My Trouble Maker (4)

Tittle : MY TROUBLE MAKER
Cast : Kim Taeyeon
Kwon Yuri
Im YoonA
Tiffany Hwang
Jessica Jung
The Others
Genre : Gender Bender, Friendship, Drama, Romance, Angst

Series
————————————————————————–
Part 4
.

.
“Kondisi Nyonya Jieun tidak bisa diremehkan begitu saja. Saya harap, anda bersedia untuk mengizinkan pihak rumah sakit melakukan perawatan lebih intensif. Setidaknya mengurangi resiko”, jelas seorang dokter yang sudah mulai berambut putih dengan kacamata khasnya.
.
“Lakukan semaksimal mungkin, ssaem. Saya percaya pada kemampuan anda beserta tim”
.
“Akan saya laksanakan, Tuan Kim”
.
.
.
———————————
.
Tiffany POV
.
Kulihat pria yang aku cintai sedang menyandarkan kepalanya di atas setir mobil. Hari ini tidak biasanya ia menjemputku sendirian tanpa seorang bodyguard pun yang mendampinginya. Jika sudah begini, aku pasti tahu ini semua berhubungan dengan Jieun. –Sigh– Setiap mengingat itu, aku selalu sadar posisiku tidak akan pernah sejajar dengannya.
.
Kuhampiri Taeyeon dan ku buka pintu mobilnya. Dia masih tidak bereaksi dengan kedatanganku, kuputuskan untuk berdiri di sebelahnya dengan posisi ia masih duduk dibangku pengemudi.
.
Kuusap punggungnya dengan begitu lembut, membantunya untuk melupakan sejenak semua beban yang menghampirinya. “TaeTae~” ucapku lirih, berharap ia mendengarnya.
.
Taeyeon beraksi, ia segera menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arahku. “Hei, mian sayang” sapanya sambil menggenggam kedua tanganku dan tersenyum.
.
Kuarahkan tangan kananku untuk mengusap pipinya dan tangan kiri yang masih menggenggam tangannya. “Kau terlihat lelah. Apa sebaiknya kita pulang saja?”
.
“No, i’m fine. Aku sudah berjanji untuk mengajakmu ke Hokaido” ucapnya cepat, seperti takut jika aku membatalkan liburan kami. Lucu sekali dia, seperti anak kecil.
.
“Hahahaha, oke TaeTae~ Kita akan tetap pergi. Hmmm, apa kita hanya berdua?” tanyaku memastikan. Karena jujur saja, ini sangat aneh. Biasanya dia akan tetap membawa satu atau dua bodyguard bersamanya.
.
“Apa kau ingin aku membawa bodyguardku?”
.
Aku langsung menggeleng cepat, menolak penawarannya. Walau terasa aneh tapi aku bahagia, ini pertama kalinya kami akan pergi “hanya berdua” saja.
.
“Kha~~ Kajja” ucapnya sambil turun dari kursi pengemudi dan menuntunku menuju ke kursi penumpang di sebelahnya.
.
Hari ini, akan menjadi moment yang menyenangkan –Kuharap Begitu–
.
.
.
———————————-
.
Tiba di Hokaido, Taeyeon dan Tiffany langsung menuju ke hotel untuk mengistirahatkan diri sejenak sebelum mereka menjelajahi kota yang dijuluki kingdom of ice untuk hari ini dan besok.
.
Keduanya baring bersama di atas kasur hotel tanpa melepaskan genggaman tangan mereka. “Bagaimana phany~aa, apa kau menyukai kota ini, hmm?”
.
“Sangat Tae, gomawo~”, jawab Tiffany sambil menghadap ke arah kekasihnya itu dan mengecup lembut bibir Taeyeon.
.
Taeyeon ikut tersenyum melihat keceriaan dari nada bicara Tiffany. Ia begitu senang melihat kekasihnya itu tersenyum lepas. “Ingin mandi bersama?”, Sifat byun Taeyeon muncul seketika saat tak sengaja melihat dress Tiffany akan tersingkap nenunjukkan paha putih wanitanya itu.
.
“In your dream, Mr. Kim”, Taeyeon mencubit hidung mancung milik Tiffany. Ia begitu menggemaskan jika sedang pura-pura marah dan Taeyeon suka menggodanya.
.
