THE HEIRS (10)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Im YoonA

Choi Sooyoung

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Son Yejin

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

Series

—————————————————————————-

PART 10

.

.

NOTE: Tolong dibaca ya guys ^^ curhat bentar, hahaha

Sebelumnya, mau ngingetin lagi sama readers2 gue. Setiap membaca ff series yang gue rilis, tolong dibaca lebih konsen lagi. Beberapa readers kadang salah paham karena salah baca, atau bingung sama ceritanya. Ini bukan masalah gue updatenya lama atau nggak, tapi menurut gue karena belum dipahami aja. Selalu gue ingetin, jangan lihat couplenya dulu (ini sih saran) tapi berusahalah menikmati jalan cerita karena gue aja belum tahu couple akhirnya siapa aja di semua ff series gue, termasuk The Heirs. Tapi pengecualian untuk ff mini-series, one shoot, ataupun drabble. Nah kalo itu couple akhirnya udah gue putusin sebelum gue bikin cerita. Dan untuk sekedar mengingatkan, tolong diingat role para castnya dan mereka itu pewaris dari group2 mana aja. Setiap pemain mempunyai keterikatan satu sama lain dan konflik yang mereka hadapi bukan cuma soal “kisah cinta” ataupun “persahabatan” aja tapi bagaimana “seorang calon pewaris mempertahankan tahta dan mahkota” yang sedang mereka pakai. Tentu aja mereka akan mempunyai cara masing2 yang berbeda untuk mempertahankannya. Jadi berhati-hatilah membacanya, karena cerita ini masih cukup panjang. Sekian ^^

.

.

.

Selamat membaca~~

.

.

“Hey”

.

Sebuah tangan melingkar sempurna melewati kedua pundak gadis yang sedang menatap ke arah langit Seoul malam ini. Keduanya berada di sebuah restoran yang terkenal dengan bangunan tertingginya.

.

“Sudah lama menunggu? Maaf, jalanan sangat padat”, ucapnya pada gadis yang masih ia backhug itu.

.

“Tidak apa-apa Yul, pemandangan indah ini menemaniku sejenak”

.

Yuri masih memeluknya, mereka diam dan menikmati pemandangan Seoul malam ini. Tidak ada pembicaraan. Keduanya sedang berusaha menetralkan suasana yang sebelumnya tidak baik. Kini mereka memutuskan untuk bertemu dan menyelesaikan permasalahannya.

.

.

“Maafkan aku, Sica. Tidak seharusnya kita seperti ini”, Yuri masih memeluknya dan ia sangat suka dengan wangi tubuh Jessica.

.

Jessica memegang lembut lengan Yuri yang berada di depan dadanya dan mereka tetap pada posisi yang sama. Ia menghirup sejenak udara malam yang cukup sejuk dan menghembuskannya secara perlahan agar hatinya menjadi tenang. “Aku tahu perasaanmu tidak berada di tempat yang seharusnya” Jessica melepas pelukan itu dan kini ia berbalik badan untuk menatap Yuri.

.

“Untuk saat ini, kumohon pertahankan aku hingga titik dimana kita seharusnya berada”

.

Yuri mengambil tangan Jessica dan meletakkannya di pipinya. “Heem, pasti. Itu yang akan kulakukan”, Jessica tersenyum dan Yuri juga ikut tersenyum.

.

“Tidak seharusnya aku cemburu, bukan?”, ucap Jessica.

.

Yuri terkekeh kecil. “Ya, seharusnya kau tahu. Lihat, pukulan Sooyoung benar-benar masih terasa. Aku berani bertaruh bahwa ia masih berpikir bahwa aku tak mengerti perasaanmu”

.

“Kau pura-pura tidak tahu, Yul”, Jessica kesal terhadap namja ini.

.

“You know? I can’t resist it”

.

Keduanya tertawa bersama.

.

“Kajja, kita duduk. Sebentar lagi makanan akan datang”, Yuri membimbing Jessica untuk duduk.

.

Tak lama berselang, makanan mereka pun datang. Keduanya menikmati makan malam mereka. Sembari mencicipi makanan yang ada di restoran ini, mereka saling bertukar cerita tentang apa-apa yang sudah mereka lakukan selama tidak bertemu.

.

“Jadi, kau akan pergi dengan gadis miskin itu?

.

“Baby, jangan berkata seperti itu. Dia temanku”

.

Jessica meletakkan garpu dan pisaunya lalu mengambil minumannya. “Aku tak bisa, dia tidak berada di level kita”, jawab Jessica dengan dinginnya

.

“Baiklah baiklah, aku tidak akan protes”, ucap Yuri mengalah.

.

Selesai makan, Yuri langsung mengantarkan Jessica ke rumah sakit karena gadis itu ada jadwal praktek kerja malam ini. “Besok pagi jadwal keberangkatanku ke Jepang. Sampai bertemu lagi, Sica” Yuri segera masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan loby Rumah Sakit Ritz.

