The Heirs (6)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Im YoonA

Choi Sooyoung

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Son Yejin

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

Series

————————————————————————————————

PART 6

.

.

.

Di ruang kerja milik Ayahnya, Sooyoung membaca lembaran kontrak kerja dimana proyek selanjutnya akan dipimpin olehnya. Ia begitu serius dan sang ayah hanya mengulum senyumnya. Sooyoung tak pernah sekalipun mengecewakannya, tidak seperti dirinya.

.

“Ada bagian yang tidak kau mengerti, nak?”, sang Appa mulai bersuara.

.

Sooyoung masih serius berpikir hingga kemudian ia memandang ayahnya. “Tidak ada, semuanya cukup dimengerti. Semoga rekan baru kita dapat bekerja sama dengan baik”, Sooyoung kembali membaca lembaran itu.

.

“Ya, Appa harap pesawat baru yang akan kita kerjakan dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan”, ia dapat melihat anaknya hanya mengangguk seraya masih sibuk dengan lembaran kontrak kerja.

.

Sudah satu jam Sooyoung berada disana, hingga akhirnya ia pamit pada sang Ayah untuk bertemu dengan rekan kerjanya yang baru. Ia pun melajukan mobilnya membelah jalanan kota Seoul yang mulai padat.

.

.

————————————

.

“YA!! Apa yang kau lakukan, huh? Kemana baju-bajuku? Dasar pria menyebalkan”, Tiffany tak henti-hentinya berteriak pada namja di hadapannya yang sedari tadi hanya memasang wajah polosnya.

.

“Aish, bertanya satu-satu nona Hwang. Aku jadi bingung harus menjawab yang mana”, mendengar jawaban Yoong, Tiffany mulai terpancing emosi. Ia bersumpah, ingin rasanya melempar Yoong dengan bantal tapi tak tersisa apapun di atas ranjang tempat ia berada. Dan Tiffany enggan berdiri karena pakaian yang ia kenakan saat ini membuatnya kurang nyaman, terlebih ada namja menyebalkan dihadapannya.

.

“Jangan berbasa-basi dan memasang tampang menyebalkan. Cepat katakan, kenapa aku bisa di apartemenmu?”, perintahnya pada Yoong.

.

Yoong malah tertawa, lalu duduk di sofa santai yang ada di kamar tamu apartemennya. “Kau ini benar-benar pemarah, nona Hwang. Tapi tak apa, aku suka membuatmu marah” ucapnya disertai tawa aligator khas seorang Im Yoong.

.

Tiffany hanya memutar bola matanya, ia makin kesal dengan makhluk dihadapannya ini. Yoong berdehem sebelum menceritakan semuanya. “Baiklah, hanya akan mengatakannya sekali. Kau mabuk dan aku menemukanmu membuat masalah di bar. Aku berniat mengantarkanmu pulang, tapi kau malah muntah dan tak sadarkan diri. So, aku membawamu ke apartemen. Mengenai bajumu, aku meminta maidku yang menggantikannya dan sebentar lagi maidku akan mengantarkan bajumu kemari. Selesai”, Yoong tersenyum kembali setelah selesai bercerita.

.

Tiffany menyipitkan mata kananya seperti tak percaya dengan cerita Yoong. “Jika kau membohongiku, maka akan kulaporkan kau ke polisi”, Lagi-lagi Yoong hanya tertawa. Ia berdiri dan meraih ganggang pintu kamar.

.

“Aku rasa kau tidak akan membiarkan namamu masuk ke dalam koran atas kasus pelecehan”, Yoong menyengir dan segera pergi dari situ sebelum amarah Tiffany yang lainnya meledak.

.

“DAMN!!!”, Tiffany mengacak rambutnya kesal karena ia kalah lagi dari namja menyebalkan yang menjadi rekan kerjanya.

.

.

.

.

.

.

Tiffany mulai membolak-balikkan menu makanan yang tersedia di cafe tempat ia berada sekarang. Kejadian pagi ini masih membuat moodnya buruk dan hasilnya, pelayang cafe menjadi sasaran empuk.

.

Yoong hanya menggeleng melihat kelakuan Tiffany. Gadis dihadapannya ini benar-benar pemarah. “Siapkan menu seperti biasanya saja, untuk 3 orang”, Yoong berucap dan pelayan itu mengangguk mengerti. Yoong adalah langganan di cafe ini dan pelayan itu sudah tahu menu yang akan Yoong makan sebagai menu sarapannya.

.

