Love In Rome (One Shoot)

Tittle               : LOVE IN ROME

Cast                : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Im YoonA

Kim Hyoyeon

The Others

Genre              : Gender Bender, Drama Comedy, Romance, SweetHurt

ONE-SHOOT

———————————————————————-

.

.

.

Summer telah berakhir, semua siswa-siswi F-School kembali memulai aktivitas sekolahnya. Salah satu high school tertua di Venice ini menjadi salah satu sekolah unggulan yang memiliki beberapa ekstrakulikuler terbaik. Jika kau tidak berprestasi, maka jangan bermimpi untuk sekolah disini.

.

“Oppa!!! Tunggu, aku mohon. Kau salah paham”

.

“Ada apa lagi Sica~aa? Bukankah sudah kubilang, hubungan kita berakhir. Pergilah, aku ingin sendiri” usir Donghae

.

“Oppa” lirih gadis itu saat melihat namja yang ingin diajaknya bicara justru mengusirnya dan tak ingin bertemu dengannya.

.

Namja itu pergi, Jessica hanya menatap kepergian Donghae tanpa dapat berbuat apa-apa. Lagi-lagi cinta yang ia yakini akan bahagia, justru berakhir tak menyenangkan. Donghae hanya salah paham padanya, namun namja itu tak mau mendengar dan menerima alasan apapun.

.

.

.

——————————–

.

-Foscarini Club-

Ruangan ini begitu riuh dengan karena perdebatan baru saja terjadi di antara para anggota club. Mereka sedang merencanakan study tour untuk weekend ini tetapi banyak sekali anggota yang memiliki perbedaan pendapat.

.

Suara keras menghentikan perdebatan itu. Seorang namja dengan tinggi badan tegap dan sedikit kurus, berdiri dari duduknya. Dengan gayanya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, menandakan ia sedang berkuasa saat ini.

.

“Kita hanya akan melakukannya di Roma. Jika ada yang tidak setuju, silahkan tidak usah ikut”, Setelah mengucapka kalimat itu, namja tersebut keluar dengan di susul salah seorang namja yang memiliki tinggi hampir sama dengannya.

.

“Ya! Yoong, apa kau serius?” tanya namja itu.

.

“Aku serius Soo, lagipula kita baru masuk sekolah. Kenapa harus repot-repot untuk ke luar negeri. Aku duluan ya, aku memiliki janji dengan Sica noona”

.

.

.

.

Yoong menghela nafasnya berat, melihat sahabatny duduk menangis di bangku panjang yang ada di rooftop sekolah. “Aku baru tahu, jika seorang ice princess sepertimu bisa menangis” sebuah suara mengejutkannya. Jessica menatap orang tersebut, namja kurus dan tinggi dengan cengiran khas di wajahnya yang menurut Jessica sangat menyebalkan.

.

“Apa kau puas melihatku seperti ini?”, Jessica bertanya namun namja itu justru tertawa. Ia mendekati Jessica.

.

“Kau galak sekali noona”, ia mengambil tempat duduk di sebelah Jessica dan merangkul gadis itu. Yoong tahu kenapa Jessica ingin bertemu dengannya di rooftop. Disinilah Jessica menangis karena segala masalahnya.

.

Yoong mengeluarkan saputangan putih miliknya “Pakailah ini untuk menghapus airmatamu. Kau akan terlihat sangat cantik jika tersenyum. Kupikir Donghae memang brengsek”, Jessica ikut tertawa karena kalimat Yoong barusan..

.

Setelah 30 menit mereka bercerita, bel sekolah berbunyi. Menandakan bahwa pelajaran sekolah akan dimulai.

.

“Khaa~ aku rasa sebaiknya noona mengikuti study tour minggu ini. Mungkin kau akan bertemu dengan jodohmu disana” ucap Yoong yang justru mendapatkan pukulan di lengan kirinya.

.

“Dasar, kau ini”

.

.

.

———————————

.