.

Jessica menatap kepergian Yul sambil memegang satu pipinya dan mengingat rasa sakit itu. “Tamparan Ayahmu tak sebanding dengan luka yang aku terima, Yul”, gumamnya.

.

“Seharusnya aku menyadari bahwa hubungan kita tak akan bisa berada di batas yang aku inginkan, tapi aku terlalu buta karena mencintaimu”, gumamnya lagi. Jessica kemudian memutuskan untuk segera masuk menuju ruangannya.

.

.

.

Hiks….hiks…

.

“My little girl, kenapa menangis?”

.

Gadis kecil itu mempoutkan bibirnya. “Yul menjahiliku lagi, Youngi” adunya pada namja yang lebih tua darinya ini.

.

“Aigoo~~ si monkey itu”, dumel Sooyoung. Ia kemudian jongkok di hadapan Jessica. “Kajja, Oppa akan menggendongmu”

.

Dengan senang hati, Jessica kecil naik ke punggung Sooyoung. “Kau harus memanggilku Oppa, Sooyeon-ah”, pinta Sooyoung.

.

“Tidak mau. Aku lebih senang memanggil Youngi saja”, jawab gadis itu

.

“Arra arra arra. Aku mengerti”

.

Jessica kecil menyandarkan kepalanya di punggung Sooyoung dan berpikir sesuatu. “Youngi, apa Yul lebih menyukai Eunji Unni daripada aku?”, ucapnya terdengar sedih.

.

“Kenapa berpikir begitu?”

.

“Yul selalu menjahiliku sedangkan dengan Eunji Unni, dia lebih sering bermain bersamanya”, walaupun Sooyoung tak bisa melihatnya saat ini tapi ia yakin Jessica kecil lagi-lagi mempoutkan bibirnya karena kesal.

.

Sooyoung tertawa mendengar ucapan Jessica. “Mana mungkin ada yang bisa menolak kecantikan my little girl. Yul sering bersama Eunji karena mereka sering bermain alat musik bersama. Dia menjahilimu karena dia suka melihatmu kesal”, hiburnya pada Jessica.

.

Jessica lalu menjauhkan kepalanya dari punggung Sooyoung. “Kalo aku sudah besar nanti, aku akan menunjukkan pada Yul kalo aku lebih menawan dari Eunji unni dan menjadi istrinya”, ucap Jessica dengan penuh semangat. Hal itu mengundang tawa Sooyoung.

.

“Baiklah, kalo begitu Youngi akan selalu berdiri disebelah Sooyeon sampai menemukan kebahagiaannya” balas namja itu. Sooyoung menolehkan kepalanya ke belakang, menatap Jessica yang masih berada di punggungnya. “Apa kau ingin mencoba naik pesawat terbang milik Youngi?”

.

Mata Jessica kecil berbinar saat ditawari hal yang ia sukai. Tanpa ragu, gadis kecil itu mengangguk kesenangan.

.

“Baiklah, berpegangan yang erat. Pesawat Youngi akan segera lepas landas. Lets goooo!!!”

.

.

.

Wooosshh…

.

Dengan begitu, Sooyoung mulai berlari kencang dengan membawa tubuh Jessica kecil yang masih berada di punggungnya.

.

.

.

.

Jessica tersenyum mengingat ucapan Sooyoung yang selalu memberinya semangat. Ia membuka satu per satu lembar halaman dimana foto-foto masa kecilnya bersama Sooyoung, Yuri, dan Eunji.

.

“Oppa selalu menepati janjinya”, ia tersenyum lagi. “Aku janji Oppa, aku akan menjadi dokter spesialist jantung yang paling hebat di negeri ini”, ucapnya sambil memandang foto Sooyoung.

.

“Oppa??” Jessica tertawa kecil saat menyadari dirinya baru saja memanggil Sooyoung dengan sebutan Oppa.

.

.

.

.

———————————-

.

“I—Ini tidak mungkin”

.

Taeyeon terpaku. Pandangannya menatap sebuah ruangan yang merupakan ruang duka. Disana ada sebuah foto seorang wanita dengan nama lengkap, dan disisi kanan kiri foto wanita itu ada beberapa foto yang Taeyeon kenali wajahnya.

.

“Dia sudah meninggal Taeng, tepat 2 hari sebelum kau menjalani operasi mata kirimu dan dia pendonornya. Aku minta maaf karena harus menunjukkan hal ini padamu”, jelas Jongsuk.

.

“Lalu, kenapa ada nama Ryan Jung di dalam lembaran sang pendonor?”, Taeyeon menoleh ke arah Jongsuk berdiri.

.

“Kau belum membaca berkas ini hingga selesai. Ryan Jung hanyalah penjamin bagi sang pendonor”

.

“Jadi, maksudmu?”

.

