Drabble#8

Tittle                : Misunderstanding

Cast                : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

.

.

Misunderstanding

.

.

.

Taeyeon berjalan dengan riangnya. Hari ini dia ada janji dengan teman lama setelah beberapa lama tak bertemu. Setiba di sebuah kafe, ia disambut senyuman seorang wanita yang tampak sexy, rambut pirangnya terjuntai indah, kulitnya kecoklatan dan itu menambah kesan eksotis. Wanita itu juga terlihat menawan dengan senyumannya.

.

“Hai beautiful” sapa Taeyeon pada wanita itu dan mereka saling berpelukan. Sang wanita juga tak canggung untuk mengecup pipi Taeyeon.

.

Taeyeon tidak mempermasalahkan itu karena dia tahu bahwa temannya sangat suka skinship.

.

“Apa kabarmu Tae?” tanya wanita itu.

.

“Baik-baik saja. Aku berani bertaruh, kau sudah mendapatkan pria tampan eropa. Benar begitu?”

.

Wanita itu terkekeh saat Taeyeon menginterogasinya. “Are you jealous or just asking?”, Wanita itu menyipitkan matanya.

.

“Both”, dan jawaban Taeyeon mengundang tawa renyah wanita itu.

.

“Baiklah, aku jawab pertanyaanmu. Aku sudah bertunangan dengan Andrew, pebisnis dari Paris”, ungkapnya disertai senyuman.

.

Taeyeon menghela nafasnya kesal. “Dan dia lebih tinggi dariku?

.

Wanita itu tertawa kembali “Tentu saja, mana ada pria Paris yang pendek”, Taeyeon mempoutkan bibirnya mendengar hal itu.

.

“Kau teman sekaligus mantanku yang paling menyebalkan”, wanita itu tiba-tiba mengecup pipi Taeyeon lagi.

.

“Kalo begini, apa aku masih menyebalkan?”
.

“YAA!! Kau menodai pipiku kali ini. Aish, ini namanya aku selingkuh”, kesal Taeyeon.

.

Keduanya lalu saling bercerita tentang kehidupan masing-masing setelah perpisahan mereka 3 tahun yang lalu. Hingga ponsel Taeyeon berdering dan disana terlihat ID kekasihnya. “Halo sayang, waegurae?”, Taeyeon menerima telpon dengan cukup serius dan mendengarkan apa yang dikatakan kekasihnya.

.

“Sudah ingin pergi?”, tanya wanita itu.

.

“Hemm. hari ini dia ulang tahun dan mengingatkanku untuk ke apartemennya tepat waktu”, wanita itu hanya ber-Oh ria.

.

“Apa kau punya waktu untuk menemaniku membeli kado, Yul?”

.

“Sure… lets goo”

.

.

.

———————————

.

Taeyeon mengemudikan mobilnya melaju menuju rumah sang kekasih. Berkat bantuan Yuri, ia berhasil menemukan hadiah yang sangat menakjubkan untuk diberikan kepada kekasihnya, Tiffany Hwang.

.

Senyum lebar tak pernah hilang dari wajah Taeyeon. Dengan memegang kotak kado yang ia bawa, namja imut itu menekan tombol lift yang mengantarkannya menuju apartemen Tiffany. Tepat pintu apartemen terbuka, Taeyeon melebarkan matanya saat melihat seorang namja sedang mencium pipi Tiffany di depan pintu apartemen.

.

Posisi namja itu membelakangi Taeyeon sehingga Taeyeon tidak tahu siapa namja itu. Namun emosinya sudah meluap-luap melihat kejadian itu. Taeyeon berlari dengan kecepatan penuh dan melompat untuk menendang punggung namja itu.

.

.

buughh…..

.

.

“Oh my god!!!!” Tiffany berteriak histeris manakala namja itu tersungkur akibat tendangan Taeyeon. “Tae, apa yang kau lakukan?” marah Tiffany. Gadis itu membantu namja itu berdiri.

.

Saat namja yang ia tendang membalikkan badannya, tubuh Taeyeon membeku seperti patung. Matanya melebar sekali lagi karena terkejut dengan apa yang dilihatnya.

.

.

