The Heirs (4)

Tittle                : THE HEIRS

Cast                 : Kwon Yuri

Kim Taeyeon

Im YoonA

Choi Sooyoung

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Son Yejin

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, BitterSweet, Drama, Romance

 

Series

————————————————————————————————

PART 4

.

.

Seorang namja bertubuh atletis baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya. Ia hanya menggunakan kaos lengan pendek dengan garis-garis biru dan memakai celana kain panjang berwarna hitam.

.

“Kau sudah ingin pergi?” tanyanya pada wanita bertubuh ideal dengan rambut hitam lurus yang sedang mengemasi barangnya.

.

“Hemmmm, ada urusan yang harus kuselesaikan sebelum pergi ke Jepang siang ini”

.

Namja itu mengambil botol berisi air mineral dan meneguknya hingga setengah. “Kau semakin hot semenjak pulang dari Paris. Aku tidak salah memilih kekasih”, kekehnya sambil mengedipkan sebelah mata kanannya kepada wanitanya.

.

Sang wanita dengan refleks melempar lipstik yang sedang dipegangnya saat mendengar ucapan itu. “YAAA!!”, teriaknya kesal. Kekasihnya tertawa puas karena berhasil menggoda wanita yang semalam memberikannya percintaan yang menggairahkan.

.

Ia mendekat ke meja rias dan mengacak rambut kekasihnya. “Segera selesaikan urusanmu di Jepang. Maaf, aku tidak bisa menemanimu. Hyung sudah kembali dari Paris dan Umma pasti menginginkanku untuk sering pulang ke rumah karena Hyung tinggal di hotel”, ia mendekap kekasihnya. Membiarkan wajah wanitanya tenggelam dalam dada bidangnya dan menghirup aroma tubuhnya.

.

“Arra, aku mengerti. Gomawo, Oppa~”

.

“Heem. Aku pulang dulu, sayang. Semoga perjalanan bisnismu menyenangkan”, bibirnya menempel puncak kepala wanita spesialnya. Ia mulai mengemasi barangnya dan segera pergi.

.

“Hati-hati, Oppa”

.

.

.

.

————————————-

.

Setelah menghabiskan beberapa hari bersama Tiffany, Sooyoung kembali ke aktivitas awalnya. Ia sedang menikmati siangnya dengan bersantai di ruang tamu basecamp miliknya bersama Yuri dan Jessica. Ia hanya menonton film action dan memakan cemilan favoritnya.

.

.

Braaak

.

.

Pintu apartemen terbuka sedikit kasar, Sooyoung kaget bukan karena suara pintu tapi karena teriakan histeris seseorang yang baru saja masuk.

.

“Huwaaaaaaaaaaaa”, Jessica berlari kecil menuju tempat Sooyoung berada. Ia langsung memeluk namja itu dan mengadu.

.

Sooyoung hanya menepuk jidatnya karena kehadiran Jessica yang tak terduga. “Aigoo, Sica. Ada apa?”, heran Sooyoung.

.

Jessica mempoutkan bibirnya kesal dan menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami.

.

.

.

Flashback

.

Setelah makan malam antara keluarga Kwon dan keluarga Jung, Jessica dan Yuri menikmati udara di taman belakang rumah keluarga Kwon. Jessica sangat senang karena hari ini untuk pertama kalinya, kedua orangtuanya bisa makan bersama dirinya terlebih dengan orangtua Yuri.

.

“Kau terlihat senang, baby?”

.

Jessica mengangguk cepat. “Tentu saja, kita baru saja makan bersama dan semuanya lengkap Yul”, ucap Jessica senang lalu menyandarkan kepalanya di pundak Yuri. Mereka menikmati kebun bunga kesayangan Mrs. Kwon yang disinari lampu-lampu warna-warni.

.

Karena sudah terlalu malam, Yuri akhirnya mengajak Jessica untuk masuk ke dalam rumah. Mereka tidur satu kamar dan satu tempat tidur. Tidak ada hal apapun yang dilakukan keduanya, hanya Yuri yang merelakan lengannya sebagai bantalan Jessica. Untuk pertama kalinya, gadis itu tertidur nyenyak dalam pelukan Yuri.

.

Saat matahari sudah menampakkan sinarnya, Jessica terbangun dan mendapati dirinya masih berada dalam pelukan Yuri. Ia tersenyum melihat Yuri yang masih tidur dengan sedikit mengeluarkan lidahnya sedikit.