Tiffany meletakkan buku menu sedikit kasar. “Jadi, apa yang ingin kau inginkan?”, Tiffany masih kesal karena Yoong memintanya untuk sarapan bersama. Tentu saja gadis itu menolak, tapi Yoong mengatakan akan menceritakan apa yang terjadi di bar dan apartemen kepada media jika Tiffany tidak menurut. Gadis itu lagi-lagi kalah telak 3-0 untuk kemenangan Yoong.

.

“Kita ini partner, jadi sangat menyenangkan kalo mengenal lebih dekat”. Sekali lagi, ingin rasanya Tiffany mengacak wajah namja ini. Dia lebih menyebalkan daripada Sooyoung yang sering menggodanya.

.

Yoong tiba-tiba menggenggam tangan Tiffany yang hendak memukulnya. Tatapan Yoong menjadi hangat dan lekat pada mata Tiffany. Gadis itu terdiam kaku karena seperti tidak punya kekuatan untuk memberontak.

.

“Ehem.. Selamat pagi”, sebuah suara dari belakang tubuh Tiffany menyapa keduanya dan Tiffany terkejut karena ia mengenali betul suara itu. Yoong yang bisa melihat kedatangan seseorang, segera tersenyum dan berdiri menyambut orang itu.

.

“Selamat pagi. Kau pasti Sooyoung-ssi dari CS Group. Perkenalkan, aku Im Yoong”, Sooyoung mengerutkan dahinya bingung. Yang ia tahu bahwa orang yang akan ditemuinya bernama Im Jinah, bukan Im Yoong.

.

Yoong menyadari perubahan wajah Sooyoung. “Ah, maaf sebelumnya. Seharusnya noonaku yang bertemu denganmu, tapi dia belum bisa kembali ke Korea. Jadi, aku yang mewakilinya sementara waktu”, Sooyoung lalu tersenyum setelah kebingungannya terjawab.

.

“Oh, perkenalkan. Dia rekan kerjaku, Tiffany Hwang.”, Tiffany masih diam tak bereaksi dari tempat duduk Yoong. “Nona Hwang?” Yoong sekali lagi memanggilnya.

.

Tiffany segera menetralkan ekspresi terkejutnya dengan biasa saja. “Aku sudah mengenalnya”, ucapnya singkat. Sooyoung sebenarnya sudah tahu dari tadi sejak ia masuk ke dalam cafe ini, maka dari itu Sooyoung sudah menyiapkan ekspresi biasanya.

.

“Ya, aku juga mengenalnya”, Sooyoung lalu duduk di sebelah Tiffany dan mulai mengeluarkan map yang ia bawa.

.

“Ah, aku tahu sekarang. Kalian pasti merupakan mahasiswa di Ritz”, tebak Yoong dan Soofany hanya tersenyum kaku. Yoong melihat map yang dibawa Sooyoung, kemudian ia meletakkan map itu di kursi kosong yang ada di sebelahnya. “Sebaiknya kita makan dulu, baru kita membicarakan bisnis ini”, tepat saat Yoong berkata seperti itu, makanan yang ia pesan datang.

.

Ketiganya pun makan bersama dan sesekali diiringi dengan obrolan ringan. Lebih tepatnya Yoong yang aktif mengajak Sooyoung dan sesekali mengajak Tiffany untuk mengobrol. Sedangkan pasangan itu hanya diam dan mendengarkan celotehan Yoong.

.

Selesai makan, Tiffany undur diri. Awalnya Yoong berniat memanggil supirnya untuk mengantar Tiffany namun ditolak mentah-mentah oleh gadis itu. Tanpa Yoong tahu bahwa Sooyoung sudah menyerahkan kunci mobilnya pada Tiffany di bawah meja.

.

Cukup lama Tiffany menunggu Sooyoung di dalam mobil, hingga akhirnya ia melihat keduanya di depan pintu cafe. Berbincang sebentar lalu berpisah. Beruntunglah bahwa mobil Yoong berada jauh dari mobil Sooyoung.

.

Sooyoung masuk ke dalam mobil. Menyapa kekasihnya dan mengecup bibir Tiffany singkat. Ketegangan terasa diantara mereka dan Tiffany tahu penyebabnya. Sooyoung menelponnya berkali-kali pagi ini namun Tiffany tak dapat mengangkatnya karena masih bersama Yoong. Dan sialnya, ia kepergok oleh Sooyoung bersama namja menyebalkan itu di Cafe.

.

Mereka sudah sampai di depan parkiran fakultas kedokteran. Tiffany ada kelas pagi ini dan Sooyoung mengantarnya. Tapi Tiffany belum ingin keluar dari mobil. Ia memiringkan tubuhnya ke kiri dan memandang Sooyoung yang melihat ke arah depan.

.

