My Trouble Maker (7)

Tittle                : MY TROUBLE MAKER

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Im YoonA

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Seo Juhyun

Victoria Song

Choi Sooyoung

The Others

Genre              : Gender Bender, Friendship, Drama, Romance, Angst

 

Series

————————————————————————–

Part 7

.

.

“Hai beautiful”, seseorang mengagetkan Jessica yang baru saja duduk di bangku taman kampus.

.

Jessica memukul pelan namja itu menggunakan buku yang sedang ia pegang. “Kau mengagetkanku, Yul”, Yul hanya memasang puppy eyes di hadapan dosennya itu.

.

“Hehehe, mian Sica. Bagaimana liburanmu?” Yul memulai percakapan ringan dengan wanita yang sedang ia kagumi saat ini. Jessica menceritakan liburannya yang lebih banyak dihabiskan di rumah oppanya.

.

“Oh, jadi kau memiliki seorang Oppa di Jepang ini? Kenapa tidak tinggal bersamanya?”

.

“Hmmm, dia bukan oppa kandungku Yul. Dia oppa tiriku tapi ia memperlakukanku sama seperti adik kandungnya. Oppa tinggal di Jepang karena pekerjaannya disini, dan aku tidak bisa tinggal bersama oppa karena ia sudah berkeluarga”, terang Jessica dan Yul hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O.

.

Jessica tiba-tiba tertarik dengan pembicaraan ini. “Bagaimana denganmu Yul? Apa kau memiliki saudara kandung?”, Yul sedikit terkeut dengan pertanyaan itu. Sebelum Jessica menangkap perubahan wajahnya, Yul langsung menceritakan tentang adiknya kepada Jessica tanpa menyebutkan namanya.

.

“Jadi, dia tidak pernah pulang ke rumah karena membencimu dan Appamu? Kenapa dia jahat seperti itu?”, Jessica agak kesal mendengar cerita adiknya Yuri.

.

Yul tersenyum “Dia pantas membenciku dan ini semua karena Appa lebih percaya padaku daripada adikku. Dulu aku terlalu egois hingga tidak pernah mempedulikan perasaan adikku, sampai suatu ketika ia pergi dari rumah. Aku menyadari satu hal, benar kata adikku bahwa aku lebih brengsek darinya”.

.

“Yul, kau tidak boleh bicara seperti itu”, Jessica mencoba meyakinkan Yuri. Ia tidak menyangka bahwa cerita Yuri dan adiknya terlalu sensitive untuk dibicarakan. “Lebih baik kita bicara yang lain ya?” pintanya.

.

Yuri menggeleng pelan. “Tidak apa-apa”, ia lalu duduk menyamping menghadap Jessica yang berada di sebelahnya. “Apa aku boleh bertanya sesuatu?”

.

Jessica mengerutkan dahinya. “tentang apa Yul?”

.

“Adikku.. Menurutmu, apa yang harus kulakukan agar ia tidak membenciku, Sica-ah??”, Jessica tampak berpikir sejenak. “Kupikir kau harus membawa Appamu untuk bertemu dengan adikmu. Lalu membicarakan permasalahan kalian secara baik-baik”.

.

Yuri menghela nafasnya “Itu terlalu mustahil, Sica. Appaku menganggap bahwa adikku sudah mencoreng nama baik keluarga. Kau ingat kejadian pesta temanku di bar waktu itu?”

.

“Ya aku ingat. Kenapa Yul?”

.

“Mereka orang-orang adikku. Dia seorang yakuza dari kelompok Kaizen, kelompok ini paling ditakuti di Tokyo. Hmmmm……………”, Yuri mulai bingung melanjutkan ceritanya. Melihat gerak gerik Yuri, Jessica tertawa kecil karena ia tahu maksud Yuri.

.

“Aku mengerti maksudmu Yul. Jadi, adikmu adalah yakuza dan kau hampir sama sepertinya tetapi kalian beda kelompok”, Yuri menganggukkan kepalanya. “Lalu masalahmu dengan adikmu karena apa?”

.

