RAIN (4)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

 

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 4

.

.

PAAK….

.

“Awww”

.

Namja itu mempoutkan bibirnya saat mengetahui bahwa kakak kembarnya baru saja memukul kepalanya. Walaupun tidak sakit, dia terkejut karena lamunannya menjadi buyar akibat pukulan kakaknya itu.

.

Sang kakak menunjukkan wajah gelinya “Aku tidak menyangka Taeyeon mau menjadi kekasihmu. Andai saja dia tahu betapa buruknya aegyomu itu, Jinwoon-ah”, ledek kakak kembarnya.

.

“Yang penting aku punya pacar sedangkan nuna tidak”

.

“YAAAH”

.

 Jinwoon segera melarikan diri sebelum kakaknya memukul kepalanya lagi. Si kembar itupun saling berkejaran di dalam rumah mereka.

.

.

.

.

.

.

“Taeyeon-ah”, Jinwoon melambaikan tangannya dan mendekati sang kekasih. Hari ini mereka akan berkencan di Lotte World dan untuk merayakan hari jadi mereka yang baru 6 bulan ini.

.

Yeoja imut itu hanya tersenyum menanggapi panggilan kekasihnya, mereka pun akhirnya bermain seharian penuh di Lotte World. Saat malam tiba, keduanya duduk bersantai di dekat mobil Jinwoon.

.

“Hari ini menyenangkan ya, chagi”, ucap Jinwoon dengan bahagia sedangkan Taeyeon hanya menanggapinya dengan biasa saja.

.

Gumpalan asap kecil keluar dari mulut Taeyeon karena cuaca cukup dingin. Ia terlihat menghela nafasnya sejenak sebelum memandang ke arah Jinwoon yang sedang menatap ke langit.

.

“Jinwoon-ah……..”

.

“Ya??”

.

“Lets break up”

.

Taeyeon mengucapkan kalimat itu dengan tenang. Di sisi lain, Jinwoon terkejut dan masih diam karena tidak tahu harus berkata apa. “Maafkan aku, 6 bulan ini sudah kucoba untuk mencintaimu tapi perasaanku padamu hanya sebagai sahabat”

.

“Apa kau tidak nyaman selama ini bersamaku?”, tanya pemuda itu lagi.

.

Taeyeon menggeleng cepat “Bukan seperti itu, aku lebih menikmati bersamamu sebagai seorang sahabat daripada kekasih. Aku sudah mencoba tapi sepertinya tak bisa. Maafkan aku”, Taeyeon mengepalkan kedua tangannya yang berada di atas pahanya menutup mata. Ia sudah siap menerima kemarahan namja yang duduk di sebelahnya ini, namun sepasang tangan memegang pundaknya lembut.

.

Saat Taeyeon membuka mata, ia melihat Jinwoon tersenyum. “Kau tak perlu merasa bersalah, aku tahu cinta tak bisa dipaksakan. Tapi kuharap kau selalu tahu jika aku sangat mencintaimu”, Jinwoon mengangkat tangannya untuk mengusap pipi Taeyeon lalu mengecup kening Taeyeon sebagai tanda berakhirnya hubungan mereka.

.

“Apa kita bisa bersahabat lagi?”, tanya Taeyeon dan Jinwoon mengangguk disertai lesung pipi yang mulai terlihat karena ia tersenyum.

.

“Tentu. Sekarang ayo kuantar pulang, malam semakin larut”, ajaknya

.

Dalam perjalanan pulang, keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing. Taeyeon hanya menatap keluar jendela dan mencoba menenangkan rasa bersalahnya karena memutuskan Jinwoon, namun ia akan lebih bersalah jika membohongi perasaannya.

.

Setelah Jinwoon mengantarnya pulang ke rumah, keesokan paginya Taeyeon mendapatkan kabar bahwa Jinwoon semalam mengalami sebuah kecelakaan mobil dan kondisinya kritis.

.

.

.

————————————-

.

“Jadi, kau dan Taeyeon mengenal satu sama lain sebelum kita debut?”, Jessica mengangguk mengiyakan pertanyaan Yuri.

.

