RAIN (1)

Tittle                : RAIN

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Hyoyeon

Lee Sunkyu

The Others

Genre              : GirlxGirl, Friendship, BitterSweet, Romance

 

Series

—————————————————-

RAIN……

– There’s a thin line between being in love and being stupid –

.

.

Part 1

.

“Cheerrs!!!”

.

.

Lima yeoja sedang merayakan kemenangan beruntun mereka dalam 1 minggu setelah comeback RAIN berhasil menduduki tangga chart pertama di seluruh music show. Senyum kepuasan tergambar di wajah masing-masing member.

.

“Sica-ah, ayo bergabung”, Hyoyeon berteriak memanggil satu membernya yang sehabis bersulang, memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruang VVIP ini. Jessica sibuk dengan ponselnya.

.

Dari sofa, Jessica hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia menolak untuk ikut bergabung bersama yang lainnya di lantai dance. Yuri yang ikut melihatnya, memilih berhenti dan berjalan menghampiri Jessica.

.

“Sica, apa kau ingin pulang?” tanyanya lembut. Jessica masih sibuk menggerakkan jarinya di atas layar sentuh berbentuk persegi panjang itu.

.

“Tidak Yul, kita pulang ke dorm bersama-sama. Nikmatilah pesta bersama yang lain, aku sedang ada urusan terkait dengan beberapa investor”, Yul tidak berkomentar apa-apa lagi. Jessica berbicara seperti itu tanpa melihatnya.

.

Yuri kembali bergabung bersama member yang lain dan mulai menikmati alunan musik dan bergoyang mengikuti irama. Jessica melihat sebentar member-membernya dan tersenyum melihat kegembiraan mereka.

.

“Atur jadwal pertemuanku dengan para investor besok malam dan pastikan laporan bulan ini sudah selesai”, ucap Jessica di dalam sambungan telponnya dengan asisten pribadinya.

.

Jessica menutup sambungan telponnya dan mulai mengambil sebuah kotak rokok yang terletak di atas meja. Ia mengeluarkan 1 batang rokok dan mulai mengisapnya. Satu kebiasaan Jessica jika ia sedang menyendiri.

.

.

Hari sudah larut malam, para member RAIN kembali ke dorm mereka. Sebelum masuk ke kamar masing-masing, Jessica memberikan pengumuman pada yang lain. “Comeback kita sudah mencapai keberhasilan yang kalian harapkan. Jadi, jangan sampai lengah dengan apa yang sudah dicapai kali ini.”

.

“Bagaimana dengan kegiatan individu?”, Sunny membuka suaranya.

.

“Tenang saja Sunny-ah, Sica sudah memikirkan hal itu. Kita semua bisa memulai kegiatan individu. Beberapa investor sudah bersedia”, Yuri menjawab pertanyaan itu.

.

“Dan satu lagi, manajemen membebaskan kita untuk berpacaran, tapi tidak secara publik. Kuharap tidak ada berita apapun tentang hal itu”, lanjut Jessica sambil memandang ke arah Taeyeon yang sedari tadi diam saja. “Apa kau mendengarku, Taeng?”

.

Semua hening saat Jessica berbicara pada Taeyeon. Mata ketiga member tertuju pada Taeyeon yang duduk di ujung sofa dengan tenangnya. Taeyeon berdiri melepas blazernya. “Aku cukup mengerti”, setelah berucap Taeyeon langsung menuju kamarnya tanpa mengatakan apapun lagi kepada membernya.

.

“Sica…..”, Yul melihat perubahan wajah Jessica yang mulai menunjukkan amarahnya. “Guys, kembalilah ke kamar kalian”, pinta Yuri.

.

Gadis tanned itu langsung menggenggam tangan Jessica dan membawanya menuju kamar mereka. Semua member memiliki kamar sendiri kecuali Yuri dan Jessica yang tinggal dalam 1 kamar yang lebih luas dari member lainnya.

.

“Jalan pikirannya selalu susah ditebak. Aku membenci situasi ini”, Jessica mengeluarkan kekesalannya pada Taeyeon di hadapan Yuri.

.

“Kau harus lebih sabar lagi Sica. Taeyeon hanya butuh waktu untuk menerima”, Yul membawa gadis yang lebih muda darinya itu ke dalam rangkulannya. Jessica menyandarkan kepalanya ke pundak Yul.