Taeyeon segera berdiri dan mulai membuka kemeja biru laut yang ia kenakan tanpa peduli bahwa Tiffany sedang menatap punggungnya. “Jangan memandangiku seperti itu, sayang”, Tiffany segera sadar dan mengambil bantal yang ada di dekatnya dan melemparnya ke arah Taeyeon.
.
“Hahaha” Taeyeon tertawa puas dan berlari menuju kamar mandi sebelum bantal yang Tiffany lempar mengenai punggungnya.
.
.
.
.
.
.
.
Brrrrrr~
.
Taeyeon merangkul tubuh Tiffany dalam dekapannya. Hari menjelang malam, keduanya berniat untuk dinner di luar hotel dan menikmati pemandangan Hokaido yang ditutupi seluruh salju.
.
Keduanya memilih untuk makan di sebuah restoran ramen yang tak jauh dari hotel karena keinginan Tiffany. Mereka mengambil tempat duduk di lantai atas supaya dapat melihat pemandangan dari atas.
.
Alunan musik jazz menambah suasana bahagia yang dirasakan keduanya. Tiffany tersenyum simpul saat melihat kekasihnya makan dengan cukup cepat seperti anak kecil yang kelaparan.
“Pelan-pelan Tae”, Tiffany menggunakan tisu untuk mengelap sudut kanan bibir Taeyeon yang sedikit belepotan akibat kuah ramen.
.
“Ini sangat enak, Fany-aa. Ramen terenak yang pernah ku makan”
.
“Ya, aku setuju Tae” balas Tiffany dengan senyum bulan sabitnya.
.
Selesai makan, keduanya memilih berdansa dengan alunan musik Jazz. Moment inilah yang sudah cukup lama tidak mereka lakukan karena kesibukan masing-masing keduanya. Tiffany menatap cukup lama pria yang sudah bersamanya hampir 2 tahun ini.
.
“Something happen, dear?”, Taeyeon bertanya saat melihat tatapan sendu dari Tiffany. Wanita itu hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
.
“Aku hanya bahagia kita punya waktu seperti ini, Tae” senyumnya yang selalu mampu membuat Taeyeon ikut tersenyum.
.
“Aku mencintaimu, Tiffany Hwang”
.
“Nado, Kim Taeyeon”
.
.
.
***
.
.
Ting……Tong……Ting……Tong
.
.
Jessica yang baru saja selesai berpakaian, tiba-tiba dikejutkan oleh bel apartemen.
“Selamat siang, Nona Jung. Ini ada paket” sapa seorang namja yang masih muda dengan pakaian security yang dia kenakan dan memberikan sebuah kotak yang cukup besar.
.
“Apa ini?”
.
“Saya tidak tahu Nona. Tetapi pengirim mengatakan untuk membukanya hati-hati” jelas namja muda itu.
.
Jessica menerima meski bingung dengan apa yang yang baru saja terjadi. Ia mempersilahkan namja muda itu untuk pergi meninggalkan apartemennya. Dengan perlahan ia membawa kotak itu ke ruang tamu dan membukanya.
.
To: My Gorgeous Lady~
.
Hai cantik, selamat pagi. Aku berharap tidurmu sangat nyenyak semalam. Semoga kau menyukai sarapan pagi ini.
.
.
With Love,
KYR
.
.
Setelah membaca note yang tertulis di atas kotak itu, Jessica membuka isi kotak dan ternyata isinya adalah dua buah sandwich dan susu kotak instan dengan 2 rasa yang berbeda. Ia hanya menggeleng heran melihat kejutan pagi ini dan ia tahu siapa pelakunya.
.
Mengingat kejadian beberapa hari lalu dimana Yuri menolongnya karena hampir tertabrak, keduanya mulai saling menyapa satu sama lain. Meskipun belum terlalu banyak pembicaraan diantara mereka, tapi Jessica sudah mulai menerima keberadaan Yuri, mahasiswanya –yang kadang menyebalkan– itu.
.
Selesai menyantap sarapan yang dikirim oleh Yuri, ia segera bersiap-siap mengingat hari ini ia memiliki jadwal untuk membeli keperluan sehari-hari yang persediaannya hampir habis. Tapi siapa sangka, makhluk hitam dengan kacamata coolnya sedang bersandar di mobil sport kesayangannya sambil tersenyum manis ke arahnya.
.
“Morning, cantik~” sapa Yuri dengan senyuman paling menawan. –menurut dia sih–
.