.

Ia membalikkan posisi menjadi tengkurap dan menghadap ke arah Yuri. Memegang wajah tampan tunangannya dan menyusuri tiap inchi wajah Yuri. Namun senyumnya memudar saat ia mendengar Yuri menggumamkan sebuah nama yang Jessica dengar dengan jelas bahwa itu bukan namanya.

.

Jessica segera berkemas dan meninggalkan kediaman keluarga Kwon dengang kekesalannya.

.

.

.

End

.

————————————-

.

“Apa kau tidak bisa membayangkan perasaanku Soo? Urrrggh, aku akan membuat gadis yang digumamkan Yul menjadi miskin. Aku sangat kesal… kesal… kesaaaaaalllllllll” teriak Jessica sekali lagi mengeluarkan kekesalannya.

.

“Mungkin kau salah paham Sica. Setauku Yul tidak sedang jatuh cinta” jawab Sooyoung menenangkan sahabatnya itu meskipun ia sendiri agak meragukan jawabannya. Jessica memang tidak pernah secara jujur menceritakan perasaannya terhadap Yul kepadanya. Tapi ia jauh lebih peka dibandingkan Yul. Ia tahu Jessica mencintai sahabatnya itu, tapi ia meragukan perasaan Yuri terhadap Jessica.

.

Jessica masih menetralkan perasaanya yang tak menentu pagi ini. Ia langsung menatap Sooyoung dengan tatapan menuntut. “Ke…Kenapa kau melihatku seperti itu?”, gagap Sooyoung saat menyadari HellSica akan aktif.

.

“Awasi Yul, jika dia menyukai orang lain, kau cegah hal itu Soo. Arra?” perintahnya pada Sooyoung.

.

“Mwoooo?? Aku bukan baby sitternya”

.

“Aish aku tidak peduli”, Jessica berlalu begitu saja menuju kamarnya di lantai atas dan meninggalkan Sooyoung yang masih bengong.

.

“Arrrrrggghh” kesal Sooyoung mengacak rambutnya frustasi.

.

.

.

.

.

Sooyoung tiba di Rumah Sakit milik JK Group untuk mengantarkan Jessica. “Thanx Soo” ucap Jessica sambil melepaskan sabuk pengamannya. Ia langsung menoleh ke kiri dan tanpa tahu bahwa Sooyoung sudah memasang pipi kanannya. Alhasil, bibir pink muda Jessica menyentuh pipi Sooyoung.

.

“YAAA!!! Choi Sooyoung!!!!” kesal Jessica dan tanpa ampun menarik rambut Sooyoung dengan tidak manusiawi.

.

“Oh my god!! Hentikan, Sica… awwwww…..awwwww”, Sooyoung berteriak kesakitan dan Jessica belum menuntaskan kemurkaannya. Tanpa mereka tahu bahwa satpam di depan loby Rumah Sakit melihat keheranan karena mobil Sooyoung bergoyang hebat.

.

Gadis itu turun dari mobil Zenvo ST1 milik Sooyoung dengan elegannya dan memasang wajah tanpa ekspresi. Ia memberikan senyum terbaiknya saat satpam di loby memberi salam hormat. Jessica kemudian melenggang bebas masuk ke dalam Rumah Sakit tanpa peduli dengan Sooyoung yang masih mengaduh kesakitan di dalam mobil.

.

.

Tok tok tok..

.

“Tuan, anda baik-baik saja?” tanya satpam itu saat kaca mobil Sooyoung sepenuhnya turun.

.

“Katakan pada Jessica Jung bahwa dia sangat menyebalkan. Kau paham!!!” maki Sooyoung lalu melajukan mobilnya meninggalkan loby Rumah Sakit. Satpam itu hanya mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum mengendikkan bahunya tanda tak mengerti.

.

.

.

***

.

.

Di koridor kampus, Yuri sedang tertawa bersama seorang yeoja yang belum pernah Sooyoung liat sebelumnya.

.

“Hai Soo” sapa Yuri saat ia mendekati sahabatnya itu. Sooyoung hanya tersenyum kaku dan memincingkan mata kanannya. Mengerti maksud Sooyoung, Yuri berinisiatif mengenalkan Yejin pada Sooyoung.

.

“Son Yejin” ucap Yejin memperkenalkan diri. Namun Sooyoung masih belum bereaksi.