“Yang mengetahui siapa pendonor sesungguhnya selain Ayahmu adalah tuan Ryan Jung”.

.

.

.

.

Taeyeon mencoba melupakan sejenak kejadian di Busan, namun bayang-bayang itu tak pernah lepas dari pikirannya. Ia mengacak rambutnya kasar karena masih kesal dengan teka-teki ini. Taeyeon mulai menenggak segelas wine yang diberikan Jongsuk di bar mini yang ada dalam kamarnya. Namja itu bukan seorang peminum, namun kali ini ia nekat untuk mencoba minuman itu.

.

“Hentikan Taeng, wajahmu terlihat memerah. Kau benar-benar bukan seorang peminum”, ucap Jongsuk yang melihat Taeng meminum wine itu. Walaupun baru satu gelas, tapi Taeyeon seorang peminum yang buruk.

.

“Kau tahu Jongsuk-ah, dunia sedang mempermainkanku. Apa yang kita cari selama ini, ternyata berada di dekat kita”, racau Taeyeon.

.

Jongsuk menghampiri Taeyeon dan memapahnya pindah ke tempat tidur. “Kau bisa menemui tuan Ryan dan menanyakan hal ini. Kau sudah mengenalnya, bukan?”

.

“Apa dia akan semudah itu memberitahukan padaku yang sebenarnya?”

.

“Kau belum mencoba Taeng, mana mungkin kau tahu hasilnya”

.

Taeyeon terkekeh “benar juga”, ucapnya. “Khaa~ hari ini benar-benar melelahkan”

.

Jongsuk menggelengkan kepalanya karena mood Taeyeon yang kembali seperti biasanya. “Oh iya, ngomong-ngomong apa kau serius menyukai gadis itu?”

.

Taeyeon masih menatap langit-langit kamarnya. Tak perlu Jongsuk sebutkan nama, ia sudah tahu siapa yang dimaksud. “Aku serius tapi lebih dari itu, bertemu dengannya lagi membuatku bahagia. 5 tahun lalu saat pertama melihatnya merajuk didepan Ayahnya, mata Jessica terlihat bersinar. Benar-benar sangat indah, tapi kini sinar di matanya terlihat mulai redup. Ia seperti memiliki luka yang begitu besar di dalamnya namun sulit untuk dikeluarkan”, jelas Taeyeon.

.

“Kau benar-benar mengamatinya ya Taeng”, Taeyeon mengangguk.

.

Tak lama, Taeyeon menegakkan tubuhnya dan ia baru ingat sesuatu. “Apa wanita itu ada hubungannya dengan Jessica? Aku baru ingat, Jessica akan menangis saat menatap mata kiriku”

.

Jongsuk baru mendengar hal ini dari Taeyeon.

“Jika ada hubungannya, bukankah akan terasa aneh. Kau tahu, keluarga Jung masih lengkap”, Taeyeon menghela nafasnya lagi.

.

“Kau benar, keluarga Jung masih lengkap. Tapi aku merasa ada sesuatu yang dirahasiakan dariku, seolah-olah aku dilarang mengetahui kebenarannya”

.

“Sudahlah Taeng, kau istirahat dulu”, bujuk Jongsuk. “Besok kita pikirkan lagi, aku akan membantumu semampuku. Sebaiknya aku pergi sekarang”, pamit sahabatnya itu.

.

“Thanks Jongsuk-ah”, Taeyeon berbaring kembali.

.

“Sesuatu yang dirahasiakan ya? aku harus memecahkan rahasia itu”

.

.

.

.

***

.

Youngi!!!

Kau tahu, aku sudah meminta maaf pada Sica jadi kau juga harus memaafkanku. Oh ya, aku harus ke Jepang untuk sebulan. Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu, Arra..”

by: Kwongul

.

.

“Dasar, si monkey ini”, Sooyoung terkekeh dengan pesan singkat dari Yul pagi ini.

.

Pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dan tampaklah sesosok pria paruh baya yang mengenakan setelan jas yang sangat rapi. Ia tersenyum saat melihat putranya tidak menyadari kehadirannya.

.

“Apa yang kau tertawakan, nak?”, Sooyoung mengangkat kepalanya begitu mendengar suara ayahnya.

.

“Appa!!”, Sooyoung berdiri dari kursinya dan menghampiri sang appa dengan memberikan sebuah pelukan. “Hanya pesan singkat yang Yuri kirimkan padaku, dia akan pergi ke Jepang”, jelas Sooyoung.

.

Sooyoung membimbing Ayahnya untuk duduk di sofa. Kecemasan mulai terlihat jelas di wajah Mr. Choi dan Sooyoung bisa melihatnya. “Bagaimana saham kita, nak?”

.

“Appa tenang saja, aku akan mengatasinya. Jangan memikirkan hal ini, Appa harus menjaga kesehatan Appa”

.

