MY Trouble Maker (1)

Tittle                : MY TROUBLE MAKER

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Im YoonA

Tiffany Hwang

Jessica Jung

The Others

Genre              : Gender Bender, Friendship, Drama, Romance, Angst

 

Series

—————————————————————————————

Part 1

.

.

Tokyo, Jepang

.

.

Seorang yeoja muda dengan rok mini pendek berwarna merah di atas lutut dengan memakai heels dengan warna sepadan, berjalan bak model yang sedang berada di atas catwalk. Suasana kantor yang semula tenang menjadi sedikit ricuh karena kehadirannya.

.

Beberapa orang yang ada disana khususnya para namja, tak dapat mengalihkan pandangan mereka dari yeoja itu. Mereka benar-benar terpesona dengan lekukan sempurna yeoja itu terlebih parasnya yang sangat cantik.

.

Tanpa peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, dia tetap berjalan menuju ruangan yang ingin dia tuju. Satu-satunya ruangan yang terlihat sepi namun dapat dipastikan bahwa ada seseorang di dalam ruangan itu.

.

Ia tersenyum saat melihat seseorang yang ingin ditemuinya sedang bersandar di kursi kebesarannya dan memejamkan matanya. Terlihat bahwa orang itu terlihat sangat lelah. Dengan hentakan heelnya yang sedikit nyaring, seseorang itu tersenyum saat mengetahui siapa yang datang.

.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai, Oppa?” tanya yeoja itu sambil memilih duduk di atas meja kerja tepat dimana seseorang yang dipanggilnya Oppa itu duduk.

.

“Ya, aku sudah selesai. Kau datang kesini untuk menjemputku, hmmm?” pria itu balik bertanya. Ia pun menggeser kursinya tepat di hadapan sang yeoja yang masih duduk di atas meja. Tanpa canggung, yeoja itu menunduk dan memberikan ciuman singkat di bibir pria itu lalu ia tersenyum menampakkan bulan sabit dari matanya.

.

“Tentu saja. Ini jadwal kita bertemu. Apa Oppa tidak merindukanku?”

.

“Hahahaha tentu aku merindukanmu Phany~aa. Kau ingin pergi kemana, hmmm?” ajak sang pria. Yeoja itu tampak berpikir sejenak…

.

“Aku ingin pulang dan Oppa wajib menyiapkan dinner, otte?”

.

“Call… Kajja, kita pulang sekarang” keduanya pun meninggalkan ruangan pria itu. Mereka tampak begitu bahagia, saling bercanda satu sama lain. Si pria dengan protectivenya merangkul yeoja itu yang berjalan di sisi kanannya.

.

.

.

.

“Hai Syoo, kau sudah datang dari tadi?” tanya sang pria kepada pria lainnya yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi dan sibuk mengunyah cemilannya.

.

“Oh Taeng, kalian baru pulang. Aku sudah dari tadi menunggu Bunny tapi dia belum juga pulang. Apa kau tahu kemana dia, Phany?” Sooyoung langsung mengalihkan pandangannya dari Taeyeon ke Tiffany.

.

“Mungkin dia ada kegiatan kampus. Sabarlah Oppa, dia pasti segera pulang. Apa Oppa menginap malam ini disini?” tanyanya. Tiffany pun ikut duduk di samping pria yang hoby makan itu. Sooyoung hanya menjawab dengan anggukan sedangkan Taeyeon langsung menuju kamar Tiffany karena dia ingin segera membersihkan tubuhnya.

.

Di ruang tamu apartemen, Sooyoung dan Tiffany menonton suatu acara variety show yang tidak jarang membuat mereka berdua tertawa.

.

“Apa kau yakin dengan hubungan ini, Phany?” Sooyoung tiba-tiba bertanya pada yeoja di sebelahnya. Tiffany sejenak berpikir, ini bukan pertama kalinya pria ini bertanya padanya. Ia bersyukur bahwa Sooyoung peduli padanya tapi ia tak dapat membohongi perasaannya bahwa ia mencintai pria yang kini mungkin sedang berada di kamar mandi di kamar miliknya.