.

“Dia temanku saat aku student exchange di Australia, Soo” perkataan Yul menyadarkan Sooyoung dan mau tak mau Sooyoung membalas uluran tangan Yejin. Perasaannya mulai tak enak dengan kehadiran Yejin.

.

“Apa kau anak baru?”, tanya Sooyoung.

.

“Dia teman sekelas kita. Beberapa hari ini kau tidak masuk, jadi kau baru bertemu dengannya”, Sooyoung hanya ber-OH ria menanggapi pernyataan Yul.

.

“Yul, aku ke perpustakaan dulu ya. Jangan lupa besok malam”

.

“Tenang saja, aku pasti ingat. Tapi kau tidak ingin makan siang bersama kami?” tawar Yuri.

.

“Hahahaha, itu bukan kafe untuk seseorang sepertiku Yul. Aku pergi duluan. Bye ” Yejin mulai berjalan meninggalkan dua namja itu.

.

“Huh? Maksudnya?” heran Sooyoung dengan perkataan Yejin.

.

“Aish, dia bukan chaebol” ucap Yuri lalu merangkul pundak Sooyoung. Mereka berjalan menuju kafetaria sebelum kelas dimulai.

.

.

.

Sooyoung sudah duduk di salah satu kursi dan langsung to the point kepada Yuri. “Jadi, kau menyukai gadis itu?”, Yuri tersedak karena mendengar ucapan Sooyoung.

.

“Mwo?? Dia hanya temanku Soo. Lagian kami sudah lama tidak bertemu dan baru beberapa hari yang lalu bertemu kembali”, Sooyoung mengangguk mengerti.

.

Berarti bukan gadis itu yang ada di mimpi Yul –pikir Sooyoung.

.

Sooyoung tiba-tiba menarik rambut Yuri dan membuat Yuri mengaduh kesakitan. “YAAH!”

.

“Apa itu sakit Yul?”, Yuri kesal dengan tindakan Sooyoung itu dan dia langsung memukul kepala Sooyoung.

.

“Sakit, bodoh. Kau itu kenapa sih Soo?” marah Yuri karena Sooyoung bertindak aneh saat ini.

.

“Berarti Sica benar-benar mengerikan. Gara-gara kau Yul, aku harus menghadapi HellSica”, Sooyoung menceritakan kembali apa yang ia alami saat bertemu Jessica di basecamp dan penganiayaan yang dilakukan Jessica pada dirinya. Yuri justru tertawa puas mendengar penderitaan sahabatnya.

.

“Kukira kau penakluk wanita yang hebat. Sica saja kau tidak bisa Soo. Berarti keplayeranmu belum terbukti 100 persen”, ucap Yuri.

.

“Jadi, siapa yang kau mimpikan?”, Sooyoung bertanya lagi tanpa mempedulikan ucapan Yuri barusan.

.

“Aku tidak bermimpi siapapun. Mungkin Sica salah dengar saja. Sudah beberapa hari ini dia menghindariku. Aku akan menjemputnya nanti, kau tenang saja”.

.

“Arraseo, aku mengerti”

.

.

.

———————————

.

Jessica menggerutu kesal. Ia terus memaki laki-laki dengan senyuman menyebalkan yang berada di seberang mejanya. Meeting kali ini terasa lama bagi gadis itu terlebih tatapan Taeyeon yang sangat mengganggunya.

.

“Bagaimana tuan Kim? Apa anda setuju?”, salah seorang staf Jessica bertanya mengenai perihal kerjasama antara JK Group dan REUS Group.

.

Taeyeon terus melihat ke arah Jessica meski gadis itu memalingkan wajahnya ke arah lain. “Saya percaya pada kredibilitas tim ini karena memiliki seorang pemimpin yang luar biasa cerdas dan cantik seperti Miss Jung”, Taeyeon menoleh ke samping dimana Jongsuk berada. Jongsuk, tolong urus penandatangan kerjasama ini”, mendengar ucapan Taeyeon, semua staf Jessica merasa senang dan lega atas kerjasama itu.

.

Berbeda dengan Jessica, gadis itu mengucapkan terima kasih dan langsung pergi meninggalkan ruang meeting untuk kembali lagi ke Rumah Sakit Ritz tempat dimana ia praktek kerja. Taeyeon tahu bahwa Jessica kesal namun ia justru menyukai hal itu.