“Aku minta maaf karena tidak mengangkat telponmu pagi ini. Dia sudah bersamaku dan kami terlibat perdebatan kecil. Namja bernama Yoong itu adalah rekanku di proyek baru yang Daddy berikan”, Tiffany menyentuh pipi kiri namja itu dengan tangannya dan membuat Sooyoung menoleh ke arahnya. Tiffany menjelaskan semuanya tapi tidak dengan ia mabuk dan menginap di apartemen Yoong. Itu hanya akan menambah masalah.

.

Sooyoung menghela nafasnya. Ia menyentuh kedua pipi Tiffany. “Kau tahu, aku mengkhawatirkanmu pagi ini. Dan aku tak bisa mencarimu karena Appa memanggilku ke kantor— ” sesuatu menghentikan ucapan Sooyoung.

.

Tiffany memberikan ciuman tepat di bibirnya. Sooyoun membalasnya dan berlanjutlah ciuman itu menjadi intens, lembut dan saling menyalurkan perasaan mereka. Tiffany mempoutkan bibirnya setelah mereka melepaskan ciuman itu.

.

“Aku sangat merindukanmu”, Sooyoung terkekeh karena Tiffany seperti itu. Ya, mereka tidak bertemu beberapa hari karena pekerjaan dan kuliah mereka masing-masing.

.

“Hemm, aku juga”, mereka berbagi pelukan bersama sebelum akhirnya Tiffany keluar dari mobil dan menuju kelasnya.

.

.

.

***

.

Jessica menghentakkan kakinya kesal. Lagi-lagi Taeyeon ada di hadapannya dan kali ini memasang puppy eyes dan meminta maaf kepada Jessica atas kejadian tempo hari. “Aku bilang menyingkir dari jalanku”.

.

Dalam hati Taeyeon merasa lega karena Jessica kembali menjadi Jessica seperti biasanya. Kejadian tempo hari membuatnya khawatir dengan kondisi Jessica, namun ia tersenyum karena yang ia khawatirkan tidak terjadi. Jessica sangat dingin seperti biasanya.

.

“Aku akan menyingkir jika kau mau memaafkanku dan bersedia makan malam denganku”, Taeyeon bergerak ke kanan dan ke kiri. Masih berusaha menutupi jalan bagi Jessica untuk lewat ke kelasnya.

.

“Oke!! Aku memaafkanmu dan jangan memanggil nama Koreaku lagi.”

.

“Lalu bagaimana dengan makan malamnya? Kau belum menjawab ajakanku hingga sekarang”.

.

“Jam 7 malam, di Daegu Resto.. Telat 1 menit, maka aku akan pulang”, Jessica lalu menyenggol pundak Taeyeon cukup kuat agar namja itu menyingkir dari hadapannya.

.

“Oke, nona Jung. Aku tidak akan telat”, teriak Taeyeon cukup keras agar Jessica mendengarnya. Taeyeon mengepalkan tangan kanannya dan meninju udara. Dia sangat senang karena Jessica menerima ajakannya.

.

“See you again, Sooyeon-ah”, gumamnya masih dengan menatap punggung Jessica yang semakin menjauh.

.

.

.

.

.

Selesai kelas, Jessica menemui Yuri di kafetaria seperti biasa. Disana sudah ada Sooyoung, Yuri, dan seorang wanita yang tak pernah Jessica lihat sebelumnya. Wajah Jessica berubah mendung manakala Yuri tertawa lepas bersama wanita itu sedangkan Sooyoung sibuk dengan makanannya.

.

Yuri berhenti tertawa saat menyadari kedatangan Jessica yang sudah berdiri di sebelahnya. “Hai baby”, Yuri menyambutnya ke dalam pelukan. “Silahkan duduk, kenalkan ini Yejin. Dia mahasiswa baru di kelasku dan Sooyoung”, Yejin mengulurkan untuk berjabat tangan tapi Jessica cuek dan memilih duduk di sebelah tunangannya.

.

“Dia Jessica, tunanganku”, Yuri menambahkan.

.

“Artikel pertunangan kalian tersebar luas. Jadi aku tahu Yul”, Yejin tersenyum. Jessica yang melihat senyuman itu menjadi kesal. Ia berdiri lalu mengambil tasnya.

.

“Soo, antarkan aku ke JK Hospital”, ucapnya lalu menarik lengan Sooyoung. Namja yang sedang asik makan itu, mau tidak mau menuruti keinginan Jessica.

.

“Yejin, maafkan Sica. Aku akan segera kembali”, Yuri berlari mengejar Soosic yang mulai menjauh dari kafetaria. Ia melihat keduanya sudah berada di parkiran mobil.

.

