ONLY ONE (10)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Im Yoona

Seo Juhyun

The Others

Genre              : Gender Bender, Drama, Romance, Family, Bittersweet

Series

———————————————————————————-

Part 10

NOTE: Buat silent readers, cepat-cepatlah tobat sebelum gue memproteksi My Trouble Maker ataupun The Heirs. Jangan tanya gue pw nya kalo lo bukan readers gue!! kekekeke 😀 cukup sekian

.

.

.

Pusat kepolisian lalu lintas Seoul dibikin sibuk dengan adanya perintah untuk memeriksa CCTV di seluruh Korea Selatan. Para tim bekerja keras untuk menemukan kasus penculikan yang menimpa keluarga Kwon dan Kim.

.

Yuri beserta anak buahnya dan beberapa polisi lainnya terus melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan Yoong dan Seohyun. Tim kemudian menuju salah satu kafe dimana Suzy sering berada di sana, sesuai petunjuk yang didapat dari apartemennya. Namun, panggilan dari pusat CCTV Seoul memberikan secercah harapan untuk Yuri.

.

Mereka langsung menuju ke hotel setelah mendapat kabar bahwa pusat CCTV menangkap gambar seorang yeoja dan namja yang diketahui bahwa mereka kemungkinan besar adalah Yoong dan Suzy. Setiba di hotel, Yul dan yang lainnya mencari keberadaan keduanya.

.

Pintu hotel terbuka dengan kasar, saat polisi mendobrak paksa pintu itu. Yuri sangat terkejut melihat putranya terbaring tak berdaya dengan tubuh diselimuti kain tebal.

.

“Yoong!! Yoong!!, bangun boy, ini appa. Yoong!!”, Yuri sangat panik saat melihat buih busa yang keluar dari mulut Yoong. Ia sangat ketakutan dengan yang terjadi pada putranya.

.

“Hubungi ambulans, cepat!!” perintah sang kapten. Ia segera menghubungi anak buah yang lain melalui alat komunikasi khusus. “Cari gadis itu, ia pasti belum terlalu jauh dari lokasi”..

.

Yuri menangis melihat keadaan putranya, ia tak dapat membayangkan bagaimana reaksi Jessica jika tahu tentang hal ini. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan, sedari tadi Jessica menunggunya memberi kabar.

.

.

.

Di sebuah gang sempit, Suzy terus berlari dengan pakaian yang sudah tidak rapi lagi. Gadis itu bahkan tidak mengenakan alas kaki. Kejadian setengah jam lalu membuatnya takut bukan main. Bagaimana jika ia membuat Yoong terbunuh? Ia tidak ingin masuk penjara. Seperti itulah yang terus dipikirkannya.

.

Ia terus berlari dan menangis ketakutan. Bayangan akan Yoong yang terlihat kesakitan membuatnya semakin takut.

.

.

Flashback….

.

Desahan desahan mulai terdengar tak berirama dari bibir Suzy. Ia semakin gila dengan sentuhan yang Yoong berikan. Perlahan kedua tangannya menuju bawah perut Yoong dan mulai melepaskan ikat pinggang namja itu. Dalam hitungan detik, kini Yoong hanya mengenakan boxer sedangkan Suzy sudah hampir naked.

.

Yoong mulai menyambar bibir manis Suzy sekali lagi sebelum akhirnya ia membuat Suzy benar-benar tanpa sehelai benangku. Suasana semakin menjadi tak terkendali dimana kedua insan ini sudah benar-benar terangsang.

.

Tiba-tiba…….

.

“Arrrggghhhhhhhhh

.

Yoong berteriak sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut sangat kuat. Sakit dikepalanya semakin bertambah dan Yoong semakin kesakitan. Suzy yang tidak mengerti apa-apa langsung panik dan mencoba menenangkan Yoong.

.

Namun Yoong justru tergeletak di atas tempat tidur dengan masih memegang kepalanya. Detik selanjutnya, dari mulut Yoong keluar busa dan ia langsung tak sadarkan diri. Suzy panik dan segera memakai pakaiannya lalu pergi meninggalkan Yoong seorang diri di kamar.