.

“Kau mulai gila lagi”, sindir Jongsuk saat melihat bosnya itu tersenyum sambil memainkan bolpoin. Taeyeon memukul kepala Jongsuk dengan bolpoin yang sedang ia pegang. “Sok tahu. Aku pergi dulu, tolong urus semuanya”

.

Jongsuk merutuk Taeyeon karena senang sekali memukul kepalanya. Ia pun segera berkemas dan pergi meninggalkan ruang meeting.

.

.

.

.

“Mom”, Jessica menelpon ibunya. Ia mampir terlebih dahulu ke ruangan miliknya dimana ia akan memegang tahta itu saat waktunya tiba.

.

“Bagaimana meetingnya?” respon Mrs Jung dari seberang telpon. Jessica mengambil duduk di Sofa sambil membuka lembaran demi lembaran majalah fashion yang ada di atas meja.

.

“Kerjasama sudah disepakati Mom”

.

Keheningan mulai terasa karena ibu dan anak itu sibuk dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Di tempat Mrs Jung berada, ia baru saja menerima fax masuk dan mengambil berkas yang baru saja diterimanya

.

Wanita paruh baya itu tampak serius membaca berkas-berkas yang ia pegang. “Kim Taeyeon?” ucap Mrs Jung saat melihat tanda tangan Taeyeon.

.

“Iya Mom, dia putra sulung Kim In Ha yang lama tinggal di Paris. Dia yang menghandle kerjasama ini”, Jessica menjelaskan kepadanya ibunya perihal keterlibatan Taeyeon. “Mom, bisakah jika kerjasama ini diurus oleh Andrew?”, tanyanya ragu-ragu karena takut akan reaksi Mrs Jung.

.

“Ini proyek yang cukup besar. Belajarlah menghandle 2 hal dalam satu waktu”, jelas Mrs Jung. Sebenarnya bukan itu permasalahan Jessica. Ia merasa bahwa Taeyeon akan menjadi mimpi buruknya jika ia terus bertemu laki-laki yang menurutnya pervert itu.

.

‘Baiklah Mom, akan aku handle. Aku harus pergi ke Ritz, talk to you later mom”

.

Beeep.

.

Tak ingin berlama-lama, Jessica segera keluar dari ruangannya. Baru saja pintu lift akan tertutup, tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya. Laki-laki itu tersenyum manis pada Jessica sebelum masuk ke dalam lift.

.

Sial bagi Jessica untuk bertemu dengan Taeyeon lagi. Ia pikir namja itu sudah pergi namun ternyata sekarang berada dalam satu lift dan hanya berdua saja dengannya. Tatapan Taeyeon terus mengintimidasi Jessica, dan itu membuat Jessica risih sedangkan Taeyeon seperti menelanjanginya dari atas kepala hingga ujung kaki.

.

“Berhenti menatapku seperti itu, tuan Kim yang terhormat”, kesal Jessica. Taeyeon hanya terkekeh mendengarnya.

.

.

-Jleb-

.

Lift tiba-tiba berhenti dan penerangan di dalamnya redup. Jessica sangat kaget dan mulai ketakutan. Sepasang tangan mengurungnya dan hanya deru nafas mint yang bisa ia rasakan dari indera penciumannya.

.

“Jangan takut, ada aku disini”, bisik Taeyeon pelan di telinga Jessica. Deru nafas Taeyeon membuat Jessica tak nyaman ditambah jarak mereka hany beberapa inchi.

.

“M…mm.. maa…mau a…aapa kau?” Jessica gugup bukan main saat Taeyeon meniup telinganya dan tangan kiri Taeyeon sudah berada di paha Jessica yang terekspos karena rok mini yang sedang ia pakai.

.

“Tenanglah, kau pasti akan mengerti”, setelah berucap seperti itu, Taeyeon mulai memasukkan tangannya ke dalam rok mini Jessica. Entah apa yang terjadi, Jessica mendadak merasakan tubuhnya menjadi kaku dan sebuah desahan keluar dari mulutnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tiing…

.

Pintu lift terbuka dan beberapa orang Jessica sudah berdiri di depan lift. “Syukurlah, anda tidak apa-apa nona muda?” tanya salah seorang staf. Jessica hanya menganggukkan kepalanya dan ia mulai berjalan meninggalkan lift dan melewati Taeyeon begitu saja.

