Drabble#7

Without Tittle

.

.

.

Sudah seminggu lamanya Jessica tidak bertemu dengan sang kekasih lantaran Oppanya memergokinya sedang making out di apartemen beberapa waktu lalu. Dan kerinduan Jessica memuncak manakala ia mendapat kabar dari Sooyoung, sahabat Yuri yang memberinya kabar bahwa Yuri jatuh sakit akibat kelelahan mengerjakan tugas akhir.

.

Mau tidak mau, akhirnya Jessica menanggalkan segala kegengsian yang ia punya di depan Oppa kandungnya sendiri. Pagi ini, Jessica merelakan waktu tidur berharganya. Ia bangun sebelum ayam berkoko dan membuat kegaduhan di dapur. Dengan bantuan Iphone6 kesayangannya, ia mencoba mencari resep dan mendapatkan cara bagaimana membuat makanan kesukaan Yuri.

.

Pagi menjelang, dan ia sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan ia bawa untuk mengunjungi Yuri. Namun permasalahannya adalah, ia harus meminta izin pada Taeyeon. Untuk itulah ia merelakan kegengsiannya hanya karena ingin bertemu Yuri.

.

“Oppa~~~ pweaseeeeeee”, dengan aegyo yang ia buat seimut mungkin, Jessica membujuk Taeyeon agar menghentikan hukumannya dan bertemu dengan Yuri.

.

“Hentikan. Oppa tidak akan terpengaruh”, ucap Taeyeon dengan tenangnya sambil menyeruput kopi yang baru saja dibikin oleh Jessica.

.

Bukan Jessica namanya jika ia menyerah. Ia memberikan beberapa barang favorit miliknya agar Taeyeon bisa memberikan itu sebagai hadiah untuk Tiffany. Akhirnya Taeyeon menyerah juga, karena melihat ruang tamu yang berantakan akibat ulah barang-barang milik adiknya.

.

Taeyeon pun mengantar Jessica ke apartemen Yuri dengan perasaan setengah ikhlas. Sesampai di parkiran apartemen, Jessica langsung berlari secepat mungkin untuk menemui kekasihnya tanpa peduli dengan mottonya “never run no matter how late you are”.

.

“Kyaaaa, seobang~~~”, begitu sampai di kamar Yuri, ia langsung memeluk Yuri yang tengah berbaring sambil memainkan game di ponselnya.

.

Jessica ikut memeluk Yuri dari samping dan keduanya melepas kerinduan. Jessica bahkan bertahan beberapa menit karena menghirup aroma tubuh Yuri yang sangat adiktif baginya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan mengambil sebuah rantang yang tadi ia letakkan di meja kecil dekat tempat tidur.

.

“Tadaaa~~ aku membuatkan sarapan yang lezat untukmu, seobang”, ucapnya dengan ceria.

.

Yuri terkekeh melihat tingkah Jessica yang tidak biasa. Gadis itu sangat dingin dan tanpa ekspresi di depan orang lain terutama jika hellsica sudah aktif. Tapi kali ini Jessica bersikap sangat manis dan itu terlihat begitu menggemaskan.

.

“wooow, kau memasakan bubur spesial untukku, baby? gomawo, chuuu~” Yuri mengecup singkat bibir Jessica.

.

Jessica bersemangat sekali memberikan suapan pertamanya kepada Yuri. Bubur sudah masuk ke dalam mulut Yuri, dan Jessic menunggu reaksi yang kekasihnya berikan. Setelah menerima suapan itu, perlahan tapi pasti, senyuman Yuri semakin memudar seiring dengan masuknya bubur ke dalam kerongkongannya.

.

“Bagaimana seobang? enak kan?”

.

“…………….”

.

“Seobang?”, panggilnya sekali lagi karena Yuri belum bereaksi.

.

Karena tak mendapat jawaban dari Yuri, akhirnya Jessica memilih untuk mencicipi bubur buatannya.

.

.

“……………….”

.

.

“Hey baby, are you okay?” tanya Yuri saat Jessica terdiam. Tanpa menjawab pertanyaan Yuri, gadis itu keluar kamar dan membawa bubur buatannya yang berakhir ke dalam tong sampah.

.

Sekembalinya ke kamar, Jessica terlihat lesu. Yuri berusaha membujuk kekasihnya agar tidak kecewa.

.

“Tidak apa-apa, baby. Kau bisa belajar membuatnya nanti. hmmmmm.. Kau datang saja, aku sudah sangat senang”

.

.

.

.

——————————

.

Akhirnya Yuri memutuskan melakukan delivery order dan menikmati sarapan bersama kekasihnya. Kebetulan mereka memesan chicken spicy stew dan karena makanan itu, Yuri berkeringat sangat banyak akibat sedikit kepedasan. Namun, Jessica yang melhat hal itu justru matanya tak pernah lepas dari Yuri. Tubuh Yuri yang berkeringat, membuatnya tiba-tiba saja turn on ditambah dengan saos yang menempel di pinggir bibir Yuri.

.

Dalam hitungan detik, bibir Jessica sudah menempel sempurna di bibir Yuri. Jessica terlihat begitu agresif, kerinduannya ia tumpahkan saat itu juga. Yuri menyerah, ia pun membawa Jessica ke dalam kamar tanpa melepaskan ciuman panas mereka.

.

Saat Yuri ingin melakukan foreplay, Jessica menahannya. “Aku menginginkanmu sekarang, Seobang. Aku tidak butuh foreplay” pinta Jessica dengan lembut namun terdengar tegas. Gadis itu sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk bercinta dengan Yuri.

.

Yuri pun sudah naked di bagian bawah. baru ia ingin membuka helai terakhir di tubuh Jessica, gadis itu lagi-lagi menghentikan tangan Yuri karena merasakan sesuatu yang berbeda. Dengan segera Jessica berlari ke kamar mandi dan memeriksanya.

.

.

1

.

.

2

.

.

3

.

.

.

“TIDAAAAAAAAAKKKKKKKKK”, teriaknya dari dalam kamar mandi.

.

Yuri segera menghampiri kekasihnya itu. “Ada apa baby?”

.

“For god sake!! Kenapa tamu itu harus datang sekarang. Arrrrggghhhhhhh” kesal Jessica karena keinginannya harus tertunda. –LAGI

.

.

.

.

.

—————————————–

Hahaha setelah gagal karena Taeyeon, eh sekarang gagal lagi making out gara-gara tamu bulanan.

Hai Hai, drabble muncul lagi ^^

itu artinya gue belum siap update ONLY ONE. maaf ya T.T

Sebagai gantinya, drabble ini akan menemani weekend kita. hehehe.

.

.

by: J418

.

*bow”

Advertisements

101 thoughts on “Drabble#7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s