“Hy—-Hyu—–Hyung!!”, Taeyeon tergagap saat tahu bahwa namja itu adalah Jesse Hwang yang tak lain adalah kakak laki-laki Tiffany yang tinggal di New York.

.

Taeyeon langsung mendekati calon abang iparnya itu dan membantu Jesse berjalan masuk ke dalam apartemen.

.

.

Tiffany berkacak pinggang. Ia masih dengan kekesalannya karena Taeyeon menciderai Oppanya. Jesse sudah duduk di sofa dan memejamkan matanya karena punggungnya masih sakit akibat tendangan Taeyeon. Sedangkan si pelaku, sedang menundukkan kepalanya dalam diam. Merutuki perbuatannya beberapa menit lalu.

.

“Speech!”, suara Tiffany begitu singkat namun sarat ketegasan.

.

“Mianhe Phany-ah, Mianhe Hyung. Aku tidak tahu kalo pria yang mencium Tiffany adalah Hyung”, ucap Taeyeon masih menundukkan kepalanya.

.

Taeyeon mengetahui bahwa Tiffany memiliki seorang Oppa tapi dia hanya tahu dari foto-foto yang ditunjukkan Tiffany. Karena Jesse tinggal di New York dan saat Tiffany berpacaran dengan Taeyeon, belum sekalipun mereka bertemu secara langsung.

.

“Aku terharu dengan penyambutan kekasihmu, Tiffy”, Jesse membuka suaranya, dingin dan tenang. “Berdiri”, perintah Jesse pada Taeyeon.

.

Taeyeon berdiri dengan masih menundukkan kepalanya. Dia benar-benar seperti tersangka kejahatan. Taeyeon menelan ludahnya sekali lagi karena suara Jesse. Ia lagi-lagi menggumamkan kata maaf dan penyesalan.

.

“Berjalan ke arah tembok itu dan menghadapnya”, Taeyeon mengikuti kata-kata Jesse. “Pegang telinga kananmu dengan tangan kiri dan telinga kirimu dengan tangan kanan. Lalu angkat satu kakimu”, perintah Jesse.

.

Taeyeon menuruti semua perintah itu. Jesse berdiri dari duduknya “Bangunkan Oppa jika makan malam sudah siap, Tiffy”

.

Tiffany yang memang sedang berdiri mendekati Oppanya dan membantu Oppanya menuju ke kamar tamu dan meninggalkan Taeyeon dengan hukumannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

di kamar….

.

Jesse tertawa dengan suara tertahan agar tawanya tak terdengar hingga keluar. Tiffany yang mengerti maksud Oppanya langsung memukul lengan Jesse. “Oppa~~ kau jail sekali. Kau menakuti TaeTae ku”, manja Tiffany dengan mempoutkan bibirnya.

.

“Kekasihmu itu ternyata pencemburu.. Syukurlah tendanganny tergolong lemah untuk seseorang seperti Oppa”, ucap Jesse. Namja itu adalah atlet judo di kampusnya di New York dan merupakan atlet judo terbaik. Jadi tendangan Taeyeon masih belum apa-apa baginya.

.

Tiffany terkekeh membenarkan kalimat Oppanya. Taeyeon memang pencemburu dan Tiffany suka dengan sifat itu. Artinya Taeyeon mencintainya. “Istirahatlah Oppa, aku akan memanggilmu jika makan malam sudah siap” ucap Tiffany sambil memeluk Oppanya.

.

“Arraseo, birthday girl”

.

“Lalu bagaimana dengan TaeTae ku, Oppa?

.

Jesse tertawa sebentar “Bilang padanya, Oppa ingin mencicipi masakan terlezat yang ia buat”, ucap Jesse disertai senyumannya.

.

“Okay komandan. Laksanakan”, Tiffany berkata layaknya prajurit. Ia pun keluar dari kamar dan menemui kekasihnya.

.

.

.

.

END

———————————————

P.S : ONLY ONE part terakhir akan di update besok malam jam 22.00 wib ^^

Silahkan buat reader gue yang ngikutin ONLY ONE bisa minta pw dari sekarang.

Twitter dan Email is avalaible XD

.

sampe ketemu lagi.

.

by: J418

.

.

*bow*

Advertisements

88 thoughts on “Drabble#8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s