Only One (11)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Im Yoona

Seo Juhyun

The Others

Genre              : Gender Bender, Drama, Romance, Family, Bittersweet

Series

———————————————————

Part 11

Note: Baca sampai habis, ada surprise ahahhaha biar gak nyesal

.

.

Beberapa tim kepolisian tiba di suatu desa yang sangat jauh dari Seoul. Warga sekitar menjadi sedikit panik karena kedatangan polisi yang terus membunyikan sirine di mobil dinas mereka. Tampak sebuah rumah kecil berada dalam pengurungan pihak kepolisian dan beberapa yeoja maupun namja terpaksa keluar karena ancaman polisi.

.

Terlihat dua polisi sedang membopong satu yeoja dengan lumuran darah di bagian perutnya. Yeoja itu baru saja melukai dirinya dengan pisau dapur karena penggerebekan yang tidak diduga-duga. Sedangkan dua yeoja lainnya menangis karena sahabatnya dalam keadaan terluka berat.

.

“Suzy-ah!!!!” Min berteriak histeris melihat Suzy yang terlihat kesakitan karena ulahnya sendiri. Polisi segera membawa yeoja itu ke Rumah Sakit terdekat untuk segera ditangani.

.

“Dia tidak bersalah, hukum kami saja!!”, Min masih berteriak kepada polisi-polisi itu. Ia tetap kekeh melindungi Suzy, sahabatnya. Sedangkan Fei menangis dalam diamnya, ia begitu tak menyangka bahwa upaya mereka melarikan diri dari kejaran polisi justru berbuah pada upaya Suzy mengakhiri hidupnya.

.

.

.

.

“Siapa namamu? Kenapa kau ada disini seorang diri?”, seorang gadis berambut pendek dengan gayanya yang tomboy sedang bertanya pada gadis kecil dihadapannya yang sedang memakai gaun putih yang sangat cantik. Namun gadis itu hanya diam dan mengeluarkan airmata. Ia sedang terduduk, dimana di seberang jalan terdapat sebuah gedung yang dihiasi lampu-lampu khas natal dengan tulisan “gedung opera”.

.

Min kecil sedikit takut karena tidak ada jawaban dari gadis kecil yang ia tanya. Tapi ia memutuskan untuk duduk di sebelah gadis itu hingga gadis itu berbicara. Mereka berdiam diri selama hampir 1 jam tanpa kata-kata dan hanya memainkan salju dengan tangan kecil mereka.

.

Tiba-tiba saja, tangisan gadis itu semakin menjadi dan isakannya terdengar sangat jelas. Min kecil panik, ia pun mengeluarkan coklat dari saku mantel tebal miliknya. “Ini untukmu, jangan menangis lagi. Kau mau kemana? Aku bisa mengantarmu pulang”, ucap Min kecil.

.

Gadis itu menerima coklat itu lalu menggeleng pelan. “Aku tidak mau pulang, Ayah dan Ibuku tidak di rumah”

.

“Kenapa begitu?”

.

“Entahlah, bahkan di LA pun mereka tak menyusulku hingga 2 tahun ini. Terakhir kali aku melihat, appaku tidur disuatu tempat dan ummaku tidak ada dimanapun”, Min kecil sedikit bingung dengan jawaban gadis itu. Ia pun bertanya kembali “Kau mau kemana saat ini?” tanyanya lagi.

.

Gadis itu tak menjawab, tapi ia menunjuk dengan telunjuknya ke arah gedung opera. Min yang mengerti, segera berdiri dan mengepakkan mantelnya yang baru saja dihinggapi salju. “Kau ingin menonton opera?”, gadis itu mengangguk pelan.

.

“Kajja, aku akan menemanimu menonton. Ini hari natal, tidak boleh ada yang bersedih”, ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada gadis itu dan tersenyum. Uluran tangan itu diterima dengan baik.

.

“Terima kasih, hmmmmmm……”

.

“Kau bisa memanggilku Min”

.

“Terima kasih Min, namaku Suzy”, akhirnya gadis kecil itu tersenyum.

.

“Nama yang indah. Kajja, kita menonton opera”, mereka pun menyebrang jalan dengan hati-hati dan menuju gedung opera tersebut.

.

.

.

.

.

———————————-

.