.

“Gomawo Yul~”, lirihnya.

.

“No need thanks, Sica” Yul melepas rangkulannya dan menatap wajah Jessica lalu memicingkan mata kanannya. “Hey, ayolah. Kita baru saja berpesta untuk kemenangan comeback RAIN. Jadi jangan ada kesedihan” ucap Yuri dengan excitednya.

.

Jessica memukul lengan Yuri. “Kkabyul”, Yuri tertawa sesaat setelah melihat Jessica tersenyum.

.

“Kyaaaaaaaa………”

.

Dan malam itu keributan terjadi di kamar Yulsic saat Yul dengan jailnya menggelitiki gadis itu hingga Jessica mengeluarkan airmatanya karena tertawa berlebihan.

.

.

.

***

.

Taeyeon menatap lembar demi lembar kontrak kerja yang akan ia tandatangani. Bersama manajernya, Taeyeon mendatangi rumah produksi yang ingin memintanya menjadi bintang di acara mereka.

.

“Bagaimana Taeng? Kau setuju?”, Sooyoung mulai bertanya pada artisnya itu. Sedari tadi hanya keheningan yang tercipta dan Sooyoung merasa canggung dengan hal tersebut.

.

Diantara kelima artisnya, Sooyoung paling nyaman menemani Sunny, dan Hyoyeon karena keduanya mudah diajak berbicara dan bercanda. Sedangkan member lainnya cukup sulit, terutama Taeyeon.

.

“Aku akan mengambil bagian dalam acara ini”, Sooyoung tersenyum mendengar keputusan Taeyeon.

.

Setelah Taeyeon menandatangani surat kontrak, keduanya undur diri dari rumah produksi tersebut. Sooyoung mengerutkan keningnya ketika menyadari Taeyeon mengambil blazer birunya dari dalam mobil.

.

“Aku ingin pergi ke suatu tempat”

.

“Tapi Taeng— ”, Sooyoung belum sempat menyelesaikan kalimatnya dan Taeyeon pergi begitu saja. Sooyoung berdecak kesal. “Aish, anak itu tak pernah mau mendengarkanku”.

.

.

Taeyeon menyetop sebuah taksi dan memintanya menuju ke sebuah alamat yang ia berikan pada sang supir taksi. Setiba di sebuah gedung megah, Taeyeon menuju bagian resepsionis dan bertanya sesuatu.

.

Beberapa pasang mata melihat kedatangan Taeyeon dan mulai berbisik-bisik. Adapula yang mulai mengambil gambarnya. Mereka tertarik dengan kehadiran salah satu member RAIN di gedung ini.

.

“Tidak perlu ke resepsionis Taeng, kau bisa langsung menuju lantai 7 tanpa harus membuat semua orang melihatmu”, kekehan suara dari seorang namja terdengar memunggunginya. Taeyeon menoleh ke arah suara.

.

“Aku hanya ingin mengikuti peraturan yang ada”, jawab Taeyeon cuek dan kembali mengisi buku tamu.

.

Taeyeon dan pria itu berjalan bersama menuju lantai 7 tanpa mempedulikan ucapan-ucapan beberapa orang yang kaget denga kedatangan Taeyeon. Sesampai di lantai 7, Taeyeon langsung masuk ke sebuah ruangan yang besar dimana akan ada fashion show yang akan berlangsung.

.

Taeyeon duduk di barisan ketiga dari depan, sedangkan pria tadi menuju ke backstage. Dia salah satu model yang akan ikut dalam pertunjukkan malam ini dan merupakan teman Taeyeon sekaligus musuhnya.

.

Para undangan sudah mulai berdatangan untuk melihat fashion show dari beberapa designer terkenal. Taeyeon menatap takjub konsep panggung yang ada di depannya. Ia tahu orang-orang di belakang layar ini sangat hebat dan professional.

.

30 menit kemudian, fashion show dimulai dan menampilkan puluhan model korea papan atas yang dibalut busana luar biasa dari para designer. Mereka tampak mengagumkan dan mampu memukau para tamu undangan. Taeyeon tersenyum saat model terakhir keluar, dia menatap lekat model itu dengan tatapan lembut.