“Saat pertama kali bertemu Taeyeon, aku senang karena kehadirannya membuat adik kembarku tersenyum setiap hari. Alasan kami pindah ke Seoul karena Jinwoon selalu di bully oleh teman sekolahnya karena dia terlalu pendiam. Akhirnya orangtuaku memutuskan untuk memindahkan kami ke Seoul dan mereka tetap di US untuk bisnisnya”

.

Yuri tersenyum. “Aku senang kau menceritakan hal ini padaku Sica”, ucapnya sambil merangkul Jessica.

.

“Cukup kau yang mendengarnya Yul”, pintanya.

.

“Heem, aku mengerti. Apa karena hal ini kalian tak pernah dekat lagi? Atau kau membencinya?” selidik Yuri.

.

Jessica menggeleng. “Aku sudah berjanji pada Jinwoon untuk tidak membenci Taeyeon dan menyalahkan dirinya atas kecelakaan malam itu. Mungkin benar, jika keputusan Taeyeon membuat Jinwoon sedih dan tak fokus selama menyetir tapi Jinwoon bilang itu takdirnya tidak bisa bersama dengan Taeyeon. Sejak kepergian Jinwoon, Taeyeon seakan menghilang dan kami baru bertemu lagi saat audisi BCEnt lalu sama-sama terpilih mengikuti pelatihan idol. Disana Taeyeon seolah-olah tak mengenalku, maka aku pun bersikap seperti dirinya”

.

“Taeyeon benar-benar susah ditebak”, Yuri menanggapi hal tersebut.

.

“Tidak Yul, jika kau memahaminya. Dia hanya berusaha kuat di depan kita dan menutupi semua itu dengan sikap dinginnya. Aku dapat melihat ke dalam matanya bahwa sampai sekarang Taeyeon masih menyalahkan dirinya atas kepergian Jinwoon”

.

“Adikmu pasti tidak menginginkan Taeyeon seperti itu, menyalahkan dirinya terus menerus”

.

Jessica mengangguk setuju dengan ucapan Yuri. “Kau benar Yul, tapi setidaknya ada bagian kecil kebahagiaan Taeyeon yang ia pertaahankan”

.

“Apa itu?”

.

“Semenjak aku bertemu Taeyeon lagi, sebuah gelang persahabatan antara mereka tak pernah lepas dari pergelangan tangan Taeyeon”, ucap Jessica disertai senyumannya dan Yuri juga ikut tersenyum. “Tolong rahasiakan ini dari yang lain Yul”, sambungnya lagi.

.

“Tentu” ucap Yuri. “Kau peduli pada Taeyeon begitu sebaliknya, hanya saja kalian tidak pernah mau mengakui hal itu”, lanjut Yuri dalam hati.

.

.

———————————-

.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya lampu operasi berwarna hijau dan dokter yang menangani Taeyeon segera keluar. “Bagaimana keadaannya dok?”, Jessica dan Yuri berdiri mendekatinya.

.

“Kepalanya mengalami benturan dan cukup banyak banyak kehilangan darah namun tidak membahayakan, hanya saja pundak kanannya harus memakai penahan karena ada keretakan di tulang. Dia akan pulih dengan istirahat total dan kalian bisa melihatnya setelah ia dipindahkan ke ruang inap. Saya permisi dulu”

.

Baik Yuri dan Jessica membungkuk saat sang dokter undur diri. Sambil menunggu Taeyeon dipindahkan, Yuri dan Jessica segera menuju ruangan Sunny. Disana Sooyoung terlihat berbincang serius dengan Sunny dan Hyoyeon.

.

“Ada apa Unni?”, heran Jessica, begitu pula dengan Yuri.

.

Sooyoung menunjukkan tablet miliknya, baik Yuri maupun Jessica dapat melihat foto-foto kecelakaan Taeyeon bersama Tiffany sudah diunggah di media sosial. “Media dan Fans sudah mulai tahu dengan kecelakaan yang menimpa Taeyeon. Gedung agency sudah mulai dipenuhi orang-orang tapi disini masih aman karena pihak Rumah Sakit memperketat penjagaan”, jelas Sooyoung kepada keduanya.

.

Jessica masih belum mengeluarkan kata-katanya karena ia tidak menyangka bahwa Tiffany juga ikut dalam kecelakaan ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa Jessica mulai cemas dengan keadaan Tiffany.