“Taeng, hentikan kau bisa membunuhnya” Yuri berusaha melepaskan Taeyeon yang masih menghajar Yonghwa.

.

.

Aaaaaaaakkkkkk

.

.

Semua terkejut dengan suara teriakan Tiffany yang berada di ujung pembatas.

.

.

“Ummaaaaaaaaaaaaaa!!”

.

.

“Phany-ahh!!!!!”

.

.

.

.

.

.

Tanpa ada yang menyadari, saat dipukul oleh Taeyeon, Yonghwa berhasil memutuskan satu tali yang membuat tali lainnya yang melingkari leher Tiffany tertarik ke atas sehingga menyebabkan Tiffany tercekik.

.

Tembakan dari pistol polisi terdengar manakala Yonghwa berniat melarikan diri. Polisi terpaksa menembak kaki kanannya dan segera membawa namja itu ke dalam mobil tahanan untuk segera di bawa ke Seoul.

.

Yuri segera menghampiri Tiffany dan disusul oleh Taeyeon. Beruntunglah Yuri dapat menahan tubuh Tiffany untuk tidak tertarik ke atas karena itu akan menyebabkan Tiffany tercekik lebih kuat lagi.

.

“Taeng, putuskan tali itu”, Taeyeon segera ke arah tali dan dengan bantuan dua polisi, mereka berhasil melepaskan tali yang menjerat Tiffany.

.

Yuri mengangkat tubuh Tiffany dan diletakkan perlahan. “Oh god, syukurlah”, Tiffany sedikit terbatuk karena jeratan singkat itu berhasil mencekik lehernya.

.

Taeyeon menghampiri istrinya dan memeluknya sangat erat. “Terima kasih Yul”, Yul tersenyum lega melihat semuanya selamat walaupun ada yang terluka. Tanpa membuang waktu, Tiffany dan Seohyun segera dibawa ke mobil ambulans dan segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan.

.

Selama perjalanan, Taeyeon tak berhenti menggenggam tangan putri bungsunya yang terlihat lemah karena beberapa hari mengalami penyanderaan. Pria itu meneteskan airmatanya melihat cairan IV masuk ke dalam tubuh anaknya melalui infus di tangan kirinya.

.

Disisi lain Tiffany tertidur tenang di sandaran pundak Yuri. Ia baru saja disuntikkan obat penenang karena terlalu terkejut dengan apa yang baru saja dialami ibu satu anak itu. Hampir 1 jam berlalu, dan akhirnya mereka tiba di Rumah Sakit dan segera mendapatkan perawatan intensif khususnya untuk Seohyun.

.

.

.

.

.

.

Krystal tertidur di atas ranjang pasien bersama Yoong, Oppanya. Mereka habis menonton film di ruangan dan karena sudah mengantuk, akhirnya mereka tertidur. Jessica dan Joseph baru saja datang sehabis mengambil pakaian ganti untuk keluarga Jung yang semuanya menginap di Rumah Sakit.

.

“Aigoo~ kenapa putri Mom begitu menggemaskan?”, Joseph terkekeh melihat posisi tidur Krystal yang sedang memeluk Yoong layaknya sebuah guling.

.

Jessica ikut tertawa kecil. Ia berusaha menyingkirkan kaki Krystal di atas kaki Yoong dengan pelan, ia khawatir bahwa itu akan mengenai luka Yoong . “Krys akan menjadi big baby nya Mom, Josh”, ucap Jessica menanggapi perkataan Josh. Keduanya lalu tertawa melihat tingkah Krystal dan Yoong. Dengan idenya, Joseph mengeluarkan ponselnya dan memotret moment kakak beradik itu.

.

Pintu tiba-tiba terbuka dan terlihatlah sosok Yuri masuk ke dalam. “Seobang~”, Jessica segera menghampiri suaminya dan memberikan pelukan. “Bagaimana yang lainnya?”,

.

“Hyuni sedang ditangani secara intensif oleh para dokter. Tiffany sedikit mengalami luka tapi ia baik-baik saja. Ayo temui Fany, dia ada di ruang sebelah bersama Taeng”, ajak Yuri. Tak lupa Yuri meminta Joseph untuk beristirahat juga karena semuanya sudah selesai. Para pelaku sudah ditangkap.

.