“Pertama, masalah keluarga belum selesai  karena Appa sudah tidak mau tahu tentang adikku. Kedua, dia menyuruh orang-orangnya untuk memukuli adik dari salah satu kekasih sahabatku. Aku mengkhawatirkannya karena jika sahabatku tahu siapa pelakunya, maka adikku dalam bahaya. Aku membencinya yang berubah seperti orang yang tak ku kenal dan ia membenciku karena ia menganggapku sebagai penyebab Appa membencinya”, jelas Yuri.

.

Jessica tampak berpikir kembali atas apa yang Yuri ucapkan. “Sepertinya kau harus membujuk Appamu untuk membicarakan masalah ini Yul. Mungkin”

.

Perkataan Jessica memberikan secercah harapan yang muncul dalam benak Yuri dan ia mulai memikirkan sebuah ide. Tanpa sadar ia memeluk Jessica dan mengucapkan terima kasih banyak telah menyadarkannya sebuah ide. Tak jauh dari mereka, ada seseorang yang dari tadi berdiri disana dan melihat semuanya.

.

.

.

——————————–

.

Kami melaporkan dari kawasan Roppongi.

Semalam terjadi kebakaran dahsyat di sebuah showroom mobil. Tidak ada korban jiwa tetapi belum bisa dipastikan penyebab kebakaran.. Sampai saat ini pemilik showroom sedang berada di kepolisian untuk memberikan keterangan.

.

.

Klik…

.

“Kerja bagus”, Taeyeon berucap sebelum menyeruput caramel machiato yang menemaninya di pagi hari bersama sahabatnya, Sooyoung.

.

“Yul meninggalkan 3 mobil untuk sengaja terbakar. Semua barang sudah diamankan ke Kyoto”, Sooyoung menjelaskan situasinya pada Taeyeon sekaligus bosnya.

.

Taeyeon mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. “Kau tahu Soo, benda ini isinya bisa menembus hingga ke otakmu”, ucap Taeyeon dengan tenangnya sambil menunjukkan Beretta 92 yang ia punya.

.

Mendengar itu, Sooyoung tahu bahwa ada yang tidak beres. Susah payah ia menelan ludahnya. “Ada apa, Taeng?”, tanyanya sedikit takut.

.

“Kau sudah menghabisi supir truk itu?”, Sooyoung mengangguk untuk menjawab pertanyaan Taeyeon.

.

“Baguslah. Jika tidak, maka peluru dari pistol ini yang akan menembus kepala supir truk itu”, Taeyeon tersenyum kepadanya sahabatnya, seolah apa yang baru saja ia ucapkan merupakan hal yang biasa.

.

Ia lalu mengeluarkan selembar kertas. “Pergilah bersama Yul ke Rusia dan antarkan Kalashnikov AK-47. Jangan ada kesalahan Soo, kau tahu senapan itu bisa membunuh orang dalam sekejap saja. Aku tidak terima ada kesalahan. Kau mengerti?”

.

“A—Aku mengerti Taeng”

.

Tak berapa lama, seseorang masuk dengan membawakan makanan untuk sarapan pagi mereka. “Habiskan Soo, setelah ini aku harus menemui adikku”, keduanya pun menikmati sarapan pagi mereka di ruangan khusus milik Taeyeon.

.

.

.

.

Setelah sarapan, Taeyeon langsung menuju ke sebuah ruangan yang sangat besar. Ia masuk dan melihat dua suster sedang membersihkan tubuh Jieun dan membantunya mengenakan pakaian. Taeyeon melipat kedua tangannya di dada dan bersandar di tembok. Melihat para suster dengan seriusnya merawat istrinya.

.

.

“Tuan muda, ada seorang gadis muda di sebelah sana”, salah seorang melapor. Taeyeon mendekati arah yang dimaksud dan melihat seorang gadis sedang menangis dengan melipat kedua lututnya dan menutupi wajahnya.

.

Taeyeon melihat dengan jelas, pakaian gadis itu terkena bercak darah dan tangan kiri yang berlumuran darah.

.

“Oh shit!!”, cepat bawa mereka.” Taeyeon berteriak memerintahkan anak buahnya untuk membawa gadis itu dan pria tua yang tergeletak dengan lumuran darah.

.

.