.

“Jangan ingatkan aku, Oppa. Aku tidak bisa, yang jelas aku mencintainya” jawab Tiffany tulus. Sooyoung mengacak pelan rambut Tiffany sehingga membuatnya sedikit berantakan.

.

“Taeyeon sahabatku, dan kau sahabat dari kekasihku. Aku hanya mengingatkanmu, jangan sampai membuatmu terluka” ucap Sooyoung. Keduanya saling menatap satu sama lain, kepedulian Sooyoung jelas terlihat tulus di mata Tiffany.

.

“Dari awal aku sudah tahu resikonya, Oppa” ucapnya disertai senyuman bulan sabit miliknya. Sooyoung hanya bisa mendukung keputusan Tiffany. Ia sadar dirinya memang tidak punya hak atas pilihan Tiffany.

.

Tak lama kemudian, Taeyeon pun muncul dengan pakaian santainya. Ia terlihat lebih segar setelah mandi. Taeyeon dan Tiffany meninggalkan Sooyoung yang masih asik menonton untuk membeli beberapa bahan makanan yang tidak jauh dari apartemen milik Tiffany dan Sunny.

.

Tidak lebih dari 30 menit, kedua pasangan itu kembali ke apartemen. Taeyeon pun mulai memasak dinner untuk hari ini sedangkan Tiffany membantu menyiapkan minuman dan buah-buahan sebagai pencuci mulut.

.

Saat makanan hampir selesai, pintu apartemen terbuka dan muncullah sosok yeoja yang sedari tadi ditunggu oleh Sooyoung. Akhirnya kedua pasangan itu memulai dinner bersama mereka dan menikmati kebersamaan malam ini.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, kedua pasangan itu telah berada di kamar masing-masing. Sunny langsung memilih tidur cepat karena ia terlihat lelah dengan kegiatan di kampusnya hari ini, sedangkan Sooyoung memilih bermain game sambil menunggu dirinya merasakan kantuk. Apa yang terjadi dengan pasangan TaeNy? Mari kita lihat ^^

.

.

Walaupun ruangan ini sangat dingin karena suhu AC, tapi tidak bagi dua insan yang tengah menikmati indahnya bercinta.

.

“Urrgggh…..terus sayang, aaaaaaah… kau sungguh hebat” desah namja itu saat wanita yang berada diantara kakinya sedang bermain-main dengan sahabat kecilnya.

.

“Ohhhhhhhhhhhh, right there babyyy…….” teriaknya lagi saat ia hampir mencapai klimaks. Tak lama kemudian, ia mendapatkan apa yang ia mau.

.

.

“TaeTae, cepatlah. Aku sudah tidak tahan” namja itu terkekeh saat wanitanya memasang tampang cemberut.

.

“Aku akan membuatmu menikmati malam ini dengan indah, sayang”, ucapnya. Lalu ia mulai memposisikan dirinya dan menyatukan tubuhnya dengan wanita yang berada di bawahnya.

.

Hentakan demi hentakan terdengar di dalam ruangan bersuhu dingin tersebut. Mereka tidak sadar bahwa perbuatan mereka mengganggu penghuni kamar sebelah.

.

.

.

“Oh my gosh!!! Lama-lama aku bisa gila mendengar mereka mendesah setiap malam” ucap namja bertubuh cungkring. Ia lalu menoleh ke arah yeoja yang sudah terlelap tidur. “Seandainya aku adalah Kim Taeyeon, mungkin aku sudah menidurinya dari dulu” ucapnya frustasi. Menyadari bahwa selama ini ia dan kekasihnya tidak pernah melakukan hubungan intim.

.

Sigh!

.

“Tenang Choi Sooyoung, tenang. Kau tidak boleh seperti si midget yang pervert itu” gumamnya. Walaupun belum juga rasa kantuk menyerangnya, ia memilih segera tidur daripada harus mendengar desahan-desahan dari kamar TaeNy.

.

.

.

***

.

Seoul, Korea Selatan

.

.

.