Tiffany baru saja menikmati suapan pertama bubur yang baru saja dibuat oleh pihak Rumah Sakit. “Tiffy!!!” Suara Jessica mengagetkan Taeny. Jessica segera masuk dan menghampiri sahabatnya itu. “Syukurlah, kalian tidak mengalami luka serius”, ucap Jessica.

.

Yuri menggeleng melihat sikap istrinya yang agak heboh. Ia memilih duduk di sofa dan mengistirahatkan dirinya.

.

“Sica, jangan berteriak”, Taeyeon memperingati.

.

“Taeng, aku sangat senang kalian sudah pulang”, Jessica mengeluarkan aegyonya tanpa sadar.

.

Taeyeon tersenyum, ia berdiri dari kursinya. “Sayang, aku lihat keadaan Hyuni. Sepertinya pemeriksaan akan segera berakhir”, ucap Taeyeon memandang jam tangannya.

.

“Tae, aku ikut”

.

“Kau disini bersama Sica dan Yuri, hmmm. Nanti aku akan meminta pihak Rumah Sakit untuk membawa Hyuni satu kamar denganmu. Okay?”

.

“Iya Tiff, benar kata Taeng. Kau istirahat dulu”, Jessica mengambil bubur yang Taeyeon pegang dan membantu Tiffany untuk memakannya.

.

.

Taeyeon duduk dengan tenang sambil menunggu pemeriksaan putrinya. Tak berapa lama, dokter keluar dan Taeyeon segera mendekat. “Bagaimana keadaanya ssaem?”

.

“Kekebalan tubuhnya sudah mulai membaik. Tidak ada luka serius walaupun ada sedikit masalah di lambung karena asupan makanan yang kurang. Tapi keadaannya akan segera baik-baik saja. Hanya butuh istirahat”, Taeyeon mendengarkan baik-baik ucapan sang dokter.

.

“Terima kasih ssaem. Apa putriku bisa dibawa ke ruang inap?”

.

“Tentu saja. Sesuai permintaan anda, suster akan membawanya ke ruang inap yang sama dengan istri anda”, beberapa suster mendorong ranjang pasien dimana Seohyun sedang tertidur di atasnya.

.

“Sekali lagi terima kasih banyak ssaem”, dokter itu membalas ucapan Taeyeon dan ia pun mengikuti suster yang membawa Hyuni menuju kamar yang sama dengan Tiffany.

.

.

***

.

Pagi menjelang, Seohyun merasakan kelelahan dalam tidurnya. Ia pun membuka mata dan melihat ke sekeliling ruangan, menyadari bahwa ia sedang berada di Rumah Sakit.

.

“Appa~”, ia memanggil Taeyeon yang tertidur di sofa bersama Yuri. Namun yang bangun bukan Taeyeon, justru Yuri yang mendengar suara Seohyun walaupun lirih.

.

“Hyuni, ada apa sayang? Kau haus?” tanya Yuri yang sudah berdiri di pinggir ranjang Seohyun. Gadis itu menujuk gelas yang berisi air putih. Mengerti dengan maksud Seohyun, Yuri pun mengambil gelas itu dan memberikannya pada Seohyun.

.

Tak berapa lama, Taeyeon terbangun dan mendapati Yuri yang duduk di pinggir ranjang Seohyun. Mereka terlihat sedang bercerita. “Morning, sayang. Bagaimana keadaanmu?”, sapa Taeyeon dengan memberikan ciuman di kening putrinya.

.

“Lumayan membaik, Appa. Tapi Hyuni lapar~”, ucapan gadis itu membuat Taeyeon dan Yuri tertawa karena jarang sekali Hyuni berucap manja seperti itu.

.

“Biar aku saja Taeng, aku akan pergi bersama Josh”, Yuri berdiri dari kursinya dan mengambil jaketnya di atas sofa.

.

“Kau tidak lelah Yul?”, Taeyeon berucap dengan gurat kekhawatiran.

.

“Tidak apa-apa, lagian ada ahjussi Kang yang akan menyetir. Kau disini saja Taeng, menjaga Hyuni dan Fany”, Taeyeon mengiyakan perkataan Yuri.

.

.

Yuri berjalan menuju ruang rawat Yoong dan mendapati kedua anaknya sudah bangun dan asik bermain game bersama. “Daddy!!” Krystal sangat senang melihat kedatangan Yuri. Ia segera turun dari ranjang Yoong dan memeluk Daddynya itu.