Jessica justru berkacak pinggang. Ia menatap tajam salah satu mahasiswanya itu karena memanggilnya sembarangan. Yuri tertawa melihatnya, ia semakin menggoda Jessica.
.
“Miss Jung yang cantik, anda semakin cantik jika marah seperti itu” goda Yul.
.
“awwwww”, Jessica tanpa ampun memukul lengan mahasiswanya itu dan menimbulkan teriakan kesakitan dari Yuri.
.
“Kau ini, menggunakan seseorang untuk mengantarkan sarapan tetapi kau ada disini”, Jessica merasa kesal dengan kejutan konyol yang sering Yuri lakukan untuknya. Walaupun tidak dapat ia pungkiri bahwa ia senang dengan kehadiran Yuri yang tidak seburuk apa yang dipikirkannya selama ini.
.
Yuri mengambil sesuatu dari saku celananya dan menunjukkan sebuah gelang sederhana namun dengan warna pelangi yang begitu indah. Ia mengangkat tangan kiri Jessica dan memasangkannya ke pergelangan tangan Jessica.
.
“Perfect”, ucap Yuri tersenyum ke arah wanita cantik dengan keanggunan dan wibawa yang dimilikinya.
.
Jessica nampak terkejut namun ia terkesima dengan gelang indah yang baru saja diberikan Yuri padanya.
.
.
–Yuri POV–
.
Kulihat senyumnya yang begitu indah pagi ini. Wanita dengan kecantikan luar biasa dan keanggunan yang begitu elegan. Senyumnya, yang selalu ingin kulihat setiap pagi saat aku melihat dunia ini. –apa aku bisa? –
.
Ia seperti terkesima melihat gelang itu. Well, itu gelang persahabatan yang ingin kuberikan padanya. Walaupun sesungguhnya aku sangat membenci persahabatan dengan seorang wanita. –Kau tahu? Karena aku mulai jatuh cinta pada wanita dihadapanku ini–
.
“Terima kasih, Yul. Ini begitu indah, apa aku pantas menerimanya?” ia bertanya padaku, manis sekali melihat ia yang masih bingung dengan gelang pemberianku.
.
“Gelang ini sebagai tanda bahwa seorang miss Jung sudah menjadi sahabatku”, kulihat Jessica tersenyum. aku merasa lega dia menyukai kado kecil pemberianku.
.
Jessica mengucapkan terima kasih kepadaku sekali lagi dengan senyum yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku meminta izin untuk menemaninya ke minimarket yang tidak jauh dari apartemen.
.
Sepanjang perjalanan, kami saling menceritakan hal-hal konyol yang pernah kami lakukan sewaktu masih kecil. Tidak kusangka, wanita yang berjalan di sebelahku ini semasa kecilnya adalah gadis tomboy yang senang bermain sepakbola saat ia tinggal di San Fransisco.
.
Kami memilih beristirahat di sebuah kafe usai berbelanja. Mataku tak pernah teralihkan dari pemandangan yang sangat indah. Baru kali ini aku menyadari bahwa ada makhluk ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan.
.
“Apa sudah selesai memandanginya?” sebuah suara mengangetkanku. Kulihat ia menatap tajam saat menyadari bahwa aku sedari tadi memandanginya.
.
“Apa ada yang salah? Aku hanya mengagumi wanita yang begitu cantik dihadapanku ini”
.
Jessica mengerutkan dahinya dan memicingkan mata sebelah kanannya “kau terlihat seperti pria hidung belang jika menatapku seperti itu Yul. Tatapanmu sungguh mengerikan”
.
Aku tertawa keras mendengar perkataannya. Jessica Jung, wanita yang benar-benar berbeda dari kebanyakan wanita di luar sana yang pernah aku temui.
.
Sebelum pulang, kami memutuskan untuk bersantai di taman dekat apartemen Jessica. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang Sooyoung katakan beberapa menit lalu melalui percakapan telpon
.
“Yoong sudah lama tidak kembali ke apartemennya. Aku sudah menemukan dimana dia, aku menunggumu di kafe biasanya Yul”
.
.