“Bagaimana keadaan pria itu, Mike?”, Taeyeon bertanya pada salah satu dokter kepercayaannya.

.

“Dia kehilangan banyak darah, dan denyut jantungnya melemah. Bahkan alat-alat tak akan lama untuk menopang hidupnya”, Taeyeon memandang pria tua tadi yang sedang terbaring di hadapannya.

.

“Pastikan tidak ada yang tahu akan hal ini, termasuk Ayahku. Kau paham?”

.

“Ya, aku paham Taeng.. Bagaimana dengan gadis itu?” tanya Mike.

.

“Apa dia anaknya?”, Taeyeon menoleh ke belakang dan bertanya pada salah satu anak buahnya.

.

“Iya tuan muda. Saya baru mengetahuinya tadi. Sepertinya tuan besar tidak tahu jika mister Song Kyu memiliki seorang anak”, ucap namja itu kepada Taeyeon.

.

Taeyeon menatap Mike kembali. “Jika mister Song tidak bisa diselamatkan, tutupi semua masalah ini dengan baik. Gadis itu akan menjadi urusanku”, Taeyeon beranjak dari situ dan segera pergi namun Mike memanggilnya.

.

“Taeng, gadis itu seorang william syndrom” jelas Mike. Taeyeon hanya memberikan tanda mengerti dan segera menemui gadis itu.

.

.

.

“Tuan muda”, suara salah satu perawat membuat Taeyeon menghentikan penerawangan masa lalu. “Nyonya sudah memakan sarapan dan meminum obatnya. Kami permisi dulu”, pamit suster itu dan Taeyeon tersenyum.

.

“Beristirahatlah, terima kasih”, ucapnya kemudian mendekati tempat tidur milik Jieun. Istrinya sedang berbaring sambil memeluk barry kesayangannya dan dookong milik Taeyeon. Taeyeon duduk di pinggir ranjang dan mengecek keadaan istrinya.

.

“Apa ini sakit?” tanyanya pada Jieun yang sedang menggunakan selang pernapasan untuk membantunya bernapas dengan baik.

.

Jieun hanya menggeleng dan tersenyum tulus pada Taeyeon. “Istirahatlah, Oppa akan menjemput Sooyeon dan Hyoyeon. Mereka sedang berjalan-jalan, hmmm”

.

“Yeonni~~?”, Taeyeon tersenyum saat istrinya bertanya dengan ekspresi senang sekaligus lucu menurutnya.

.

“Iya, sayang. Katanya Sooyeon membelikan sesuatu untukmu. Oppa akan segera menjemputnya”, Jieun hanya mengangguk tersenyum. Setelah mengecup kening Jieun, Taeyeon segera melajukan mobilnya menuju tempat dimana Hyoyeon dan Jessica berbelanja.

.

.

————————————

.

Yuri baru saja selesai mandi dan namja itu masih asik berkaca untuk menyisir rambutnya agar terlihat rapi. Tak lupa ia juga bersiul dan terkadang mendendangkan lagu yang entah liriknya benar atau tidak.

.

“Yul”, Yuri menoleh ke arah pintu dan mendapati Victoria dengan kopernya. Ia masuk dan memeluk Yuri.

.

“Mau kemana?”, tanyanya pada Yuri yang terlihat rapi hari ini. Yuri selesai menyisir rambutnya dan dengan halusnya ia melepas tangan Victoria yang memeluknya.

.

“Aku ada urusan pekerjaan. Aku pergi dulu”, Yuri pergi begitu saja tanpa memberikan kecupan atau semacamnya. Hal yang dulu sering ia lakukan untuk Victoria. Yeoja itu sedikit terluka dengan perlakuan Yuri yang sudah berubah.

.

.

Dengan bmw z6 miliknya, ia melenggang bebas di jalanan Tokyo yang mulai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan. Tidak membutuhkan waktu lama, Yuri sudah tiba di kafe dimana Sooyoung sudah menunggunya.

.

“Besok kita akan ke Rusia untuk mengantarkan barang-barang itu”, Sooyoung berucap setelah Yuri meletakkan buttnya di kursi.

.

“Bisakah aku tidak ikut? Aku ada janji bersama bidadariku, Soo.

