Drabble #6

Seducing My Seobang

.

.

.

Sebelum mulai, gue mau ngingetin kalo ONLY ONE part 8 dan 9 itu udah update

Bagi yang ngerasa reader gue, berhak minta pw ke email atau twitter (udah ada di menu)

sekian ^^

.

.

.

“Seobang~” rengek Jessica kepada Yuri, kekasih hatinya yang tengah sibuk mengerjakan tugas akhir sebagai mahasiswa kedokteran Hankyung University.

.

“Wae, baby?”

.

“Aku lapar sekali”

.

Yuri kemudian membuka laci mejanya dan mengeluarkan beberapa lembar won dalam dompetnya. “Delivery order ya baby, aku sedang sibuk dan tidak bisa memasakan makanan untukmu” ucap Yuri sambil memberikan uang kepada Jessica.

.

Gadis itu pergi dengan muka cemberut karena Yuri memilih melanjutkan pekerjaannya daripada memasakan makanan untuknya.

.

.

sore harinya…….

.

“Seobang~~” Jessica masuk ke kamar dengan suara imutnya dan menemukan Yuri masih dengan posisi sama seperti sebelumnya -Mengerjakan tugas akhir-

.

“Yes, baby. Ada apa?” jawab Yul sambil masih fokus dengan komputernya.

.

“Aku melihat ini barusan” , Jessica menunjukkan sebuah majalah dengan beberapa produk tas new arrival dengan harga selangit.

.

Mengerti dengan permintaan Jessica, ia kembali membuka laci meja dan mengambil kartu kredit miliknya untuk diserahkan kepada kekasihnya itu.

.

“Bersiaplah baby, aku akan menelpon Kang Ahjussi untuk mengantarmu shopping. Kau bisa berbelanja sepuasny” ucap Yuri.

.

Lagi-lagi Jessica keluar dengan kekesalannya karena Yuri lebih memilih tugas akhirnya daripada menemaninya shopping.

.

Dengan terpaksa, ia segera bersiap dan pergi berbelanja sepuas hati. Meskipun kesal, tapi ia tidak berniat untuk mengurungkan niat shoppingnya.

.

Pria paruh baya, “Kang Ahjussi” kini harus menanggung semua penderitaan yang biasanya Yuri alami ketika menemani Jessica. Gadis itu benar-benar kesal. Tujuan awalnya, ia hanya ingin membeli tas Gucci keluaran terbaru tapi ia justru membeli bermacam barang dengan credit card unlimited milik Yuri.

.

_dan disinilah penderitaan Kang Ahjussi berawal dan berakhir.

.

.

.

.

———————-

Setiba di apartemen miliknya dan Yuri, Jessica langsung menuju kamar mandi yang ada di kamar lainnya dan membawa satu tas belanjaan miliknya. Setelah beberapa menit kemudian, ia keluar dengan senyum yang tak dapat dijelaskan. Gadis itu berjalan menuju kamar Yuri.

.

Ia menghela nafas saat melihat Yuri tetap dalam posisi yang sama seperti dua kali sebelumnya ia masuk ke kamar ini.

.

“Isssh!! Beraninya si hitam ini tidak mempedulikanku.” umpatnya dalam hati. Tiba-tiba ia ingat dengan tujuannya datang ke kamar. Dengan pelan, ia membuka pintu kamar agar tidak menimbulkan suara.

.

Tanpa Yuri sadari, Jessica sudah berada di dalam dan mengunci pintu kamar. Jessica langsung duduk di ranjang tidur milik mereka yang berseberangan dengan meja belajar Yuri. Gadi itu duduk dengan pose menggodanya.

.

“Seobang~~” manjanya memanggil Yuri.

.

“Oh baby, kau sudah——–“

Kalimat Yuri terhenti saat melihat Jessica yang notabene adalah kekasihnya sedang duduk dengan seksinya ditambah gaun malam tipis yang tembus pandang. Dengan gaun itu, Jessica menunjukkan lekukan-lekukan indah tubuhnya kepada Yuri.

.

“Aku lelah Seobang~~ apa kau mau memberiku tenanga?” ucapnya dengan suara lembut bagai malaikat tapi bagi Yuri itu seperti malaikat yang siap mencabut nyawanya kapanpun. Bagaimana tidak? Jessica berpakaian seperti itu saja sudah membuat pertahanan dirinya hancur detik itu juga.

.

Yuri bukanlah pria yang suka berbasa-basi apalagi jika kekasih hatinya memberikan lampu hijau untuknya. Yuri sedikit melirik jam dinding yang masih menunjukkan pukul setengah 8 malam.

.

“Mungkin 2 ronde cukup, setelah itu aku akan melanjutkan tugasku” ucapnya dalam hati.