.

.

.

end

.

.

————————————

.

“Suzy-yaa~~ kau baik-baik saja?” Min bertanya pada temannya itu yang menunggunya di sebuah kedai ramen.

.

“Ayo pergi dari sini”, ajak Suzy. Mereka pun bergegas meninggalkan kedai. Masih ada raut ketakutan, dan Min belum mengetahui apa yang terjadi. Ia memilih untuk menenangkan Suzy yang tiba-tiba menangis.

.

“Aku tidak ingin dipenjara. Tolong aku”

.

“Sshh, tenanglah. Kau tidak akan dipenjara. Aku dan Fei akan menolongmu” ucap Min sekali lagi. Mobil yang mereka gunakan pun berjalan menuju arah luar kota Seoul.

.

.

.

***

.

Taeng terlihat keberatan saat salah satu kapten kepolisian mengungkapkan rencana yang akan mereka lakukan untuk menangkap pelaku dan membebaskan Seohyun.

.

“Aku tidak setuju. Bagaimana bisa aku meminta istriku pergi sendirian untuk menyelamatkan putriku?” kesal Taeyeon.

.

“Tae, ini untuk menyelamatkan Hyuni. Pelaku hanya ingin aku yang menjemputnya. Bukankah kau dan yang lainnya bisa mengikutiku dari belakang tanpa ketahuan?” Tiffany menjelaskan kembali kepada suaminya agar mengerti.

.

Taeyeon menggeleng. Ia masih bersikeras namun Tiffany sekali lagi menjelaskan kepada Taeyeon agar setuju. Kapten kepolisian juga meyakinkan bahwa tim dapat menjamin keselamatan Tiffany dan kemungkinan bahaya yang akan dialami bisa diperkecil.

.

“Kumohon Tae, percayalah” mohon Tiffany dengan sisa-sisa cairan krystal dimatanya.

.

“Huft, baiklah. Aku setuju” ucap Taeyeon pada akhirnya. Sang kapten pun mulai menjelaskan rencana yang mereka susun agar tidak ketahuan saat penyelamatan Seohyun nantinya. Biar bagaimanapun mereka belum tahu mengenai motif pelaku yang sebenarnya.

.

.

“Mom~”

.

Tak jauh dari Taeny dan yang beberapa polisi, Jessica masih melamun dan memikirkan keadaan Yoong dan Yuri yang hingga saat ini belum memberi kabar. Krytsal memeluk Jessica dan menyandarkan kepalanya di pundak sang mommy.

.

Jessica mengusap rambut hitam putri bungsunya itu. “Kau sudah makan, sayang?”, Krystal hanya bergumam mengiyakan.

.

“Aku ingin menyusul Daddy, Mom”, ungkap Krystal.

.

“Tunggulah sayang, Daddy pasti akan secepatnya memberi kita kabar”

.

Tiba-tiba Taeyeon mendekati keduanya dan tampak terlihat masih menggenggam ponsel miliknya. Taeyeon memilih sedikit jongkok di depan Jessica yang sedang duduk di sofa dengan Krystal yang berada disampingnya.

.

“Sica~, Yul baru saja memberi kabar padaku”, Jessica langsung bereaksi begitu mendengar ucapan Taeyeon. Ia sudah tidak sabar mendengar kabar yang ingin ia ketahu dari tadi.

.

Karena melihat reaksi Jessica, Taeyeon menenangkan wanita yang pernah menjadi masa lalunya itu. “Tenanglah, dan dengarkan baik-baik. Arra?”

.

Jessica mengangguk mengiyakan permintaan Taeyeon. Pria itu pun menggenggam kedua pergelangan tangan Jessica. “Yul memberitahuku bahwa ia sudah menemukan Yoong—”, Jessica sudah merasa senang ketika mendengar berita itu. Terlebih lagi Krystal yang berada di sebelahnya.

.

“Tapi Yoong sedang dalam keadaan kritis”, Jessica sangat kaget mendengar berita terakhir. Baru saja ia merasa senang tapi detik kemudian hatinya pilu mendengar kabar putra kesayangannya. Walaupun Taeyeon mengatakan berita itu begitu lirih, namun masih bisa terdengar dalam jangkauan Jessica dan Krystal.