Seperti biasa, tidak ada yang berbeda dari suasana rumah keluarga Jung yang bagai sebuah istana. Suasana pagi ini, hiruk pikuk terjadi di beberapa sudut rumah. Para pelayan rumah ini memulai pekerjaan mereka sesuai bidang masing-masing. Namun semua kehebohan itu tak mengusik sang putri yang sedang tertidur pulas.

.

.
Hey hey hey
You smile I smile
I smile I smile I smile
You smile I smile
Make me smile baby
…………
Baby you won’t ever work for nothing
You are my ins and my means now
With you there’s no in between
.

—————-

Mendengar ponselnya yang berbunyi berkali-kali akhirnya membuat sang putri bangun dari tidur nyenyaknya. “Hallo” sapanya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

.

“Sica, bangunlah. Appa dan Umma mu sudah menunggu untuk sarapan” kata seorang pria dari sambungan telpon”

.

“Kenapa Oppa ada di rumah sepagi ini?” tanya sang wanita, heran.

.

“Ada yang harus Oppa bicarakan padamu. Sekarang Oppa sedang berada di ruang makan bersama orangtuamu. Bersiaplah dan segera turun” jawab pria yang dipanggil Oppa tersebut.

.

Mau tidak mau, Jessica harus merelakan tidur nyenyaknya dan bersiap-siap untuk sarapan bersama dengan orangtuanya dan juga calon suaminya. Dengan blouse putih dan skirt berwarna pink, Jessica turun dari kamarnya menuju ruang makan dan menyapa semua yang ada disitu.

.

“Mau kemana kita pagi ini, Oppa?” tanya kepada tunangannya.

.

“Baby, kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja Hyoyeon merindukanmu. Kalian sudah 1 minggu ini tidak bertemu” Daddy Jung ikut dalam perbincangan anaknya dan tunangannya.

.

“Dad~ ” rengek Sica saat Daddy Jung ikut menimbrung percakapannya. “Oppa, sebaiknya kita makan di luar saja. Ayoo” Jessica berdiri dan mengajak tunangannya itu. Daddy Jung tertawa karena tingkah anaknya. Pasangan itu segera berpamitan dan pergi mencari kafe untuk tempat mereka sarapan pagi ini.

.

.

Sambil menunggu pesanan mereka datang, Hyoyeon mulai mengungkapkan tujuannya. “Sica, aku ingin mempercepat pernikahan kita. Apa kau setuju?”

.

Jessica sedikit kaget dengan permintaan Hyoyeon. “Tapi, oppa………” ucapannya terhenti. Ia bingung mau berkata apa.

.

“Kenapa?? Apa kau tidak menyetujui ini?” tanya namja itu lagi.

.

“Bukan begitu oppa, tapi……..aku diterima kerja di Jepang” Ia menunduk, merasa bersalah pada tunangannya. “Maaf oppa, aku baru memberitahukannya sekarang.” Lanjutnya.

.

Namja itu terlihat kecewa, tetapi sebisa mungkin ia tetap tersenyum. Menerima keputusan tunangannya.

.

“Apa kau diterima bekerja di tempat impianmu, Sica?” tanyanya. Namja itu mencoba memberikan pengertiannya pada yeoja dihadapannya ini.

.

“Hemmm, 2 hari yang lalu aku mendapatkan kabarnya”

.

“Baiklah, aku mengerti. Kita bisa membicarakan pernikahan ini lagi setelahnya. Kapan akan berangkat? Aku akan mengantarmu” ucapnya.

.

“Minggu depan, Oppa. Apa tidak mengganggu pekerjaanmu?” tanyanya lagi. Namja itu tersenyum.

.

“Tidak, kau calon istriku Sica. Sudah seharusnya aku mengantarmu. Akan kuusahakan mengunjungi di Jepang saat pekerjaanku tidak banyak”

.

“Terima kasih, Oppa” ungkap Jessica tulus kepada Hyoyeon.

.

.

Setelah selesai menyantap sarapan pagi, Hyoyeon mengajak Jessica ke taman bunga yang selalu Jessica kunjungi di waktu senggangnya. Pasangan itu menikmati momen kebersamaan mereka.