Hari yang ditunggu pun tiba. Study tour murid Foscarini dilakukan, dan semua rombongan bis yang membawa para murid, tiba di lokasi. Mereka akan melakukan tour di Colloseum, Roma. Sesuai dengan kelompok yang sudah diatur, para murid pun berpencar bersama kelompoknya.

.

Di saat semuanya tertarik mempelajari sejarah yang ada di Colloseum, hanya satu murid yang melarikan diri dari rombongan, Jessica Jung.

.

Jika berbicara tentang kepopuleran, tentu murid-murid Foscarini akan tahu siapa Jessica Jung. Kapten cheerleaders Foscarini yang terkenal karena kecerdasannya dalam ilmu sains. Berbeda dengan kebanyakan murid lainnya, Jessica bukanlah seorang kutu buku ataupun seseorang yang memakai kacamata tebal. Cerdas, cantik dan populer, namun semua itu tidak menjamin keberhasilan Jessica dalam hal percintaan.

.

.

Bruukk…

.

Seseorang baru saja menabraknya di persimpangan dekat air mancur fontana. Kata orang, jika kau melempar koin ke dalam kolam ini, maka kau akan menemukan cinta sejatimu. Seorang namja dengan kacamata, membantu Jessica untuk berdiri.

.

“Maafkan aku”

.

“Its okay, i’m fine”, jawab Jessica. Setelah Jessica memaafkannya, pria itu terlihat bingung dan menoleh ke kiri dan ke kanan. Entah apa yang dicari, Jessica pun menanyakannya pada namja itu.

.

“Hmmm, kau seperti mencari sesuatu?”

.

“Aku kesini untuk menemani sahabatku melukis. Hanya saja tiba-tiba kami berpisah dan sampai sekarang aku belum menemukannya. Parahnya lagi aku lupa membawa ponsel dan tidak hapal nomornya” ucap namja itu. Ia baru menyadari jika gadis dihadapannya memakai seragam sekolah.

.

Jessica mengerti dengan tatapan namja itu, ia pun mengulurkan tangannya. “Aku Jessica Jung, murid Foscarini, dan kau–”

.

“Kwon Yuri. Kau bisa memanggilku, Yul saja. Biar terlihat akrab” balas Yuri mencoba mencairkan suasana.

.

“Senang berkenalan denganmu, Yul”

.

“Me too”

.

.

.

.

———————————–

.

Pertemuan singkat itu pun berubah menjadi kedekatan diantara keduanya. Yang paling mengejutkan bagi Jessica, bahwa Yuri adalah mahasiswa olahraga dari Universitas Venice sekaligus pelatih tim basket Foscarini yang baru. Hal itu semakin menambah kedekatan keduanya mengingat Jessica adalah kapten cheers. Otomatis, saat tim basket berlatih, pasti akan ada tim cheers.

.

“Kulihat kau sering bersama pelatih basket yang baru itu?”, Yoong membuka pembicaraan saat ia menghampiri Jessica yang sedang asik menikmati makan siangnya di kantin.

.

“Huum”, hanya kalimat itu yang keluar dari bibir gadis itu. Yoong memicingkan matanya, menatap Jessica penuh kecurigaan.

.

“Kau menyukainya?”, pertanyaan Yoong membuat Jessica menyemburkan minumannya karena pertanyaan Yoong yang menurutnya sangat frontal.

.

“YA! Aish, kau ini Yoong”

.

“Owh ternyata sahabatku yang cantik ini menemukan pengganti Donghae”, goda Yoong. Ia sangat senang menjaili Jessica, apalagi membuatnya kesal.

.

Namun tidak biasanya Jessica diam saja, Yoong mengikuti arah pandang gadis itu. Dari kejauhan, terlihat Yuri sedang memainkan bola basketnya dan menuju taman belakang sekolah.

Jessica berdiri dan mengejar namja itu, sedangkan Yoong hanya menggeleng heran melihat sahabatnya.

.

.

.