.

“Aigoo~~ princess Daddy bangun tidur belum cuci muka tapi malah bermain game. Apa kata para fansmu nanti?” goda Yuri pada putrinya itu.

.

“Aku kan tetap cantik Dad walaupun seperti ini”, Yoong berseru mencibir adiknya yang memuji diri sendiri.

.

“Ish, oppa sirik saja”, balasnya dengan melakukan merong pada Yoong.

.

“Ssshh, jangan membangunkan Umma” ucap Yuri pelan pada kedua anaknya. Jessica masih tertidur pulas karena ia baru saja tidur 3 jam.

.

Yuri mencari keberadaan Joseph yang tidak terlihat di kamar tersebut. “Josh oppa baru saja pergi Dad, ada panggilan dari manajemen”, ucap Krystal yang menangkap gerak-gerik Daddynya mencari seseorang.

.

“Ah, baiklah kalo begitu. Daddy akan pergi membeli makan bersama ahjussi Kang, kalian mau apa?”, Krystal segera berlari ke kamar mandi setelah mendengar ucapan Yuri. “Dad, aku ikut”

.

“Hahaha, oke princess”, balas Yuri menjawab peerkataannya putrinya.

.

Krystal dan Yuri sudah bersiap untuk pergi. “Yoong, Appa pergi dulu. Banyak istirahat boy, besok kau menjalani operasi.” Yuri mengusap kepala Yoong dengan lembut.

.

“Bye Oppa”, sepeninggalan Yuri dan Krystal, Yoong memilih untuk nonton tv daripada tidur lagi. Sebenarnya ia ingin menemui Hyuni dan melihat keadaannya tapi Jessica mengingatkan bahwa ia tidak boleh jalan sebelum operasi dimulai.

.

Detik berlalu dengan cepat, Jessica sudah bangun dari tidurnya dan membantu Yoong untuk makan makanan yang dibeli suaminya dan putrinya.

.

.

“Aish, oppa. Bisakah kau makan dengan baik? Euhh”, Krystal menggeleng heran melihat cara makan oppanya yang selalu tak biasa bahkan disaat keadaan sakit sekalipun.

.

Ceklek….

.

.

.

Suasana mendadak hening. Yoong pun seakan bisu melihat apa yang ada tak jauh dari hadapannya. Wanita yang ia cintai, wanita yang sudah menjadi tunangannya kini berdiri di depan pintu dengan senyumannya meski tangan kirinya di balut selang IV.

.

“Hyuniiiii”, Krystal kegirangan melihat gadis itu. Ia segera membantu Seohyun yang terlihat datang sendiri.

.

Seohyun duduk di tepi ranjang Yoong, dan namja itu sedari tadi masih cengo dengan kedatangan Hyuni. “Oppa, dilanjut makannya”, suara Seohyun menyadarkannya dari kenyataannya.

.

“Hyuni” lirih Yoong.

.

“Aku baik-baik saja Oppa, jangan kha—” ucapan Seohyun terpotong manakala Yuri dan Jessica baru saja muncul dari ruang ganti.

.

“Hyuni” Jessica mendekati calon menantunya itu. Tak lupa ia mengusap sayang rambut panjang Seohyun yang tergerai dan mencium puncak kepala gadis itu. “Syukurlah, kau baik-baik saja sayang”.

.

“Iya Umma”, Seohyun tersenyum ia lalu menoleh kembali ke arah Yoong. “Oppa juga, cepat sembuh” senyumnya. Yoong tersenyum sambil mengangkat dua ibu jarinya.

.

.

.

.

***

.

Setelah beberapa waktu Krystal berlibur dari dunia hiburan, akhirnya gadis itu kembali lagi. Namun ia hanya mengambil jadwal pemotretan saja, karena ia sedang fokus dengan kesibukan yang lain.

.

“Oppa, kita ke Rumah Sakit kepolisian ya?”, Joseph mengerutkan keningnya karena bingung dengan ucapan kekasihnya itu.

.

“Aku ingin menjenguk Suzy. Yoong oppa memintaku menyerahkan sesuatu padanya”

.

“Ah, begitu ya. Oke, kita kesana sekarang”

.

.