.

Hyoyeon hanyalah seorang staff biasa di perusahaan cabang milik Ayah Jessica dan keluarganya berasal dari kalangan biasa yang tinggal di Incheon. Namun, Daddy Jung terutama Jessica, menerima Hyoyeon dengan baik tanpa mempedulikan statusnya.

.

Hal yang paling Jessica sukai karena Hyoyeon merupakan pria yang bertanggung jawab, dan yang paling mengagumkan adalah Hyoyeon mampu menghidupi dirinya dan keluarganya tanpa bantuan siapapun. Walaupun ia bekerja bersama Daddy Jung, tapi beliau tidak pernah membantu sedikitpun masalah keuangan Hyoyeon. Pria itu tetap bekerja layaknya staff-staff lainnya tanpa perlakuan khusus.

.

Jessica mengapit lengan Hyoyeon dan berjalan bersama tunangannya itu melihat-lihat keindahan bunga yang ada di taman. “Aku berharap di Jepang nanti ada taman seindah ini, Oppa”

.

“Kalau disana tidak ada, Oppa akan membuatkannya untukmu” ucap Hyoyeon dan langsung mendapat cubitan ringan di lengannya kirinya.

.

Suasana taman yang masih sejuk dan matahari yang belum terik, membuat kedua insan itu menikmati pagi ini dengan suka cita sebelum mereka mengawali aktivitas masing-masing.

.

.

.

***

.

Back to Japan…

.

.

“Pagi yang sangat membosankan” keluh seorang namja pada dirinya sendiri. Namja itu tengah duduk di kap depan mobil sportnya sambil memandang ke sekelilingnya berharap ada seseorang yang bisa menemaninya.

.

Hari ini adalah hari Rabu, hari yang paling dibenci namja ini karena ia harus bertemu dengan pria tua yang menyebalkan yang tak lain adalah dosen di mata kuliah yang sudah diulangnya hingga tiga kali.

.

Karena tidak ada satupun orang-orang yang menurutnya menyenangkan pagi ini, akhirnya ia mengambil kacamata hitamnya dan mulai memasuki area gedung dimana ia akan melaksanakan perkuliahan pagi ini.

.

Sebelum memasuki kelas yang sudah terisi dengan beberapa mahasiswa, dari kejauhan ia melihat wanita dengan dandanan menggoda. Ia tersenyum senang karena menemukan salah satu wanitanya yang ada di kampus ini. Ternyata wanita itu melihatnya dan langsung menghampiri sang namja.

.

“Hai Yul, apa kau ada kelas pagi ini?” tanyanya dengan suara seduktif yang ia miliki. Wanita itu tanpa ragu mengalungkan tangannya di leher si namja. Tak peduli dengan beberapa mahasiswa yang melewati mereka.

.

“Hmmmmm. Apa kau ingin menemaniku?”

.

“Sure. Asalkan professormu itu tidak akan memarahiku karena masuk ke dalam kelasnya”

.

“Pria tua itu tidak akan berani memarahimu atau dia akan kukeluarkan dari kampus ini” ucap namja bermarga Kwon itu.

.

Wanita bernama Victoria itu setuju mengikuti kelas sesuai permintaan Yuri. Tidak ada yang tidak tahu siapa Victoria di kampus ini. Dengan segala pesona dan keseksiannya, namja mana saja bisa masuk ke dalam perangkapnya. Tapi tidak untuk Yuri, justru wanita itu yang terjebak dalam pesona namja berkulit eksotis itu.

.

Yuri adalah pewaris Kwon Group, sebuah perusahaan otomotif terbesar di Asia dan Ayahnya merupakan donatur terbesar di Universitas Tokyo tempat ia bersekolah. Sudah tak terhitung berapa banyak wanita yang menjadi korbannya, namun untuk Victoria, dia menjadi yang spesial di sisi seorang Kwon Yuri.

.

