THE HEIRS (9)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Im YoonA

Choi Sooyoung

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Son Yejin

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

Series

—————————————————————————-

.

PART 9

.

.

 Jessica berjalan terburu-buru menuju mobilnya. Ia tak membuang waktu untuk pergi ke kantor Sooyoung. Sebenarnya gadis itu kesal karena Sooyoung tak menghubunginya karena masalah yang sedang menimpa namja jangkung itu. Jessica baru tahu setelah asisten pribadinya memberitahukan perihal merosotnya saham CS Group.

.

Setiba di gedung CS Group, Jessica melewati basement yang bebas dari incaran para wartawan. Tak ada yang berani menghalangi langkahnya menuju ruangan Sooyoung karena semua karyawan tahu siapa Jessica bagi Sooyoung.

.

Baru saja Jessica ingin memutar knop pintu, ia mendengar suara familiar dari dalam ruangan Sooyoung dan Jessica dapat memastikan bahwa itu Yuri. “Nona muda”, seseorang menepuk pundaknya pelan dan ternyata itu Baro, salah satu asisten Sooyoung.

.

“Sudah berapa lama Yul di dalam?”, tanyanya to the point pada pria yang masih terbilang muda ini.

.

“Sejak setengah jam yang lalu. Silahkan masuk, nona”

.

Baro mempersilahkan Jessica masuk namun Jessica menahan lengannya. “Tidak perlu, antarkan aku ke ruangan pribadinya saja”, pinta Jessica. Baro pun mengantarkan Jessica menuju ruangan yang dimaksud

.

“Tolong katakan pada Youngi aku ada disini, tapi setelah Yul pergi. Jangan sampai dia tahu aku disini”, Baro mengangguk mengerti dengan perintah Jessica. Ia pun meninggalkan Jessica disana.

.

Sambil menunggu Sooyoung datang, Jessica menghubungi seseorang di seberang sana. “Hey, it’s been long time”, sapa Jessica saat orang itu menyambut panggilannya.

.

Orang itu tertawa kecil mendengar sapaan Jessica “Hey juga nona muda yang sibuk”, goda orang itu. Jessica mempoutkan bibirnya walaupun orang itu tak dapat melihatnya.

.

“I guess, you need something”, tebak orang itu.

.

“Kau selalu dapat membaca pikiranku, Krys”, Jessica terkekeh. “Tapi kali ini aku butuh bantuan yang sangat besar. Apa kau sanggup?”

.

“Everything for you Jess. Katakan apa yang kau inginkan dariku?”

.

Jessica berhenti sejenak. Ia mengambil tabletnya dan mengirimkan sesuatu kepada Krystal di seberang sana. Di saat yang sama, Krystal sudah mengecek apa yang Jessica kirimkan. “CS Group?”, heran Krystal.

.

“Ya, kuharap kau bersedia menanamkan saham di CS Group sebesar 40 persen”, jawab Jessica.

.

“Apa hanya ini saja, Jess? Kau yakin 40 persen?”

.

“Sebenarnya tak yakin. Tapi jika melebihi itu, aku tak mau perusahaanmu terlibat terlalu jauh. Kau tahu alasannya kan?”

.

Krystal tertawa kembali. “Ya aku tahu alasanmu”, disana Krystal diam sejenak dan sedang memikirkan sesuatu. “Untuk masalah tambahan saham, kau tak perlu khawatir. Aku tidak akan melibatkan perusahaanku terlalu jauh tapi aku akan meminta tambahan itu pada seseorang yang dapat membantu CS Group” jelas Krytsal dan itu mampu membuat senyum Jessica semakin mengembang.

.

“Baiklah, aku akan menunggu kedatanganmu Krys”, ucap Jessica bersemangat.

.

“Sure… Aku akan mengambil penerbangan ke Seoul secepatnya”

.

“Thanks Krys, you are my best”

.

“Hahaha i know. See you soon”, Krystal menutup telpon begitu juga dengan Jessica yang terlihat senang.

.

Ceklek…

.