Niat ingin menyapa Yuri, justru sakit yang didapat oleh Jessica. Namja yang baru-baru ini berhasil membuat hatinya bahagia, malah menyakiti hatinya. Jessica melihat Yuri tengah berciuman bersama salah seorang murid Foscarini dan Jessica tahu siapa gadis itu –Tiffany Hwang–

.

Dengan kesedihannya, Jessica melarikan diri dari jam sekolah. Ia melajukan mobil bmw putih miliknya menuju air mancur Fontana. Disana ia berteriak keras meluapkan kemarahannya. Ia bahkan memaki-maki di depan air mancur.

.

Tiba-tiba terbesit sebuah ide gila di dalam benaknya. Ia melepaskan sepatunya dan masuk ke dalam air mancur, lalu memungut 4 koin berbeda yang ada di dalam air mancur. Yang Jessica tahu adalah, jika seseorang mengambil koin yang sudah dilempar ke air mancur, bisa saja orang-orang yang memiliki koin tersebut mengejarnya.

.

——————————–

.

Setelah kejadian itu, Jessica berusaha melupakan sakit hatinya lagi kepada Yuri. Ia mulai menjalankan kehidupan sekolah dan cheers seperti biasanya. Hingga suatu hari, ia dikejutkan dengan kedatangan 4 namja yang menyatakan cinta padanya.

.

Kim Taeyeon, ketua osis Foscarini yang terkenal dengan wajah baby facenya. Namun, ia memiliki kharisma yang luar biasa sebagai pemimpin. Kepopulerannya juga tidak diragukan lagi, tapi ada satu sifat buruknya. –Dia suka menyentuh butt gadis sexy–

.

Im Yoona, wakil ketua dari Foscarini Club yang terkenal dengan kewibawaannya. Ia merupakan sahabat sekaligus teman sekelas Jessica. Ia tidak sepopuler Taeyeon, tapi sifatnya yang ramah menjadikan ia sebagai salah satu siswa Foscarini yang paling ingin dikencani.

–God of Food–

.

Kim Hyoyeon, namja super aneh yang jago ngedance. Bukan karena dia gila atau semacamnya, hanya saja Hyoyeon senang memakai pakaian yang kebesaran seperti ala hip hop. Walaupun begitu, ia namja yang tampan dengan rambut pirang dan berprestasi dalam dance. –Fashion Terorist–

.

dan yang terakhir….

.

Kwon Yuri, mahasiswa olahraga tingkat akhir. Tujuannya datang ke tim basket Foscarini karena itu merupakan tugas akhirnya. Namja tampan berkulit eksotis ini terlihat biasa saja dan hanya populer di kalangan siswi yang menyukai basket, namun ia akan berbeda jika sudah berada di lapangan basket. –Prince Charming

.

.

.

.

—————————–

Jessica baru saja menyelesaikan latihan cheersnya dan ia disambut oleh senyuman lebar seoerang Kim Taeyeon yang sedang berjalan ke arahnya.

.

“Ingin pulang bersama?” tawar Taeyeon dengan senyumannya.

.

“Bisakah kau berhenti tersenyum seperti itu? Kau terlihat mesum, Kim Taeyeon”

.

“Aigoo~ aku tersenyum karena melihat bidadari cantik yang baru saja turun dari khayangan”, gombal Taeyeon.

.

Jessica berlalu begitu saja tanpa mempedulikan namja berstatus Ketua Osis Foscarini tersebut. Taeyeon dengan cepat menyusul Jessica dan mengikutinya dari belakang.

.

Woaahh, indahnya ciptaan Tuhan” pikir Taeyeon saat menatap lurus ke arah butt Jessica. Cara jalan Jessica yang begitu elegan, terlihat sexy di mata Kim Taeyeon.

.

bug….

.

Langkah Taeyeon terhenti saat menabrak punggung Jessica. Gadis itu tiba-tiba berhenti, ia lalu membalikkan badannya ke arah Taeyeon.

.