Begitu tiba di lokasi, Krystal dan Joseph disambut salah satu polisi wanita yang akan mengantar mereka ke ruang rawat Suzy yang berada di Rumah Sakit khusus tawanan itu. Karena kondisi Suzy yang belum stabil akibat banyak kehilangan darah, Krystal hanya bisa melihat di balik jendela ruangan tempat teman kecilnya itu di rawat.

.

Ada rasa iba muncul dari diri Krystal terutama saat ia mengingat nenek Suzy yang berada di Busan seorang diri. Ia teringat bagaimana sang nenek merindukan cucunya. Dari belakang, Josh hanya memegang kedua pundak kekasihnya untuk memberikan ketenangan.

.

“Apa reaksi omoni jika tahu Suzy dalam keadaan seperti ini, Oppa?” tanyanya pada Josh. Tidak ada jawaban dari Josh, karena ia juga tidak tahu harus menjawab apa.

.

Krystal mendatangi polisi wanita yang menemani mereka yang sedari tadi duduk di bangku tak jauh dari ruangan Suzy. Ia menyerahkan bingkisan yang Yoong titipkan untuk Suzy pagi ini sedangkan Yoong sekarang sedang berjuang di ruang operasi karena beberapa syarafnya mengalami tekanan akibat kambuhnya luka lama saat kecelakaan mobil 5 tahun lalu.

.

.

.

——————————

.

Semua orang berkumpul di depan ruang operasi dimana Yoong sedang berjuang di dalam sana. Jessica tak pernah berhenti berdoa untuk kesembuhan putra kesayangannya itu. Yul yang berada disampingnya terus menenangkan istrinya. Sedangkan Taeyeon merangkul Tiffany yang baru saja tertidur. Terlihat Seohyun menunjukan kekhawatiran besar namun ia berusaha untuk tetap tenang.

.

Langkah kaki yang cukup berisik membuat semua orang menoleh ke arah suara. Dan ternyata itu Sooyoung dan Hyoyeon bersama pasangan masing-masing. Mereka menyapa satu per satu mulai dari pasangan Yulsic, Taeny, hingg Seohyun.

.

“Siapa dokter yang menangani Yoong, Dad?” Sooyoung mencoba bertanya. Memang beberapa minggu, Hyoyeon dan Sooyoung sudah tidak bertemu Yoong karena masing-masing dari mereka bertugas di luar daerah, kecuali Yoong yang bertugas di Rumah Sakit besar di Seoul.

.

“Dokter Lee Sang Kyu, Soo. Dia dokter ahli yang baru saja tugas dari Kansas dan bertugas bersama timnya untuk jadwal operasi Yoon”

.

“Ah, dia memang dokter yang hebat Dad. Kita harus yakin, dokter Lee bisa menangani ini dengan baik”.

.

.

Saat Sooyoung berkata seperti itu, tiba-tiba saja seorang suster membuka pintu ruang operasi dengan sedikit kasar dan berlari ke suatu ruangan. Merasa ada yang tidak beres, Jessica reflek berdiri dan mendekati pintu ruang operasi.

.

“Seobang, ada yang tidak beres”, ucap Jessica.

.

Semua orang jadi ikut berdiri. “Tenanglah baby, mungkin suster itu sedang mencari sesuatu”, Yuri mencoba membuat Jessica berpikir positif namun semuanya sia-sia manakala suster tadi muncul dari arah lain bersama dua orang perawat laki-laki yang sedang membawa tabung oksigen sedangkan suster itu membawa alat pacu jantung.

.

Sooyoung dan Hyoyeon yang mengerti situasi, segera pergi dari situ menuju ruangan mereka untuk berganti pakaian dokter dan menemui resepsionis yang mengatur jadwal pasien. “Beritahukan dokter Park, apa kami bisa ikut bergabung dengan tim dokter Lee?” Sooyoung meminta izin.

.

“Baiklah, tunggu sebentar. Akan saya hubungi dokter Park”, jawab petugas itu.

.

Di sisi lain, Jessica semakin gusar dengan apa yang terjadi di dalam sana. Airmatanya tak berhenti saat membayangkan apa yang dialami putranya. Krystal yang baru datang bersama Joseph pun ikut cemas.

.