.

Pintu terbuka dan disana sudah berdiri Sooyoung yang baru saja datang. Dengan segera, Jessica menghampirinya dan memeluk namja itu. “Youngi!”, Sooyoung tersenyum lalu membawa Jessica untuk duduk.

.

“Bukankah kau ada praktek?”, heran Sooyoung dan Jessica mengerucutkan bibirnya karena Sooyoung bertingkah seolah-olah tak terjadi apa-apa.

.

“Jangan mengalihkan topik”, Jessica memukul lengan Sooyoung. “Bagaimana hal ini bisa terjadi?”, tanya Jessica penuh perhatian.

.

Sooyoung mendengus pelan mengingat masalah ini. Ia kemudian menceritakan pada Jessica tentang keganjilan yang terjadi pada para investor. Dengan serius ia mendengarkan cerita Sooyoung dan ikut berpikir tentang semua ini.

.

“Kemana Tiffany?”, tiba-tiba Jessica menyadari sesuatu. Ia sudah tak bertemu Tiffany 3 hari, bahkan di Rumah Sakit pun Tiffany tak ada.

.

Sooyoung terdiam dan wajahnya terlihat tampak berpikir sesuatu. Jessica menatapnya penuh intimidasi dan Sooyoung tahu apa yang ada di pikiran gadis itu. “Jangan katakan padaku apa yang kau pikirkan, kita belum tahu pasti penyebabnya”, cegah Sooyoung saat Jessica ingin membuka mulutnya.

.

“For god sake, Youngie!! Apa ada hal lain yang masuk akal selain itu? Perusahaanmu tumbuh dengan baik, lalu kenapa tiba-tiba investor menarik sahamnya? Kau sudah tahu jawabannya tapi kau mengelak untuk mengakui”, Jessica kesal sendiri.

.

Sooyoung meletakkan kedua tangannya di pundak Jessica agar gadis itu tenang. “Aku akan mengatasinya dan bukankah aku memilikimu, Sica? Hmm”

.

Jessica yang masih kesal akhirnya tersenyum “Tentu, kau punya aku dan juga—”, Jessica ragu mengatakannya tapi ia menyelesaikan kalimatnya “dan juga Yul”

.

Sooyung tersenyum mendengarnya, “Yups, aku punya kau dan Yul”

.

Keduanya tertawa bersama, baik Jessica maupun Sooyoung sama-sama berbagi pelukan. Tidak ada yang tahu seberapa besar rasa sayang persahabatan mereka. Jessica, Yul, dan Sooyoung tumbuh bersama sejak mereka kecil. Mereka sama-sama saling menjaga dan melindungi sejak dulu dan semuanya akan tetap sama walau terkadang sebuah pertengkaran tak dapat dielakkan.

.

.

.

.

——————————–

.

Setelah bertemu Sooyoung, Yuri pergi ke kampus dan memilih ke ruang musik untuk bermain piano. Sudah lama sekali sejak peristiwa kelam itu Yuri tak berniat memainkan piano. Ia menghembuskan nafasnya pelan dan masih memandangi tuts piano yang belum ia sentuh.

.

.

.

“Kenapa kau bermain piano Yul? Namja itu lebih keren jika bermain gitar”, gadis di sebelahnya tertawa mengejek namun Yuri mengabaikan ucapannya dan tetap menyelesaikan lagu yang sedang ia mainkan.

.

“YA!! Kau tega sekali~”, kesalnya karena diabaikan. Gadis itu memilih duduk di sebelah Yuri dan menunggu Yuri menyelesaikan lagunya.

.

Yuri tersenyum puas saat berhasil menyelesaikan permainannya. Ia segera memeluk gadis itu dan berteriak senang. “Yeay!! Aku berhasil Eunji-ah.. Lusa aku pasti lulus dalam tes alat musik”, Yuri sangat bahagia. Pasalnya ia belajar lagu ini selama 1 minggu agar bisa menampilkan sesuatu yang memuaskan.

.