“Aish, kenapa kau mengikutiku?” kesal Jessica karena Taeyeon terus membuntutinya dari belakang. Namja itu lagi-lagi menunjukkan senyuma termanisnya.

.

“Aku hanya ingin mengantarmu pulang. Hmm, kita juga bisa makan dulu di restoran favoritku. Bagaimana?”

.

Habis kesabaran Jessica. Daripada Taeyeon terus mengikutinya dari belakang, akhirnya ia menerima ajakan namja itu. Tentu saja Kim Taeyeon teriak kegirangan.

.

.

——————————–

Hyoyeon terus melakukan gerakan dance yang memukau dan tidak mempedulikan tatapan anak-anak cheers di lapangan basket. Saat ini mereka baru saja istirahat sejenak setelah melakukan beberapa formasi. Namun tiba-tiba, sebuah musik terdengar dan muncul sesosok manusia dengan pakaian ala hip hop mulai melakukan dance.

.

Kejadian itu sungguh memalukan bagi Jessica. Ini hari kedua seorang siswa Foscarini mengusik hidupnya. Jessica memutuskan untuk meminta timnya selesai latihan dan segera bubar dari lokasi.

.

Dengan tatapan tajamnya, gadis itu berdiri di hadapan Kim Hyoyeon. “Apa maumu?” tanya Jessica to the point.

.

Hyoyeon mengeluarkan sebuah kartu kecil dan memberikannya pada Jessica. “Restoran Carlo di kawasan Venice. Aku ada performance malam ini disana dan aku ingin kau menontonya, setelah itu kita dinner. Bagaimana?”

.

Jessica melempar kartu itu dan tidak mempedulikan pertanyaan Hyoyeon. “Kalo kau tidak mau, aku akan dance disini setiap kalian latihan cheers” teriak Hyoyeon saat Jessica sudah diambang pintu auditorium.

.

Seketika gadis itu berhenti. Ia mengepalkan tangannya kesal dan berbalik menatap Hyoyeon yang tersenyum senang. “Fine!! Aku akan datang. Puas?!!” Setelah mengucapkan itu Jessica benar-benar pergi dari auditorium.

.

“Sangat puas”

.

.

.

————————————–

“Kenapa kau kemari, Yoong? Bukankah kelas akan segera dimulai?” tanya Jessica heran. Gadis itu sedang berada di ruang peralatan cheers, mengecek segala perlengkapan untuk timnya tampil saat mendukung tim basket Foscarini di ajang final basket minggu depan.

.

“Ini, untukmu”

.

“Gelang??

.

“Ya, kau harus memakai gelangnya. Lihat noona, gelang ini berbentuk hati dan itu bukti perasaanku padamu selama ini”, ucap Yoong terus terang tanpa mau berbasa-basi.

.

Jessica menghela nafasnya. “Yoong, kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Aku senang bisa bersahabat denganmu”

.

“Tapi aku lebih senang jika kita lebih dari sahabat. Aku menyukaimu, Jessica Jung”, Yoong mendekat dan menggenggam tangan Jessica. “Tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk menjadi kekasihmu?”

.

“…………………..”

.

Belum ada jawaban dari Jessica. Ia bingung harus menjawab apa, di sisi lain ia sangat nyaman bersama Yoong. Tapi untuk kata cinta, belum ada dalam kamusnya. Selama ini Yoong menjadi sandaran untuknya saat ia putus dengan namja-namja yang menjadi kekasihnya.

.

Yoong mendengarkan segala keluh kesahnya dan selalu dapat membuatnya ceria kembali. Ia tidak tahu, tiba-tiba Yoong datang dengan menyatakan perasaannya. “Yoong, a– aku….” ada jeda sejenak. Jessica kembali berpikir lagi “Hmmm, bisakah kau memberiku waktu untuk berpikir akan hal ini?”

.