.

Jessica mencoba berdiri, tapi Taeyeon dengan sigap menahannya. Jessica menangis membayangkan keadaan putranya dan Krystal ikut menangis juga. “Sica tenanglah.. Yul sedang di rumah sakit dan dokter sedang berusaha menolong Yoong. Aku akan mengantarmu kesana, tapi ku mohon tenangkan dirimu. Hmmm” pinta Taeyeon.

.

Tiffany hanya bisa melihat semua pemandangan itu tanpa rasa cemburu. Dia sangat mengerti bagaimana perasaan Jessica saat ini, ia juga merasakan itu sangat Seohyun diculik. Akhirnya pasangan Taeny ikut ke rumah sakit bersama Jessica, Krystal, dan juga Joseph.

.

Sesampainya disana, Jesssica yang sudah tidak sabar menemui Yul dan Yoong, langsung memilih berlari menuju ruangan yang sudah diberitahu Taeyeon. Ia melihat Yuri dan beberapa orang kepercayaan Yuri menunggu di depan ruang emergency.

.

“Seobang~”

.

Yuri menoleh dan mendapati Jessica berlari menghampirinya. Mereka berbagi pelukan saling menguatkan. Yuri mengusap punggung istrinya, menenangkan Jessica agar tidak terlalu sedih.

.

“Sshhhh, tenanglah baby.. Yoong anak kita yang kuat. Hmmmm”

.

Taeyeon mendekat ke arah Yulsica dan memberikan tepukan lembut di pundak Yuri. Semuanya sedang harap-harap cemas menunggu dokter yang menangani Yoong keluar dari ruang UGD.

.

.

.

.

“Apa separah itu, Ssaem?” Yuri bertanya kepada dokter Lee yang sudah menceritakan keadaan Yoong, sedangkan Jessica hanya diam dan menangis mendengar pernyataan sang dokter.

.

“Kita bisa mencegahnya. Kecelakaan 5 tahun lalu ternyata memberikan efek sekarang. Tapi jangan khawatir, jika Yoong rutin melakukan check up dan terapi, semuanya akan baik-baik saja”, terang dokter Lee.

.

Tiba-tiba Jessica mulai angkat bicara. “Apa praktek kerjanya akan dicabut?” tanyanya pada dokter senior itu yang merupakan salah satu kepala tim dokter di Rumah Sakit dimana Yoong bekerja walaupun dokter Lee bukan dokter pembimbingnya.

.

“Tenang saja Mrs. Kwon, praktek Yoong akan tetap berjalan seperti biasanya. Yoong merupakan calon dokter muda yang berprestasi”, Jessica lega mendengar jawaban sang dokter.

.

Yuri dan Jessica akhirnya keluar dari ruangan. Jessica meyusul Krytsal dan Josh yang sudah ada di dalam ruangan Yoong, sedangkan Yuri menemui Taeyeon dan Tiffany. Sesuai rencana, hari ini Tiffany akan memenuhi keinginan si penculik dengan diikuti Taeyeon dan Yuri beserta tim kepolisian secara diam-diam.

.

——————————–

.

.

Yonghwa menyeret kasar Seohyun yang masih dalam keadaan tangan terikat ke belakang. Tampak jelas bahwa Seohyun menahan kesakitannya dan Yonghwa yang tidak peduli dengan hal itu.

.

Beberapa orang mengikuti keduanya dari belakang dan tibalah mereka di sebuah gedung kumuh bertingkat tiga. Anak buah Yonghwa berpencar ke segala sudut gedung untuk berjaga-jaga sedangkan Yonghwa menuju ke lantai tiga bersama Seohyun.

.

.

Bruuuk

.

“Hahaha, ibumu akan datang menjemputmu. Aku ingin melihat, seberapa sayangnya ia padamu atau mungkin hari ini kau sudah siap untuk melihat ibumu rela bertukar tempat denganmu disini”, tawa Yonghwa terdengar keras dan menggema di dalam gedung kosong ini. Akhirnya dia akan siap memulai permainannya.