Eunji terkekeh dan mengusap kepala Yuri dengan lembut. “Yeah, aku tahu kau pasti bisa. Hwaiting Kwongul”, ucap Eunji dengan riang tapi Yuri malah menunjukkan wajah kesalnya.

.

“Kau bilang aku tidak keren jika bermain piano”

.

“Hehehe, itu hanya bercanda. Kau sangat sangat keren jika sedang memainkan sebuah lagu dengan pianomu”, Eunji mengangkat kedua jempolnya ke atas.

.

.

.

Perlahan tapi pasti, Yuri mulai menekan tuts piano satu per satu dan memainkan lagu yang sama seperti waktu itu. Tak terasa, airmata mulai jatuh di pipinya. Bayangan Eunji, Jessica, Sooyoung, dan dirinya semasa kecil membuat semua itu terlalu berharga untuk dilupakan. Yuri memilih memejamkan mata sambil memainkan tuts-tuts itu. Kenangan masa kecil mereka mulai berputar dibenak Yuri.

.

“Kwon Yuri!!!!”, Jessica berteriak kesal karena ulah namja itu. Yuri kecil berlari secepat mungkin untuk menghindari HellSica.

.

Ouch

.

“Appo~~”, Sooyoung meringis sangat Jessica menarik rambutnya. “Jangan makan Youngie~ tangkap Yul untukku”, pintanya pada Sooyoung yang sedang sibuk dengan makanannya. Sooyoung langsung berdiri begitu mendengar permintaan Jessica.

.

“Aish, si monkey”, Sooyoung segera mengejar Yuri untuk Jessica. Gadis itu menunggu Sooyoung di bawah pohon taman. Ia tertawa kecil melihat kedua sahabatnya berlarian kesana kemari.

.

Karena Sooyoung lebih tinggi dari Yuri maka langkahnya lebih unggul “Kena kau pembuat masalah”, Sooyoung tertawa puas.

.

“Eunjiiiii”, Yuri berteriak sekencang mungkin berharap gadis yang sedang membeli ice cream tak jauh dari taman segera datang.

.

Sooyoung menarik telinga Yuri dan membawanya ke tempat Jessica berada. Dari jauh, Eunji hanya menggeleng melihat kelakuan ketiganya. Ia segera menghampiri Yuri, Jessica, dan Sooyoung. “Yul, minta maaf”, ucap Eunji dengan tegas karena ia melihat Yul yang salah.

.

Jessica dan Sooyoung berhigh five karena Eunji tidak membela Yul. Namja tanned itu mengerucutkan bibirnya karena kalah dengan Jessica dan Sooyoung. Yuri pun mengulurkan tangannya dan meminta maaf atas kejailannya pada Jessica.

.

.

Prok…prok…prok….

.

Yuri membuka matanya setelah ia selesai, dan menoleh ke arah seseorang yang berjalan mendekat. “Permainanmu bagus sekali Yul, aku tidak tahu jika kau pandai memainkan piano”, puji Yejin yang sudah berdiri di samping Yuri.

.

“Tapi tidak sebagus para pianist”, Yuri tertawa kecil.

.

Yejin duduk di sebelah Yuri setelah namja itu mempersilahkannya duduk. Yejin masih diam, sedangkan Yul menekan-nekan tuts piano. Yejin menghela nafasnya dan mengubah posisi duduknya menyamping untuk menatap Yuri.

.

“Bagaimana dengan Jessica? Apa kau sudah berbaikan dengannya? Aku sungguh tak enak denganmu”, ucap Yejin mengutarakan niat kedatangannya mencari Yuri..

.

Yuri menghentikan jari-jarinya di atas tuts piano. Ia menggeleng dan tersenyum “Tidak ada yang salah”, pandangan Yuri menatap jauh ke depan “Ini hal yang biasa terjadi antara aku dan Jessica, kami hanya butuh waktu untuk menyelesaikan ini”, ucapnya meyakinkan Yejin.

.

“Apa kau serius Yul?”

.