Mr. Choi tersenyum dengan perhatian putranya dan Sooyoung tak pernah mengecewakannya. “Appa percayakan padamu”

.

Sooyoung mengangguk.

.

.

Ceklek…

.

Pintu ruangannya kembali terbuka, dan disana terlihat sosok Jessica yang masih mengenakan kemeja dan rok selutunya masuk ke dalam ruangan Sooyoung. “Appa!”, Jessica melihat kehadiran Mr. Choi, ia pun lalu menghampirinya dan memberi pelukan ada pria itu.

.

“Kau semakin cantik, Sooyeon”, puji Mr. Choi

.

Sooyoung menahan tawanya karena panggilan sang Appa kepada Jessica. Gadis itu menampakkan wajah kesalnya. “Panggil Sica, Appa~~ jangan nama koreaku”, rajuknya.

.

“Tapi Appa lebih menyukai Sooyeon”

.

“Khaa~~ terserah Appa sajalah”, Jessica menyerah.

.

Sooyoung melayangkan protesnya. “YA YA YA… Kau memarahiku saat memanggil namamu Sooyeon tapi Appa tidak. Ini tidak adil”

.

Jessica menjulurkan lidahnya pada Sooyoung dan mengejek namja itu.

.

“Sudah sudah”, lerai Mr. Choi. Pria itu mulai melihat pakaian Jessica “Kau baru pulang dari Rumah Sakit, nak?”

.

“Iya Appa, aku ada tugas jaga semalam. Aku kesini karena ingin mengajak Youngi pergi dan menemui investor baru”, Sooyoung dan Ayahnya terkejut.

.

“Siapa?”, tanya Mr. Choi lagi.

.

“Dia pewaris dari salah satu perusahaan ternama di Jerman tapi dia selalu sibuk dengan kegiatan kemanusiaan, jadi kami jarang bertemu karena ia berpindah-pindah negara. Dan dia bilang dia akan membawa satu kenalannya dan menjadi investor di CS Group juga.

.

Mr. Choi sangat terharu sekaligus bahagia mendengarnya. Jessica memang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, sama seperti Ryan Jung dan Natasha yang menganggap Sooyoung seperti anak mereka.

.

Pria paruh baya itu menyentuh lembut puncak kepala Jessica. “Appa senang, kalian saling membantu. Terima kasih nak, Appa sangat bangga padamu”.

.

“Yes i am”, ucap Jessica dengan senyum manisnya dan Sooyoung hanya memutar bola matanya melihat hal itu.

.

Sesuai janji, mereka pun berpisah dengan Mr. Choi yang akan kembali ke rumah sedangkan Jessica dan Sooyoung akan menemui investor yang Jessica katakan. Kini mereka sedang duduk manis di sebuah resto yang tak jauh dari CS Group.

.

“Bagaimana proyek pesawat terbang dengan partner barumu itu? Dan kudengar kau terlibat kegiatan charity dengan panti asuhan?”, Jessica mulai membuka percakapan mereka.

.

“Proyek itu sedikit tersendat, tapi AIR Group tak menarik investasinya. Kupikir dengan investor yang kau bicarakan, proyek akan berjalan dengan baik. Gomawo my little girl~~” Sooyoung sedikit menggunakan aegyo nya.

.

Jessica menyipitkan matanya, lalu mengendikkan bahunya. “Aku merinding mendengarnya, Youngi. Kau mulai mengerikan dengan aegyo itu. Lalu bagaimana dengan charity itu?”

.

“Oh, aku hanya menjadi donatur di dalam tim AIR Group. Sejujurnya itu proyek baru Tiffany dari Daddynya”

.

“WHATT?”, Jessica tidak jadi meminum vanila latte miliknya karena ucapan Sooyoung. “Dia tak mengajakku untuk hal ini”, herannya.

.

“Dia juga tidak mengajakku, aku ditawari oleh partnerku. Namanya Im Yoong”, Jessica membentuk mulutnya menjadi huruf O dan mengangguk mengerti.

.

.

.

Ting….

.

Suara pintu terbuka dan terlihatlah dua sosok memasuki resto. Salah satu diantaranya tersenyum saat menangkap sosok yang ingin dia temui. Ia pun menarik tangan seseorang yang menemaninya.

.

Saat sudah mendekati meja atas nama Jessica, baik Taeyeon maupun gadis itu sedikit terkejut.

.

“Taeyeon”

.

“Jessica”

.

.

Krystal mengerutkan keningnya dengan situasi ini. “Ah, aku mengenalnya Krys. Dia partner baru Reus”, Taeyeon langsung menjawab kebingungan Krystal.

.

“Sica”, suara Sooyoung menginterupsi mereka bertiga.

.

Jessica langsung teringat untuk memperkenalkan Sooyoung. “Ini pewaris CS Group yang kukatakan padamu Krys, dia Sooyoung sahabatku. Youngi, ini Krystal dan ini Taeyeon”

.