.

“Yah, Taeng. Ah syukurlah kau tidak apa-apa. Ibumu bisa membunuhku jika kau terluka”, Jongsuk muncul begitu Taeyeon keluar dari Lift.

.

“Maafkan kami tuan Kim, tiba-tiba saja lift ini bermasalah”

.

“Ah, sudahlah tidak perlu minta maaf. Aku baik-baik saja. Jongsuk-ah, kajja kita pulang”, Taeyeon beserta tim pamit dari gedung JK Group.

.

.

Tanpa ada yang tahu, Taeyeon tersenyum penuh makna pada salah seorang yang berdiri agak jauh darinya. Dialah pelaku yang sebenarnya yang disuruh Taeyeon untuk sengaja membuat lift bermasalah. Ia sudah memulai aksinya untuk membuat Jessica jatuh ke dalam pelukannya.

.

.

***

.

“Childish”, ucap Tiffany pada Jessica.

.

Mereka kini sedang berada di sebuah restoran yang berada dibawah naungan perusahaan Sooyoung. Yuri gagal membujuk Jessica, hingga akhirnya ia menelpon Sooyoung untuk membantunya agar Jessica tidak marah lagi. Sedangkan Jessica menelpon Tiffany karena ia tidak ingin pulang bersama Yuri ataupun Sooyoung.

.

“Kau pikir pendengaranku bermasalah, Tiff? aku mendengar Yul menggumamkan nama seseorang dan itu bukan aku”, Jessica menceritakan kekesalannya pada Yuri sedangkan Yuri dan Sooyoung sedang pergi memesan makanan mereka.

.

“Bukankah Yul bilang tidak ada? Harusnya kau percaya pada tunanganmu, Jessie”, Tiffany mencoba meyakinkan teman seperjuangannya itu.

.

“Ah, molla~”, Jessica memilih memainkan ponselnya dan tidak mau membicarakan masalah ini lagi. Hari ini banyak hal tak terduga yang terjadi terutama saat bertemu Taeyeon.

.

Sooyoung dan Yuri kemudian datang bersama dua pelayan yang membawa makanan pesanan mereka. Sooyoung dengan cepat, duduk di sebelah Jessica dan mulai menyantap makanannya. Mereka berempat makan tanpa mengeluarkan sebuah obrolan.

.

Yuri menyadari bahwa Jessica belum mengambil scallops kesukaannya. Ia berinisiatif mengambilkannya untuk Jessica yang berada di depannya, namun Jessica mengetahui maksud Yuri. Ia pun dengan cepat mengambil scallops dari piring Sooyoung.

.

“YA!!”, Sooyoung refleks teriak karena makanannya baru saja dicuri oleh Jessica dan langsung dimakan gadis itu. Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, tatapan mematikan Jessica membuat Sooyoung mengurungkan niatnya untuk marah.

.

“Thankyou, Soo”, senyum Jessica sangat manis tapi bagi Sooyoung, senyuman itu mengerikan.

.

.

.

.

“Baby, kau masih marah?”, Yuri mengajak Jessica berbicara. Mereka saat ini sedang berdua. Sooyoung sedang menerima telpon dan Tiffany izin ke restroom.

.

Yuri berdiri dan duduk di kursi yang ditempati Sooyoung. Ia mencoba menyentuh lengan Jessica namun gadis itu membelakanginya. Jessica mencoba percaya pada Yul tapi ia kadang menjadi ragu.

.

“Yul, aku mohon jangan biarkan senyum Sooyeon memudar. Dia berharga bagiku”

.

Suara itu menyadarkan Yuri kembali. Ia beranjak dari kursi dan berdiri di depan Jessica. Ia sedikit jongkok untuk dan mendongak menatap wajah Jessica. Ia mengusap pelan pipi kanan gadis itu.

.

“Bagaimana kalo kita pergi ke Jeollabuk? Sudah lama kita tidak ke Naejangsan”, Yuri mencoba membujuk gadis itu. Ia memang tidak ingat bahwa ia pernah bermimpi, jadi ia bingung untuk membuat Jessica yakin.

.

“Apa kau mau, baby?”, Yuri bertanya sekali lagi berharap Jessica setuju dengan ajakannya. Karena Yuri tau bahwa itu tempat itu salah satu tempat favorit Jessica.

.

“Hanya berdua?” Jessica mulai tertarik dengan ajakan Yuri.