.

“Tapi aku masih tidak mengerti, kenapa Taeyeon dan Tiffany mengalami kecelakan di lokasi yang sama. Apa mereka saling mengenal?”, Yuri membuka suaranya yang cukup mewakili pertanyaan Jessica sedari tadi dibenaknya.

.

Semuanya menggeleng, kecuali Jessica karena ia masih sibuk dengan pikirannya. Tak lama, ponsel Sooyoung berdering dan manajer RAIN itu terlihat serius menjawab telponnya. Sooyoung menghela nafasnya pelan setelah mengakhiri sambungan tersebut.

.

“Kalian tetap disini, aku dan Sica akan menemui presdir. Oh iya Yul, sebaiknya kau menemani Taeyeon. Ia sudah dalam proses pemindahan ke ruang inap. Beberapa staff akan segera datang untuk menemani kalian, berhati-hati dan jaga diri kalian”

.

“Ne Unnie”, ucap semuanya dengan kompak. Setelah itu, Jessica dan Sooyoung pergi meninggalkan Rumah Sakit.

.

.

.

***

.

Yoona dan Seohyun yang baru saja memasuki gedung agency dikejutkan dengan kesibukan orang-orang yang tak biasa. Yoona menatap Seohyun untuk sebuah penjelasan, tapi Seohyun mengangkat bahunya tanda tak mengerti juga.

.

“Oppa!!”, teriak Seohyun saat melihat salah satu staff yang ia kenal. “Apa yang terjadi disini?”, tanyanya.

.

“Tiffany mengalami kecelakaan bersama Taeyeon, salah satu member RAIN”, Yoona dan Seohyun membulatkan matanya mendengar penjelasan pria itu.

.

“Di Rumah Sakit mana Oppa?”, kini giliran Yoona bertanya.

.

“Aku tidak tahu soal itu karena dirahasiakan, jangan sampai media tahu. Namun yang kudengar, manajer Tiffany mengatakan bahwa Tiffany hanya mengalami lecet kecil saja sedangkan yang mengalami luka cukup berat adalah Taeyeon”.

.

Yoong dan Seohyun lagi-lagi terkejut dengan apa yang barusan mereka dengar. “Para wartawan sudah mulai ke agency kita, kalian berhati-hatilah saat pulang nanti. Jangan berkomentar apapun, jawab saja tidak tahu. Arraseo?”

.

“Ne Oppa”, jawab Seohyun dan Yoona bersamaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

Braaak!!

.

Pria paruh baya itu baru saja menggebrak meja kerjanya. “Bagaimana bisa berita murahan itu mengatakan bahwa ini salah Tiffany karena Taeyeon mengalami kecelakaan akibat menyelamatkannya dan semua orang mulai memojokkan dia”, geram pria itu saat melihat berita yang ada di televisi.

.

“Apa yang akan anda lakukan sekarang, Sir?”, tanya asistennya.

.

“Aku akan menemui presdir Han, kita harus membicarakan tentang hal ini terlebih foto Taeyeon dan Tiffany sudah tersebar di media sosial. Perintahkan untuk penjagaan lebih ketat di sekitar gedung, media pasti sudah mulai bergerak kesini”, asisten presdir Park itu pun pamit dan segera menghubungi pihak manajemen Taeyeon.

.

Setiba di BCEnt, beberapa staff sudah menyambut kedatangan presdir Park beserta rombongannya dan mereka pun diantar menuju ruang meeting. Di dalam ruangan, beberapa petinggi BCEnt sudah duduk di posisi mereka termasuk Jessica.

.

Hampir 2 jam meeting berjalan dan perbincangan diantara BCEnt dan CY pun menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya, mereka sepakat untuk membuat statement official dan segera dirilis ke publik agar semuanya tidak bertanya-tanya lagi mengenai keadaan Tiffany maupun Taeyeon.

.

.

.

.

.

“Kau lihat yang terjadi Jessica, mantan leadermu itu benar-benar membuat masalah. Bagaimana bisa dia seceroboh itu?”, presdir Han mulai mengeluarkan kekesalannya di depan Jessica.

.

“Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana bisa anda selalu menyalahkannya tanpa mendengar penjelasan dari Taeyeon. Bisakah sekali saja anda tidak membuat masalah semakin keruh?”

.

Presdir Han mengangkat satu alisnya. “Keruh? Bukankah masalah Sunny yang lebih keruh jika publik tahu? Ingat Sica, RAIN bisa hancur seketika jika masalah Sunny yang terungkap. Aku mempertahankan RAIN karena kau bisa membawa para investor. Kau tak perlu menjadi idol untuk terkenal tapi sayangnya bakat luar biasamu yang menjadikanmu seorang superstar. Sudah kukatakan padamu, kalian lebih baik jalan sendiri tapi kau selalu mempertahankannya. Aku tak habis pikir, kau punya kesempatan besar untuk bersinar lebih terang dari membermu tapi kau mementingkan cahaya mereka terlebih dulu”.

.

“Cukup! Aku tak ingin berdebat dengan anda lagi. Masalah Sunny, sudah kuputuskan yang terbaik. Sebaiknya aku kembali ke Rumah Sakit, permisi presdir”, ucap Jessica dan tak lupa memberi salam hormat pada pria paruh baya tersebut. Hari ini benar-benar hari yang menguras pikiran dan tenaganya.

.

——————————-

.

.

Dengan perlahan-lahan, Yuri membantu Taeyeon untuk minum. Sejak terbangun, Taeyeon merasa kehausan dan Yuri yang menjaganya pun dengan sigap menolong temannya itu.

.

“Kau harus banyak istirahat Taeng, dokter bilang lukamu tidak terlalu parah. Kalo Tiffany, dia baik-baik saja hanya lecet sedikit. Manajemennya sudah membawanya pulang karena dia tidak perlu rawat inap”, Yuri menjelaskan situasi yang terjadi saat ini.

.

“Thanks Yul”, mendengar hal itu Yuri justru terkekeh dengan tanggapan Taeyeon. “Wae?”, heran Taeyeon

.

“Nothing. Hanya saja terasa aneh melihatmu tetap kaku walau hanya mengucapkan thanks”, jawab Yuri dengan santainya.

.

“Whatever”, balas Taeyeon cuek dan mulai meminum minumannya. Ia memegang gelas dengan tangan kirinya karena pundak belakang bagian kanan yang mengalami cidera.

.

Yuri diam-diam memperhatikan Taeyeon yang masih sibuk dengan segelas air putihnya. “Huft…..”, helaan nafasnya membuat Taeyeon menoleh pada Yuri.

.

“Kau kenapa?”

.

“Aku hanya tak habis pikir jika kau dan Sica sudah mengenal sebelumnya tapi kalian bisa sehebat itu berakting di depanku dan yang lain selama 5 tahun ini”, Yuri menggeleng heran. Ia masih kaget dengan kenyataan itu.

.

Taeyeon sedikit terbatuk mendengar komentar Yuri namun ia memilih bungkam dan seolah-olah tak mendengar Yuri. “Jangan berakting, Sica sudah menceritakannya padaku”, kekeh Yuri melihat sikap Taeyeon.

.

“Mwo??????”

.

“Aish, kau ini sedang sakit tapi teriakanmu kencang sekali”, Yuri mengusap-usap telinganya yang berdengung.

.

“Kau bilang apa? Dia menceritakannya?”, Taeyeon mengabaikan protes yang Yuri lakukan.

.

Yuri mengangguk dan tersenyum simpul pada Taeyeon. “Tenang saja, cuma aku yang tahu”, tanpa Yuri sadari Taeyeon mengomel dalam hati karena Jessica membongkar hubungan mereka.

.

Taeyeon terdiam karena ia tiba-tiba teringat sesuatu. “Apa sekarang keadaan di luar mulai kacau?”

.

“Begitulah. Media dan fans mulai memenuhi gedung agency kita dan agency Tiffany juga. Pihak Rumah Sakit sudah bekerja sama, jadi kita aman disini untuk sementara waktu. Jujur untuk saat ini, aku mulai mengkhawatirkan Sica”, jelas Yuri.

.

“Apa dia menemui presdir?”

.