“Kau terlihat melamun Yul. Memikirkan kekasihmu?” tanya Jessica tiba-tiba.
.
“Aku tidak memiliki kekasih”
.
“Bohong, mana mungkin playboy sepertimu jomblo” ejek Jessica.
.
Aku terkesima mendengar komentar pedasnya “Woow, kau tahu aku playboy. Jangan-jangan kau mencari tahu tentangku ya” Jessica yang sedang minum pun tersedak mendengar jawabanku.
.
“YA!! Aku tahu bukan karena mencari tahu. Semua anak-anak di kampus sering membicarakanmu. Aish pede sekali”, lucu sekali ekspresi marahnya itu. –ah, dia benar-benar sesuatu–
.
.
.
.
.
——————————-
.
“Jadi sekarang kau mengizinkanku untuk ke apartemenmu, Sica?”, Kami sudah berdiri di depan pintu apartemennya. Akhirnya aku bisa memanggilnya dengan sebutan akrab. Well, Jessica hanya lebih tua beberapa bulan dariku. Tapi kuakui dia wanita yang sangat cerdas di usianya saat ini.
.
“Bukankah kau sudah masuk terlebih dulu ke apartemenku, Yul”, ucapnya mengingatkanku akan peristiwa waktu itu. “Ayo masuk”, tawarnya.
.
Aku menahan pergelangan tangannya sebelum Jessica masuk ke dalam. “Aku langsung pulang saja, Sica. Ada beberapa urusan yang harus kukerjakan” ucapku sedikit menyesal. Andai saja Sooyoung tak menelponku tiba-tiba, pasti aku dengan senang hati menerima tawarannya.
.
“Baiklah jika begitu. Sekali lagi terima kasih Yul untuk hari ini”
.
“Tidak masalah Sica. Aku senang jika kita bisa berteman seperti ini. Aku pulang dulu, bye”
.
.
.
.
.
.
Sepulangnya Yul dari apartemen, Jessica memilih untuk duduk di sofa dan menikmati acara televisi siang ini. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan menampilkan sebuah nomor asing. Jessica sedikit ragu namun ia memilih untuk menjawabnya.
.
“Hallo??”
.
“Sica, ini Oppa” sebuah suara menyapanya. Jessica terkejut dengan suara itu, suara yang sudah lama tidak ia dengar namun ia merindukan sosoknya.
.
“Oppa, apa benar ini dirimu?” tanyanya masih shock dengan kejutan tiba-tiba dari seseorang yang menelponnya.
.
“Yes, baby. Ini aku. Syukurlah Oppa bisa menghubungimu. Mommy menghubungi Oppa dan memberitahukan bahwa kau sudah di jepang 2 bulan ini. Kenapa tidak memberitahu Oppa, hmmm?”
.
“Maaf Oppa, aku tidak ingin kau terlalu khawatir. Lagipula Hyoyeon Oppa sudah mencarikanku tempat tinggal di lingkungan yang menyenangkan”
.
“Hmm, Oppa tahu. Oppa yakin Hyoyeon menjagamu dengan baik. Jadi, kalian sedang menjalin hubungan jarak jauh?”
.
“Iya Oppa, aku ingin meraih impianku disini. Jika sedang tidak banyak pekerjaan, Hyo Oppa akan mengunjungiku. Bagaimana keadaan disana Oppa?”
.
“Appa baik-baik saja, seperti biasanya” Jessica bisa mendengar nada amarah dari lawan bicaranya. “……..dan istriku” ada jeda panjang yang tak dilanjutkan oleh seseorang di seberang sana.
.
“Oppa, kau tidak perlu membahasnya”, Jessica memotong pembicaraan sensitive itu. “Aku sangat merindukanmu dan unni, Oppa~”
.
Lawan bicaranya itu terkekeh mendengar nada manja dari Jessica, gadis kecilnya yang sangat ia sayangi. “Lusa, Oppa akan menjemputmu. Sekalian Oppa ingin melihat, dimana gadis kecil Oppa ini tinggal, hmm”
.
“Oppa~~ aku sudah menjadi seorang Dosen. Bagaiman jika mahasiswaku tahu kau memanggilku seperti itu” walaupun pria itu tidak dapat melihat Jessica, ia yakin bahwa Jessica saat ini sedang mengerucutkan bibirnya.
.
“Hahahahaha. Oh ya, Oppa masih ada urusan sekarang. Sampai bertemu lusa, jaga dirimu baik-baik”
.
“Hmmmm tentu, Oppa”
.
.
.
.
***
.
.