.

.

.

.

—————————

.

Di bagian lainnya….

.

Beberapa pria dan wanita berkumpul membentuk lingkaran kecil dan bersulang dengan wine yang mereka pegang. Semuanya baru saja menikmati acara yang baru selesai dan berkumpul di jamuan makan malam. “Itu tadi sangat luar bisa, Tuan Lim”, puji seorang wanita cantik dengan balutan dress putih selutut yang membentuk bodynya.

.

“Terima kasih, Jessica-ssi. Para investor mulai puas dengan kinerja tim kita dan aku yakin, ini akan berpengaruh pada masa depan member yang lain”, ucap pria paruh baya itu.

.

Jessica mengangkat kembali gelas winenya dan bersulang berdua dengan Tuan Lim. “Anda yang terbaik, Tuan Lim”, puji Jessica sebelum ia menyesap kembali winenya.

.

Dari arah di depan mereka, seorang gadis berjalan ke arah keduanya. Tuan Lim menyambut kedatangan gadis itu. “Selamat Tiffany-ssi, pakaian yang kau kenakan di akhir acara begitu mengagumkan. Kemana designer yang merancang kostummu malam ini?” Tuan Lim bertanya manakala ia sadar bahwa Tiffany hanya datang seorang diri.

.

“Kondisinya tidak terlalu baik, Tuan Lim. Jadi designer yang merancang kostumku pulang duluan”, Tiffany menjelaskan keadaan salah satu designer yang ikut dalam acara ini.

.

“Sayang sekali. Padahal aku ingin bertemu dengannya”, Tiffany hanya tersenyum canggung dengan ucapan Tuan Lim.

.

Jessica yang ada disitu hanya diam dan mendengarkan percakapan dua orang didekatnya itu. Tiffany yang menyadari hal itu pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jessica. “Hai Jessica-ssi, senang bertemu denganmu”, ucap Tiffany.

.

Ada perasaan aneh dalam diri Jessica ketika Tiffany berkata seperti itu. Ia menatap lurus ke arah mata Tiffany dan yang didapat adalah tatapan kosong pada dirinya. “Senang juga bertemu denganmu, Tiffany-ssi”, Jessica memaksakan sebuah senyuman.

.

Tiffany buru-buru melepas genggaman tangannya pada Jessica dan menoleh ke arah Tuan Lim. “Maaf Tuan Lim, saya permisi terlebih dahulu. Ada seorang teman yang sedang menungguku”.

.

Tuan Lim mengangguk mengerti dan Tiffany berlalu begitu saja tanpa berniat melihat Jessica lagi. Berbeda dengan Jessica, ia menoleh ke arah Tiffany dan menatap punggung gadis itu yang mulai menjauh.

.

“Dia terlihat lebih baik dari sebelumnya”, pikir Jessica.

.

.

.

Tiffany mulai mengedarkan pandangannya di dalam ballroom ini. Semua orang sedang mnikmati jamuan makan malam setelah fashion show berakhir. Sesekali Tiffany hanya tersenyum ataupun menyapa pada orang-orang yang menegurnya. Mereka adalah orang-orang penting di dalam dunia fashion dan Tiffany termasuk salah satu model papan atas Korea.

.

Pandangan Tiffany tertuju pada sesosok yeoja yang tengah meminum orange juice seorang diri. Dia terkekeh membayangkan yeoja itu menunggu dirinya dalam keadaan bosan. Tiffany tahu, yeoja itu tidak menyukai keramaian.

.

“Hai TaeTae”, sapanya cerianya begitu sudah di samping yeoja itu dan memeluknya dari samping. Taeyeon tersedak dengan kedatangan tiba-tiba Tiffny.

.

“Phany-ah, jangan mengagetkanku”, ucap Taeyeon lalu mengambil tisu untuk membersihkan sedikit tumpahan juice yang mengenai blazer yang dikenakannya.

.

“Maafkan aku Tae, aku tidak bermaksud seperti itu”, Tiffany buru-buru membantu Taeyeon.

.

Taeyeon menggenggam pergelangan tangan Tiffany. “Tidak apa-apa, Phany-ah. Aku tahu kau tidak bermaksud buruk”, Taeyeon tersenyum dan Tiffany pun membalasnya.

.