.

“Soo dan Fany juga boleh ikut”

.

“Minggu ini, yakso?” Jessica mengulurkan kelingking kanannya. Hal yang biasa ia lakukan saat membuat janji dengan Yuri atau Sooyoung.

.

“Yakso”, Jessica tersenyum dan Yuri berdiri memberi pelukannya pada Jessica yang masih duduk. “Kau terlihat manis jika tersenyum, hmmm”, ucapan Yuri membuatnya blushing lagi akibat pujian itu.

.

——————————-

.

.

Tiffany berkacak pinggang sambil bersandar di mobilnya sedangkan Jessica hanya tersenyum. “Jadi kau melupakanku setelah berbaikan dengan Yul”

.

“Aish, bukan begitu Tiff. Kau yang terbaik. Gomawo”, Jessica mengecup pipi Tiffany lalu berlari kecil menuju mobil Yuri dimana namja itu sudah menunggu.

.

“YAA!! Jessica Jung!”, Jessica melambaikan tangannya dan membentuk hati dengan kedua tangannya untuk Tiffany disertai kekehannya.

.

Sooyoung hanya tertawa puas karena Tiffany merasakan hal yang sama saat berurusan dengan Jessica. “Tinggal kita berdua sayang, ingin menikmati waktu berdua?” Sooyoung menaik turunkan alisnya dan mengeluarkan cengirannya.

.

“Awwwww”, Tiffany baru saja mencubit pinggangnya. Ia berlari mengejar kekasihnya yang berjalan lebih dulu.

.

Sifat jail Sooyoung muncul lagi. Tanpa aba-aba, dari belakang ia langsung membopong Tiffany dengan bridal style dan membawanya ke mobil. “YAH!!”

.

.

.

.

Pasangan Soofany memilih kembali ke apartemen milik mereka. Sooyoung membelai rambut hitam panjang kekasihnya dengan lembut, sedangkan Tiffany bersandar di pundak namja itu sambil membaca beberapa berkas pasien.

.

“Kau memiliki jadwal operasi besar, sayang. Apa itu diizinkan untuk mahasiswa magang?”, Sooyoung mencoba mencari topik yang bisa mereka bahas saat ini.

.

“Ini sebagai ujian, aku dan Jessie masih harus melewati banyak ujian”, Sooyoung hanya mengangguk mengerti.

.

“Kau pasti bisa menjadi dokter yang hebat”

.

Tiffany menunjukan eyes smile miliknya. Ia memilih meletakkan berkas dan mendekatkan tubuhnya ke Sooyoung. Ia menyentuh seluruh wajah Sooyoung, mengabsen satu per satu. Satu kebiasaan Tiffany, mengagumi wajah kekasihnya. “Apa kita akan tetap bertahan, Soo?”

.

Sooyoung menggenggam kedua tangan halus Tiffany dan mengecupnya “Pasti, itu janjiku. Bahkan ketika ada seseorang yang tiba-tiba membuatmu beralih dariku, aku akan membawamu kembali padaku. Bukankah itu tugasku?”, Lagi-lagi Tiffany tersenyum. Sooyoung selalu menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang sama.

.

.

Drrttt…drrtt…..drrtt…

.

“Hallo?…. Baiklah, aku akan segera kesana”, Sooyoung berdiri dan segera menuju lemari pakaiannya. Tahu apa yang akan dilakukan Sooyoung, Tiffany segera merapikan berkas miliknya dan bersiap-siap.

.

“Apa ada meeting?”

.

“Tidak. Hanya beberapa investor sedang berkunjung ke kantor. Aku harus menemui mereka” Sooyoung sudah rapi dengan pakaian formalnya. Ia mendekap tubuh Tiffany yang sedang berdiri di depan kaca merapikan rambutnya. “Mau diantar kemana?”

.

“Ke Rumah Sakit saja”

.

“Oke, call. Silahkan lewat sini tuan putri”, ucap Sooyoung mempersilahkan kekasihnya jalan duluan. Tiffany memukul pundak Sooyoung pelan karena ucapan namja itu dan Sooyoung hanya tertawa puas.

.

“Childish”

.

.

.

***

.

Taeyeon duduk di sofa dengan ditemani marcolini favoritnya. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok namja yang masih terbilang muda. Namja itu melepas jasnya dan meletakkan di atas kursi.

.