Yoong mengangguk menjawab permintaan Jessica. Walaupun ia sedikit kecewa, tapi ia senang. Setidaknya Jessica tidak menolaknya, masih ada harapan untuknya benar-benar menunjukkan perasaannya pada Jessica.

.

.

“Gomawo, Sica-aa”

.

—————————————

.

“Sicaaaa!! Tunggu dulu”, Jessica berusaha berlari sejauh mungkin menghindari Yuri yang terus mengejarnya.

.

Hari sudah semakin malam, tim basket dan tim cheers baru saja menyelesaikan latihan mereka. Yang paling bikin Jessica kesal adalah bahwa supirnya telat menjemput, sementara saat ia menunggu mobil jemputannya, Yuri menghampirinya namun ia justru melarikan diri dari namja itu.

.

Karena Jessica berlari tanpa tujuan, akhirnya ia berhenti di sebuah daerah asing. Ia menghentikan langkahnya saat menyadari bahwa daerah ini sepi. Masih dengan seragam cheersnya, membuat ia merasa kedinginan karena tidak memakai coat. Saat ia berbalik untuk kembali ke arah sebelumnya, 3 pria berpakaian preman menghampirinya.

.

“Gadis cantik, sepertinya kau tersesat. Kami bisa mengantarmu pulang”, ucap salah satu preman dengan senyuman iblisnya.

.

Jessica terkejut dengan situasi ini, ia berusaha teriak sekeras mungkin agar ada yang mendengarnya. Namun sia-sia, tidak ada siapapun disana. Preman-preman itu mulai mendekatinya. Salah satu dari mereka sudah mengunci tubuhnya sehingga Jessica tidak bisa melarikan diri.

.

Tubuhnya bergetar hebat, ia sangat ketakutan. Bahkan airmatanya mulai menghiasi wajah cantiknya. Preman lainnya mulai menyentuh pahanya yang terekspos. Saat preman itu mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica, sebuah bola basket melayang tepat mengenai kepalanya.

.

“Lepaskan gadis itu” teriak seseorang yang tak jauh dari mereka. Jessica menoleh dan disana Yuri berdiri menantang para preman.

.

“Ada yang mau jadi pahlawan, hajar dia!!” teriak satu preman yang diduga adalah bos mereka.

.

Perkelahian tak terelakkan, namun dengan kemampuan bela diri yang dimiliki Yuri, akhirnya ia berhasil mengalahkan ketiga preman walaupun harus menerima pukulan di pipi kirinya. Ia segera menghampiri Jessica yang terduduk sambil menangis.

.

“Ssshh, tenanglah Sica. Mereka sudah pergi” ucap Yuri. Ia membuka jaket miliknya dan memberikan pada gadis yang baru saja ditolongnya ini.

.

Yuri membawa Jessica kembali ke arah sekolah dan mereka sekarang berada di mini market yang berada tepat di seberang gerbang sekolah. sekarang berada di mini market yang berada tepat di seberang gerbang sekolah. Yuri memberikan minuman hangat yang baru saja di belinya.

.

“Minumlah ini”, Jessica menerimanya dan mulai meminumnya. Yuri menatap gadis di hadapannya ini. Ia bersyukur bahwa berhasil mengejar Jessica dan menolongnya sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

.

Jessica tersenyum dan Yuri membalasnya. Namun gadis itu menyadari jika Yuri terluka. Ia menggerakkan tangan kanannya untuk menyentuh luka Yuri.

.

“Kau harus diobati. Ini pasti sakit”, Yuri malah tersenyum mendengar nada cemas dari Jessica.

.

“Aku tidak apa-apa, ini belum seberapa” jawab Yuri.

.

Keheningan melanda keduanya sampai Yuri bersuara lagi. “Kenapa selama beberapa hari kau menghindariku, Sica? Apa aku punya salah?” tanya Yuri.

.

Jessica kembali ingat dengan peristiwa di belakang taman sekolah dimana Yuri berciuman dengan gadis lain. Hatinya mendadak sakit mengingat itu, tapi ia tidak ingin bersikap kasar mengingat Yuri baru saja menolongnya.