.

Jessica tersenyum puas, akhirnya Yuri berdiri dari kursinya dan berjalan menuju dirinya yang seudah menunggu di pinggir ranjang.

.

“I am coming baby!!!”

.

.

.

——————————-

.

“Aissh, kemana mereka” kesal Taeyeon yang masih berdiri di depan pintu apartemen Yulsic.

.

“Apa kau tahu passkey mereka Tae?” tanya Tiffany yang berdiri disebelahnya.

.

“Ah, kenapa tidak kepikiran. Tentu tahu sayang, Sica kan adikku” jawab Taeyeon disertai senyumannya. Ia tanpa ragu menyambar bibir milik Tiffany. “Kau sangat cerdas mushroom” ucapnya lagi.

.

Tiffany memukul lengan Taeyeon karena ia mendadak sangat malu ketika Taeyeon menciumnya. -Bagaimana jika ada orang lain yang lewat?- itu yang ada di pikiran gadis itu.

.

Walaupun sudah 6 bulan berpacaran, Tiffany tetap malu untuk melakukan PDA di tempat umum. Berbeda sekali dengan Taeyeon yang senang menggodanya.

.

.

…ceklek…

.

.

.

Hanya keheningan yang menyambut mereka. Tidak ada siapapun di ruang tamu.

.

“Apa mereka tidak ada di apartemen Tae?” tanya Tiffanya.

.

Taeyeon mengendikkan bahunya tanda tak tahu. Ia pun berjalan menuju kamar adiknya yang ia tahu kamar itu kamar Jessica bersama Yuri. Tiffany hanya diam mengikuti Taeyeon di belakangnya.

.

.

“Aaakkkhhhhhh~~ seobang~, fasterrrrr, aaakkkhhh”

.

“Tunggu sebentar baby, Ooooohhhh~”

.

“Seobang~~ aaakkkhh, cepat!! aku sudah tidak tahan la–lagii…ohhhh”

.

“wait baby, i’ll coming too~~”

.

.

.

Taeyeon panas dingin mendengar teriakan yang ia tahu apa artinya itu. Sedangkan, Tiffany sekuat tenaga menahan malu akibat mendengar desahan-desahan itu. Pipinya merah padam dan dilihatnya Taeyeon tergesa menuju pintu kamar Yuri.

.

.

Dug……Dug……Dug…….Dug……….

.

“YAAAHH!! Kwon Yuri!! YAAHHH BUKA PINTUNYA MAKHLUK HITAAAM” teriak Taeyeon sambil menggedor pintu kamar Yulsic.

.

Jessica dan Yuri sontak terkejut. Yuri segera berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkannya disana, sedangkan Jessica sudah mencapai klimaknya sebelum Yuri.

.

“AISH!!” kesal Jessica.

.

.

————————-

.

“Oppa~~ aku tidak ingin pulang ke rumah. Aku janji tidak akan mengganggu Yul atau menggodanya” Jessica memasang puppy eyes andalannya di hadapan Taeyeon.

.

“Tidak bisa! Kau harus pulang. Tidak ada tawar menawar” tegas Taeyeon. “Dan kau Yul, selesaikan segera tugas akhirmu itu dan setelahnya nikahi adikku. Kalau kau berani menyakiti adikku, akan ku kejar kau kemanapun kau lari. KAU PAHAM?” tanya Taeyeon.

.

“Ne, abang ipar” jawab Yuri dengan senyuman mautnya.

.

“YAA! Jangan tersenyum seperti itu padaku” kesal Taeyeon. Ia segera menyeret Jessica yang masih saja memeluk lengan Yuri karena tidak mau pulang. Tiffany memberikan salam kepada Yuri sebelum akhirnya ia menyusul Taeyeon dan Jessica.

.

Gadis itu masih saja merengek walaupun sudah berada dalam mobil Taeyeon. Perlahan mobil meninggalkan apartemen. Jessica yang duduk di bangku belakang hanya memandang sedih saat menatap apartemen dari dalam mobil.

.

.

“Seobang~~~~”

.

.

.

.

END

————————————————–

Hahahahaha kasihan sicababy XD

Hai hai semua ^^

Gue minta maaf ya gak bisa rilis My Trouble Maker karena ada urusan dan tugas.

Gue cuma bisa bikin drabble, MTM kalo gak besok, lusa ya gue update ^^ okee

.

by: J418

.

*bow*

.

Advertisements

153 thoughts on “Drabble #6

  1. yul mah kesenengan nikahin sica, si taeng kasih penawaran kyk gitu wkwkwk
    Fanny ini beneran polos atau gmn, blm diapain2 ama taeng slm 6 bulan. Hebat wkwkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s