“Double serious, Yejin-ah”, Tiba-tiba Yuri menjentikkan jarinya seperti mendapatkan ide. “Apa kau bersedia membantuku lagi? Hmmmm, jadi asistenku selama 1 bulan di Jepang”

.

Yejin membulatkan matanya “WHATT??”

.

Yuri mengusap telinganya karena suara Yejin membuat telinganya sedikit berdengung. “Ups, sorry Yul. Maksudku, itu ide gila jika kau memintaku menjadi asisten. Aku belum terlalu ahli dalam urusan bisnis dan lagi aku tak ingin Jessica salah paham”

.

“Oh ayolah, ini kesempatanmu untuk belajar. Aku juga masih belajar. Please~~”, Yuri menangkupkan kedua tangannya dan memohon. “Masalah Jessica, dia hanya butuh waktu. Kau tahu, dia sulit untuk menerima orang baru”

.

“Tidak bisa Yul, kampus tidak mungkin mengizinkanku untuk izin selama itu”, Yejin masih mencoba menolak.

.

Yuri menyengir dan merangkul Yejin. “Jangan lupa, jika kampus ini milik Ayahku. Tidak ada alasan untuk menolak lagi, huh”, ia menaik turunkan alisnya karena puas dan itu membuat Yejin menghela nafasnya. “Ayolah, ini kesempatanmu”, tawar Yuri.

.

“Baiklah, aku terima tawaranmu”, ucap Yejin dan Yuri berteriak senang. “Tapi dengan satu syarat, aku tidak mau Jessica salah paham jadi kau harus memberitahunya soal ini”

.

“Siap”, ucapnya dengan bergaya ala tentara memberi hormat

.

.

***

.

.

Yoong mengendurkan dasi yang ia kenakan. Meeting barusan benar-benar menguras pikirannya. Bagaimana tidak? Itu bukan meeting bisnis melainkan pertemuan keluarga Im dan keluarga Hwang.

.

“Hai”, Yoong berusaha tersenyum dan menyapa Tiffany yang baru saja masuk ke dalam kamar tamu yang ditempati Yoong, dimana semalam namja muda itu diminta menginap oleh tuan Hwang.

.

Tiffany tak tersenyum sedikitpun, wajahnya terlihat lelah dan matanya sedikit terlihat bengkak karena menangis beberapa malam ini. “Bisa kau pinjamkan aku ponselmu?”, ucapnya datar.

.

Yoong merogoh ponselnya dan memberikannya kepada Tiffany. Ia tak berkomentar apa-apa, karena tahu gadis itu sedang dalam mood yang tidak baik. Ia membiarkan Tiffany melakukan apapun dengan ponsel miliknya.

.

“Ada apa Yoong?”, seseorang diseberang sana menyahut. Suaranya terdengar pelan dan Tiffany yakin orang itu kurang tidur.

.

“Ini aku Youngi”, suara Tiffany membuat Sooyoung diseberang sana menjauhkan ponselnya dari telinga dan melihat ID pemanggilnya. Ia bingung karena itu nomor Yoong tapi Sooyoung segera mengabaikannya.

.

“Fany???”, tanya Sooyoung memastikan.

.

“Ya ini aku”

.

“Oh god, kau kemana saja. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Kau baik-baik saja?”, mendengar ucapan Sooyoung justru membuat Tiffany kembali menitikkan airmatanya. Ingin sekali Tiffany berteriak dan mengatakan bahwa ia tidak baik-baik saja.

.

“…………….”

.

“Fany-ah”, Sooyoung panik mendengar tangisan Tiffany yang tertangkap indera pendengarannya. “Hey, kau mendengarku? Ada apa Fany-ah? Please jangan menangis baby”, berkali-kali Sooyoung menanyakannya tapi Tiffany masih terisak.

.

Ia mencoba mengeluarkan suaranya meski tersendat “Ma—Maafkan aku”

.

Sooyoung mendengarnya dan ucapan maaf Tiffany sudah cukup menjelaskan situasi saat ini yang sedang mereka hadapi. “Kau tidak perlu minta maaf, aku baik-baik saja. Apa yang terjadi padamu?”