Kelas dimulai beberapa menit kemudian. Semua mahasiswa dengan serius mendengarkan penjelasan sang dosen mengenai perkembangan ekonomi Jepang dan beberapa negara lainnya. Namun di sudut kelas, terdapat sejoli yang sibuk bermesraan. Siapa lagi jika bukan Yuri dan Victoria.

.

“YAA!!!! Kwon Yuri.. Maju ke depan sekarang” bentak seorang dosen pria yang sudah paruh baya. Ia sudah geram melihat tingkat mahasiswanya bernama Kwon Yuri, bisa-bisanya dia bercumbu di dalam kelas saat mata kuliah berlangsung.

.

“Hei whats up brother. Anda memanggil saya Pak?” tanya Yuri dengan gaya tengilnya.

.

“Berani sekali kau melakukan itu di dalam kelas. Keluar dari ruangan ini dan kupastikan nilaimu untuk mata kuliah ini tidak lulus” bentaknya.

.

“Tidak masalah, terima kasih atas perhatiannya Pak” jawabnya lalu keluar kelas membawa yeoja yang tadi bercumbu dengannya.

.

Tapi kemudian Yuri berbalik lagi, “Oh iya Pak, jangan lupa bersiaplah untuk mencari Universitas yang baru. Bye” ucapnya lalu pergi meninggal sang dosen.

.

.

.

.

“Apa lagi yang kau perbuat Yul?” seorang pria berumur 30 tahun-an, lagi-lagi dibuat pusing oleh ulah sepupunya yang sering membuat ulah dengan dosen-dosen yang mengajarnya.

.

“Aku mau kau mengganti dosen ekonomi itu. Aish, berani-beraninya mengusirku dari kelas dan mengancam tidak meluluskanku” kesal Yuri.

.

Jaejoong hampir menyerah menghadapi sepupunya ini, tapi dia juga menyadari posisinya di kampus ini. Akhirnya dia menyetujui keinginan Yuri.

.

.

“Mau kemana kita, Yul?” tanya Victoria setelah mereka berada di mobil sport Yuri.

.

“Aku akan bertemu Taeyeon dan Sooyoung, mereka sudah menungguku. Aku akan mengantarmu pulang”

.

“Apa kau tidak pulang malam ini?”

.

“Tidak Vic, ada yang harus aku lakukan malam ini. Kita bisa bertemu lagi besok, aku janji”

.

“Baiklah, aku mengerti”

.

.

Setelah mengantar Victoria ke apartemennya, Yuri langsung melesat menuju kafe tempat dimana ia akan bertemu dengan dua sahabatnya itu.

.

“Wow, Taeng! Ada apa dengan lehermu? Seperti habis digigit nyamuk” sapa Yuri saat ia sudah tiba di tempat duduk dimana Taeyeon dan Sooyoung sudah menunggu. Taeyeon menanggapi pertanyaan Yuri dengan melempar kacang yang sedang ia makan ke arah namja berkulit agak gelap itu.

.

“Digigit nyamuk bernama mushroom, Yul” sambung Sooyoung dan keduanya pun tertawa puas mengejek Taeyeon.

.

“Bisakah kalian serius sedikit? Kita disini untuk membicarakan bisnis” marah Taeyeon.

.

“Oh ayolah Taeng, jangan terlalu serius. Kita sudah lama tidak bertemu, seharusnya kita bersenang-senang dulu” Yuri menepuk pelan pundak pria yang lebih kecil darinya itu.

.

Sooyoung dengan enaknya memukul kepala Yuri. “Kau itu yang sibuk, monkey. Bahkan aku setiap hari bertemu dengan Taeyeon hingga benar-benar bosan”

.

“Uruslah berkas-berkas ini dan pastikan itu akan membawa keuntungan buat bisnis kita. Aku harus pergi sekarang” Taeyeon langsung berdiri dan meninggalkan kedua sahabatnya yang masih terdiam karena sikapnya.

.

Kini hanya Yuri dan Sooyoung yang berada di kafe. Mereka sibuk dengan pekerjaan yang baru saja diberikan Taeyeon.

“Syoo, ada apa dengan Taeyeon? Hari ini dia begitu sensitive dan tidak asik”

.