“Hemmm. Sepertinya akan ada sesuatu yang menimpa RAIN tapi aku masih belum tahu apa itu. Mungkin setelah Sica kemari, kita akan mengetahuinya” Yuri lalu memandang Taeyeon yang terdiam lagi.

.

“Jangan menyalahkan dirimu Taeng, setiap masalah yang datang ke kehidupan kita terkadang adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Tidak ada yang salah dalam hal itu, kau harus ingat itu”

.

“Thanks Yul”

.

Yuri hanya tersenyum membalas ucapan itu.

.

.

.

***

.

“Aku mencintaimu”

.

“Jangan lakukan ini padaku Tae”

.

“Aku mencintaimu, apa itu hal yang salah?”

.

“Ini salah Tae, karirmu sedang berada di puncak”

.

“Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya peduli padamu. Aku tahu ini bukan hanya soal karirku. Apa ini karena kau masih mencintai Jessica?”

.

“Aku tahu jika kau masa lalu Jessica. Apa aku benar?”

.

.

“Kau tak berhak mengorek masa laluku, Tae”

.

.

.

“Tiffany!!!!!”

.

.

Braaakkkkk…..

.

.

“K—Kau…Kau selamat Phany-ah”

.

.

.

.

.

.

.

“Ada apa?”, sebuah suara mengejutkan gadis itu.

.

“Tidak apa-apa Oppa, maaf aku menyebabkan masalah”, lamunan Tiffany buyar ketika manajer oppa datang ke kamarnya. Sang manajer meletakkan makanan untuk Tiffany.

.

Ia mengusap kepala Tiffany. “Makanlah, biar tenagamu pulih. Tidak usah pikirkan apa yang baru terjadi, manajemen sudah mengatasinya”

.

“Keadaan Taeyeon?”, bayangan Taeyeon masih terngiang di benak Tiffany sedari tadi.

.

“Dia sudah dipindahkan ke ruang inap, dan manajemennya pun sudah mengatasinya. Kau akan off 2 hari ke depan untuk istirahat”

.

“Gomawo Oppa”

.

“Its okay. Oppa keluar dulu, habiskan makananmu”

.

Setelah sang manajer keluar kamar, Tiffany mulai mengisi perutnya namun pikirannya tetap berpaku pada Taeyeon. “Huft, apa aku keterlaluan ya terhadap TaeTae?”, sesalnya. “Tapi aku belum siap, Jessi masih menguasai sebagian dari hatiku. Perpisahan kami belum benar-benar selesai”.

.

.

.

“Je—Jessi…..A….Apa yang kau….kau katakan?”

.

“Aku ingin mengakhiri hubungan kita Tiff, sekarang kau sudah meraih impianmu menjadi model ternama. Untuk itulah kita harus berakhir”

.

Tiffany mulai menangis, ia tak menyangka jika Jessica ingin mengakhiri hubungan mereka seperti itu. “Kalo karena alasan ini, aku akan melepas impianku asalkan aku tetap bersamamu. Kumohon, jangan lakukan ini padaku Jessi”

.

“Jangan bertindak bodoh, kau sudah menggenggam impianmu. Bersinarlah dan menjadi bintang yang paling terang. Lampu sorot akan selalu mengikuti kemanapun kau pergi”.

.

“Jangan pergi, aku mohon”

.

Jessica menatap gadis yang memohon itu. “Ingat yang pernah kukatakan Tiff, di dunia hiburan akan sama kejamnya dengan realita. Pakailah topengmu agar kau survive, kadang kita harus memakai topeng untuk selalu tersenyum menghadapi dunia ini” dengan begitu Jessica mendorong kopernya dan segera meninggalkan apartemen yang sudah 2 tahun ini menjadi tempat tinggalnya bersama Tiffany.

.

.

.

.

.

Tiffany menghentikan kegiatan makannya, ia mulai merasakan sesak yang sangat kuat di bagian dadanya. Mengingat kejadian itu, perlahan-lahan mulai membunuhnya. Ia menepuk dadanya, berharap sakit itu sedikit berkurang tapi nyatanya hatinya terlalu sakit.

.

“Kenapa Jess? Kenapa?”

.

“Kau tahu, aku pemain sandiwara yang buruk. Topeng itu tak pernah berhasil kukenakan”

.

.

.

——————————

.