.

“Bidadarimu?? Victoria??”

.

“Bukan, dia wanita yang kita tolong waktu itu saat kita ke apartemennya”

.

“Ah, maksudmu Jessica. Tapi dengan menyesal, aku memintamu untuk membatalkan janji itu Yul. Taeng yang menyuruh kita dan tanpa ada kesalahan. Karena kejadian kemarin, hampir saja semuanya terbongkar. Taeng tidak ingin ada kesalahan”

.

Yuri menghela napasnya saat Sooyoung sudah menyebutkan nama Taeyeon. “Huft baiklah, kalo itu perintahnya Taeng”.

.

.

***

.

.

.

Hosh…hosh….hosh…..

.

Langkah kaki Hyoyeon terasa semakin berat, namun ia belum bisa tenang jika belum menemukan Jessica. Mereka berada di daerah Shibuya karena Jessica ingin makan bersama dan membeli sebuah hadiah untuk kakak iparnya. Saat berada di parkiran restoran, Jessica tiba-tiba meminta es krim dan menunjuk ke arah seberang jalan dimana cafe es krim itu berada.

.

Hyoyeon mengabulkan keinginannya untuk membelikan satu cup es krim vanilla kesukaannya. Hal yang tak terduga terjadi, tiba-tiba saja Jessica tidak berada di parkiran mobil. Dengan keadaaan panik, namja itu mencarinya di sekitar Shibuya.

.

.

.

.

.

“Sica, aku mohon berhenti”, suara putus asa dari seorang Kwon Yoona tertangkap telinga Jessica, namun ia tak peduli dan terus berlari menghindari namja itu.

.

Tak mau kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya, Yoong berusaha mengejar dan kini berdirilah ia di hadapan gadis itu.

.

“Apa segitu bencinya kau padaku, Sica?” suara Yoong bergetar menahan kesedihannya dan Jessica hanya diam, menggigit bibir bawahnya karena tidak tahu harus berkata apa.

.

Air mata Yoong sudah mengalir sejak ia mengejar Jessica “Mian….mianhe….. mianhe”, hanya kalimat itu yang terus Yoong ucapkan. “Kau boleh membenciku, tapi aku hanya ingin kau tahu kebenarannya Sica”

.

Jessica masih diam seribu bahasa. Luka lama yang coba ia lupakan, kini seperti sebuah kaset yang sedang memutar semua kesedihannya saat tiba-tiba Yoong pergi dari hidupnya tanpa jejak.

.

Yoong merasakan pukulan di dada bidangnya, Jessica mulai memaki dan menangis, mengeluarkan semua perasaaannya pada namja di hadapannya. Yoong membiarkan hal itu, ia bahkan maju mendekat sehingga Jessica bisa memukulnya sesuka hati.

.

“Aku sangat membencimu Yoong”, akhirnya kalimat itu keluar dari bibir mungil Jessica.

.

Untuk pertama kalinya, Yoong terlihat begitu menyedihkan. Ia memeluk Jessica walau gadis itu memberontak. “Aku mencintaimu Sica, selalu dan hanya kau”

.

“Pembohong!! Kau seorang pembohong besar Yoong”

.

.

.

Dari kejauhan, Hyoyeon menangkap sosok Jessica yang sedang terlibat pembicaraan dengan seorang laki-laki. Ia bersembunyi di balik pohon besar yang tak jauh dari tempat Jessica dan namja itu berada. Saat ia mendekat, saat itu juga Hyoyeon mendadak membisu menyadari siapa namja itu. –Kwon Yoona, mantan kekasih Jessica.

.

Kudengar isak tangis Jessica, ia berteriak dan memaki Yoong. Semuanya tidak terdengar terlalu jelas karena bercampur suara isakan. Karena sudah tidak tahan, Hyoyeon akhirnya menghampiri mereka dan memberi pukulan pada Yoong.

.

“Oppa, berhenti!!”, Jessica berusaha melerai adu jotos antara Hyoyeon dan Yoona. Tapi bukannya berhenti, keduanya malah terus berkelahi.

.