Keduanya lalu tertawa bersama atas tingkah mereka. Beruntunglah mereka berada di bagian yang tidak terlalu ramai para tamu undangan sehingga tidak melihat kejadian yang baru saja terjadi.

.

“Terima kasih Tae, kau sudah bersedia datang walaupun kau tidak menyukai hal ini”

.

Taeyeon menggeleng “Aku akan bersedia hadir jika kau bintangnya”

.

“Chessy”, Tiffany memukul lengan Taeyeon yang tertawa seperti ahjumma.

.

Keduanya mengambil makanan yang tersedia dan memilih kursi yang cukup jauh dari keramaian tamu undangan. “Bagaimana penampilanku Tae?”, Tiffany sangat antusias mendengarkan komentar Taeyeon.

.

Gadis itu pura-pura berpikir dengan memegang dagunya. Tiffany justru mempoutkan bibirnya dengan sikap Taeyeon. Hal itu mengundang kekehan Taeyeon “Kau terlihat menggemaskan jika seperti itu”, Taeyeon mencubit pipi Tiffany. Akibat aksi Taeyeon, keduanya menjadi terdiam.

.

“………”

.

“………”

.

.

“Ehem..”, Taeyeon berdehem dan meminum orange juicenya kembali. “Mianhe”, ucapnya lagi.

.

Tiffany menegakkan duduknya dan mulai bersikap biasa. “Its okay Tae”, Tiffany tersenyum. “Jadi, bagaimana komentarmu?”, tanyanya lagi.

.

Mendengar pertanyaan Tiffany, Taeyeon menggaruk tengkuknya dan salting. “Kau cantik dan sangat menakjubkan dengan gaun itu. Terima kasih kau bersedia menggunakan rancanganku” ujar Taeyeon.

.

“Aku menyukai rancanganmu Tae, bahkan designer Lee kagum dengan rancangan itu. Beliau mengucapkan terima kasih karena kau memberikan rancangan itu untuk dibuat olehnya”

.

“Aku hanya melakukannya sebatas iseng-iseng. Syukurlah jika designermu menyukainya. Aku yakin kau bisa menjadi lebih terkenal dari sekarang”, ucap Taeyeon tulus.

.

“Hmmm, terima kasih juga Tae. Kau sahabatku yang paling baik”, Taeyeon memaksakan sebuah senyuman ketika Tiffany berkata seperti itu.

.

“Kajja, kita selesaikan makanan ini”, Taeyeon melirik jam tangannya. “Masih ada dua jam lagi sebelum aku kembali ke dorm”.

.

Mendengar ucapan Taeyeon, Tiffany pun melirik jam tangan miliknya. “Bagaimana kalo kita karaoke, aku ingin mendengarkan suaramu. Susah sekali melihatmu tampil live dengan jadwalku yang selalu bentrok  dengan jadwalmu, Tae”, Tiffany mengembungkan pipinya dan itu berhasil membuat Taeyeon terhipnotis beberapa detik.

.

“Okay, call.. Lets goo” ucap Taeyeon dan menggandeng Tiffany keluar dari ballroom.

.

Keduanya berjalan meninggalkan ballroom. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi melihat keduanya. Orang itu tersenyum melihat kedekatan Taeyeon dan Tiffany. “Semoga kau bisa membuka hatimu lagi Fany-ah”, ucap orang tersebut.

.

.

***

.

Sunny dan Hyoyeon tertawa puas saat mendengar cerita manajer mereka yang lagi-lagi kesal karena sikap Taeyeon. Siapa lagi jika bukan Sooyoung. “Aish, kalian ini seharusnya membantuku agar Taeyeon tidak sekaku itu”, kesal Sooyoung pada dua artisnya ini.

.

“Taeyeon memang seperti itu Youngi, dan semua orang tak bisa merubahnya sekalipun Jessica”, ujar Sunny.

.

“Yeah dan mungkin sulit menemukan orang yang bisa menaklukkan hatinya”, balas Hyoyeon.

.

Sooyoung mempoutkan bibirnya dan malah mendapat lemparan tisu dari Hyoyeon. “YA!! Hentikan aegyo burukmu itu. Mana ada manajer seperti itu”

.