.

Belum sempat Jessica menjawab, seorang pria menghampiri mereka. “Syukurlah saya menemukan anda disini, nona muda. Maafkan atas keterlambatannya saya. Ada masalah dengan mesin mobilnya” ucap pria itu.

.

“Kali ini kumaafkan, Key. Jangan diulangi”, jawab Jessica. Gadis itu kemudian berdiri. Selagi menunggu sopirnya mengambil mobil, Jessica dan Yuri menunggu di depan mini market.

.

“Yul, setelah tiba di rumah, kuharap kau segera mengobati lukamu”

.

“Apa ini tanda bahwa kau tidak akan menghindar lagi dariku?”

.

Jessica tidak menjawab, ia segera meninggalkan Yul dan menuju mobilnya yang sudah menunggu. Sebelum Jessica masuk ke dalam mobil, Yuri memanggilnya lagi. “Sica, kau harus mentraktirku makan”, teriak Yuri.

.

“Arraseo”

.

.

.

——————————

.

Perang antar 4 namja untuk mendapatkan hati Jessica pun dimulai. Mereka berlomba-lomba menunjukkan cinta mereka kepada gadis itu. Hari-hari Jessica kini selalu dipenuhi dengan kehadiran 4 namja yang tak berhenti memberinya kejutan.

.

Taeyeon adalah namja pertama yang memiliki pesona dan kharisma yang luar biasa sebagai ketua Osis Foscarini. Namun Jessica sangat risih dengan cara Taeyeon mendekati dirinya. Namja itu suka sekali dengan skinship dan bersikap byun, ia senang sekali berjalan di belakang Jessica agar dengan leluasa memandang butt sexy gadis itu.

.

Berbeda dengan Hyoyeon, namja nyentrik yang senang bergaya ala hip hop ini tidak menyebalkan seperti Taeyeon. Tapi Jessica adalah gadis pecinta fashion, itu semua berbanding terbalik dengan Hyoyeon yang selalu berpakaian seenak jidat. Jessica harus bersabar menghadapi style Hyoyeon yang menurut Jessica tidak ada di dalam kamus fashionnya.

.

Tapi Jessica bersyukur masih ada Yoong yang bersikap normal di hadapannya. Walaupun Yoong terang-terangan menyatakan cinta, tapi namja itu bersikap sewajarnya. Yoong adalah seseorang yang lebih banyak action ketimbang menggombali Jessica. Kadang ia memberi kejutan kecil namun bermakna untuk Jessica.

.

Dan yang terakhir, satu-satunya mahasiswa yang terpikat dengan pesona Jessica. Sama dengan Yoong, Yuri juga banyak memberikan kejutan untuk Jessica namun ia juga banyak menggombali Jessica dengan semua jurus cinta yang ia miliki.

.

Besok adalah ulang tahun Jessica dan juga sebagai hari penentu dimana gadis itu harus memutuskan siapa yang akan ia pilih menjadi pasangannya. Jessica memberikan 2 undangan berbeda kepada Yoong dan Yuri. Kedua namja itulah yang salah satunya nanti akan ia pilih. Jessica sudah menemui Taeyeon dan Hyoyeon untuk memberikan jawabannya. Beruntunglah, kedua namja itu suportif dan mau menerima keputusan Jessica.

.

.

.

.

.

.

———————————-

.

Seorang namja tengah menunggu di sebuah kafe dengan menggunakan kemeja merah maroon yang membuatnya terlihat tampan. Ia juga sudah menyiapkan sebuah kotak kado yang telah ia siapkan untuk sang puajaan hati.

.

Pintu kafe terbuka dan terlihatlah seorang gadis dengan dress selutut berwarna putih dan terlihat simple sedang berjalan menghampiri namja itu. Ia tersenyum melihat kedatangan gadis itu.

.

Aku akan memilih tepat di hari ulang tahunku.. aku akan menemui salah satu dari kalian di tempat yang telah ditentukan. –Jessica

.