“Toloonggg!!!!!!!!!”, Jessica berteriak dengan kencangnya dan dari beberapa arah terlihat orang-orang mulai mendekat ke arah mereka. Tak mau mengambil resiko, Yoong memilih untuk segera pergi dari lokasi.

.

.

Taeyeon yang baru saja tiba di daerah itu melihat keramaian orang-orang. Ia berpikir ada sebuah kecelakaan, namun tak dapat melihat dengan jelas siapa korbannya. Ia pun memilih untuk melajukan mobilnya menuju restoran tempat dimana ia janji bertemu dengan Jessica dan Hyoyeon.

.

.

.

“Hyung!!”, seseorang meneriaki Taeyeon yang baru saja turun dari mobil. Seorang namja dan yeoja menghampirinya.

.

“Oh, Yong. Apa yang kau lakukan di daerah ini?”, heran Taeyeon melihat adik dari Tiffany apalagi bersama seorang gadis.

.

“Kami hanya berjalan-jalan Hyung. Oh ya Hyung, ini Seohyun. Dia temanku”, Yonghwa memperkenalkan Seohyun untuk pertama kalinya pada Taeyeon.

.

Taeyeon menautkan alisnya dan menatap penuh tanda tanya. “Apa Tiffany kenal dengan Seohyun?”, Yonghwa lalu tertunduk malu karena ia mengerti arti ucapan Taeyeon yang menggodanya.

.

“Kami hanya teman Hyung”

.

“Memangnya Hyung bertanya seperti itu?”, Taeyeon semakin menggoda Yonghwa sedangkan Seohyun tidak mengerti arah pembicaraan mereka.

.

“Ah hentikan Hyung, jangan melihatku seperti itu” Taeyeon terkekeh melihat tingkah malu-malu Yonghwa. “Kami buru-buru pulang Hyung, Seohyun harus segera pulang”, lanjut Yonghwa.

.

“Kau membawa motormu?”

.

“Iya Hyung, aku memarkirkannya di seberang sana”, Yonghwa menunjuk ke arah dimana motornya berada.

.

“Okay, hati-hati Yong”, ucap Taeyeon. Ia kemudian berbisik kepada Yonghwa agar Seohyun tidak mendengar. “Dia gadis yang manis”, Yonghwa semakin blushing digoda lagi oleh Taeyeon.

.

Ia segera membawa Seohyun untuk menjauh dari Taeyeon dan meninggalkan namja imut yang sedang tertawa puas karena berhasil menggoda dirinya. “Aigoo~ anak zaman sekarang”.

.

Taeyeon mulai bersiap memasuki restoran ketika ia melihat sudah ada mobil miliknya yang memang digunakan adiknya dan Hyoyeon. Ia pun menuju meja resepsionis untuk menanyakan letak tempat duduk Hyosic. Sayangnya jawabannya resepsionis membuatnya heran karena orang yang ingin ia temui tidak ada disana.

.

“Kenapa tidak diangkat ya?”, Setelah menuju ke mobilnya, Taeyeon mencoba menghubungi Jessica tapi tidak ada jawaban sama sekali. Begitu juga saat ia menelpon Hyoyeon. Tiba-tiba seorang security menghampirinya.

.

“Maaf tuan, anda seperti terlihat kebingungan?” tanyanya sopan.

.

“Oh, aku mencari pengendara mobil ini. Seharusnya mereka ada di dalam tetapi tidak ada”, Security itu mulai mengingat-ingat tamu yang datang ke restoran ini.

.

“Apa seorang pria dan wanita? Pria dengan rambut blonde dan wanita yang menggunakan dress putih dengan rambut cokelat keemasan?”

.

“Iya mereka yang saya cari. Apa anda melihatnya?”

.

“Hmmmm, tadi kulih— ”

.

Belum saja security itu selesai menjawab, dari arah belakang sang security muncul dua sosok yang Taeyeon tunggu. Taeyeon melihat Jessica yang memapah Hyoyeon karena terlihat susah berjalan.

.

“Astaga!! Apa yang terjadi?” Taeyeon kaget bukan main melihat baju Hyoyeon terdapat bercak darah dan luka di bagian wajahnya. Taeyeon segera membantu adiknya dan membawa Hyoyeon ke dalam mobilnya.