“YA!! Aku lebih tua darimu”, Sooyoung tak terima dengan lemparan tisu itu. Keduanya terlibat perang tisu. Sunny hanya menepuk jidatnya melihat kelakuan salah satu membernya dan manajernya.

.

“Unni, hentikan itu. Kalian mengotori ruangan ini”, sebuah suara menghentikan aksi Hyoyeon dan Sooyoung.

.

Sooyoung tersenyum menyambut kedatangan dua sosok yeoja yang ia kenal. “Oh Yoong, Hyuni”, Sooyoung menghambur ke keduanya dan memberi pelukan.

.

“Ayo kuperkenalkan kalian pada dua member RAIN”, Sooyoung membawa keduanya menemui artisnya.

.

“Sunny, Hyo, ini Yoong. Kalian pasti sudah mengenalnya sebagai aktris bertalenta dan ini manajernya, Hyuni”, Yoonhyun pun berkenalan dengan Sunny dan Hyoyeon.

.

“Kalian terlihat serasi”, ucap Sunny saat melihat kedekatan Yoonhyun. Sooyoung mematung mendengarnya, sedangkan Yoong dan Hyuni mulai keringat dingin. “Apa kalian kakak adik?” lanjut Sunny.

.

Sooyoung lega mendengarnya dan Yoonhyun malah tersenyum canggung setelah lega dengan ucapan Sunny. “Tidak Unni, aku dan Seohyun kami dekat sebagai manajer dan artis. Mungkin karena sudah terlalu lama bersama, orang-orang mengira seperti itu”, Yoong menjelaskan pada Sunny.

.

“Ayok kita makan. Aku sudah lapar”, Sooyoung mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Kelimanya pun makan bersama di dalam ruangan khusus yang disediakan di restoran ini agar lebih private.

.

.

.

.

.

“Unni, kami pulang dulu”, ketiganya kini berada di parkiran. Sunny dan Hyoyeon sudah masuk ke dalam mobil sedangkan Sooyoung masih berbincang dengan Yoonhyun di depan mobil yang menjemput keduanya.

.

“Kupikir Sunny mengetahui hubungan kalian. Aku benar-benar terkejut, ternyata dia tidak berpikiran seperti itu”, ucap Sooyoung mengingat kejadian tadi. Pasalnya Yoonhyun berpacaran namun hanya Sooyoung yang tahu karena keduanya merupakan teman dekat Sooyoung.

.

“Hemm, aku juga lega unni. Sekali lagi terima kasih atas undangan makan malamnya”, ucap Yoong. Keduanya berpamitan dan masuk ke dalam mobil begitu pula dengan Sooyoung yang menuju mobilnya.

.

Sooyoung menggeleng heran ketika mendapati kedua artisnya sudah tertidur di dalam mobil. Ia pun melajukan mobil yang membawa mereka pulang ke dorm.

.

.

.

***

.

Di dalam dorm RAIN, Yuri terlihat serius menonton berita yang sedang ia tonton. Sesekali ia melirik jam dinding yang ada di depannya. Waktu sudah menunjukkan jam 2 pagi dan ia masih menunggu satu member yang belum kembali ke dorm.

.

…ceklek….

.

.

Suara pintu dorm terbuka terdengar oleh Yuri. Buru-buru ia mematikan televise dan menunggu orang yang ditunggunya dating. Suasana ruang tengah gelap karena Yuri tak menghidupkan lampunya.

.

“Kau pulang telat lagi, Sica. Seharusnya kau tahu peraturan kita”, Suara Yuri menghentikan langkah Jessica menuju kamar. Ia membalikkan badannya dan mendapati Yuri duduk di sofa.

.

“Maaf Yul”, hanya itu kalimat yang Jessica ucapkan dan masuk ke dalam kamar. Yuri menghela nafasnya. Kalimat itu yang selalu Jessica ucapkan ketika ia pulang larut malam melebihi aturan yang mereka buat di dorm.

.

Yuri masuk dan menyusul Jessica. Gadis itu sedang membersihkan make up di wajahnya. Yuri duduk di tepi ranjang dan melihat kegiatan Jessica. “Apa investor menahanmu lagi disana?”

.