“Baby, ada apa?”, Yuri bingung dengan sikap Jessica yang tiba-tiba bad mood. Padahal pagi ini mereka baik-baik saja.

.

Jessica melepaskan genggaman tangan Yuri di pergelangan tangannya. “Aku lupa jika aku sibuk”, ucap Jessica dingin. Yuri menoleh ke arah Sooyoung dan meminta penjelasan. Sooyoung hanya mengendikkan bahunya tanda tak mengerti.

.

Jessica masuk ke dalam mobil Sooyoung dan mobil itu berlalu dari hadapan Yuri. Ia menghela nafasnya kasar. “Khaa~”

.

Yuri kembali ke kafetaria dan menemui Yejin. “Yul, sepertinya Jessica tidak menyukai kehadiranku. Seharusnya aku tidak mengiyakan ajakanmu. Tempat ini memang bukan seharusnya aku berada”

.

“Jangan berkata seperti itu. Sica memang susah untuk dekat dengan orang lain”, Yuri menghela nafasnya lagi. “Akhir-akhir ini dia sering berubah moodnya”, Yuri mengingat kembali bagaimana sikap Jessica akhir-akhir ini.

.

Yuri akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari kafetaria dan mengajak Yejin. Sebenarnya hari ini Yuri sengaja mengajak Yejin agar Jessica mengenal banyak teman-temannya. Ia juga berniat mengajak Jessica menemui Seohyun dan Yoong selaku teman barunya yang merupakan teman Yejin.

.

Sesampai di restoran masakan korea, Yuri dan Yejin sudah ditunggu oleh Seohyun. “Hai oppa, Hai unni”, sapa Seohyun saat keduanya baru saja datang.

.

Yejin memberi pelukan pada gadis yang lebih muda darinya itu. “Kemana Yoong dan – ”

.

“Aku disini Noona”, sebuah suara menghentikan pertanyaan Yejin dan menyapanya. Ternyata itu Yoong. “Merindukanku?” ucapnya dengan jail.

.

“Aish kau ini”, Yejin memukul pelan lengan namja itu. Yoong hanya tertawa, lalu ia melihat Yuri dan menyapanya. Tiba-tiba suara lain menyapa mereka semua dan Seohyun berlari ke arah suara itu.

.

“Oppa, kau juga kesini?” Hyuni terkejut dengan kedatangan Woobin, kekasihnya. Woobin tanpa ragu mencium Seohyun tepat di bibirnya.

.

“YA!, berhenti PDA di depan semua orang”, teriak Yoong kesal karena ulah keduanya.

.

“Makanya, cari kekasih baru Yoong”, ucap Woobin dengan santainya. Tanpa mereka tahu, satu orang membeku karena aksi ciuman tadi. Siapa lagi jika bukan Yuri.

.

Yejin yang melihat Yuri diam, menepuk pundaknya. “Yul, kau baik-baik saja?”, tanya Yejin lembut. Semua yang ada disitu menoleh ke arah Yuri.

.

“Ah, aku baik-baik saja”, jawabnya dengan senyum terpaksa.

.

Yoong kemudian bersuara “Oh ya Hyung, ini sahabatku dan kekasih Hyuni. Woobin-ah, ini rekan kerja Hyuni yang baru”,

.

Woobin mendekat dan mengulurkan tangannya. “Aku Woobin, senang bertemu denganmu Yuri-ssi” Yuri menyambut uluran tangan itu masih dengan perasaan terkejutnya.

.

“Oke, cukup kenalannya. Sekarang kita makan terlebih dahulu lalu membicarakan proyek yang akan kutawarkan pada kalian”, ucap Yoong dengan semangatnya. Ide Yoong disetujui oleh semuanya, dan meeting mereka pun dimulai dengan proyek baru dari Yoong.

.

.

.

***

.

Setelah kelasnya berakhir, Taeyeon segera kembali ke hotel Reus. Ada beberapa berkas yang pagi ini Yoong kirimkan padanya. Senyumnya tak pernah berkurang dari wajah Taeyeon saat ia berjalan menuju ruang kerjanya. Namja itu sangat puas dengan rencana yang dilakukan Yoong. Rencana yang dilakukan Yoong benar-benar sempurna menurutnya.

.

Taeyeon membaca berkas-berkas dengan teliti dan sangat serius. Dengan kacamata baca yang ia pakai, namja itu terlihat berkharisma saat sedang bekerja seperti ini. Tak berapa lama, Taeyeon mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Jongsuk-ah, apa kau sudah menemukan penyebab kematian orang yang sudah menolongku dan siapa dia?”, Taeyeon berbicara pada sahabatnya.

.