Sebuah mobil bmw Z6 warna hitam sedang melaju kencang di kawasan Azabu, perumahan mewah di Tokyo. Terlihat 2 namja terlibat pembicaraan serius selama perjalanan keduanya di kawasan tersebut.
.
“Apa kau yakin Yoong ada di sana?” tanya Yuri yang masih fokus mengendarai mobilnya.
.
Sooyoung yang sedang duduk mengecek ponselnya, menoleh ke arah Yuri. “Saat ini salah satu kenalanku ada disana Yul, dan ia memberitahuku bahwa Yoong ada di pesta itu juga”, Yuri mengangguk mengerti.
.
Setiba di lokasi, Yuri dan Sooyoung langsung masuk ke sebuah rumah mewah yang ada di kawasan itu. Dentuman musik kencang terdengar hingga ke halaman tempat Yuri memarkirkan mobilnya. Meskipun masih sore, tetapi sepertinya pesta sudah berlangsung sejak tadi.
.
Yuri dan Sooyoung berusaha menerobos kerumunan orang-orang yang ada di lokasi pesta. Anak-anak muda Jepang, baik yeoja maupun namja begitu menikmati suasana pesta. Bahkan ada yang tengah asik menikmati minuman keras, beberapa pasangan yang sedang making out tanpa malu, dan juga ada yang sedang menikmati serbuk-serbuk haram beramai-ramai.
.
.
Di sebuah ruangan…..
.
–Plaaak!! Plaaakk!! –
.
“Apa kalian begitu bodoh, hah? Bagaimana bisa hari ini aku melihat namja itu sedang berjalan bersama Seohyun di kampus?”
.
Seorang namja dengan kaos tanpa lengannya disertai sebuah tatto di lengan kanannya terlihat begitu marah. Dihadapannya berlutut seorang namja yang baru saja ditamparnya.
.
“Maafkan kami, boss. Kami tidak tahu jika namja itu selamat dari pengeroyokan. Kami sudah memastikan beberapa pukulan di––”
.
“Aku tidak butuh alasan. Yang jelas kau dan anak buahmu gagal menjalankan tugas yang kuberikan” ucap namja itu memotong perkataan anak buahnya.
.
Beberapa pria bertubuh besar masuk ke dalam ruangan dan membawa namja yang berlutut tadi keluar ruangan.
.
“Beri dia hukuman, aku tidak suka dengan orang yang gagal menjalankan misinya” perintah namja itu.
.
.
.
———————————–
.
Sooyoung mendekati temannya yang baru saja 1 jam lalu memberikan kabar untuknya. “Dimana Yoong? Kami belum bisa menemuinya?” tanya Sooyoung.
.
Namja yang tengah asik berdansa dengan memegang botol bir itu menoleh dan menghentikan sejenak kesenangannya. “Oh Soo, kau sudah disini. Aku melihat Yoong bersama wanita yang sering bersamanya di lantai 2. Kupikir kalian bisa mendekati mereka saat ini.
.
“Oh baiklah. Terima atas informasinya, kawan” Sooyoung berlalu meninggalkan temannya itu dan kembali menuju ke tempat dimana Yuri menunggu. Setelah Sooyoung mengatakan informasi yang didapat, keduanya menuju lantai 2.
.
Kondisi di lantai 2 sedikit lebih kondusif dibandingkan lantai 1. Hanya beberapa orang yang terlihat disini. Mereka sama saja, sedang berpesta. Hanya saja terlihat lebih elegan dengan pakaian yang mereka gunakan. –Tipikal anak-anak konglomerat–
.
Yuri menangkap sosok adiknya yang tengah mengobrol bersama beberapa temannya. Ia menghampiri adiknya itu. “Yoong!!”
.
Yoong yang merasa namanya dipanggil menoleh ke sumber suara, dan melihat Yuri didampingi Sooyoung sedang menghampirinya. “Thanks god, akhirnya aku bertemu denganmu disini” ucap Yuri.
.
Mengerti dengan situasi, beberapa teman Yoong pergi dari situ dan juga wanita yang berada di sebelahnya. “Ada apa hyung?”, Yoong memulai pembicaraan.
.
Yuri dan Sooyoung duduk di sofa yang ada di hadapan Yoong. “Umma ingin bertemu denganmu, Yoong. Dia merindukanmu” ucap Yuri mengutarakan tujuannya.
.
Dengan gaya tenangnya Yoong menyesap americano miliknya. Yuri masih menunggu jawaban adiknya sedangkan Sooyoung memilih diam dan memainkan ponselnya.