.

“Ada apa Sooyeon-ah? Hyo? Kalian tidak mau bercerita?” Taeyeon bertanya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia melirik adiknya yang duduk disampingnya sedang menatap ke arah luar jendela sedangkan Hyoyeon yang duduk di belakang juga diam seribu bahasa. Kalo sudah begini, Taeyeon memilih diam dan akan menanyakannya nanti.

.

.

***

.

Seperti biasa, Tiffany sudah mulai bersiap-siap menuju lokasi pemotretan. Saat ia melewati ruang tamu, ia melihat sahabatnya yang diam dan hanya menatap layar ponsel. “Kau terlihat kurang waras jika hanya memandang ponsel itu Sunny-ah”, yang digoda lalu menatap tajam Tiffany.

.

Wanita itu tertawa kecil melihat sikap sahabatnya. “Kalo merindukan Youngi, lebih baik di telpon jangan menunggu”, Tiffany memberikan saran.

.

“Bukan itu Tiff, tapi selama di Rusia Sooyoung tidak mengaktifkan ponselnya. Apa pekerjaan yang diberikan Taeyeon Oppa begitu susah hingga dia tidak bisa menghubungiku?”, Tiffany yang mendengarnya bingung memberi jawaban. Pasalnya Sunny memang tidak tahu pekerjaan Sooyoung, yang ia tahu bahwa Sooyoung adalah orang kepercayaan Taeyeon.

.

“Mungkin banyak meeting yang harus Sooyoung handle”, Tiffany memberikan alasan kepadanya sahabatnya. Ada perasaan bersalah karena ia bohong pada Sunny. “Bagaimana kalo kau ikut aku ke lokasi pemotretan?”

.

“Tidak Tiff, aku di rumah saja”, Akhirnya Tiffany pun pergi menemui manajernya yang sudah menunggu di bawah.

.

.

.

——————————–

.

Hyoyeon mendapatkan perawatan atas luka yang diderita. Dibantu dengan Taeyeon yang memapahnya sedangkan Jessica diam di belakang tanpa berucap sedikit pun selama mereka berada di rumah sakit.

.

Ketiganya berjalan menuju kafetaria yang berada di dekat rumah sakit mengingat rencana mereka untuk makan di restoran gagal. Taeyeon menghela napasnya karena lagi-lagi adiknya diam seribu bahasa sedangkan Hyoyeon memilih tidak ikut campur.

.

“Sooyeon-ah, sekali lagi oppa tanya apa yang terjadi?” tanyanya pada Jessica yang sibuk memainkan makanannya.

.

Menyerah dengan sikap adiknya, Taeyeon mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “Periksa semua cctv yang ada di Shibuya dan cari tahu apa yang— ”, mata Jessica membulat saat tahu dengan siapa Oppanya berbicara. Ia segera merebut ponsel Taeyeon sebelum Taeyeon memberikan perintah kepada orang yang dihubunginya.

.

“Oppa!!”, kesalnya. Inilah alasan Jessica tidak mau cerita apa yang terjadi pada Taeyeon. Oppanya pasti akan mengerahkan anak buahnya jika sudah mencampuri urusan pribadinya. “Aku bukan anak kecil lagi, Oppa tidak perlu ikut campur”, entah kenapa Jessica menjadi emosi dan membentak Oppanya.

.

Hyoyeon dan Taeyeon terkejut atas sikap Jessica. Hyoyeon menatap Taeyeon yang tiba-tiba diam. Biar bagaimanapun Hyoyeon tahu bahwa Jessica tidak pernah membentak Taeyeon atau berkata kasar pada Taeyeon.

.

Jessica menggenggam kedua tangannya, ia menggigit bibir bawahnya menahan airmata. Ia baru saja sadar dengan apa yang ia katakan kepada Oppanya. “Oppa~”, lirihnya baru saja memanggil Taeyeon yang pergi meninggalkan kafetaria.

.

“Hiks….Hiks…..Pabo”, sebuah rangkulan dapat ia rasakan dari seseorang di sebelahnya. Hyoyeon tidak berucap apa-apa, ia memberikan ketenangan pada tunangannya dan mendengarkan tangisan Jessica.