“Belum Taeng, aku sekarang sedang menuju ke Busan. Masih belum ada petunjuk yang aku dapatkan”, jelas Jongsuk.

.

Taeyeon sedikit kecewa dengan jawaban Jongsuk. “Lalu bagaimana dengannya?”, pertanyaan Taeyeon membuat suasana hening sejenak. Di sisi lain, Jongsuk sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

.

“Akan kuusahakan menemukan jawabannya Taeng. Kau fokuslah pada proyekmu dan Yoong”, hanya itu jawaban yang bisa Jongsuk berikan saat ini.

.

“Baiklah.. Aku percaya padamu. Gomawo, Jongsuk-ah”, Taeyeon menutup telponnya dan ia diam sejenak. Taeyeon melamun dan tatapannya mulai menjauh.

.

.

.

——————————–

.

Taeyeon kecil berlari-lari dengan senangnya di taman kediaman keluarga Kim, ditemani sang umma. Udara Paris pagi ini begitu sejuk, dan anginnya benar-benar segar.

.

“Ouch”, Taeyeon meringis saat lutut kanannya berdarah. Taeyeon yang saat itu masih berumur 10 tahun pun tak bisa menahan perih di lututnya, ia menangis keras.

.

“Taeyeon-ah.. Umma Kim memeluk putra pertamanya yang menangis akibat terjatuh itu. Ia berusaha menenangkan anaknya.

.

“Ini sakit sekali mom”, Taeyeon masih terisak. Nyonya Kim sedang mengobati luka di lutut anaknya. Ini bukan kali pertama Taeyeon terjatuh tiba-tiba, Taeyeon kecil memiliki satu kekurangan yang sulit untuk disembuhkan.

.

“Hyung, ambillah. Ini cokelat kesukaanmu, kau pasti menyukainya”, tangan kecil lainnya mengulurkan bungkusan cokelat dan tersenyum pada Taeyeon. Laki-laki berumur 7 tahun, Kim Woobin.

.

Nyonya Kim mengelus kepala putra keduanya. Ia bangga bahwa Woobin tetap menyayangi Hyungnya meski Taeyeon cacat di salah satu bagian tubuhnya.

.

.

.

.

 

Mom~~”, Taeyeon terharu dengan apa yang ia rasakan saat ini. Ia menatap ke depan dan mendapati ibunya dan adiknya tersenyum menyambutnya.

.

“Taeyeon-ah, kau sembuh sayang. Kau sembuh”, Nyonya Kim berkata dengan penuh kebahagiaan. Ia memeluk Taeyeon dan menghujani putranya dengan ciuman diseluruh wajah. Woobin ikut memeluk Ibunya dan Hyungnya.

.

.

.

——————————-

.

Drtttt….drttttt…..

.

Getaran ponsel membangunkan Taeyeon dari lamunannya. Ia kemudian melihat pesan singkat yang Woobin kirimkan padanya. “Aku harus menemukan siapa penolongku”, gumam Taeyeon.

.

.

***

.

.

Semua karyawan Rumah Sakit yang melihat kedatangan Jessica memberi hormat pada pewaris tunggal JK Group itu terlebih ada Sooyoung di sebelahnya yang mereka tahu adalah pewaris CS Group. Sooyoung memilih mengikuti gadis itu karena ia tahu bahwa Jessica sedang dalam keadaan tidak baik.

.

Sooyoung mengirimkan pesan singkat pada Yuri yang juga menghawatirkan tunangannya.

.

To: Kwongul

.

Fokuslah pada meetingmu Yul. Aku sedang bersama Sica

.

.

.

Setibanya di ruangan kerja milik Jessica, Sooyoung mengambil duduk di depan gadis itu. Jessica sudah duduk manis di kursi kebesarannya. Ia membuka notebooknya dan menemukan banyak notification yang masuk ke inbox emailnya.

.

“Lagi-lagi meeting dan meeting”, keluh Sica dalam hati. Ia lalu memijit pelipisnya

.

“Apa ada sesuatu yang mengganggumu, Sica-ah?”, tanya Sooyoung dengan lembut.

.

Jessica masih diam, sesaat pikirannya sedang berputar pada kejadian di lift dan juga saat di kampus bersama Taeyeon. Ia juga mengingat bagaimana Yuri yang mulai sibuk dengan urusannya walaupun sikap namja itu tak berubah. Tapi perasaan Jessica kalut, Yuri sedang menyembunyikan sesuatu. Terlebih ini pertama kalinya Yuri mengenalkan seorang yeoja kepadanya

.