“Yul, aku saja yang setiap hari bertemu dengannya tidak memahami dirinya, apalagi kau yang jarang bertemu” jawaban Sooyoung tidak membantu sama sekali.

.

Yuri berdiri dari duduknya lalu mengambil jaketnya dan pergi begitu saja.

.

“YAA!! Yul, tunggu aku” panggil Sooyoung.

.

Mereka bersiap-siap menuju suatu tempat yang merupakan tugas yang diberikan Taeyeon kepada keduanya. “Yul, kenapa kau ingin ikut bisnis ini? Bukankah kau pewaris Kwon Group?”

.

“Cuma iseng, Syoo. Kalo aku bosan, aku akan berhenti” balas Yuri asal dan mendapatkan pukulan kedua dari Sooyoung tepat di kepalanya.

.

“Dasar monkey” umpat Sooyoung.

.

.

.

—————————————————

.

bagian Jepang lainnya.

.

Suasana malam Shinjuku sedikit berbeda dengan daerah lainnya. Seorang namja sedang menikmati malamnya bersama teman-teman seumurannya. Mereka bercanda dan tertawa bersama diantara motor balap yang mereka gunakan. Malam ini salah satu anggota tim mereka berhasil memenangkan balapan liar yang mereka lakukan dengan beberapa tim lainnya.

.

Tanpa mereka sadari, beberapa orang bersembunyi dan mengawasi kegiatan mereka. Salah satu diantaranya baru saja menerima panggilan dari seseorang. Tak menunggu lama, kumpulan anak-anak muda tersebut perlahan mulai bubar dan hanya menyisakan salah satu yang akan menjadi target mereka.

.

Saat namja itu meninggalkan lokasi, orang-orang yang bersembunyi tadi langsung mengikutinya. Merasa suasana daerah sudah sepi, dua motor masuk menerobos dan melaju lebih cepat dari si target dan menghadangnya. Mereka langsung membawa namja itu ke tempat yang tak terlihat oleh orang lain.

.

.

.

Buuugh….buuuggh….

.

Di sebuah gang sempit inilah, terlihat 4 namja yang sedang memukuli 1 orang yang hampir tak berdaya. Keempat namja itu memakai topengnya sehingga tidak terlihat wajahnya. Sedangkan namja yang dipukuli itu hampir terlihat tak berdaya.

.

“Ini akibatnya jika kau mencari masalah dengan kami. Jauhi Seohyun, atau bos kami sendiri yang datang mematahkan kakimu” ucap salah satu pria bertopeng itu.

.

Merasa tidak ada perlawanan perlawanan lagi, keempatnya lalu meninggalkan lokasi kejadian. Namja itu berusaha mengambil ponselnya dan mendial sebuah nomor.

.

“N….Nuu.. Nunaa… tolong aku” ucapnya sebelum ia kehilangan kesadaran.

.

.

.

Sebelum meninggalkan lokasi, salah satu dari empat pria tadi membuka topengnya dan melakukan panggilan kembali dengan seseorang. “Bos, kami sudah melakukan tugas ini dan memberinya pelajaran” ucap pria itu.

.

“Good, kerja bagus Taec. Kalian kembalilah ke markas” jawab seseorang di seberang telpon.

.

Kumpulan itu akhirnya meninggalkan lokasi kejadian tanpa membuat kecurigaan sedikitpun.

.

.

————————————

.

Tak jauh dari lokasi kejadian, Yuri dan Sooyoung baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka. Sooyoung yang sibuk memakan burger favoritnya tiba-tiba matanya menangkap sebuah motor yang masih samar dalam penglihatannya.

.

Mobil yang dikendarai Yuri mulai mendekati satu motor berwarna hitam yang terparkir di pinggir jalan. “Yul, berhenti sebentar” ucap Sooyoung.

.

“Huh?? Ada apa Syoo?” heran Yuri.

.

“Wait. Aku seperti mengenal motor itu, Yul” Sooyoung langsung turun dan mendatangi motor itu.

.