.

.

.

.

Di ujung lorong rumah sakit yang sepi, Taeyeon melampiaskan semuanya dengan memukul tembok yang ada disitu. Ia juga kesal pada dirinya, sebenarnya Taeyeon sangat protektif pada Jessica. Ia hanya ingin menjaga adiknya.

.

“Taetae”, Taeyeon menoleh saat sebuah suara yang ia kenal memanggilnya. “Oppa, ternyata itu benar kau”, orang itu mendekati Taeyeon.

.

“Oppa, tanganmu kenapa?” ia segera mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan yang ia basahi dengan air.

.

“Awww.. pelan-pelan sayang”, Tiffany mengurangi tekanannya pada luka tangan Taeyeon.

.

“Maaf Oppa”, ia melanjutkan membersihkan darah di tangan kekasihnya itu. “Apa Oppa sedang menemui dokter yang menangani Jieun?”, Taeyeon berjalan ke kursi yang tak jauh darinya dan disusul Tiffany.

.

“Ada sedikit insiden dengan tunangannya Sooyeon dan Oppa tidak tahu apa yang terjadi”, Tiffany memeluk Taeyeon dari samping dan menyandarkan kepalanya di dada Taeyeon. Nada bicara Taeyeon sudah menjelaskan bahwa ia sedang tidak dalam keadaan baik.

.

Ia mendongak menatap wajah Taeyeon. “Apa Oppa menggunakan cara seperti biasa?”, Taeyeon mengangguk.

.

“dan Sooyeon membentakku”, lanjut Taeyeon.

.

Tiffany mencubit hidung kekasihnya itu. “Dia hanya emosi sesaat. Oppa juga sebaiknya meminta maaf, jangan terlalu sering menggunakan caramu untuk melindunginya. Mungkin Sooyeon masih dalam keadaan tidak stabil karena tunangannya terluka”. Taeyeon segera mengecup bibir Tiffany karena gadis itu masih menatapnya.

.

“Kau memang pandai menenangkanku, hmmm”, Tiffany tersenyum saat kekasihnya kembali ke sifat dorknya. “Lalu, kenapa kau ada disini?”

.

“Aku mengambil vitaminku, 2 hari ke depan ada beberapa event yang harus kuhadiri. Ya, untuk menambah teman di industri ini”

.

“Kau mengkonsumsi vitamin lagi. Jaga kesehatanmu Phanny-ah”

.

Tiffany menegakkan posisi duduknya dan merapikan dirinya. “Iya Oppa.. Aku harus pergi sekarang, manajer unni menungguku di mobil”

.

“Hati-hati sayang”, Taeyeon memeluk sebentar.

.

“Hmmm, jangan lupa untuk berbaikan dengan Sooyeon”, Taeyeon hanya mengangguk seperti anak kecil yang dinasehati ibunya.

.

Setelah pertemuan tak terduga dengan Tiffany, Taeyeon segera menuju kafetaria. Tapi baru saja ia mau menuju kesana, suara Jessica memanggilnya. Gadis itu berlari menghampiri Taeyeon dan memeluknya.

.

“Oppa, maafkan aku.. hiks…hiks…”, Taeyeon mengusap punggung adiknya untuk menenangkan gadis itu.

.

“Aigoo~ Oppa tidak marah padamu sayang. Maafkan oppa”, Hyoyeon tersenyum menatap kedua kakak beradik yang saling minta maaf itu.

.

kruuk~~kruuuk

.

Sebuah suara membuat Jessica dan Taeyeon melepaskan pelukan mereka dan menatap ke arah namja yang sedang tersenyum polos. “Hehehehe, aku lapar~”, ucapan Hyoyeon mengundang gelak tawa dari Jessica dan Taeyeon.

.

“Hahahaha, maafkan kami Hyo. Kajja, sebaiknya kita makan”, ajak Taeyeon.

.

Ketiganya pun tertawa bersama karena kekonyolan yang dibuat Hyoyeon. Dari balik tembok, seseorang tersenyum melihat keakraban mereka. Orang itu adalah Tiffany. Ia sengaja menunggu Taeyeon beranjak dari tempat mereka bertemu, karena Tiffany ingin melihat bagaimana wajah Sooyeon.