Sebuah tangan tiba-tiba menggenggam tangannya yang halus. Jessica membuka mata dan mendapati Sooyoung dengan tatapan yang berbeda, tatapan seorang kakak laki-laki. “Jangan menaruh beban terlalu berat, Sica-ah. Kau masih punya aku, berbagilah beban itu”, Jessica tahu apa yang Sooyoung maksud. Tetapi bibirnya masih terkunci rapat-rapat. Hanya Krystal bening yang mengalir di kedua pelupuk matanya.

.

Sooyoung menggunakan ibu jarinya untuk menghapus airmata itu. Ia berdiri lalu berjalan memutari meja untuk menuju tempat Jessica duduk. Sooyoung memeluk Jessica yang masih duduk di kursinya. “Menangislah, Sica-ah. Kau tak perlu memendam semuanya sendiri”, Sooyoung meletakkan dagunya di puncak kepala Jessica. Gadis itu menangis keras dalam diamnya dan Sooyoung bisa merasakan bajunya yang mulai basah.

.

.

Hembusan nafas Jessica mulai teratur. Gadis itu lagi-lagi tertidur setelah menangis dalam pelukan Sooyoung. Sooyoung bertahan dalam posisinya, tidak berniat untuk membuat Jessica terbangun.

.

“Sampai kapan kau akan diam Sica-ah. Kau tak pantas terluka terlalu dalam lagi”, lirih Sooyoung. “Tinggal dua wanita lagi, dan janjiku akan kuselesaikan. Setelah itu, aku akan melindungimu Sica-ah”, lanjutnya lagi dan kali ini ia mengecup puncak kepala Jessica.

.

.

.

.

————————

.

Seorang gadis remaja berusia 17 tahun berlari kecil ke teras rumah saat melihat dua sahabatnya datang. “Youngie~~, Yul~~”, sapanya dengan ceria.

.

“Eunji-ah”, sapa Sooyoung dan Yul bersamaan.

.

“Kemana Sica?”, Yul melihat Jessica tidak ada disini.

.

Eunji hanya mengendikkan bahunya pertanda tidak tahu. “Aku akan menjemputnya”, dengan begitu Yul pergi. Sooyoung dan Eunji duduk di kursi panjang yang berasa di teras.

.

Keduanya berbagi cerita dan saling tertawa. Sesekali Eunji memukul pundak Yoong cukup keras karena sahabatnya itu menceritakan hal yang konyol. Sooyoung juga menceritakan bahwa ia sedang menyukai seorang gadis manis di sekolah mereka.

.

Eunji merangkul pundak Sooyoung. “Youngie-ah, jika suatu saat kau menemukan wanita yang kau cintai, maka jagalah dia. Aku yakin wanita itu akan menjadi wanita yang paling beruntung karena memilikimu”, ucap Eunji.

.

Sooyoung memincingkan matanya “kau terlihat mengerikan jika berkata seperti itu”, Sooyoung terkekeh dengan nasehat sahabatnya.

.

“Ouch”, Sooyoung mengaduh saat Eunji memukul kepalanya.

.

“Aku menasehatimu, bodoh.. Kau masih terlalu kecil untuk memahami ini, tapi saat kau sudah besar kau pasti mengerti”, ujar Eunji pada Sooyoung yang masih berumur 12 tahun.

.

“Arraseo, arraseo”, jawab Sooyoung cuek dengan nasehat Eunji karena saat ini dia belum mau memikirkan hal yang sedewasa itu.

.

.

.

—————————

.

Tanpa terasa Sooyoung meneteskan airmatanya, dengan cepat ia mengusapnya kasar dengan lengannya. “Khaaa~~ kenapa aku jadi cengeng seperti ini”, gumamnya.

.

Sooyoung mengambil ponselnya dengan pelan ke dalam saku celana agar tidak membangunkan Jessica. Ia mengirimkan sebuah pesan pada Tiffany.

.

Fany-ah, aku menunggumu di apartemen seperti biasa. Ada sesuatu yang harus kubicarakan denganmu. –Youngie

.

Perlahan, Sooyoung melepaskan pelukan Jessica dan mengangkat tubuh gadis itu ke sofa besar yang ada di ruang kerja Jessica. Sooyoung berjalan ke sebuah pintu yang ada di ruangan ini dimana ada satu lemari baju yang  berada di sana. Sooyoung tahu bahwa Jessica sering tidur disini ketika Jessica tidak kembali ke apartemen mereka.

.

Dengan pelan, ia meletakkan selimut ke tubuh Jessica. Ia segera mengambil note kecil dan diletakkan diatas meja kerja, lalu pergi dari ruangan itu.

.

Sooyoung melajukan mobilnya dan segera menuju apartemennya bersama Tiffany. Setiba di parkiran, Sooyoung tak sengaja melihat mobil kekasihnya. Itu berarti, Tiffany membaca pesannya dan tiba terlebih dahulu.