.

Seohyun kembali menangis mendengar ucapan Yonghwa. Ia ingin sekali berteriak namun apa daya, mulutnya terbungkam. Tanpa Seohyun tahu, Tiffany sedang menuju ke tempatnya dengan mengemudikan mobil seorang diri.

.

“Yul, aku sangat gugup”, Taeyeon akhirnya bersuara sambil menatap ke arah depan dan fokus dengan kemudinya. Beberapa saat Tiffany pergi, tim sudah tersebar untuk mengikutinya tanpa ketahuan.

.

Yuri tahu apa yang ada dipikirkan Taeyeon. Kedua wanita yang menjadi hidupnya, kini harus mengalami hal seperti itu. Seohyun diculik dan Tiffany sedang menjemputnya seorang diri tanpa tahu keinginan sebenarnya dar sang penculik.

.

“Kita akan tetap waspada Taeng, percayalah semua akan selesai. Aku sudah tidak sabar untuk menghajar anak itu jika memang dia pelakunya”, Taeyeon sedikit terhibur dengan kata-kata Yuri. Ia tahu bahwa Yuri sangat menyayangi Seohyun.

.

.

.

.

di Rumah Sakit….

.

Krystal dan Josh tertidur di sofa yang ada di ruangan Yoong. Keduanya sangat terlihat kelelaha akibat peristiwa yang terjadi beberap belakangan ini. Josh sengaja tidak ikut penyelamatan Seohyun karena Yuri memintanya untuk menjaga Jessica, Krystal, dan juga Yoong.

.

Di sisi lain, Jessica duduk di tepi ranjang tempat Yoong berbaring. Sedari tadi ia bersenandung pelan dengan suara emasnya dan mengusap kepala Yoong dengan lembutnya. Membuat kenyamanan pada putranya agak istirahatnya lebih nyenyak lagi.

.

Jika mengingat kejadian beberapa jam lalu saat ia masuk ke dalam ruangan dokter Lee, ingin sekali Jessica marah terhadap Suzy yang  sudah membuat putra kesayangannya mengalami kejadian seperti ini. Bahkan Jessica sempat berpikir untuk mendatangi Suzy dimanapun gadis itu berada. Jessica tidak habis pikir bahwa Suzy melakukan hal segila itu kepada putranya.

.

“Eung~~”, Yoong mulai bergumam dan menggerakkan tangannya perlahan. Jessica buru-buru menghubungi dokter melalui tombol darurat. Mendengar sedikit kegaduhan, Krystal dan Joseph terbangun dari tidur mereka dan melihat dokter dan beberapa suster masuk ke dalam ruangan ini.

.

Keduanya pun mendekati Jessica dan melihat tim medis mengecek keadaan Yoong.

.

.

.

.

.

Yoona POV..

.

Rasanya seperti kepala ini mau pecah, sangat sakit dan aku merasakan sinar yang menyilaukan penglihatanku. Suara nyanyian yang begitu merdu di telingaku dan belaian tangan yang begitu lembut di kepalaku dapat kurasakan. Suara dan tangan ini, aku tahu siapa pemiliknya. –Umma

.

Beberapa saat, aku terus mencoba untuk menggerakkan tanganku ataupun mencoba membuka mata. Namun semuanya masih terasa sulit hingga aku merasakan tetesan air di pipi kananku. Dan saat itu aku tahu bahwa Umma menangis.

.

Sekuat tenaga aku ingin keluar dari kurungan ini dan menyambut cahaya yang ada didepanku. Mengetahui bahwa umma menangis, itu cukup menyakitkan bagiku. Tidak seharusnya aku membuat umma menjadi khawatir.

.

–Umma, aku mohon jangan menangis– Kalimat itu yang terus keluar dariku namun aku sadar jika umma tak akan mendengarnya bahkan seekor semut sekalipun.

.

Karena keinginanku yang begitu besar untuk segera sadar, akhirnya aku dapat melepaskan kurungan itu dan segera berlari ke arah cahaya dimana umma menungguku.