“Ada yang kau butuhkan, Taeyeon-ssi?” ucap namja itu sambil duduk dan mulai membuka laptopnya.

.

“Aigoo~~ kau masih saja terlalu formal padaku Yoong. Ngomong-ngomong, sudah lama kita tidak bertemu. Kau kembali ke Korea di saat yang tepat”, ucap Taeyeon lalu mengeluatkan sesuatu.

.

Yoong menatap Taeyeon yang masih berada di sofa. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Taeyeon mengeluarkan sebuah amplop besar. “Ada pekerjaan untukmu Yoong. Kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan dariku” tawar Taeyeon.

.

Yoong memainkan bolpoinnya dan memutar benda itu sambil berpikir. “hmmmm, apa itu pekerjaan yang menyenangkan?”

.

Taeyeon tertawa. Ia membawa amplop itu menuju tempat Yoong berada dan meletakkannya di atas meja. “Lebih dari yang kau pikirkan tuan Im Yoong. Hubungi aku jika kau bersedia”, Taeyeon segera pergi tanpa menunggu jawaban dari namja yang lebih muda darinya itu.

.

Yoong membuka isi amplop dan melihat semuanya. Ia meneliti satu per satu yang ada dan melihat selembar kertas dimana ada tanda tangan Taeyeon. Ia menggeleng heran saat mengetahui apa yang Taeyeon inginkan.

.

“Menarik juga”, ia segera mengambil ponselnya dan mendial nomor Taeyeon.

.

“Wow, kau terlalu cepat untuk berpikir kali ini Yoong”, sapa Taeyeon di seberang sana.

.

“Well, aku tertarik dengan tawaran itu dan aku terima”, Taeyeon tersenyum simpul mendengar jawaban dari lawan bicaranya itu.

.

“Oke kalo begitu. Goodluck Yoong”, Taeyeon mengakhiri panggilannya.

.

.

.

Beep..

.

From: Yejin noona

Yoong, jangan lupa makan malam di kafe tempat biasa. Hyuni bisa meluangkan waktunya, dan aku akan membawa seorang teman. See you~

.

.

.

“Huh? Semenjak kapan Yejin noona punya teman selain aku dan Hyuni?” pikirnya. Yoong segera membereskan mejanya dan menyimpan amplop itu ke dalam laci belajarnya.

.

Terdengar ketokan pintu dari luar dan Yoong mempersilahkan seseorang untuk masuk. “Tuan muda, malam ini pembukaan galeri lukisan. Apa anda ingin datang?” orang kepercayaan Yoong bertanya.

.

“Tidak ahjussi, aku ada janji makan malam. Tolong sampaikan maafku pada noona”

.

“Baik tuan muda akan saya sampaikan. Saya permisi dulu”

.

.

——————————-

.

Malam tiba, dan Yoong sudah bersiap menuju tempat yang dikatakan oleh Yejin. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mencoba menikmati suasana malam Seoul yang begitu indah malam ini.

.

“Selamat datang tuan muda Im. Nona Hyuni sudah ada di dalam”, ucap seorang pria di pintu depan kafe yang Yoong tahu bahwa pria itu adalah sopir Hyuni.

.

Yoong segera masuk dan menuju meja biasa dan disana ia melihat Seohyun yang terlihat begitu cantik dengan penampilan yang cukup simple.

.

“Oppa~”, Seohyun melambaikan tangannya begitu melihat Yoong. Mereka berpelukan sekilas dan Yoong duduk di seberang Seohyun.

.

“Sudah lama menunggu?”

.

Seohyun melihat jam tangannya “Sekitar 10 menit, Oppa. Yejin unni bilang, ia akan segera sampai” Yoong menganggukkan kepalanya mengerti.

.

Mereka pun memilih berbincang-bincang hingga muncul dua sosok yang mereka tunggu. Yoong terkejut karena seseorang yang Yejin katakan teman adalah bukan orang sembarangan. Bahkan Yoong tidak habis pikir, bagaimana Yejin bisa mengenalnya.

.

“Yoong, kenalkan ini teman lamaku dan juga teman sekelasku di kampus”

.

Yuri mengulurkan tangan “Kwon Yuri”

.

Yoong membalasnya dan terkekeh “Ya, aku tahu. Kau terlalu sering muncul di majalah. Panggil saja Yoong seperti yang lainnya”, ucap Yoong.

.