.

Sooyoung membuka pintu apartemen dan melihat Tiffany sudah menunggunya di ruang santai. Gadis itu mematikan televisi yang sedang ditontonnya dan menyambut kedatangan Sooyoung. Belum sempat Tiffany bertanya perihal maksud sms Sooyoung, kekasihnya sudah memeluk.

.

“Mianhe”, hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Sooyoung. Ia masih mendekap Tiffany dan meletakkan dagunya di pundak Tiffany.

.

Tiffany yang tahu arah pembicaraan Sooyoung, mulai mengerti dengan apa yang akan kekasihnya itu ucapkan. Ia dengan lembut mengelus punggung Sooyoung dengan kedua tangannya “Gwenchana, aku mengerti” ucap Tiffany lembut.

.

“Mianhe, aku melukaimu lagi dan lagi”, Tiffany mengeratkan pelukannya dan masih mengusap punggung Sooyoung.

.

“Sayang, janji adalah sebuah janji. Aku mempercayaimu Soo, lakukanlah dan selesaikan apa yang harus kau selesaikan”, Tiffany mencoba menjaga suaranya agar tetap tenang walaupun hatinya mulai sakit mendengar permintaan maaf namja yang memeluknya ini.

.

Sooyoung menghirup wangi tubuh Tiffany yang masuk ke dalam indera penciumannya. Ia mulai tenang saat Tiffany berkata seperti itu dan mengusap punggungnya lembut. Sooyoung tak pernah menyesal mencintai gadis yang dipeluknya ini.

.

“Aku akan segera menyelesaikannya. Aku janji, sayang dan setelah itu hanya kau wanitaku satu-satunya”, Sooyoung tersenyum menatap lekat mata indah Tiffany dan Tiffany balas menatapnya. Ia tahu bahwa Sooyoung tak pernah berbohong padanya, maka Tiffany selalu mempercayainya.

.

Keduanya tersenyum.

.

.

***

.

.

Amarah terlihat dari sepasang mata pria paruh baya saat melihat foto-foto yang baru saja diberikan orang suruhannya. Ia semakin menahan amarahnya ketika melihat sepasang kekasih tengah bercumbu mesra di dalam mobil.

.

Ia menyobek foto itu menjadi beberapa bagian dan membuangnya ke wajah seorang pria yang menjadi suruhannya. “Bagaimana kau bisa mengetahuinya sekarang? Apa kerjamu, hah!!”, maki pria paruh baya itu.

.

“Aku mau perusahaan itu hancur perlahan demi perlahan. Dan pastikan satu artikel keluar ke publik. Kau paham?” perintahnya dan dijawab dengan anggukan kepala. “Sekarang keluarlah”, ucapnya dingin.

.

Setelah kepergian anak buahnya, ia membuang semua foto-foto itu ke dalam tong sampah besi lalu menyalakan api dan membakarnya begitu saja.

.

.

.

.

.

TBC

——————————————-

Hai hai ^^

Semoga semuanya puas dengan part 6

Thankyou yang udah bersedia ninggalin komen dan vitamin buat gue. Hehehe

.

Masih penasaran sama kelanjutan “Drabble #9 ??” besok ya gue update ^^

.

.

Sampai ketemu di next update ^^

.

Annyeong

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

152 thoughts on “The Heirs (6)

  1. sooyoung bwt aq penasaran deh thor..
    nyelesain janji ap tuh sooyoung ampe fany jd tau n nrima aj yg dilakuin sooyoung… kyk ny nyesek bgt tuh bwt soofany. ??

    trus c jessi jg mslh ap yg bwt dy kyk gt pasti ad hbngny dgn taeyeon yg sembuh dr skitny di masa lalu tu.. org yg btuin taeyeon mgkn dikenal ma jessi..

    Like

  2. kehidupan sooyoung dan taeyeon misterius bgt byk bgt hal yg bikin penasaran
    sooyoung pny janji apa coba?
    taeyeon yg suruh jongsuk mencari penyebab kematian org yg udh menolong dia di masa lalu? byk teka teki di masa lalu taeyeon
    mending baca lg part selanjut’y let’s go…

    Like

  3. Kasian yul, ternyata hyuni udah punya pacar 😁
    Sica di luar nya tangguh, tapi ternyata dia rapuh bgt 😥😢😥
    Siapa lelaki paruh baya itu yak? 😱

    Like

  4. Thor gue liat balesan komen kmaren terakhir di part 5 kayaknya. So sorry yaaaa gue nyosor aja minta pw 😘

    Bakal ada yoonfany nih 😍 aaaa tapi soofany terlalu romantis, dan itu jangan bilang yg ngerobek photo” bokapnya fany. Semoga gk terjadi apa” dihubungan mereka