.

“Eungh~~~~ aku berusaha sekuat tenaga. Samar-samar aku mendengar seseorang berteriak dan itu pasti umma. Aku masih berusaha untuk bangun dari semua ini, berharap bisa melihat umma dan membuatnya berhenti mengkhawatirkanku.

.

“Yoong?” panggil umma padaku dan aku masih berusaha untuk membuka mata. Hingga akhirnya aku melihat beberapa orang mengelilingi namun hanya Umma yang aku kenal.

.

“Oh thanks god, akhirnya kau sadar sayang”, umma memelukku dengan sangat erat. Seakan-akan aku adalah sebuah guling.

.

Beberapa menit berlalu, aku mendengar penjelasan dokter pada umma yang masih setia memelukku. Sesekali umma hanya mengangguk tanda ia mengerti akan ucapan dokter. Airmata umma kini aku rasakan di pundak kananku yang terasa mulai basah.

.

“Umma???” Aku memilih bersuara tapi umma hanya menjawab “hmmm” dan masih memelukku. “Apa aku tidur terlalu lama?”

.

“Kau tidur terlalu lama Oppa, sampai-sampai kau memecahkan rekor umma tidur”, sebuah jawaban dari suara berbeda dapat kudengar. Aku hanya tertawa kecil. Suara itu agak sedikit datar dan dingin, namun aku tahu pemilik suara itu pasti merindukanku.

.

Kini dua orang sedang memelukku di sisi kanan dan kirin ranjang. Aroma tubuh mereka sangat wangi, aroma yang selalu kurindukan walau dengan wangi yang berbeda. Aku sudah sepenuhnya sadar dan membuka mata. Di depanku, seorang laki-laki berdiri dan tersenyum melihat pelukan kami bertiga.

.

“Welcome hyung”, ucap Joseph tanpa suara. Hanya gerakan mulutnya yang dapat kubaca. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

.

“Umma, Krysie~ jangan terlalu lama memelukku nanti Hyuni cemburu”, kurasakan pelukan keduanya lepas dari tubuhku namun tiba-tiba aku merasakan hawa dingin. Bagaimana tidak, jika umma dan Krys memandangku dengan tatapan yang membunuh.

.

Sebelum HellSica dan HellKrys aktif, aku segera memberikan kecupan singkat di pipi masing-masing. “Hehehe, aku hanya becanda umma, Krys” ucapku.

.

“Apa kau merasa kesakitan Yoong?” tanya umma penuh perhatian. Kulihat tubuhnya sedikit kurusan. –sigh– Ini pasti gara-gara mengkhawatirkanku.

.

“I am okay mom, aku yakin Umma selalu menjagaku dengan baik”, aku tersenyum meyakinkan umma.

.

“Syukurlah, dokter bilang kau harus rajin mengikuti terapi akan benar-benar pulih. Hmmm”

.

“Arraseo~”, Krystal mencubit kecil lenganku karena aegyoku yang menurut dia sangat menggelikan.

.

“Berhenti melakukan itu Oppa, kau tidak cocok”

.

Kami semua tertawa dengan muka cemberut Krystal. Beberapa menit berlalu dan kini Umma mengambilkan bubur khusus untukku karena dokter menyarankan aku harus mengisi perutku yang kosong agar daya tahan tubuhku meningkat. Sedangkan Krystal dan Joseph makan bersama di sofa tak jauh dari ranjang tidurku.

.

Aku dan Umma tak mau kalah dengan keromantisan pasangan Kryber. Umma menyuapiku bubur dan aku menyuapkan Umma makanannya. Awalnya Umma menolak karena ia ingn aku yang makan terlebih dahulu tapi aku yakin Umma juga belum makan, sehingga terjadilah suap-suapan ini.

.

.

“Umma, dimana Appa dan bagaimana kabar Hyuni?” pertanyaanku barusan sukses membuat Umma menghentikan aktivitasnya sejenak.

.

Umma memegang pipiku dengan kedua tangannya. “Appa sedang membantu Taeyeon Appa dan Umma Stephi untuk menyelamatkan Hyuni. Tenang saja sayang, pasti Appa dan yang lainnya bisa membawa Hyuni pulang.” ucap Umma menenangkanku.