.

Tuut..Tuut…..

.

.

Kalimat Sooyoung terputus saat sambungan telpon itu tiba-tiba berakhir. Tiffany tak mampu mengucapkan sebuah kata lagi, rasa bersalahnya semakin besar terhadap Sooyoung. Ia menangis sesenggukan di sofa dan Yoong yang melihatnya pun menghampiri gadis itu.

.

Yoong berlutut di depan Tiffany yang duduk di sofa. Ia mengambil tangan Tiffany yang menutupi wajahnya. Dengan lembut, Yoong menghapus airmata gadis ber-eyes smile itu dengan ibu jarinya.

.

Merasa tidak ada penolakan, Yoong duduk di sebelah Tiffany dan merangkul gadis itu. “Kau tak pantas menangis, terlihat jelek”, ucap Yoong berusaha menghibur Tiffany walau itu tak berhasil. Ia segera tersadar dengan getaran ponselnya dan melihat ID Sooyoung memanggilnya. Yoong memilih untuk mematikan panggilan itu dan dengan cepat mengetikkan sesuatu disana dan mengirimnya ke Sooyoung

.

“Aku tahu kau menolak keras perjodohan ini. Tapi bisakah kau bersabar sedikit dengan semua keadaan ini? Aku akan mencari jalan keluarnya”, Tiffany refleks menoleh ke arah Yoong.

.

“K—Kau tidak bercanda kan?”, Tiffany harap-harap cemas dengan ucapan namja disampingnya ini.

.

“Aku serius, asal kau mengikuti apa yang kukatakan. Kau setuju?”, dengan cepat Tiffany menganggukkan kepalanya. Walau tak yakin seratus persen, tapi mau tak mau namja ini adalah satu-satunya yang dapat menolongnya keluar dari sini.

.

“Kenapa kau melakukan semua ini?”, tanya Tiffany lagi. Kali ini dengan tatapan yang melembut.

.

Yoong menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan wajahnya mulai memerah. “Entahlah, aku tidak suka melihatmu menangis seperti itu”, jawab Yoong jujur.

.

“Jika kau tidak menggodaku seperti ini, kau terlihat pria baik-baik”, ucapan Tiffany memancing Yoong untuk mengerucutkan bibirnya karena kesal.

.

“Kau saja nona Hwang, yang tidak berniat mengenalku lebih dalam. Aku ini pria tampan yang dipuja gadis-gadis Amerika ataupun Eropa”, Yoong tertawa geli karena perkataannya sendiri.

.

Awww….

.

Tiba-tiba Yoong berteriak karena Tiffany menyikut perutnya dengan siku. “Ish, aku menyesal memujimu”, Tiffany mengambil tisu dan mengelap airmatanya. Yoong mulai tersenyum ketika melihat Tiffany sudah tak sesedih tadi.

.

“Ucapan pertama itu tulus dari hati nona Hwang”, Yoong menyengir dan Tiffany ikut tertawa. “Nah, sekarang istirahatlah dan jangan melakukan hal apapun yang membuat Daddymu marah. Untuk beberapa hari ke depan, kuharap kau bersabar”, ucap Yoong. Tiffany setuju dan ia pun keluar dan menuju kamarnya.

.

“Huft, ini akan menjadi hal gila yang akan aku lakukan”, Yoong mengambil ponselnya dan mencari sesuatu disana.

.

.

.

———————————

.

“Apa itu Tiffany?”, suara Jessica membuyarkan lamunan Sooyoung. Gadis itu baru saja masuk ke ruang kerja milik Sooyoung yang berada di rumah.

.

“Heem”,

.

Apa yang dia bilang, Youngi?”

.

Sooyoung memegang kepala Jessica dan mengacak rambutnya sehingga berantakan. “Kau bersemangat sekali, huh?”

.

“YA~~”, protesnya dan merapikan rambutnya. Sooyoung terkekeh karena setelah itu Jessica mempoutkan bibirnya.