    Soo sayang banget smaa jessi, yul tega binggoooo hhuhu

    Like

  5. Kasian ama bang yul kaget cew yg dy suka kissing ama cow laen,hahaha
    Sdh la bang kan ada sicababy,liad aja sicababy bkn hanya krna tunangan tanpa cinta aja
    Sbnrnya sapa yg mnjadi pendonor kpd taeyeon? Lalu ada apa dgn eunji s masa lalu

    Like

  6. Janji janji apa yang sooyoung buat sampai harus menyakiti tiffany, jika seperti ini terus lebih baik dia bersama yoong, akh benar benar rumit, sampai samapi aku tidak mengerti apa yang dibalik ini semua

    Like

  7. tinggal 2 wanita lagi maksutnya apaan lalu janji sooyoung itu sebenernya buat siapa sich…wah masih bnyak misteri yg blum terungkap….bingung q mo komen apa lagi..daebaklah thor semuanya keren…

    Like

  8. Sumpahh nii ff misteri bett maksud soo tinggal 2 cewe lagi apa coba…
    Teruss yg direncanain yoong ama tae… Masa lalu sica… Poto yg tadi dibakar
    Wahhhh stresss😫😫

    Like

  9. Kayaknya semuanya punya masalah,tpi saling berkaitan..hahaha yul lhat hyunie sdah punya pacar,patah hati yul..
    N apa sih janji soo..n siapa ranbg yg dicari taeng..
    Nmkin penasaran..

    Like

  10. Haaa…. akhirnya taeng berhasil mengajak sica dinner, yaa walau dgn membuat sica kesal setiap harinya. Sebenarnya dendam soyoung apa sich apa hubungan nya dgn dua wanita lagi?.
    Hiks hiks…. yuri patah hati yul baru tahu ternyata hyuni udh punya kekasih.
    Hmmm penasaran siapa yaaa yg udah menolong taeyeon?. Sebenarnya taeyeon cacat apa?.

    Like

  11. ^^ GAK dapet fellnya ketika soofany yg dibicarakan laen hal nya dgn taengsic ngena bwgd sumpah😢😢😢
    Klo pun ada mslh, knp harus gegabah jess n aq yakin sakit bwgd perasaan taengsic^^ apa lg dgn yoona

    Like

  12. wah wah wah,,, keren thor
    ckckck di chap ini banyak benget thor, pertanyaan yang melayang layang di pikiran ku thor,,
    ahhh seseorang yang meolong taeyeon? kenapa wanita itu bisa meninggal ?janji ?? 2 wanita lagi,,?? rencana yoong,,?? kenapa soofany menyembunyikan hubunganya?? berarti apakah masa lalu taeyeon ada hubungannya ama yul,sica,yongie,, dan semuanya ini pasti saling berhubungan yah thor,,

    akkhhhh,, semakin banyak chap yang di baca semakin tambah penasaran aja nih thor
    dan terakhirrr,, kenapa TCB nya dateng cepat banget sih thor,,,, heheheh #mian #Plak hahahahah 😀 😀 #Kaburrrr

    Like

  13. masih banyak mistery yg belom trpecahkan antara soofany masa lalu sica ama taeng juga

    dan aku masih shock ama hyuni busyet hyuni gue udah gede :”) mana bukan ama yoong lg #setdah tak berkata2 deh thor, sok atuh lanjut baca ajeu masih brharap endingnya taengsic hidup taengsic!! #dgamparyulti

    Like

  14. knp disini orang2nya sangat misterius , bikin penasaran deh . banyak banget pertanyaan yg muncul dalam benak gue nih . ada apa dengan masa lalu sica ? yg dicari taeng itu siapa ? knp sooyoung sama yul , menjaga banget sica ? sooyoung yg bilang “sisa dua perempuan lagi”? knp fanny bisa terima saja klo sooyoung mempermainkan perempuan lain ? wahh ,, author nya pinter banget buat orang penasaran . hehhehehehe

    Like

  15. makin makin makin makin makin makin makin seru dan penasaran. Wah kyknya tae ama yoong lg mengumpulkan semua pemain dlm suatu kerjasama perusahaan nih. Konflik konflik konflik di bagian akhir~

    Like

  16. knp komen yg gue udh tulis kgk muncul -,- ceritanya makin makin makin makin serruuuu & penasaran. Kyknya tae & yoong lg ngumpulin semua pemain lewat kerjasama perusahaan. Sunny & hyo ga keliatan thor .-.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s