.

Yoong berdiri dan menarik salah satu kursi lalu mempersilahkan Jessica untuk duduk. Keduanya saling melempar tersenyum. “Maaf terlambat, Yoong” ucap Jessica.

.

“Gwenchana, noona. Yang penting kau sudah ada disini”, Yoong lalu mengambil kotak yang ia bawa dan menyerahkannya kepada Jessica. Ternyata hadiah yang diberikan Yoong adalah kamera yang pernah diinginkan Jessica.

.

“Yoong…. ini–– ”

.

“Ya, itu kamera yang noona impikan. Apa noona suka dengan hadiahnya?”

.

Jessica menggeser tubuhnya dan memberikan sahabatnya itu pelukan. “Ini sangat indah Yoong, terima kasih”.

.

“Heem, aku senang jika noona menyukainya”, ucap Yoong tulus.

.

Jessica menatap mata Yoong lurus. Ia dapat melihat ketenangan di mata itu. Mata yang selalu menenangkannya dikala ia sedih dan mata yang selalu memberikannya senyuman bahagia. Ia bersyukur memiliki seseorang seperti Yoong dalam hidupnya, tapi ada satu yang tak pernah bisa ia bohongi. –perasaannya–

.

“Yoong”

.

“Hmm, ada apa noona?”

.

“Apa kau ingat dengan yang kutulis di surat itu?”, Yoong hanya mengangguk menjawab pertanyaan Jessica.

.

“Aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang”, lanjut Jessica. Yoong terlihat bingung dengan perkataan Jessica. Ia pun mengikuti arah pandang Jessica yang memandang ke arah luar kafe yang dibatasi sebuah kaca tembus pandang.

.

Disana terlihatlah seorang namja dengan badan yang terbilang atletis. Namja itu hanya memakai jeans hitam dan kaos putih dengan jaket kulit yang menambah kesan manly padanya. Jessica melambaikan tangannya saat namja itu menoleh. Ia membalasnya dan tersenyum kepada Jessica namun ia masih tetap berdiam di atas kap mobilnya.

.

Yoong tahu persis siapa namja itu walaupun ia belum berkenalan secara resmi. Tatapan Jessica kembali pada Yoong dan ia menggenggam kedua tangan Yoong. “Yoongi~ kau tahu jika aku sangat menyayangimu? Kau adalah pria terspesial dalam hidupku­”

.

Jessica melanjutkan kembali ucapannya yang terhenti sejenak “Tapi, aku tidak bisa membalas perasaan cinta itu. Karena ada seseorang yang membuatku jatuh cinta dan itu love at the first sight. Aku minta maaf Yoong, kuharap kita masih bisa menjadi sahabat” ucapnya dengan sedikit terbata.

.

Yoong menghela nafasnya. Ia sedih melihat Jessica mengeluarkan cairan krystal dari matanya karena merasa bersalah. Ia menghapus airmata itu dengan ibu jarinya.

.

.

.

Flashback (1 hour ago….)

.

“Siapa yang kau tunggu Yul?” sebuah suara menyadarkan Yuri dari lamunannya. Ia sedang asik menikmati pemandangan air mancur yang ada dihadapannya. Sesuai dengan janji, Yuri menunggu Jessica di tempat dimana pertama kali mereka bertemu.

.

Yuri terkejut dengan kedatangan Jessica. Gadis yang ia tunggu akhirnya datang dan menerima cintanya. Yuri menyambut kedatangan Jessica dengan senyuman yang tak lepas dari wajah tampannya.

.

“Happy birthday, Sica” ucap Yuri . “Ingin berdansa?”, tanya Yuri. Jessica setuju dengan ajakan Yuri dan musik pun mulai mengalun dari ponsel milik Yuri. Keduanya berdansa dengan senyuman kebahagiaan dan menikmati momen yang indah di malam ini.

.

“Jadi, apa sekarang kita resmi?” tanya Yuri di sela dansa mereka.