“Matanya terasa familiar”, ucap Sooyoung dalam hati. Ia pun segera tersadar untuk menyodorkan tangannya kepada calon partnernya.

.

Ketiganya saling berjabat tangan dan Jessica mempersilahkan semuanya duduk. Sooyoung langsung menjelaskan proyek yang sedang ia jalankan dihadapan Taeyeon dan Krystal. Kedua calon investornya itu mulai tertarik dengan apa yang Sooyoung bicarakan.

.

Krystal lalu menatap Jessica dan tersenyum “Kau benar-benar hebat dalam memilihkanku calon partner yang baik”

.

“Aku tak pernah mengecewakanmu, bukan? Yes, he is my besfriend slash my brother” ucap Jessica bangga.

.

Taeyeon yang sedari tadi memperhatikan Jessica, juga ikut tersenyum walaupun ia merasa ada yang salah. “Dia tertawa, tapi tak benar-benar tertawa”, pikirnya dalam hati.

.

“Baiklah tuan Choi, aku dan Taeyeon Oppa sudah menandatangani persetujuan investasi kami ke perusahaanmu. Sekarang giliranmu”, Krystal menyerahkan lembaran kontrak kerjasama dan Sooyoung menandatanganinya.

.

Sooyoung pun tak lupa menjabat kembali tangan Taeyeon dan Krystal sebagai tanda terima kasih. “Senang bekerja sama dengan kalian”

.

.

Pertemuan itu kemudian dilanjutkkan dengan makan siang bersama. Keempatnya mulai terbawa suasana keakraban dan saling bertukar cerita.

.

“Ternyata dunia sempit ya”, Krystal tertawa kecil dan disetujui oleh anggukan dari Jessica, Taeyeon, dan Sooyoung.

.

“Aku tidak menyangka jika kau sangat dekat dengan Taeyeon. Selama ini kupikir kau terlalu anti sosial karena sibuk dengan aksi kemanusiaanmu itu, Krys”, ejek Jessica

.

“Aish, aku tidak semenyedihkan itu. Untuk singkatnya, aku mengenal Oppa karena dia memiliki seorang adik dan adiknya adalah sahabat baik dari………………..” Krystal menghela nafasnya “sahabat baik dari mantan kekasihku”, lanjutnya lagi.

.

Taeyeon menahan tawanya sedangkan Sooyoung cukup terkesan dengan partner barunya ini “Woow, dunia benar-benar sempit”, mereka pun tertawa karena celetukan Sooyoung.

.