.
“Aku belum bisa pulang hyung. Jika hanya itu yang ingin kau katakan, sebaiknya kalian pulang saja. Aku sedang sibuk”, Sooyoung memilih bereaksi karena ucapan namja dihadapannya.
.
“YA!! –”, sebelum Sooyoung sempat meraih kerah baju Yoong, Yuri menghentikannya. “Kenapa kau masih membelanya, Yul?”, geram Sooyoung.
.
“Tenanglah Soo, aku kesini bukan untuk mencari keributan” Yuri menjawab dengan tenang juga. Ia menatap adiknya yang masih duduk santai di Sofa. “Pikirkanlah baik-baik, Yoong. Aku tidak memintamu untuk kembali ke rumah. Aku hanya ingin kau menemui umma yang sangat merindukan putra bungsunya” jawab Yuri dengan nada biasa tanpa amarah.
.
Yoong menjentikkan jarinya dan muncul 3 orang bodyguard dari sisi kanan. “Pastikan hyungku ini tiba di mobilnya dengan selamat” ucap Yoong kepada ketiga bodyguard dan dijawab dengan anggukan mengerti.
.
“Kau berubah Yoong” ucap Yuri lirih namun masih dapat di dengar Yoong. Ketiga bodyguard tadi mengantarkan Yuri dan Sooyoung seperti yang diperintahkan.
.
.
“Hyungmu begitu tampan Yoong” sebuah suara muncul di sebelahnya. Yeoja itu mengambil duduk di pinggir sofa dan memeluk Yoong. Namja itu masih diam, sambil memainkan pinggir cangkir berisi americano.
.
Walaupun pesta itu didominasi oleh minuman keras, namun Yoong tak memilihnya. Bukan karena ia tak menyukai minuman itu, hanya saja untuk saat ini ia ingin menikmati secangkir americano.
.
“Tidak sama brengseknya denganku, sayang. Tapi aku lebih setia pada 1 orang ketimbang dirinya yang berganti wanita tiap berhubungan sex” ucap Yoon sekali lagi dengan tenangnya. Ada amarah dalam dirinya yang tak dapat orang lain pahami.
.
Yeoja itu beralih menghadap Yoong dan memeluknya dengan posisi Yoong yang masih duduk dan ia yang berdiri. “Kau tidak brengsek Yoong, jangan berkata seperti itu”, Yoong tertawa kecil mendengar yeoja yang sedang memeluknya ini membela dirinya.
.
.
.
————————————
.
“Minumlah ini Yul” Sooyoung menyodorkan sebuah bir kaleng kepada Yul. Sehabis Yoong mengusir mereka, Yuri memutuskan untuk ke Tokyo tower dimana ia bisa melihat Jepang secara luas dari atas tower.
.
Keduanya menikmati suasana dalam keheningan. Tiba-tiba Sooyoung bersuara. “Kudengar Taeyeon juga mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus pemukulan Yonghwa”, sejenak Sooyoung berhenti lalu melanjutkan kalimatnya “….kita harus lebih dulu dari Taeyeon, Yul. Kau tahu, pelaku akan habis di tangan Taeyeon. Jadi kurasa kita harus memastikannya terlebih dahulu”
.
“Aku tahu Soo, aku akan melindungi pimpinan mereka dengan caraku. Jika memang dia pelakunya, aku akan memberinya pelajaran dengan tanganku sendiri”
.
“Kau tahu, ini pertemuan pertamaku dengan Yoong setelah beberapa waktu lalu. Dia masih sama tapi tidak dengan sifatnya. Aku merasa dia bukan lagi dongsaeng yang sangat lucu” ucap Sooyoung disertai tawa kecil ketika mengingat masa lalunya bersama Yoong.
.
Yuri meneguk habis birnya. “Dia sedang kehilangan arah Soo, dan sangat sulit membawanya kembali.”, Sooyoung terhenyak mendengar perkataan sahabatnya.
.
“Yul–”
.
“Lupakan Soo, ayo kita pulang” Yuri memotongnya dan berlalu begitu saja.
.
.
.
***
.
.
Pagi yang indah di Hokaido walaupun tidak terlalu lama berada disini, namun Taeyeon cukup bahagia bisa memberikan waktunya untuk Tiffany. Banyak hal-hal yang Taeyeon waspadai akan terjadi di kehidupannya, tapi ia sudah berjanji untuk berusaha tidak melukai siapapun tak terkecuali Tiffany.