.

Sejenak aku ingat kejadian beberapa waktu lalu dimana aku tidak bisa mencegah penjahat-penjahat itu untuk membawa Hyuni pergi. Ingin sekali marah pada diri sendiri karena tidak bisa melindungi wanita yang berharga dalam hidupku.

.

Kurasakan sesuatu yang lembut menempel di pipiku, Umma baru saja mengecup pipiku. “Umma tahu apa yang ada dipikiranmu sayang. Tapi jangan sering menyalahkan dirimu sendiri. Hmmm”

.

Aku hanya mengangguk untuk merespon ucapan Umma. –Khaa, semoga saja Hyuni baik-baik saja.

.

.

.

.

***

.

Mobil bmw mini cooper berwarna pink baru saja tiba di depan sebuah bangunan tua di daerah yang sangat jauh dari Seoul. Tiffany pun akhirnya keluar dari mobil dan melihat ke sekitar gedung yang menurutnya tak layak pakai.

.

“Hyuni~~~”, Tiffany berteriak mencoba memanggil putrinya.

.

Sebelum ia berteriak lagi, muncul 3 orang pria berbadan besar yang cukup menakutkan. Mereka mendekati Tiffany, dua diantaranya langsung mengecek isi mobil Tiffany dan satu lagi hanya mengawasi gerak-gerik Tiffany.

.

“Aman. Dia pergi sendirian, tidak ada hal yang mencurigakan. Bawa dia masuk dan Perintahkan yang lain untuk lebih waspada. Jangan sampai kita lengah”, ucap salah satu dari pria yang baru saja memeriksa mobil Tiffany.

.

Tiffany pun dibawa masuk ke dalam gedung tersebut kedua tangan terborgol ke depan.

.

Prok prok prok..

.

Tepukan tangan terdengar menggema, Tiffany mencari-cari sumber suara namun ia belum juga menemukan siapa orang itu.

.

“Kami di atas Nyonya Hwang terhormat. Senang melihatmu disini”, Tiffany menoleh ke atas dan disana ia bisa melihat dengan jelas putri kesayangannya berdiri di ujung pembatas dengan tangan terikat dan sebuah tali menggantung berada di lehernya.

.

“Hyuniiiiiiiiiii” teriak Tiffany histeris. Anaknya berada dalam keadaan yang sangat mengerikan. Lepas sudah pertahanan Tiffany, ia menangis melihat keadaan putrinya.

.

“Wow, tenang saja Nyonya Hwang. Putrimu akan baik-baik saja jika kau segera ke atas sini dan menggantikan posisinya. Kau pasti bersedia kan?”, ucap Yonghwa.

.

Seohyun yang mendengarnya juga menangis dalam diam. Tiffany menaiki anak tangga satu demi satu menuju lantai 3 gedung ini.

.

.

Diluar gedung..

.

Para tim penyelamat sudah berhasil mendekati gedung. Beberapa tim mulai bergerak melumpuhkan para penjahat yang berada di luar gedung tanpa menimbulkan kegaduhan agar tidak dicurigai. Satu per satu mulai tumbang. Ada beberapa yang harus terpaksa menembakkan peluru bius untuk menghentikan perlawanan penjahat.

.

Mobil yang ditumpangi Yul dan Taeyeon tiba beberapa ratus meter dari lokasi gedung. Mereka segera berlari menuju ke arah gedung tua dimana Seohyun dan Tiffany ada di dalamnya.

.

“Tim bepencar, temukan semua komplotannya. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa. Mengerti!!” perintah sang kapten dan dapat dimengerti oleh tim.

.

.

“Yul, kajja” ucap Taeyeon.

.

Taeyeon dan Yuri sudah memasuki gedung yang cukup luas ini meskipun sudah tak dipakai. Bersama beberapa tim mereka mulai mengendap ke dalam. Suara tawa seorang namja dapat terdengar jelas dari lantai paling atas.

.