Seohyun mempersilahkan semuanya untuk duduk. Yuri tersenyum karena tidak menyangka bahwa gadis yang membuatnya penasaran ada di acara makan malam ini. Diam-diam dia berterima kasih pada Yejin yang sudah mengajaknya.

.

Tanpa ia sadari, Yoong memperhatikan pandangan Yuri yang sedari tadi mencuri pandang pada Seohyun. “Woow, ini akan sangat menarik”, ucap Yoong dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————-

Hai Hai… The Heirs hadir…

Selamat membaca, jangan lupa komennya ^^

Annyeong!!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

150 thoughts on “The Heirs (4)

  1. wah wah wah sica sadis bnget ye main jambak2 sembarangan kkk kasian bnget idup lo soo soo hehe…
    eh eh apa yg dilakuin taeng ke sica kok tangannya ke rok2 segala ampe ada desahan lagi #pasangmukasokpolos wkwkwk tp taeng sepertinya suka beneran ma sica ..taeng,lo hrus lbih berusaha lg klow mo deketin sica kkk
    kira2 rencana apa yg sdang disusun ma yoontae ya….

    Like

  2. SiByun Taeyeon agresif bgt am Sica. Yul ap nm Hyunie yg qm sbt ampe HellSica tngkt ats keluar.haa…ha….kasihn Soo kena murkany Sica.Soofany trs mesra aj,tp kykny akn ad halngn akn hub itu.seru..ser..

    Like

  3. Jessica marah” ajah hahaha
    Taeyeon mah haduuh mainnya di lift haa:D tiap chap ada NiCe nya je hahaha satu syaraf putus… Tapi ceritanya keren(y)

    Like

  4. Woow ini akan sangat menarik # yoong.
    Ya.. . Semakin menarik. Pertemuan ke3 taengsuc, wahhhhh taeng udah mulai beraksi untuk mendapatkan sica.
    Hahaha poor syoo terkena hellsica pagi hari.
    Yul sedang berbunga-bunga karna bertemu lagi dgn gadis puja’annya.

    Like

  5. Makin kacau di part ini😔😔😔.. Tae appa krakternya licik mele😐😐 gak ada yg lebih baek thor buat tae appa😊
    banyak sekali yg aq blum paham.. blum kebuka semua jdi hanya sedikit yg aq ambil di part ini yulseo yoonseo yulsic taengsic jg soofan msh couple ngacak jdi GAK bs nebak dgn siapa hati mrk berlabu ^^

    Like

  6. taeng gencar banget ngedeketin sica nya, sampe2 dia ilfeel banget liat taeng hihi
    maju terus oppa jangan nyerah, bikin si ice princess bertekuk lutut padamu..
    disini yoong masih abu2 karakternya,,

    Like

  7. Aissshhh emang dasar Taeng Pervet banget dah,, >:O
    baru aja kenal udah berani-beraninya kayak gitu, berasa kagak rela kalo sica harus ama taeyeon,,
    akhhhh awas lo taeng >:O

    Waduhh konfliknya udah mau muncul nih
    kira-kira apa yah rencana yoong ama taeyeon,,??
    ckckck chap ini buat ay makin penasaran thor ama cerita selanjutnya,,,

    okay dah next ^^

    Like

  8. wakawaka ,,, taeng byun nya gak ketulungan .. apa yg direncanain oleh taeng dan yoong ya ? sica cinta sepihak nih sama yul ,, tpi klo dikategorikan yulsic bisa jdi TTMan tuh . sahabat ko sweet banget . hehehe

    Like

  9. Suka sama karakter sica disini, cute dn manja kalo lg sama yul dn soo , selebihnya akan nunjukin ice princess nya .

    Part fav disini pas sica jenggut rambut soo, dn soo ngelakuin hal yang sama ke yul, ngejenggut rambut yul tiba tiba . hahah

    Like

  10. wah persaingan semakin memanas, setiap rahasia2 castnya makin bikin penasaran. Jd disini mereka teman atau musuh, teman tp musuh atau musuh tp teman (?) Kereeeeeennnnnnn~

    Like

  11. Udah baca part 1-3 dlu.. Bingung juga knpa ga d lanjut ya dlu bacanya 😄
    Ohh iya gua penasaran apa yg d lakuin taeng ke sica pas d lift.. Jangan2😏😄
    Tae nyuruh apa sma si yoong?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s