.

~~~~~

.

“Proyek CS Group sangat mengagumkan, sepertinya aku tidak akan menyesal”

.

Kini Jessica dan Taeyeon sedang berbicara berdua sambil menunggu Sooyoung dan Krystal yang masih menyelesaikan persetujuan kontrak karena disini saham Krystal yang paling banyak masuk ke CS Group.

.

“Youngi sangat berbakat dalam bidang ini, hanya saja ada masalah yang tak bisa kami jelaskan tentang alasan beberapa para investor menarik mundur sahamnya. Tapi aku dapat menjamin, bahwa Reus tak akan rugi”

.

Taeyeon mengangkat alisnya “Kau terlihat seperti adik yang membela Oppanya”, selidiknya.

.

“Ya mungkin seperti itu”, Jessica tertawa kecil. “Youngi sangat berharga bagiku, dia selalu berdiri untukku maka aku juga akan berdiri untuknya” sambungnya lagi.

.

“Huum, aku dapat melihatnya terutama saat kau sangat bersemangat mendukungnya. Ngomong-ngomong apa kau tertarik untuk melihat proyek kerjasama kita di Jeolla-do?”

.

Jessica tertawa lagi “Kau terdengar mengajakku berkencan, Kim Taeyeon”

.

“Mungkin seperti itu. Jadi, apa kau tertarik dengan tawaranku nona muda Jessica Jung?”, Taeyeon kemudian mengulurkan tangannya di hadapan Jessica. “Besok, jam 10 pagi”, sambungnya lagi.

.

Jessica bukannya membalas uluran tangan Taeyeon, gadis itu justru melangkah menuju mobil Sooyoung. Saat membuka pintu mobil, ia memandang ke arah Taeyeon terlebih dahulu yang juga sedang memandangnya.

.

“Don’t be late. Pick me up at my building”, ucap Jessica sebelum masuk ke dalam mobil.

.

.

Taeyeon lagi-lagi dibuat terkesan dengan sikap Jessica. “Dia benar-benar tidak bisa ditebak” kekehnya,

.

.

.

***

.

Yoong menghela nafasnya saat melihat maid yang baru saja keluar dari kamar Tiffany dengan membawa nampan makanan yang masih utuh. “Huft, dia benar-benar keras kepala”, Yoong mendekati maid itu dan meminta nampan yang dipegang sang maid.

.

Ia masuk dan melihat Tiffany duduk di meja belajarnya dengan kepalanya yang beralaskan kedua lengan. Gadis itu terlihat tidak bersemangat.

.

“Sampai kapan kau menyiksa dirimu seperti itu, Tiffany Hwang?”, Tiffany tak berniat sedikitpun mengangkat kepalanya.

.

Yoong meletakkan makanan itu di sisi kirinya. “Habiskan makanan itu, atau kau akan menyesal karena gagal bertemu kekasihmu”

.

Tiffany langsung menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arah Yoong dengan tatapan “are-you-serious?” kepada Yoong.

.

“Kau ini gadis pemarah, tidak sabaran, dan sulit untuk mendengarkan nasehat orang lain, huh? Kan sudah ku bilang, tunggulah beberapa hari. Kau ini”, omelnya pada Tiffany. “Aku sedang tidak bercanda, habiskan makananmu dan aku akan mengajakmu menemui Sooyoung”, Yoong kemudian berniat keluar dari kamar Tiffany.

.

“Thanks Yoong”, ucap Tiffany dan Yoong mengangkat ibu jarinya memberi tanda oke dengan terus berjalan keluar kamar tanpa menoleh Tiffany.

.

.

.

.

Yoong memegang dadanya lalu menghembuskan nafas kembali dan bersandar di tembok tak jauh dari kamar Tiffany. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Aku dan Tiffany akan segera keluar, kita bertemu di titik yang sudah ditentukan”, ucapnya dan langsung mematikan sambungannya.

.

Dalam perjalanan, Tiffany sesekali melirik Yoong yang serius mengendarai mobilnya. Ia juga tak lupa melirik kaca spion mobil untuk melihat mobil lain di belakangnya yang ia tahu itu adalah bodyguard suruhan Daddy Hwang.

.

“Mereka mengikuti kita Yoong”, Tiffany terlihat tidak tenang.

.

“Ya aku tahu, mana mungkin ayahmu semudah itu membiarkan kita keluar. Tapi tenanglah, kita tidak akan ketahuan jika kau mengikuti perkataanku”, jawab Yoong yang masih fokus dengan jalanan di depannya.

.

Mobil yang Yoong kemudikan akhirnya berhenti di sebuah supermarket kecil. Yoong sebelumnya meminta Tiffany menggunakan hoodie yang sepasang dengan dirinya. Mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam supermarket. Tak berapa lama keduanya kembali keluar dengan membawa sekantong plastik belanjaan.

.

Yoong mengecek jam tangannya. “Huft, kita hanya punya waktu 2 jam untuk berkeliling Seoul. Kau siap, baby?”, ucap Yoong.

.

“Sure, i am ready”, jawab gadis di sebelah Yoong. Mobil itupun segera melaju.

.

.

.

.

——————————

.

“Youngi~~”

.

Tiffany segera berlari menghampiri Sooyoung yang sedang duduk menunggu di pojokan cafe yang sangat sepi karena Sooyoung menyewa tempat itu. Sooyoung tersenyum dan memeluk Tiffany. Sudah seminggu lebih mereka tidak bertemu dan saling berhubungan.

.