“Lepaskan putriku!!” suara Tiffany menggema dan semua orang yang berada di gedung dapat mendengarnya. Taeyeon mengepalkan kedua tangannya mendengar isakan suara Tiffany.

.

Tanpa membuang waktu, perlahan tapi pasti, tim berhasil menuju lantai 2 dengan menyingkirkan beberapa orang di dalam dengan pistol bius.

.

Dilantai 3…

.

“Hahahaha, tenang saja Nyonya Hwang. Aku akan melepaskan putrimu dan sebagai gantinya, kau yang menggantikan posisi itu”, ucap Yonghwa.

.

“Beraninya kau menyakiti Hyuni. Apa salah putriku huh? Dia sudah menganggapmu sebagai temannya” amarah Tiffany tak dapat terbendung lagi saat melihat keadaan putrinya dari dekat.

.

Aaakkkk…

.

Dengan pisau lipatnya, Yonghwa menggoreskan tanda di lengan Tiffany yang membuat ibu satu anak itu menjerit. “Jangan berteriak padaku, kau pikir kau siapa hah. Kau itu hanya wanita yang membuat ayahku tidak mempedulikan keluarganya karena mencintaimu dan berakhir dengan kebodohannya. Aku ingin melihat bagaimana Seohyun kehilanganmu dengan cara yang sama seperti ayahku lakukan waktu itu”

.

“Apa maksudmu?”

.

“Kau ingat pria bernama Nickhun, bukan? Pria yang kau putuskan begitu saja lalu berpaling ke pria lain yang kini menjadi ayah dari putrimu” bentak Yongwa. “Kau tahu, karena kau ayahku tidak peduli pada ibuku dan anaknya. Karena kau juga, ayahku bunuh diri. Sekarang giliran kau yang harus menyusul ayahku”

.

.

Taeyeon yang berada di lantai 2 terhenyak mendengar ucapan Yonghwa. Ia kini mengerti kenapa Yonghwa ingin Tiffany yang menjemput putrinya.

.

“Kau tidak tahu cerita yang sebenarnya Yong. Kami putus secara baik-baik”, ucap Tiffany.

.

“Diam dan berhenti bicara. Bawa dia untuk menggantikan putrinya” perintah Yonghwa pada dua anak buahnya. Mereka membawa Tiffany mendekat ke ujung pembatas dan melepaskan Seohyun.

.

“Umma~~” Seohyun terisak saat penutup mulutnya dilepaskan. Ia kini berada dicengkraman Yonghwa dan Tiffany berada di ujung pembatas.

.

“Tenanglah sayang, Hyuni akan baik-baik saja” Tiffany berkata untuk menenangkan putrinya. Seohyun menangis semakin keras.

.

“Hahahaha, lihatlah Hyuni. Kau akan merasakan apa yang pernah aku rasakan 15 tahun lalu”

.

.

.

Bugh…bughh…

.

Dua anak buah Yonghwa jatuh tergeletak begitu saja dengan sebuah peluru bius yang menancap di leher mereka.

.

“YAA!! lepaskan putriku” dengan kecepatannya Taeyeon berhasil mendorong Yonghwa dan menangkap putrinya agar tidak terjatuh ke lantai.

.

“Appa~~” Hyuni menangis saat mengetahui bahwa Appanya datang menyelamatkan dirinya. Taeyeon mengecup kening putrinya sebelum ia meletakkan Seohyun ke lantai.

.

“Bedebah!! Beraninya kau!” tanpa dapat menahan amarahnya, Taeyeon menghampiri Yonghwa dan memukul pria itu tanpa ampun. Yonghwa hanya tertawa saat dipukuli Taeyeon, ia seperti tidak peduli dengan pukulan Taeyeon.

.

“Taeng, hentikan kau bisa membunuhnya” Yuri berusaha melepaskan Taeyeon yang masih menghajar Yonghwa.

.

.

Aaaaaaaakkkkkk

.

Semua terkejut dengan suara teriakan Tiffany yang berada di ujung pembatas.

.

.

“Ummaaaaaaaaaaaaaa!!”

.

.

“Phany-ahh!!!!!”

.

.

.

.