.

“Apa kau tidak mau?”

.

“Hahaha tentu aku mau, Sica~aa. I Love You”, ucap Yuri.

.

“I Love You, too”

.

.

.

End….

.

.

———————————

.

Setelah menemui Yuri dan memberikan jawabannya, Jessica sengaja mengajak Yuri untuk bertemu dengan Yoong. Ia tidak ingin membuat Yoong menunggunya lebih lama lagi, meski ada perasaan bersalah tapi ia tidak dapat membohongi hatinya bahwa hingga detik ini Jessica hanya menyayangi Yoong sebagai seorang sahabat.

.

Yoong menerima keputusan Jessica, ia turut berbahagia dengan pilihan Jessica. Ia pun akhirnya berkenalan dengan Yuri, yang ia tahu bahwa Yuri adalah pelatih basket tim Foscarini. Ketiganya merayakan ulang tahun Jessica di kafe zone, kafe favorit Jessica yang notabene merupakan kafe milik Yoong.

.

Pesta sederhana itu pun berakhir. Yuri dan Jessica sudah pergi, sedangkan Yoong masih berada di kafenya. Yuri mengajak Jessica melihat pemandangan Venice di malam hari. Kini mereka duduk di sebuah bangku taman yang tak jauh dari sungai Venice.

.

“Yul, apa aku sudah bisa membuka penutup mataku?” tanya Jessica.

.

Yuri sedang melakukan sesuatu di pinggir sungai. “Sebentar baby”

.

Selang berapa menit, Yuri sedikit berteriak untuk memberikan kode kepada kekasihnya yang baru resmi beberapa jam lalu. Jessica membuka penutup mata dan detik itu juga langit Venice malam ini dihiasi oleh warna-warni kembang api.

.

Tak hanya itu kejutan yang diberikan Yuri, sebuah yacht sudah ia siapkan di dermaga yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini. Beberapa menit menikmati langit Venice yang dihiasi fireworks, akhirnya keduanya menuju dermaga.

.

Mereka disambut seorang namja muda memakai topi kerucut dan memegang sebuah kue ulang tahun bertuliskan “Happy Birthday, Love”. Jessica merasa bahagia atas kejutan-kejutan yang diberikan Yuri.

.

Jessica memeluk erat pria dihadapannya ini yang telah memberikannya kejutan indah di hari spesialnya dan juga menjadi orang sepesial baginya mulai saat ini. “Gomawo Yul, I Love You” ucapnya.

.

“I Love You too, baby”

.

.

.

.

END……

—————————————–

Hai Hai.. One Shoot pertama gue.

Buat yang suka couple YulSic

.

NOTE: Next update FF BARU ^^

.

.

See you

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

107 thoughts on “Love In Rome (One Shoot)

  1. Enak pisan jadi jessica 4 cowo sekaligus meeenn wkwkwk
    Couple nya jessica yuri jadi yulsic hoo hehe
    Seru ceritanya je romance, ini sekali tamat ya
    Aku mulai baca dari sini ya je hehe

    Like

  2. Aku pikir akan menjadi yoonsic, ehhhh tau taunya yulsic lagi. Ga apa2 dech,
    Cerita nya bagus, jessica selalu jadi gadis populer. Dia memang pantas jadi gadis populer. 😃😃😃

    Like

  3. Woahh krna nunggu blsn email author J mka.ny bca yg oneshoot dlu..
    Yulsic jjang!!
    Jess tetep yaa gaa bs brpaling dr pesona kwonyul wlwpun godaan.ny bnyk tp kurang satu sii choi ga ikut kah ngejar jenong.. hehe
    Niceoneshoot♥

    Like

  4. “Jika kau tidak berprestasi, maka jangan bermimpi untuk sekolah disini” yalord thor agak nyesek yak kata2nya:’)
    Enak bett keknya jadi sica direbutin 4 cowo sekaligus, untung yg dipilih yul<3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s