.
Perceraian kedua orangtuanya, membuat Taeyeon begitu hancur namun di sisi lain ia bahagia karena ibunya bisa hidup dengan bahagia tanpa harus tersakiti lebih dalam lagi oleh perbuatan Ayahnya. Kini ibunya menikah lagi dengan seorang pria baik dan bijaksana yang bertanggung jawab. Meski ia harus berbeda negara dengan sang ibu, tapi ia masih bisa bertemu dengan ibunya dan juga keluarga barunya.
.
Sedangkan Taeyeon memilih Jepang karena tanggung jawabnya yang lain. Meskipun ia membenci sang Ayah, tapi Taeyeon tetap melaksanakan baktinya terhadap orang yang sudah memberinya kehidupan yang layak. –mewarisi bisnis rahasaia Mr. Kim–
.
Pengalaman pahit hidupnya semasa kecil, tidak akan Taeyeon bawa dalam masa depannya. Kini ia berdiri tegap memandang lurus ke arah sang surya. Menikmati suasana pagi Hokaido sebelum kembali ke Tokyo.
.
Dari kejauhan, ia melihat dua yeoja sedang menuntun kekasihnya yang sedikit mengalami kesulitan karena matanya tertutu oleh sebuah kain. Ia tersenyum kecil melihat Tiffany yang sedikit kesusahan dalam berjalan.
.
Hari ini, Taeyeon ingin membawa Tiffany terbang melihat keindahan kota Hokaido dari atas balon udara yang sudah ia siapkan. Perlahan ia mendekat dan berdiri di belakang Tiffany yang sudah ada di dekatnya. Ia mulai membuka penutup mata, untuk membiarkan Tiffany melihat kejutannya.
.
Wanita ber-eyes smile itu terkejut dengan surprise yang diberikan. Ia tak menyangka bahwa Taeyeon akan memberinya sebuah hadiah indah di hari ulang tahunnya, tepat di pagi hari di kota yang dijuluki “kingdom ice”.
.
“Tae––” belum sempat Tiffany mengucapkan sesuatu, Taeyeon mengecup pipi kanannya dari belakang dan memback-hug nya.
.
“Happy Birthday, sayang. I Love You”, kalimat sederhana itu meluncur dari bibir seorang Kim Taeyeon, pria yang sudah memberinya suka dan duka selama ini. Taeyeon mempererat pelukannya untuk mengurangi rasa dingin yang menyerang mereka berdua walaupun keduanya sudah memakai coat khusus musim dingin.
.
“Terima Tae, I Love You too”, Tiffany melepaskan dekapan Taeyeon dan membalikkan badannya. Ia pun memberikan kecupan ringan di pipi kanan Taeyeon.
.
“Nah, sebelum kita terlambat ke bandara, ayo kita nikmati pemandangan Hokaido dari atas” ajak Taeyeon. Ia menuntun Tiffany untuk naik ke balon udara dengan bantuan beberapa orang yang sudah ahli dalam urusan ini.
.
Balon udara perlahan mulai naik, baik Tiffany maupun Taeyeon terkesima dengan pemandangan Hokaido yang seluruhnya tertutup salju. Taeyeon merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk menerima hembusan angin musim dingin yang siap menerpa wajahnya.
.
Keterkejutan Tiffany belum usai, ia kini terdiam tanpa dapat berkata apa-apa. Pria yang dihadapannya kini, baru saja meneriakkan sesuatu dengan sangat keras bahkan seorang petugas yang menemani mereka di balon udara ini, Tiffany yakini juga mendengar setiap kalimat yang dikeluarkan Taeyeon.
.
Taeyeon maju selangkah dan mengambil kedua tangan Tiffany lalu menggenggamnya. “Kurasa, aku mengatakan dengan sangat jelas, Tiffany Hwang. Sekarang, apa kau bersedia berbalik badan dan menatap ke bawah?” ucap Taeyeon.
.
Tiffany pun mengikuti permintaan Taeyeon dan sekali lagi ia terkejut dengan pemandangan yang ia liat. Beberapa kilatan cahaya muncul dari bawah, dan menampilkan satu kalimat berbahasa Jepang yang sangat Tiffany mengerti apa artinya itu.
.
.
.