Jessica memandangi satu persatu membernya kecuali Sunny, karena dia tidak diperbolehkan untuk keluar ruangan. Kini member RAIN yang tersisa, berkumpul di ruangan Taeyeon. “Promo comeback kita akan dihentikan”

.

Ketiga membernya tak dapat menyembunyikan wajah terkejut mereka. “Apa segitu parahnya berita tentangku?”, Taeyeon kali ini tak tinggal diam.

.

“Beritamu itu hanya hal sepele, Taeng”, jawab Jessica dengan datar. Ia melanjutkan lagi “Ini karena kehamilan Sunny”

.

“WHAAAT??”, lagi-lagi suara Taeyeon karena dia satu-satunya yang belum tahu tentang Sunny.

.

“Aish, kau ini tumben sekali berisik”, kekeh Hyoyeon dan diikuti Yuri. “Biarkan Sica bicara dulu, Taeng”, Hyoyeon memberikan saran.

.

Taeyeon menyengir seperti anak kecil, ia malu setelah menyadari apa yang baru saja ia lakukan. “Lanjutkan”, ucapnya dengan gaya dingin seperti biasanya. Yuri dan Hyoyeon menggeleng melihat tingkahnya temannya ini.

.

“Untuk menutupi masalah Sunny, kita akan berhenti melakukan promosi comeback. Kita akan mengadakan konferensi pers setelah kondisi Sunny membaik”, Jessica berhenti sejenak. Ia menutup matanya untuk menenangkan diri sebelum memberitahukan keputusan yang disetujui manajemen.

.

“Di presscon nanti, Sunny akan mengucapkan salam perpisahan kepada media dan fans. Manajemen akan membuat alibi untuknya melanjutkan study di Amerika. Sejak saat itu, dia bukan bagian dari kita lagi”, reaksi shock ditunjukkan ketiganya.

.

“M—maksudmu Sunny keluar?”, Yuri mulai berkomentar.

.

“Ya, dia keluar dari RAIN dan kita akan melanjutkan semua ini dengan 4 member. Aku tahu ini bukan hal yang bagus, tapi ini satu-satunya cara. Sunny ingin mempertahankan bayi di dalam kandungannya. Jadi manajemen memutuskan sekitar 1 hingga 2 tahun dia akan pergi meninggalkan Korea lalu kembali lagi. Dia akan tetap melanjutkan karirnya setelah itu”

.

“Apa dia sudah tahu hal ini, Sica? Apa benar-benar tidak ada cara lain?”, Hyoyeon tampak tak setuju. Ia selalu merasa bahwa mereka itu satu tim, dan sekarang satu member harus keluar”

.

“Kurasa iya, saat ini Sooyoung unni sedang menemuinya untuk mengatakan semua rencana itu. Tidak ada cara lain, semuanya mengandung resiko yang terlalu besar untuk karir Sunny. Sebelum semua ini terbongkar, satu-satunya jalan adalah dia berhenti dari RAIN dan fokus dengan kehidupannya. Tapi Sunny berhak kembali lagi ke RAIN jika dia sudah siap, atau dia akan memilih berkarir sendiri. Itu pilihannya”

.

Ada rasa lega dari ketiganya setelah mendengarkan keputusan yang Jessica ungkapkan. Yuri mendekatinya dan mengangkat tubuh yang lebih kecil darinya itu. “Aku tahu kau pasti memberikan pilihan yang terbaik untuk Sunny”, Yuri berteriak kesenangan.

.

“Ehem”, Taeyeon berdehem dan Yuri menyadari perbuatannya. Ia segera melepaskan Jessica dan tersenyum konyol.

.

“Maaf, tidak sengaja”, jawabnya malu-malu.

.

Jessica tertawa kecil karena sikap dork dari Yuri. Ia menepuk pundak Yuri “Taeng hanya cemburu pada kita Yul, seharusnya kita melakukan pelukan bersama. Benar kan Hyo?”, Hyoyeon mengangguk setuju.

.

Baik Yuri, Hyoyeon, dan Jessica menunjukkan smirk mereka dan menatap Taeyeon. Gadis itu mulai mengerti kemana arah pembicaraan ketiganya.

.