.

“Dia hanya bilang maaf dan selanjutnya ia mematikan telponnya”

.

“WHAAAAAAATTT?”

.

~~nging~~

.

.

Gendang telinga Sooyoung berdengung akibat teriakan dolphin dari Jessica. “YAH!! INI TIDAK BISA DIBIARKAN”, ucap Jessica berapi-api.

.

Kyaaaaa…….

.

Jessica berteriak sekali lagi saat Sooyoung tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan ia berada di pundak Sooyoung dengan kepala menghadap ke bawah “Sebaiknya kau tidur, ini sudah malam naughty girl”

.

“Shireo!!!” teriak gadis itu lagi. “Dugaanku benar kan, ini ulah Hwang Group” teriaknya

.

Jessica masih berusaha lepas dari Sooyoung tapi belum berhasil. Tawa Sooyoung semakin meledak ketika ia berhasil meletakkan tubuh Jessica di atas tempat tidur dan secepat mungkin melarikan diri dari kamar itu.

.

“Good night baby”, ucapnya dan segera menutup pintu.

.

.

.

.

***

.

Pagi ini Jongsuk sudah kembali ke Seoul dengan membawa beberapa laporannya kepada Taeyeon. Dengan masih mengantuk dan rambut yang sedikit berantakan, Taeyeon membaca laporan itu.

.

Tak selang berapa menit, saat ia membaca nama lengkap sang pendonor, Taeyeon mengerutkan keningnya karena nama itu tidak asing baginya “Jung????”, Taeyeon menatap Jongsuk yang duduk di depannya.

.

Jongsuk mengangguk. “Aku juga sudah mengunjunginya. Apa kau mau bertemu dengannya?”,

.

“Tentu, siang ini aku akan kesana. Jika kau lelah, aku akan pergi dengan orangku yang lain saja”

.

“Aku bisa menemanimu Taeng, tenang saja. Kita ambil penerbangan siang ini” Jongsuk masih bersemangat membantu sahabatnya ini.

.

Taeyeon meletakkan berkas laporan itu dan berdiri mendekati Jongsuk lalu memeluknya. “Thanks Jongsuk-ah, sudah membantuku menemukan pendonornya”, Jongsuk justru tertawa karena ini pertama kalinya Taeyeon bertingkah seperti itu.

.

“Semenjak kapan kau menjadi sweet talker di depanku huh?”

.

“Hmmmmm”, Taeyeon tampak berpikir sejenak lalu senyumnya melebar “Semenjak bertemu kembali dengan Sooyeon”, ucap Taeyeon terkekeh.

.

Jongsuk segera mengapit kepala Taeyeon di bawah ketiaknya “Aish, playboy ini benar-benar ingin tobat”, Taeyeon hanya tertawa menanggapi ucapan Jongsuk.

.

“Yasudah, aku pergi dulu, nanti siang aku akan menjemputmu”, Jongsuk pamit. Setelah namja itu pergi, Taeyeon memilih tidur kembali.

.

.

.

Siang hari….

.

Taeyeon sudah mulai bersiap-siap. Siang ini dia akan pergi ke Busan untuk bertemu dengan pendonornya. Namja imut itu tampak senang karena sudah hampir 3 tahun dia mencari si pendonor. Sayangnya, hanya Ayah Taeyeon yang tahu tapi Mr. Kim sudah pergi ke surga dan tak pernah sekalipun membahas pendonor mata untuk Taeyeon. Sejak kecil, Taeyeon punya kelainan terhadap mata kirinya yang tak bisa melihat hingga ia berumur 11 tahun, akhirnya ia bisa melihat kembali dengan kedua mata yang normal.

.

Senyuman manis tampak dari wajahnya, ia juga melihat refleksi dirinya dengan kebanggan tersendiri. “Kim Taeyeon yang tampan dan lucu”, kekehnya saat memuji dirinya sendiri. Taeyeon mengambil sisir dan mulai membentuk model rambutnya agar terlihat lebih rapi. Saking asiknya berkaca, Taeyeon tak mendengar pintu kamarnya terbuka.