Jessica menghentikan sejenak kegiatannya dan memandang Yuri dari refleksi cermin di depannya. “Kita butuh investor untuk mensponsori kegiatan RAIN dan aku tidak bisa menolak untuk mengatakan tidak”, Jessica berucap sembari melanjutkannya kegiatannya.

.

“Aku dan yang lainnya bisa menggantikanmu, Sica-ah. Kau terlihat kelelahan akhir-akhir ini”, dari nada Yuri, Jessica tahu bahwa gadis itu mengkhawatirkannya tapi ia memilih diam dan menyelesaikan kegiatannya.

.

Jessica ikut bergabung bersama Yuri di atas tempat tidur. Ia tersenyum “Ini tanggung jawabku Yul. Kalian tidak perlu memikirkan semua ini”, jawabnya.

.

Yuri menggenggam tangan Jessica lembut. “Kau tahu? Aku selalu disini Sica-ah” ucapnya mengecup punggung tangan Jessica.

.

Baik Yuri maupun Jessica sama-sama saling menatap. Yuri mengangkat tangannya perlahan dan mengusap pipi Jessica. Gadis itu diam dan menikmati sentuhan Yuri yang membuatnya tenang dan nyaman.

.

“Ini sudah terlalu larut, ayo kita tidur”

.

“Hmmmm”,

.

Keduanya berbaring di atas ranjang yang sama. Seperti biasa, hanya di depan Yurilah Jessica bersikap berbeda. Gadis itu selalu membuatnya merasa spesial. Yuri bahkan selalu merelakan lengan kirinya untuk Jessica jadikan bantal tidurnya. Sedangkan lengan kanannya ia gunakan untuk memeluk Jessica sepanjang malam.

.

“Goodnite Yul”

.

“Goodnite Sica-ah”

.

.

Tak berapa lama, nafas Jessica terdengar teratur. Gadis itu sudah masuk ke alam mimpinya. Yuri? Ia masih sibuk memandang wajah tenang Jessica ketika tidur yang tak bisa ia lihat saat gadis itu membuka matanya.

.

.

“Have a nice dream, Sica…”, ucapnya pelan dan mengecup kening gadis yang berada dipelukannya.

.

.

.

.

.

.

TBC

——————————————

Double Update!!!

MTM dan RAIN ^^

Enjoy guys, semoga puas dengan updatean gue. Hehehe

.

Sampai ketemu di next update.

.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

200 thoughts on “RAIN (1)

  1. wow , gue selalu buka teasernya terus untuk mencocokan siapa yg memiliki sifat seperti itu diantara member rain . Sica leadernya ya ? trus yg suka sama sahabat kecilnya itu Taeng mungkin, trus yg disuka taeng itu Fanny ya ? hahhah masih abstrak nih thor . dan Sica dan Fanny ada apa ya ? penasaran gue .

    Like

  2. thor izin baca, rain di naungin manajemn saha? tapi kenapa sica yg sibuk nyari investor? terus yulsic kagak pacaran thor? yahh udah kalau gini bakalan sampe chapter akhir ga pacarannya, terus taeyeon jadi disainer?

    Like

  3. Uwaaa ada yoonhyun ❤
    Yulsic teman tapi mesra ? Kekeke nyesek banget bacanya. Taeny juga, taengnya klop sebelah :v tapi jessica sama pany pany tipany seperti ada hubungan gitu :/ jangan jangan cinta segitiga sama taeyeon 😮 semoga enggak. Izin baca ya thor

    Like

  4. Hy Je qw izin baca Rain nya ya, demi apa qw ga pernah sekalipun buat baca Rain sblumny ya lu tau qw cuma baca yg part hampir ending itu yup qw nyesel ga ikutin Rain dari awal hiks hehe so qw minta izin buat baca ya hehe smbil nunggu lu update

    Like

  5. hey Jeje, aku readers baru, ga baca teaser sih langsung baca chap1. dann langsung baca rain , belum baca ff jeje yg lain
    nice story, ga mau nebak-nebak dulu gimana kedepannya lebih nikmatin jalan cerita nantinya, mungkin bakal komen kalau ada beberapa yg ingin di sampein 🙂

    Like

  6. Sudah kuduga tokoh pertama adi teaser itu sica:v
    Jangan bilang kalo fany jadi orang yg nentang hubungan sesama? Makannya tae senyum kepaksa
    Yulsic feels😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s