banget
    berharap taeny cepat jadian Lol
    haha gue ketawa mulu pas scen sica sma soo , lucuu nya minta ampun
    wow yulsic udah jadian
    lucu yoongkrystal wkwkwk

    Like

  3. Wkwkk si bocah di kacangin sama panul haha. Cieee yg ketemuan di alun alun hahaha bunderan kali ah wkwkwk. Trs hbs itu apa yg mreka lakukan ? Ckxk
    Bakalan ada misteri ya diliat dr cetakan miring sica punya sesuatu yg terpendam keknya hmm
    Diabet banget liat yul ngomong gitu sial bikin pingsan kan 😧😧 hahaha
    Eh btw ini ga ada jung sister dong ? Oh me gat 😲

    Like

  4. wahh gue suka banget yulsic dah jadian … Soosic jga gue suka ,, lucu banget mereka . selingkuhannya sica nih si sooyoung . wkwkwkkww . Taeny ketemuan nih gak sengaja ,, taeng , siap gak loe naklukin si fanny . heheh . yoongkrys yah tambah mesra aja .. penasaran juga gue , trauma apaanya sica , dulunya ..

    Like

  5. yaampun soo menang banyak dr sica itumah. klu yul tau bgmn coba wkwkwkwk
    trs taeny kemana tuh? ga ada kabar stlh insiden ice cream itu hehee
    yulsic jadian
    yoonkrys ckckck krys diduakan oleh makanan, sudah biasa wkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s