.

Seorang yeoja muncul dengan kakinya yang jenjang dan pakaian yang ia gunakan sangat casual tapi terlihat elegan. Rambutnya yang hitam dan sedikit bergelombang, membuatnya terlihat sangat cantik dan umurnya terbilang masih muda.

.

Yeoja itu menahan tawanya saat melihat kelakuan Taeyeon yang tak pernah berubah saat dirinya berkaca. Ia menyenderkan tubuhnya di dinding yang tak jauh menyamping dari Taeyeon.

.

Tanpa menimbulkan suara, yeoja muda itu masih diam memandangi Taeyeon hingga akhirnya Taeyeon menoleh ke arahnya dan sangat terkejut dengan kehadiran yeoja itu.

.

“Astagaaaaaa!! Oh my god”, Taeyeon terduduk ke belakang karena saking terkejutnya ia sampai terjungkal.

.

Yeoja itu terkikik karena tingkah konyol namja yang lebih tua darinya. “Kau tak berubah, Oppa”, ucap gadis itu disertai tawanya dan segera membantu Taeyeon berdiri.

.

Taeyeon menunjukkan tampang kekesalannya dan berpura-pura marah. “Ish, kau ini mengagetkan Oppa”, kesalnya.

.

“Aku tak ingin mengganggu waktumu saat bernarsis ria, Oppa”, ejek yeoja itu.

.

“Aish”

.

Taeyeon segera duduk di kursi kerjanya lalu disusul yeoja itu yang mengambil duduk di hadapannya.

.

“Tumben ke Seoul, apa ingin menyusul Yoong?”, ucap Taeyeon mengejek dan yeoja itu menendang kaki Taeyeon dari bawah. “Aish, semakin violent”, lanjut Taeyeon.

.

“Aku tidak ingin membahas itu, Oppa. Aku kesini karena ingin mengajakmu menanamkan saham Reus di CS Group bersama dengan perusahaanku. Kau mau kan Oppa~~?”, suara yeoja itu melembut di akhir.

.

“CS Group? Seperti pernah mendengar”, gumam Taeyeon dan yeoja itu mendengarnya.

.

“Kau tahu CS Group, Oppa?”

.

“Tidak terlalu tahu, tapi kurasa Yoong sedang bekerja sama dengan mereka”, nampak perubahan raut wajah sedih dari yeoja itu mendengar Taeyeon berkata hal tersebut. Taeyeon lalu menyadarinya. “Bukan maksudku, Krys. Tapi kenyataannya seperti itu. Lalu kenapa kau ingin menanam saham disana?”

.

“Seorang teman yang meminta padaku, tapi akan sangat mencolok jika aku memberikan lebih dari 40 persen. Jadi, apa Oppa mau bergabung bersamaku?”

.

Taeyeon tampak berpikir. Ia kembali mengingat beberapa hal yang pernah Yoong ceritakan padanya tentang CS Group. Ia lalu menatap yeoja dihadapannya ini yang menunggu jawabannya penuh harap.

.

“Baiklah, Reus akan ikut bergabung”, saat itu juga pintu kamarnya terbuka dan nampaklah sosok Jongsuk yang sudah siap. Krystal dan Taeyeon menoleh ke arah pintu.

.

“Oh Taeng, aku akan menunggu di luar”, ucap Jongsuk saat menyadari ada tamu untuk Taeyeon. Ia pun segera menutup pintu kembali.

.

“Kita bicarakan lagi nanti. Kuharap kau bisa membawaku bertemu dengan orang-orang tersebut”

.

“Tentu Oppa. Tapi kau mau pergi kemana?”

.

“Aku ada urusan di Busan. Kau bisa memilih kamar manapun di Reus jika kau ingin menginap disini”, Taeyeon mulai mengemas berkas yang akan ia bawa dan Krystal juga sudah berdiri dari kursinya.

.

“Thanks Oppa”

.

.

.

.