Dalam diamnya, Seohyun menangis dan menggenggam erat rosario yang ada di pergelangan tangannya. Rosario pemberian Yoong saat pertama kali mereka resmi berpacaran. Tiffany yang terbangun juga mendadak menjadi khawatir.

.

“Soo, Hyo, apa yang terjadi?”, mereka menghampiri Jessica yang bertanya padanya.

.

“Aku akan masuk ke dalam dan bergabung dengan tim yang mengoperasi Yoong”, jelas Hyoyeon dan memeluk Jessica sejenak untuk menenangkan ibu dari sahabatnya. “Berdoalah mom, Yoong akan baik-baik saja. Kami akan berusaha”, dengan begitu Hyoyeon segera masuk ke dalam dan berganti pakaian khusus untuk operasi.

.

“Soo, jelaskan apa sesuatu terjadi di dalam sana?”, pinta Yuri pada. Sooyoung meminta Yuri dan Jessica untuk duduk terlebih dahulu sebelum menjelaskan semuanya.

.

Ia menenangkan dirinya sejenak sebelum menceritakan semuanya. “tekanan darah Yoong tiba-tiba menurun dan detak jantungnya lemah. Hanya Hyoyeon yang diizinkan masuk untuk membantu karena ia pernah ikut menangani situasi yang seperti ini”, Sooyoung menatap lurus mata Jessica yang merah karena menangis. Ia menggenggam tangan Jessica lembut “Mom selalu bilang kalo Yoong itu kuat, jadi percayalah Mom pasti Yoong akan berjuang sekuat tenaganya”.

.

“Terima kasih Soo, Mom percaya padanya”, Jessica mencoba tersenyum lepas karena ucapan namja di hadapannya.

.

“Nah, kalo tersenyum Mom terlihat sangat cantik”

.

“YA!! jangan mencoba menggombali istriku”, Yuri pura-pura marah agar suasana tegang sedikit mencair karena candaan yang baru saja Sooyoung buat pada istrinya. Semua orang disitu ikut tertawa kecil karena perdebatan Sooyoung dan Yuri yang agak cildish.

.

.

5 jam operasi Yoong berjalan, dan lampu merah sudah berganti menjadi hijau. Beberapa perawat keluar dengan mendorong ranjang pasien dimana Yoong masih belum sadarkan diri akibat proses operasi.

.

Dia sudah melewati masa krisisnya. Kejang yang ia alami kala itu, kambuh akibat overdosis yang berlebih dari obat perangsang yang masuk ke dalam tubuhnya. Syukurlah, itu tidak sampai membahayakan nyawa Yoong. Saat ini dia tidak akan sadar sekitar 3 atau 4 hari karena proses penetralan dalam tubuhnya. Dia akan sadar segera.

.

.

Suster baru saja menyelesaikan tugas mereka untuk memasang beberapa alat yang membantu Yoong. Jessica menatap sendu di balik kaca ruang rawat putranya. Semua orang ikut merasakan kekhawatiran itu walaupun semuanya sudah mulai berkurang karena penjelasan dokter yang cukup positif.

.

“Jessie, istirahatlah. Kau sudah terlihat lelah”, Tiffany yang sudah membaik keadaannya mencoba mendekati sahabatnya itu. “Kau harus istirahat, hmmm”, pintanya.

.

Akhirnya Jessica mengikuti Tiffany, dan Seohyun kembali ke ruang inap sedangkan Yuri dan Taeyeon menunggu di sofa yang ada di depan ruang inap Yoong. Sedangkan yang lainnya pergi ke kantin.

.

Seperti biasa, Sooyoung melahap makanannya tanpa ampun dan yang lainnya makan dengan sewajarnya. Tiba-tiba saja Sooyoung tersedak karena mendengar ucapan Hyoyeon yang baru saja ia dengar.

.

.

“APAAAAAA??? Kau bilang apa, Hyo?????”

.

.

.

.

.

.

.

TBC

——————————–

Hai Hai.. HAHAHHAHAH kira-kira Hyo bilang apa ya? Hmmmm sampe Sooyoung heboh banget. Wkwkwk

.

Oke, Only One mendekati ending. Gimana akhirnya? Silahkan tunggu update gue aja. Kekeke

.

Nah sesuai note di atas, dibawah ini hanya sebuah penggalan singkat untuk FF berikutnya. Gue pengen challenge diri gue bikin FF yang genre nya lebih ke GirlxGirl. Semoga suka ya, Annyeong!!