Tiffany tak dapat menyembunyikan airmata bahagianya dapat melihat Sooyoung lagi. Kerinduannya terbalaskan saat ini. Ia masih belum mau melepas pelukan Sooyoung dan masih merasakan aroma tubuh Sooyoung yang ia sukai, namun sebuah suara menginterupsi moment mereka.

.

“Ahem”

.

Tiffany mengerutkan keningnya lalu mengendurkan pelukannya terhadap Sooyoung. Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati seseorang berdiri tak jauh dari mereka dan menyidekapkan tangannya.

.

“Jadi, kau hanya merindukan Youngi daripada aku yang merupakan partner terbaikmu?”, kesal orang itu dan mempoutkan bibirnya.

.

“Jessie~~”, gadis bereyes smile itu langsung berpindah dan memeluk Jessica. Keduanya berpelukan dan Sooyoung melebarkan senyumnya melihat kedekatan Jeti.

.

“Kau terlihat kurus Tiff”, ucap Jessica seraya melepaskan pelukannya dan menatap tubuh Tiffany dari atas kepala hingga ujung kaki.

.

Tak berselang berapa detik, Jessica tak dapat menahan tawanya karena melihat fashion taste Tiffany yang sangat buruk hari ini. Jeans dengan hoodie sedikit kebesaran berwarna pink. “Pfft, apa aku baru saja memeluk beruang?”

.

“YAAH”, kesal Tiffany dan berpura-pura ingin memukul Jessica. Ia pun menyadari pakaian yang ia gunakan, dan itu semua karena ide Yoong.

.

“Kau masih terlihat cantik, sayang”, bela Sooyoung dan Jessica memutar bola matanya. Ia bergidik ngeri mendengar pujian Sooyoung untuk Tiffany.

.

.

Tiffany pun duduk di sebelah Sooyoung. Tangannya tak lepas dari pinggang Sooyoung karena ia memeluk Sooyoung dari samping sedangkan Jessica duduk di depan mereka dengan sibuk meminum jus strawberry yang ia pesan.

.

Sooyoung melepaskan tutupan hoodie yang menutupi kepala Tiffany. ‘i miss you’ ucapnya dengan gerakan mulut tanpa suara dan itu membuat Tiffany tak dapat menyembunyikan senyum bahagianya.

.

“Kemana calon suamimu itu, Tiffy? Youngi bilang pria itu yang menolongmu”, Jessica melihat ke sekeliling cafe tapi tak menemukan siapapun.

.

.

“Yoong, kenapa kita berhenti di supermarket?” heran Tiffany.

.

“Sudah, ikuti ideku saja. Ayo kita masuk”.

.

Sesampainya di dalam, Yoong menyapa dua orang yang menggunakan hoodie yang sepasang dengan dirinya dan Tiffany.

.

“Oppa”, yeoja itu memeluk Yoong.

.

“Tiff, mereka sahabatku. Ini Hyuni dan itu kekasihnya”, Yoong memperkenalkan keduanya. “Woobin-ah, kau berhati-hatilah membawa Tiffany. Tolong kembali ke tempat ini lagi dengan tepat waktu”

.

Namja itu mengangguk. “Tenang saja Yoong, temanmu ini akan aman bersamaku. Sekarang kalian kembalilah ke mobil sebelum para bodyguard menyusul kemari”.

.

.

.

“Jadi, dia mengelabui mereka dengan membawa sahabatnya untuk menyamar memakai hoodie yang sama dengan kalian”, Tiffany mengangguk menjawab pertanyaan Jessica.

.

“Sekarang dia dan sahabatnya sedang berkeliling Seoul dan para bodyguard mengikuti mereka karena mengira aku dan Yoong sedang berkencan. Dan yang mengantarku kemari adalah sahabatnya yang satu lagi. Dia menungguku di luar”, kini giliran Sooyoung dan Jessica yang mengangguk mengerti.

.

“Dia pria yang baik, mengatur semuanya untuk pertemuan ini”, puji Sooyoung.

.

“Yes he is, but i love you so much”, ucap Tiffany dengan kekehannya. Namun tak lama wajahnya berubah serius.

.

“Bagaimana perusahaanmu, Youngi?”, tanyanya.

.

Sooyoung belum menjawab, ia justru merapikan rambut hitam Tiffany yang berantakan. “Tidak perlu khawatir, sayang. Sica sudah membantuku”, Jessica yang mendengar pujian Sooyoung lalu mengangkat wajahnya dan sedikit mendongak, menunjukkan kesan angkuh. Namun hal it justru membuat SooFany cekikikan.

.

Jessica kemudian berdiri setelah menghabiskan jusnya, ia memilih duduk di kursi lain dan membiarkan Tiffany dan Sooyoung berbicara berdua.

.

.

“Pertunanganku sudah diatur oleh Daddy”

.

“Aku sudah tahu, Yoong menghubungiku semalam”

.

“Apa yang harus kita lakukan, Youngi?”

.

Sooyoung membawa tangannya menangkup wajah Tiffany. “Kau percaya padaku, Phany-ah?”, dan Tiffany mengangguk sebagai jawaban. “Terimalah pertunganan itu”

.

“WHAT??? ARE YOU CRAZY?”,

“For god sake Youngi!! Kau memintaku menerima pertunangan itu, sedangkan 5 hari lagi aku dan Yoong akan bertunangan”, Tiffany kesal bukan main. Bagaimana bisa Sooyoung menyuruhnya bertunangan dengan orang lain.

.

“Oh my god”, Sooyoung merasakan gendang telinganya berdengung kembali. “Aigoo, dengarkan aku dulu sayang”, ucap Sooyoung lagi. “Maksudku menerima, bukan bertunangan sungguhan. Aku sedang memikirkan cara untuk membawamu pergi, sebelum itu bersikaplah baik selama kau di rumah agar Daddy Hwang tidak mencurigaimu”