“Yonghwa? Bukankah ini motornya? Lalu kemana dia?” Sooyoung menoleh ke sekeliling tapi tidak menemukan siapapun.

.

“Siapa Syoo?” Yuri turun dan ikut mengecek apa yang Sooyoung lakukan.

.

“Yonghwa, dongsaeng dari kekasih Taeyeon” balas Sooyoung yang masih sibuk mengecek sekelilingnya. Saat matanya menemukan sebuah kayu balok yang tergeletak tak jauh dari gang sempit, Sooyoung mendekati lokasi. Sooyoung sangat terkejut melihat seseorang tergeletak dan jauh dari ia menemukan kayu balok itu.

.

“Astaga!! Yonghwa” mendengar Sooyoung berteriak, Yuri langsung menghampiri sumber suara. Reaksi Yuri sama kagetnya dengan Sooyoung. “Bantu aku Yul, ppaliwa!!” panik Sooyoung.

.

Mereka langsung membawa Yonghwa menuju Rumah Sakit terdekat. Sooyoung lebih memilih menghubungi Taeyeon karena ia tahu bahwa Tiffany akan sangat panik jika ia memberitahukannya kepada yeoja ber-eye smile itu.

.

“Hallo Syoo, ada apa?” jawab Taeyeon. Sooyoung dapat mendengar isakan dari seorang perempuan dan ia yakin betul itu suara Tiffany.

.

“Apa kau sedang di apartemen, Taeng?”

.

“Ya aku sedang di apartemen, Tiffany baru saja menerima telpon dari Yonghwa tapi setelahnya ponsel Yonghwa susah dihubungi”

.

“Taeng, aku menemukannya di daerah Shinjuku dalam keadaan babak belur. Aku dan Yul sedang membawanya menuju Rumah Sakit terdekat” ucap Sooyoung.

.

“Baiklah Syoo, kumohon urus dulu semuanya. Aku dan Tiffany akan segera kesana. Terima kasih Syoo” sambungan telpon segera terputus.

.

Yuri semakin melajukan mobilnya, berharap Rumah Sakit yang mereka cari tidak jauh karena kondisi Yonghwa yang semakin memburuk. Bahkan Yuri sudah tidak peduli dengan rambu-rambu lalu lintas yang ada.

.

.

.

————————————-

.

“Kerja bagus Taec. Kau dan timmu sangat bisa kuandalkan” ucap seorang namja yang tertawa puas karena kinerja anak buahnya.

.

“Senang bekerja denganmu, Bos. Kami permisi dulu” namja bernama Taecyeon beserta tiga rekannya meninggalkan markas dan tersisalah satu namja yang sedang duduk di kursi singgasananya menikmati wine malam ini.

.

Namja itu sesekali tersenyum melihat figura yang ada di meja kerjanya. Dalam foto itu, terlihatlah fotonya bersama sang kekasih.

.

“Mendekati Seohyun sama saja dengan mendapatkan masalah”

.

.

.

.

.

TBC

——————————————————————————-

Hallo guys ^^

.

Semoga kalian menikmati chapter pertama dan ngefeel ya.

Segala sesuatu bisa berubah atau nggak, tergantung jalan cerita

.

Selamat membaca, annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

153 thoughts on “MY Trouble Maker (1)

  1. Annyeong thor. Maaf baru komen, sebenrnya udah baca part 1 – part 8. Tp gpp deh di ulang.. itu sica nntinya putus kan thor sma hyo? Soal taeny no comen XD

    Like

  2. aduh thor baru awal part pemanasan’y udh dksh NC’y Taeny, aisshh … jingkrak” krn ada TaeNy moment
    wah Hyosic aku suka jg ama ni couple
    yul emg ditakdirkan sbg cowo cool dunia akhirat haha ^^

    Like

  3. aduh thor baru awal part pemanasan’y udh dksh NC’y Taeny, aisshh … jingkrak” krn ada TaeNy moment
    wah Hyosic aku suka jg ama ni couple
    yul emg ditakdirkan sbg cowo cool dunia akhirat haha ^^
    yuk baca part 2, let’s go!!!