.

Selama mereka berhubungan, Taeyeon hanya menyebutkan nama adiknya tanpa menunjukkan fotonya. Terlebih untuk bertemu, itu sangat tidak mungkin. Karena hubungannya dengan Taeyeon tidak diketahui sama sekali oleh keluarganya Taeyeon.

.

.

.

.

Di tempat lain

.

“Apa perlu ku telpon dokter Yoong?”, tanya JunK pada bosnya yang masih sibuk mengobati lukanya sendiri.

.

“Tidak perlu, ini hanya luka kecil. Segera cari tahu dimana Jessica tinggal dan juga mengenai pria itu. Jessica harus tahu apa yang terjadi saat aku terpaksa melepasnya. Hubungi aku jika kau sudah menemukan info yang kuminta”

.

“Ne, akan aku laksanakan Yoong”

.

.

.

.

.

.

TBC

—————————————–

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa teman-teman ^^

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

110 thoughts on “My Trouble Maker (7)

  1. Nah kan ternyata jessica itu adik ya taeyeon trus yoong adik ya yuri yg temen ya taeyeon. Yoong itu mantan ya jesssica yg disukai sama yuri, aduh ini makin ribet aja hahahaha

    Like

  2. satu lg terbuka sica adl adik tae. yoong trnyt msh sgt cinta am sica, tp ap sbnrny permslhn yoonsica? wow yoong seorg ketua yakuza,daebak.
    aduh ap pkerjaan tae cs ilegal?? let’s find out…

    Like

  3. Besok libur bakalan namatin mtm hihi😂 oh itu alesan tae nikahin jieun.. taeny berarti hubungan yg rahasia kah?
    kehilangan fokus membaca saat adegan perut hyo bunyi.. kampret 😂

    Like

  4. Bagimna sy gak bergidik ngebaca part ini.. semua main cast berhubangan satu sama laen loh😐😐😐 klo mrk bertemu apa yg terjadi?!
    Taetae serem bwgd.. terlalu di hati jdi baper ginie.. sorry thor tp tetep keren di setiap part yg sy baca sllu ada klimaknya jdi geregetan sendiri.. ada kekagetan apa lagi di part selanjut nya.. itu lah satu pertanyaan sy stelah menyelesai kan setiap part^^ gomawo

    Like

  5. wah semakin rumit aja.
    ternyata jessica adik taeyeon. emmm taengsic bersaudara, satu ibu beda ayah.?!.
    apa akan terjadi cinta segi 4 ?.😄😄

    Like

  6. Dari bingung menjadi tegang darah naik mata melotot muka serius dan… sica adik taeyeon #ekpresi mlongo
    Ak penasaran sama masa lalu yoonsic
    Oke next

    Like

  7. nah kan bener jess itu adiknya taeng, woahh kasian sama yoong. Kayaknya yoong emg terpaksa deh ninggalin jess tapi masalahnya apa jess masih cinta sama yoong?

    Like

  8. semua udh makin kepampang,, yg lucu pad hyo kruyuk,,kruyuk heher,, moment pling cinta ttp tiff yg manisnya ampun dah klo punya org di sekitar kita kyak dia, adem deh dunia 😀 lanjut bntr lg msuk yg ada protek,,

    Like

  9. akhirnya kebongkar semua dehh hal2 yg pengen gue tahu . tpi emang dasar yah author nya hahha ,, bikin gue penasaran lgi dan lgi . wkwkwk 😀

    Like

  10. waaaaahh sica diperebutkan 3 namja. yulyoong abang adek & hyo. Bakal seruuu nih.. apalagi oppanya sica itu taeng~
    klu diliat dr sini, posisi hyo menguntungkan sih……
    huft lg2 fanny cuma jd stalker taeng utk tau tntng taeng, sabar fanny yaaaaa

    Like

  11. Sica adiknya tae?!! waw keren …
    Ah tp kasian sama hyo keknya gk ada harapan dgn sica..
    Trus sm phany yg kekny gk ada harapan dgn taeng..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s