“YAA!! Jangan lakukan itu”, Taeyeon mulai panik namun ia hanya di ranjang dan tak bisa pergi kemana-mana.

.

Ketiganya tidak mempedulikan permohonan Taeyeon. Hyoyeon mulai berpindah ke sisi kiri ranjang dan Yuri bersama Jessica ke sisi kanan. Mereka mulai mendekati Taeyeon yang sedang menyandarkan tubuhnya. Dalam hitungan detik, Taeyeon sudah dikelilingi ketiga member lainnya dan mereka memeluk Taeyeon dengan hati-hati agar tidak menyakiti tubuhnya.

.

Dan untuk pertama kalinya lah mereka berpelukan dengan Taeyeon, karena biasanya Taeyeon akan menolak untuk berpelukan beramai-ramai bersama membernya. Bagi Taeyeon, itu hal yang tidak menarik untuk dilakukan. *sok cool

.

Suasana mulai cair, pelukan itu menjadi awal untuk RAIN agar dapat melangkah ke bintang yang paling bersinar lagi.

.

“Oh iya aku lupa”, suara Jessica mulai terdengar lagi. “Kita juga akan berpisah dengan Sooyoung unnie, dia yang akan menemani Sunny selama masa hiatusnya. Tapi kita sudah mendapatkan penggantinya”

.

“Siapa?????”, ketiganya refleks menjawab secara bersamaan.

.

.

.

“Kalian akan segera mengetahuinya”

.

.

.

.

.

.

.

TBC

———————————–

Selamat membaca ^^

Hanya itu yang mau gue ucapin.. hehehehe

makasih udah mampir dan komen ^^

NEXT UPDATE:

Perlahan, semua akan terbongkar. Pewaris manakah yang akan berhasil mempertahankan mahkotanya?

See u, The Heirs coming soon!!

.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

151 thoughts on “RAIN (4)

  1. Gw penasaran sma pengganti nya sooyoung. Pa org yg mereka knal ya? Satu lagi thor emang gmn bsa sica jd salah satu CEO , pa ortunya sica yg punya menagement?

    Like

  2. akhirnya satu per satu permasalahan mulai terang #wk bahasa gw
    fany masih bimbang aja
    ada moment soosun gk thor?
    tae udah mulai akrab nih ama member lain
    lama” sica kayak author aja suka bikin penasaran

    Like

  3. Gue ngerasa part sunny tuh kek issue nya suli f(x) yg ketawan pacaran sm choiza trus ga lama dikabarkan hamil hiatus dr f(x) trus resmi keluar dr f(x) 😥#alibi gua si thor hehe
    Oh jadi bgtu hubungan masa lalu taengsic, tp mereka berdua tuh emng kek ad something gtu #alibi lagi wkww peace 😀✌

    Like

  4. pengganti sooyoung aku…

    fany msi trbawa suasana aja itu lma2 jg bisa nerima taeng..
    moga sunny hamil melahirkan bsa gabung lgi… dan moga rain dan taeng tntunya bsa akrabe

    Like

  5. jadi sunny dikeluarin dari rain??
    tp itu lebih bagus sich dari pada nimbulin masalah yg lebih besar..
    untung aja nggak ada yg parah antara taeny..
    jessi emank leader best dech :*

    Like

  6. “Kau peduli pada Taeyeon begitu sebaliknya, hanya saja kalian tidak pernah mau mengakui hal itu”, gua setuju sama kata2 yuri, mereka sama2 itu terlalu keras kepala memang. -,-

    tiff ngerasa bersalah sama taeyeon, tapi ya apa daya, namanya juga hati, susah buat dipaksain,

    Like

  7. sebenernya taeyeon peduli sama jessica tapi dia nutupin kepeduliannya lewat sikap kasarnya dia ke jessica, sama sama peduli tapi ak ada yang mau ngaku hmm

    Like

  8. ohhh jadii itu toh masalalunya taengsicc jdi dia mnta twiins y sicca unni hemmm pantes aja gegara kejadian itu taeng sikap y gitu hikkss

    yulsic bikin gemesss hehej

    jetii hikkkss bkin nangiisss

    Like

  9. Bye sunny,ini awal baru buat rain 🙂
    Oh iya, abis gw baca lagi teaser nya rain yg description buat yul hmm gw rasa ada kemungkinan pairing gw tercinta *yulsic* ga bakal bersatu hihihi Tapi ya gw harap lu bakal mengakhirinya dengan cantik hihihi