Tidak lebih dari 1 jam, akhirnya Jongsuk dan Taeyeon sudah tiba di Busan. Jongsuk sudah menyiapkan mobil yang membawa mereka untuk menuju tempat tujuan. Tak terasa, mobil mereka sudah berhenti di depan sebuah gedung mewah dan cukup besar. Taeyeon justru bingung karena gedung mewah itu terlalu sepi, tak sesuai penampilannya.

.

Di sisi lain, Jongsuk tersenyum misterius karena melihat kebingungan Taeyeon. “Taeng, ayo kita masuk”, Taeyeon hanya mengangguk dan mengikuti Jongsuk dari belakang.

.

Mereka lewat lift dan menuju ke lantai 5. Disana benar-benar sepi, hanya ada beberapa orang yang lewat. Pikiran Taeyeon sudah mulai negatif dan perasaannya tidak enak. Jongsuk kemudian berhenti di sebuah pintu yang berada di pojok lantai ini.

.

“Ayo Taeng”, ajaknya saat melihat Taeyeon masih berdiri terdiam ditempatnya.

.

“Apa orang itu ada di ruangan ini?”, Taeyeon ingin memastikan karena dia sedikit khawatir.

.

Jongsuk mendekatinya “Huum, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Kajja”, Jongsuk menarik tangan Taeyeon.

.

Dengan perlahan, Jongsuk memutar knop pintu dan disana Taeyeon melihat semuanya. Matanya begitu terkejut saat melihat sesuatu yang familiar baginya. Detak jantungnya berpacu sangat cepat, dia benar-benar terkejut dengan kenyataan ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“I—Ini tidak mungkin”

.

.

.

.

TBC

———————————————-

Hai ^^

Tbc gue tepat waktu kan?? Hehehe

Selamat menikmati chapter ini, maaf ya gue lagi sibuk banget tapi bakal diusahain update gak terlalu lama.

.

.

Annyeong!

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

112 thoughts on “THE HEIRS (9)

  1. Siapa yg donorin matanya je taeng??? Apa di ff ini gk ada taeny ya??? Yah sayang sekali padahal aku mau liat taeny moment di sini,btw aku baru sadar kalo di ff ini couple nya berantakan 😅😅

    Like

  2. wahhhhh krystal udah muncul ntuh,,
    hmm tapi kenapa hubungan yoonkrys bisa putus yah,,
    khaaaa tapi syukur aja deh, yoong mau membantu fany untuk bisa ama soo lagi,,
    ahh fany-ah fighting,, 🙂 ikutin sarannya yoong yah,, 🙂

    wah wah wah,,
    sepertinya nih , semua cast sebentar lagi akan seling berhubungan deh,,
    makin penasaran gimana kelanjutannnya thor.,, 🙂

    aiiissshhh ahhh lo mah,,
    dateng nya cepet banget thor, pake baca TBC pula tuh,, #Plak ahahaha

    Like

  3. Siapa sih sebenernya orang yg udh donorin matanya ke taeng? apa ini ada hubungannya sama sica? Nahloh krys kembali dtg ke seoul, kayaknya nnti bakal ketemu sama yoong nih

    Like

  4. hmm enuji kakaknya sica , trus yul suka sama eunji , sica nya suka sama yul , trus , eunji sdh meninggal , yul dan soo janji sama eunji , tdk boleh buat sica nangis dan menjaga sica , itu makannya mereka selalu jaga sica . trus yg donorin mata nya ke taeng itu mungkin juga eunji , itu makanya saat sica lihat matanya taeng , dia berasa sedih , soalnya mengingkatkan dia sama kakaknya . wow ,, banyak banget yg mau nolongin sooyoung , smoga aja masalahnya cepet kelar . hehhhehehe

    Like

  5. Krystal… krystal… krystal aaaaa….. #senengjungkirbalik
    Huwaa…. g ada yg bisa nebak alur ff, ya ampun banyak couple yg berterbangan…
    Eunji kemana? Eunjikan margany jung…
    Jangan2….. #dagdigdug

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s