.

“Tapi tetap saja—”…………..

.

“WHAT? ARE YOU GONNA TAKE ME OUT FROM MY HOUSE?”, teriaknya lagi saat menyadari apa yang Sooyoung maksud.

.

Astaga, suaranya kali ini melebihi teriakan Sica” gumamnya dalam hati. Sooyoung menarik nafas dan menghelanya pelan. “Iya aku akan membawamu bersamaku, apa kau bersedia?”

.

Demi apapun Tiffany berani meyakinkan dirinya bahwa suara tegas Sooyoung dan tatapan mata namja ini sangat serius. Itu artinya Sooyoung sudah mengambil resiko besar terhadap hidupnya, perusahaannya, dan juga “mahkota”nya.

.

“Sayang, kau kenapa?”

.

Tiffany menggeleng cepat. “Apa tidak ada cara lain? Kau baru saja mempertaruhkan perusahaanmu dan mahkota yang sedang kau pakai, Youngi. Ini tidak benar”

.

Sooyoung tersenyum lagi “Tadi kau bilang percaya padaku, kenapa kau memikirkan hal lain?”

.

“Karena aku tahu, perusahaan itu sangat berharga bagimu dan Appa Choi. Aku melihatmu yang bekerja dengan sangat keras. Jangan melepasnya hanya karena aku”, Tiffany menundukkan kepalanya.

.

Sebuah tangan menggenggamnya dengan lembut. “Aku baru saja mempertaruhkannya sebelum datang kesini. Jangan memikirkan hal lain, cukup percaya padaku dan tetap bersamaku”, Sooyoung memeluk Tiffany lagi dan dalam pelukannya, Tiffany mengangguk dengan ucapan Sooyoung.

.

Masih dengan memeluk kekasihnya, Sooyoung mengusap punggung Tiffany. “Percayalah padaku, aku akan memperjuangkanmu”

.

.

Diam-diam, Jessica yang duduk tak jauh dari mereka menyeka airmatanya dengan sapu tangan yang ia pegang.

.

.

“Oppaku benar-benar Romeo sejati”

.

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————

Hai Hai ^^

Bagaimana?? Semoga suka ya, hehehe

.

Sampe ketemu di Indestructible

.

Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

118 thoughts on “THE HEIRS (10)

  1. Dlm drama korea kita sering th akn khdpn para chaebol.tp justru dr situ kita bs lht pershbtn sejati yg menyngkut hati n harta.mrk akn slg bntu juka slh satu dr shbt mrk kesulitan sprt yg tjdi dgn soo.so salut para chaebol dlm pthnkn pshbtn mrk.
    ternyata smua partner bisnis slg berhub pershbtn.

    Like

  2. Soofany hanya menerima hasil dr perjalanan cintanya yoong yg mati matian menutupi mrk dgn ide yoong.. kerja keras tae membuat kan hasil, rahasia apa yg di tutupi de tae oleh sih pendonor mata?! AQ harap semua berjalanberjalan baik^^

    Like

  3. Taengie bener2 narsis. Krystal udah muncul. Yulsic udah baikan.
    Yoong jjang!! Ngebantu pertemuan soofany. Youngi hebat, dia rela melepaskan mahkota nya demi fany wanita yg sangat dicintainya.

    PERSAHABATAN YG INDAH

    dan drama pun segera di mulai. 😃

    Like

  4. wahh bener benar dah ceritany makin lama makin menarik 🙂
    keren deh buat author 🙂 *kasi dua jempol buat author hihihi 🙂

    Persahabatan,Cinta dan Tahta,,
    semua saling berkaitan menjadi satu 🙂

    semoga aja soo bisa bisa mempertahankan cinta dan tahta dengan persahabatan mereka 🙂
    bener-bener deh thor,, soo fany buat ay jadi baper heheheh 😀 :d

    masih penasaran gimana kisah mereka selanjutnya,,
    dan tentang semua nya apa yang sudah terjadi di masa lalu 🙂

    next ^^

    Like

  5. Wohoo ceritanya di chap ini Yoong jadi dewa penyelamat buat soofany(?) ternyata selama ini ayahnya jess tahu ttg pendonor itu. Taeng kayaknya bener-bener cinta ama Jess, huwahh makin rumit nih ceritanya

    Like

  6. oo gue heran deh sama bapaknya yul , kok dia gak suka sama sica . pdhl kan yul dan sica sdh sahabatan jga dri lama . taeng suka baget tuh sama sica , ntar sica kepincut aja lama2 . hahahahah . buat soofanny terselamatkan nih , oleh dewa yoong . hahahha . gue terharu banget sama sooyoung , dia rela meninggalkan segalanya buat dapetin fanny . smoga aja langgeng .

    Like

  7. Kalo jessica emg suka sm yul trs knp dia sengaja nyium tae dpn appa kwon??
    Dan gw rasa makan yg didatengin yul waktu itu si eunji deh, cz eunji udh gak muncul2 lg kecuali bagian flashbacknye doang

    Like

  8. Ngakak aing waktu part “oppaku benar2 romeo sejati” :v
    Huft eunji? Msh kokoh aku ma eunji…
    Ayoo…. CLBK lagi donk krys, gemes tiap baca ff yoonkrys

    Like

  9. Kau tahu Jongsuk-ah, dunia sedang mempermainkanku. Apa yang kita cari selama ini, ternyata berada di dekat kita”, racau Taeyeon. Aku suka yang dibilang taeng menjadi terinspirasi tersendiri..

    oppaku benar2 romeo sejati” :v ngakak sendiri bacanya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s