    Like

  10. jadi runyem juga yaa..

    jadi taeng itu mantan pacar dari diknya sica..
    taeng so cool tapi aslinya rapuhhh….
    senengnya mereka berpelukan..
    ohh iya author izin save ff rain sama indestructeble yaa..aku baru ngshipp.. sama 2 ff ini… malah slalu baca berulang ulang kalo ada waktu…..
    tpi nanti coba baca ff yg lainn…heheheh

    next….

    Like

  11. Dibalik sifat cool tae, tersembunyi sifat rapuh tae..
    Hmm kira kira siapa ya pengganti Sooyoung? Duhh tambah menarik aja nihh..penasaran penasaran, lanjut mau baca chap selanjutnya..

    Like

  12. Gua greget sndiri sma taengsic…..
    Yaolloohh fany.
    Kga usah nerima spa” dah… Mending ama gua lebih cantik :p
    klau ibarat senetron indonesia tuh.
    Saat flasback jeti si tiffany bilang gini “don’t leavvveeeeee meee jessieee ” /plaaaakkk
    #abaikan ini lebay

    Like

  13. dipart ini sprti gmbran real dr sebuah G/B band korea.sgkbcr dilkukn agr smua kjdian baik2 sj.sica sprtny ini br awal dr cobaan RAIN apkh bs b’thn ato tdk.n tnyt tae mntn pcr sdr kmbr sica yg sdh meninggl.n skp tae sprt dia blm bs trm keadaanny n sll mrs b’slh dihdp sica.

    Like

  14. Mwo….! Tidak sengaja, yul yul dasar Dork. Majja Taeng sok coooooollllll…. ckckckckc.
    Semoga pelukan teletabis yg mereka lakukan awal dari kehangatan Taeng di keluarga RAIN.
    Selamat berpisah untuk sementara sunny ah , yoongi ah. Sampai ketemu kembali lagi nanti di RAIN yg baru.

    Like

  15. Sedih tae bertepuk sebelah tangan😔😔 wae pany😐 msh ngarep jessi gitu..
    Bingung antara taenysic.. gitu gitu aja n lebih banyak sakit nya tae 😢

    Like

  16. Jadi sica punya saudara kembar dan dulu pacaran sama taeng. Benar dugaanku mereka punya hub. Tiffany sulit bngt ngelepasin sica, kasihan tae. Yg saya ingin tahu sekrng apa sica juga suka sama yuri seperti yuri suka sama sica? Kkk.. Penasaran

    Like

  17. Ya itulah tanggung jawab sebagai leader dia harus menjaga dan mendukung apapun yang terjadi dengan anggotanya, dan tenang aja buat
    RAIN badai akan segera berlalu 😉😉

    Like

  18. gue respect banget sama sica . sica leader rain yg keren . seberapapun masalah yg mereka hadapi . hrus yg sabar ya . sunny hamil , trus keluar dari Group Rain ? gak ada cara lain nih ?

    Like

  19. sica jjang!! 😍
    ternyata begitu toh hubungan taengsic, pas bagian akhir itu so sweet bgt, taeng sok cool waktu dipeluk hahaha.
    semoga sunny bisa sabar dan kembali lg ke RAIN ya.
    RAIN bikin agensi sendiri aja wkwkwk

    Like

  20. Semoga manajernya nicole ~ semoga manajernya nicole jung biar hyoyeon senang hehehe 🙂
    tapi sunny hamil ? Dan dengan senangnya dia bilang ke sooyoung kalau dia dan sungmin berkencan. Dengan kata lain itu anaknya sungmin si buntelan lemak ?? 😮 what the what, rain buat agensi sendiri gih, jangan lupa yoonhyunnya jadi member hehehe 😀 syoo baik banget, padahal cintanya kandas diatas kuali berminyak huhuhuu T,T

    Like

  21. Taengsic udah saling kenal toh
    Seandainya sica bisa kek sunny keluar trus balik lagi:'(
    Ciee soosun wkwk
    Jangan bilanh manajer barunya nichole?:v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s