    Like

  4. izin bca ya thor..first congrats to SNSD & Taeyeon menang kat GDA..awl2 lagi sudah ada nc taeny..ksian sma soo gak prnh bisa sentuh bunnynya..hyosica ?? great couple tp klu sica ketemu sma yul bikin konflik sama hubungn hyosic nanti..next chap..di tunggu ff lain..fighting thor..saranghae

    Like

  5. Taeyeon sama yuri pas sama judul haha ngga ketang
    Jessica nya ga sama yuri sih J hee
    Yuri bandel jangan di tiru haha
    Duh taeny tuh ya hahaha bisa ajah nih J
    Seru

    Like

  6. Kyk ya buat part nc-an itu cuman taeny sma yulsic doang yg dpet feel ya hahahaha
    Kasian tuh sooyoung ngedengar desahan taeny mulu tiap malam 😂

    Like

  7. karena gw gak ada bacaan dan lumutan nunggu albumnya sica keluar, akhirnya mencoba baca ini lagi walaupun gak demen hyosic 😦 *pukpuk my kwon*
    btw, ini baru chapter 1 tapi udah Nice Chapter aje thor~ gw suka nih wkwkwkw

    Like

  8. heemm pershbtn yg unik, ad si pervert, trouble man, n si alim. yuri huh kpn g playboy?? troubleny br mulai nih, siapa yg cr gara2 am taeyulsoo?? sica welcome to japan.

    Like

  9. hyo dan sica bertunangan, yuri seorang player, hmmm yulsic belum bertemu !? hehehehe soosun, masih kalem, dan… pervert taeyeon dan agresif fanny ckckckck !.
    apa orng yg di panggil bos oleh taec itu yoong?.

    Like

  10. Hyoo pacar nya sicaa O.o , ternyata mreka semua di jepang tohhh ,
    kasiannn soo setiap hari dengerin nyanyian(?) taeny hahahahh chap 1 feel nyaa dpett kok thorr hehehe

    Like

  11. hahaha gua baru nyadar pas abis baca teaser gua langsung lompat ke part2. Gua gak nyadar udh ngelompatin part 1. Sumpah oyot bgt gua, tapi gua masih ngerti karena mungkin teasernya udh hampir menceritakan part 1kali yah

    Like

  12. Waah taeny lagi ngapain tu?ckckck *sokpolos …kasian kan sooyoung harus dengar yg begituan wkwkwk… gue penasaran nih hubungan taeny kenapa..kayaknya ada sesuatu deh😕…itu itu yg nyuruh org² pukul yonghwa itu siapa? Kayaknya yoona deh ..ah gue tau² aja 😁🔫..btw hye..I am your new reader Dan ini ff pertama dlm hidup gue baca hyosic betunang *avaikan 😅

    Like

  13. Waah taeny lagi ngapain tu? *sokpolos…kasian kan sooyoung dengerin yg begituan wkwkwk😂 ..gue penasaran nih dgn hubungan taeny..kayaknya ada sesuatu deh😕 ..itu itu yg nyuruh org² pukul yonghwa siapa? Kayaknya yoong deh.. ah gue tau² aja😅..btw hai..I am your new reader dan ini ff pertama yg gue baca hyosic jadi pasangan (?) *avaikan

    Like

  14. dikira gue tunangan sica bakal yul, taunya hyo dlu .. awalnya agak susah bayanginnya mueheehe
    wah taeyulsoo pd bisnis apaan tuh? bisnis hitam atau putih? hehe
    disini yonghwa dpt peran adeknya fanny.. hm~

    Like

  15. Wah wah taeny emang daebak ya, yuri nakal banget dan sooyoung kasihan setiap hari harus mendegarkan wkwkw

    Hai thor salam kenal ya☺

    Like

  16. Duh thor baru chap 1 taeny udah nc aja wkwk
    Hyosic tunangan?trus yulsic gimana?:(
    Kenapa ada yulvic hadeh
    Itu yg nyuruh mukul yonghwa yoong ya?._.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s