.

.

TBC

—————————————–

No comment deh gue di part ini.

Semoga suka ya dengan lanjutannya ^_^ sorry kelamaan.

Next update gue usahain ASAP deh.

.

Ready for My Trouble Maker?? Atau The Heirs??

.

Ahahhahahahha see u guys.

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

109 thoughts on “ONLY ONE (10)

  1. mom pany itu kenapa? moga appa tae sma daddy yul bisa menyelamatkan hyunnie dan mommy pany…
    akhir’y yoong sadar jg, terharu bgt liat moment kasih syg ibu dan anak antara yoong krys dan mom sica, plus mom pany dan hyunnie… ^^

    Like

  2. Itu fany kenapa???
    kenapa nggak terjadi sesuatu sama fany…
    yoong baru sadar udh bisa dork..
    cpet sembuh ya..
    semoga nana juga cepet ketangkep..

    Like

  3. karma menghantui suzy,,, lagian jahat banget sama yoong.
    keluarga ylsic ngenes bangeet ceritanya terutama yoong
    eeeuuww pas tau nama appanya yonghwa langsung *skip*
    tiffany jangan bilang jatuh kebawah ? soalnya dia diiket yong kan!!!

    Like

  4. anyeong authornim..aq g senfaja nemu only one tp blm smpt dbaca..liat wp.ni br dr januari jd aq baca postingan dr awal dl deh…so lam kenal^^

    Like

  5. wah tiff nya kenapa itu? mudah2 an ga knp2 ya, ooo ternyata appa nya yonghwa si nickhun, mau juga donk dinyayiin sm sica umma,bener2 iri sm yoong nih, trs nasibnya suzy
    gimana itu je?

    Like

  6. fany kenapa? semoga fany ga kenapa2 -,- aish yonghwa bener2 minta dibunuh itu mah -,- ckckck geregetan sendiri bacanya -,- moment yoonsickrys sweet banget bikin envy -,- Je aku minta pw only one part 8 sama part 9 donggg 😥 ini email aku ramelianty@gmail.com

    Like

  7. Nado, ga bisa komen,
    Cerita anly one di chap ini sangat mengharukan, aku benar2 terharu, dgn karakter mommy2 disini, yg sangat mencintai anaknya. Benar2 mengharu biru. 😞😢T.T

    Ahhhh bikin iri aja. 😃

    Like

  8. OMG ternyt sasaran utm bkn hyunie tp fany yg hny utk bls dendam ats sakit hati yoonghwa krn appany. ya appa jd org yg apatis pdhl udh pny kehdpn msg2. seo udh bs diselmtkn tp ..tp…knp fany…
    syukurlah yoong udh sembuh krn jessica yg sensan tiasa sll dmpingi yoong….wah msh blm berakhir y ….

    Like

  9. Sambil nunggu part 8 9 dikasi baca dl yg ada haha
    Nah kan si yonghwa ternyta ada maksud terselubung hmm
    Jadi ada sangkut pautnya sama panul gegara mantan pacarnya si nik ? Ah i see i see
    Please gue yakin author ga bakal sejahat itu bikin bias gue jatuh dr lantai 3. ANDWEEEEE !!!!

    Like

  10. Wkwkwkwk.. Gw g sengaja ngakak pas baca bagian suzy dan yoong di ranjang dan tiba-tiba yoong ngeluarin busa di mulutnya, seharusnya gw sedih yak? Tp entah mengapa gw mikir kalo author j yg kece g niat bikin adegan nc mereka. Hhhhh.. Kasihan sica nangis trus lihat kondisi yoong. Appa taeng keren, dan panny kenapa? Jatuh?

    Like

  11. Lega bacanya saat tau Yoong udah sadar, dan kemudian gue serasa mau jatuh saat tau Seohyun disekap, pakai diseret segala 😦 aigoo si pany pany tipany kenapa lagi itu ?? Semoga ta

    Like

  12. Untung yoong cepet sadar sih suzy malah kabur hadeh
    Jadi bapaknya yonghwa nickhun toh-,-
    Fany ga jatuh kan thor???:'(

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s