.

.

by: J418

.

*bow*

.

.

.

———————————–

TEASER….

.

.

Story I

“Aku mencintaimu”, satu kalimat ini dapat mengubah sebuah persahabatan diantara mereka.

.

“Kau GILA!!”, yeoja itu segera pergi meninggalkan sebuah kesedihan dalam hujan yang deras.

.

Story II

“Kau pulang larut lagi? Ini kesekian kalinya kau melanggar peraturan kita”, sebuah suara mengejutkannya dari ruang tamu yang gelap.

.

“Maafkan aku”, untuk kesekian kalinya pula kata itu yang selalu terdengar.

.

Story III

“K—Ka…Kau bilang apa?”, perasaannya bercampur aduk begitu ia mendengar lawan bicaranya akhirnya mengeluarkan suara.

.

“Aku hamil”, ucapnya lirih.

.

Story IV

“Kau membuatku merasakan apa itu kebahagiaan. Tapi lebih baik kita berpisah, aku tak ingin menyakiti siapapun”, waktu seakan berhenti saat gadis yang ia cintai mengatakan kalimat yang tak seharusnya.

.

“Aku mohon padamu, kau kebahagiaanku”

.

Story V

“Mulai detik ini aku membencimu”, ia kemudian pergi dengan airmata yang tak berhenti mengalir.

.

“Itu lebih baik, daripada kau mengetahui yang sebenarnya”, lirih orang itu dengan terus menatap punggung mantan kekasihnya yang mulai menjauh

.

.

.

.

————————–

TADAAAA!! Gimana? Kalo bingung, gue udah bisa nebak. Ahahhaha emang itu tujuan gue. Sabar ya, hohohoho FF ini akan segera hadir. Ingat!! Ini genre GirlxGirl dan berseri. Setiap couple bakal punya ceritanya. Sampai jumpa di next update ^^

Advertisements

89 thoughts on “Only One (11)

  1. Haaahh……. akhir nya situasi yg menegangkan akhirnya berakhir juga. Dan di ganti dgn suasana yg mengkhawatirkan. Dan sudah berakhir juga. Dan di ganti dgn rasa penasaran.
    Hmmmmm penasaran dgn teaser nya.

    Like

  2. tegang…tegang… aplg tggu operasi yoong. yoong udh bny menderita baik fisik n mental smg sgr kmbli sprti semula.
    ap y yg diberikan yoong ke suzy, smg bs sdrkn suzy…
    sumpah penasaran ……

    Like

  3. Agak menegangkan ya detik2 yoong operasi , kitain yoong ga bakalan kena apa2 ternyta di operasi juga
    Ah suzy cuman sakit ? Untung ga jd gila itu org karna obsesi
    Jadi penasaran sm apa yg diomingin si hyo ke soo , gue harus ke episode selanjutnya nih hahahaha

    Like

  4. Salah nebak tak kira fanny jatuh ternyata tergantung. Akhirnya yoonghyun bertemu juga setelah penculikan itu. Yonghwa dan suzy juga sudah tertangkap, sekrng tinggal penyembuhan yoong saja.

    Like

  5. huft! akhirnya keadaan mulai membaik. Semoga yoong cpt sadar, pgn liat kekonyolan kedua keluarga ini lg. Dr part sblmnya kebanyakan sediiihhhhhhhhh huhuhu
    tp gue kasian sama halmoni suzzy, dia hidup sendirian. Semoga suzzy cpt kembali ya

    Like

  6. Syukur banget SeoFany selamat 😀 senang banget juga YoonHyun udah ketemu, tapi sedih pas tau yoong harus menjalani opersai lagi dan fakta kalau dia berhasil melewati masa kritisnya buat gue bahagia. Btw, teaser itu buat apa thor ?

    Like

  7. Alhamdulillah seofany selamat. Semoga yoong cepet sembuh dah abis itu langsung nikah sm seob wkwk
    Penasaran sama apa yg hyo ucapin sampe soo kaget gitu..

    Like

  8. Untung hyuni sama fany selamat
    Untung yoong juga selamat
    Nanti nenek nya suzy gimana? Kasian gua kalo nenek2 kek gitu nasip nya
    Nah loh hyo ngomong apa wkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s