Will U Marry Me, Tiffany Hwang?
.
.
.
.
.
TBC
———————————————–
Hallo :))
Mian, gue gagal update tanggal 28. Gue harap ini cukup untuk menghibur kerinduan kalian terhadap fanfict ini.
.
Sampai jumpa di next update ^^
.
Annyeong!!
.
by: J418
.
*bow*

Advertisements

120 thoughts on “My Trouble Maker (4)

  1. Yoong oppa disini lu gangster yak hoho baru ngeh q tpi biarpun lu gangster ada 1 poin yg bkin lu ttp kece yoong yup lu blang lu cuma setia pd 1 org yaampun hati lu kece bnget dah XD ,ada konflik intern kykny yoonyul ini,oppany sica itu mungkin tae? Jdi tae udah nikah dan pacaran ama fany? Aish lanjut baca aja dlu dah biar ngeh.hehe

    Like

  2. Ada apa sih sma mada lalu ya taeyeon kok kyk ya berat bnget gitu. Bnyak bnget rahasia antra taeyeon tiffany
    Ehmmm mulai yakin nih klo yg mukulin yonghwa itu org suruhan ya yoong

    Like

  3. akhirny tiffany melamar tae, smg ini jln yg bnr bg keduany. walaupun plyboy tp yul msh sgt perduli akn adikny, tp sp yg membuat yoong n yul berskp sprt itu? wah mkn penasaran.

    Like

  4. Ia tuhan😰😰😰😰 tae bikin nitikin aer mata aja nie😢😢😢 sungguh momment yg langka😊😊 aq harap long last buat TAENY ☺☺
    Haduhhh yoona ternyata kpl yakuza gitu😧 knp lagi coba.. ada apa dgn yoonyul 😑 bingung saya..

    Like

  5. yulsic sdh mulai akrab. gelang persahabat yulsic, seprti film kuch kuch ho ta hai. gelang persahabatan berwarna pelangi.😁😁 hehehe..
    sebenarnya ada apa dgn yoong?.
    taengi romantis banget ngelamar fanny di balon udara.

    Like

  6. ternyata dugaan gue salah , ternyata memang bener itu si yoong . dan mungkin jga suruhan yoong jga yang nyelakain yonghwa . dan gue penasarn nih . ada apa dengan yoong ya , knp dia gak mau pulang kerumah . ada masalah apa yoong dengan yul dan keluarganya … gue penasaran jga , siapa ya oppanya sica ? wahh , knp banyak banget pertannyaan yg muncuk di benak gue . hahhaha . gue mau lanjut baca dulu yahh …

    Like

  7. yulsic udh mulai dkt, oppa yg telepon sica siapa ya?
    yoong berubah? ada masalah apa yg bikin yoong begitu
    ibunya tae sudah nikah lg dan berbeda negara? kok mikir yg macem2 ya hehehe
    wah taeny udh lamaran aja … jawabannya apa tuhhhhhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s