My Trouble Maker (3)

Tittle                : MY TROUBLE MAKER

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Im YoonA

Tiffany Hwang

Jessica Jung

The Others

Genre              : Gender Bender, Friendship, Drama, Romance, Angst

 

Series

—————————————————————————-

Part 3

.
.

.
.
Malam semakin larut namun di sudut kota Tokyo terlihat beberapa kendaraan mulai memasuki satu kawasan. Berbagai jenis mobil mulai berdatangan ke tempat dimana para anak muda Tokyo berkumpul setiap malam.

.

“Hai Soo, tumben sekali kau kemari?” ucap salah satu namja yang terlihat sedang bermesraan di atas kap mobil bersama dua yeoja.

.

“Aku kemari karena si monyet hitam itu. Aish, dia selalu membawa kata persahabatan jika aku tak datang melihat aksi balapan pentingnya” kesal Sooyoung. Namja itu tertawa mendengar alasan Sooyoung datang kemari.

.

“Hahahaha sepertinya Kwongul menganggap lawan-lawannya hari ini spesial, makanya kau disuruh datang”

.

“Apa kau tahu siapa mereka?”, tanyanya penasaran. Namun namja itu tidak menjawab, melainkan meminta Sooyoung untuk melihatnya nanti.

.

Suasana mulai ramai, para pembalap mulai berdatangan, baik namja maupun yeoja. Kawasan ini memang terkenal untuk balapan liar atau sekedar tempat berkumpul para anak muda Tokyo sekaligus tak jarang menjadi ajang perkelahian ataupun tempat transaksi barang-barang haram. Siapapun yang berani datang ke tempat ini, berarti orang tersebut berani menanggung resiko apapun yang akan dia dapatkan nantinya.

.

Teriakan histeris dari sekumpulan yeoja terdengar tak jauh dari tempat Sooyoung berada. Sebuah mobil Ford GT40 berwarna hitam mulai masuk ke kawasan dan segera mengambil tempat untuk dia memarkirkan mobil kebanggaannya itu.

.

Sooyoung segera menoleh ke arah suara dan menatap takjub seseorang yang sedang dikerumunin yeoja-yeoja cantik dan sexy. Siapa lagi jika bukan sahabatnya, Kwon Yuri. Belum usai rasa takjubnya, Sooyoung melihat sebuah mobil Lexus LFA hitam yang baru saja masuk beberapa saat setelah Yuri.

.

Saat melihat siapa pemilik mobil dan siapa yang mendampinginya, Sooyoung dibuat terkejut. Orang yang sudah lama tak pernah ia lihat kini muncul dihadapannya, dan Sooyoung dapat menebak dengan pasti bahwa namja itu akan menjadi salah satu lawan Yuri malam ini.

.

Berbeda dengan Yuri yang datang sendiri, namja itu ditemani oleh beberapa pria berbadan tegap dan memakai pakaian serba hitam. Siapa yang tidak mengenal namja tersebut, salah satu yakuza yang bukan hanya terkenal di Tokyo, namun beberapa daerah di Jepang menjadi wilayah kekuasaannya. Saat itu juga Sooyoung mengerti, kenapa Yuri memintanya untuk datang.

.

.

“Kau sangat jelek jika memasang tampang terkejutmu seperti itu, Syoo” ucap Yuri yang sudah berada di sebelah sahabatnya itu.

.

“YA!! bisakah kau datang tanpa mengejutkanku?” kesal Sooyoung karena kemunculan Yuri yang tiba-tiba di sebelahnya.

.

“Sorry buddy, aku tak dapat menahan diri melihatmu memasang tampang bodoh seperti itu”

.

Mendengar ucapan Yuri, Sooyoung tanpa pikir panjang memukul kepala Yuri. “jangan bicara sembarangan, dasar monkey menyebalkan.”

.

Yuri malah tertawa puas karena reaksi temannya itu, namun tiba-tiba ia berhenti tertawa saat Sooyoung melihatnya dengan tatapan serius. “Ada apa, Syoo?” tanya Yuri sedikit takut dengan perubahan mimik dari sahabatnya itu.

.

“Aku lapar” ucap Sooyoung tanpa dosa. Yuri menduga bahwa Sooyoung akan bertanya mengenai namja pemilik Lexus LFA namun dugaannya salah. Ia pun membalas balik memukul kepala Sooyoung, kemudian pergi begitu saja tanpa mempedulikan teriakan Sooyoung dan menuju sekumpulan namja dan yeoja yang merupakan temannya di kawasan ini.

.

.

.

.

“Apa kau yakin akan bertanding melawan Yuri?” tanya seorang yeoja yang berbicara kepada namja pemilik Lexus tadi. Saat ini mereka sedang memperhatikan gerak-gerik Yuri dan Sooyoung sejak beberapa menit yang lalu.

.

“Aku rasa tidak masalah jika ikut bertanding malam ini” jawab namja itu tanpa melepaskan pandangannya ke arah Yuri yang baru saja menyapa teman-temannya.

.

.

.

.

***

.

Setelah hampir 2 minggu tak bertemu, akhirnya Taeyeon menepati janjinya kepada Tiffany. Malam ini mereka akan bertemu dan merencanakan untuk pergi ke Ginza. Wilayah dengan properti termahal di Jepang, yang merupakan pusat perbelanjaan dengan berbagai jenis merk terkemuka mulai dari Dior, Chanel, hingga Prada, semuanya ada disini.

.

Sunny menggeleng heran melihat Tiffany yang hampir 2 jam menghabiskan waktunya di depan cermin hanya untuk pergi belanja bersama kekasihnya.

.

“Taeyeon pasti terpesona dengan atau tanpa kau berdandan, Tiff” ucap Sunny. Tiffany tersenyum menoleh ke arah Sunny yang berdiri di depan pintu kamarnya.

.

“Aku hanya nervous akan bertemu dengannya. Akhirnya dia bisa menemuiku lagi” ucapnya bahagia.

.

Sunny dapat melihat jelas kebahagiaan yang terlukis di wajah Tiffany. Bagi Sunny, ini pertama kali dalam pertemanan mereka bahwa ia dapat melihat Tiffany yang selalu bahagia jika akan bertemu dengan Taeyeon.

.

Tidak ada yang menyangka bahwa wanita muda yang sangat menggilai warna pink ini mengalami hidup yang keras. Tiffany sudah menjalani hidup kerasnya di Jepang selama beberapa tahun sebelum bertemu dengan Taeyeon. Bekerja sebagai bartender di sebuah diskotik terkenal di Tokyo, ia lakukan untuk hidupnya dan untuk membiayai Yonghwa, adik semata wayangnya.

.

Tiffany adalah wanita tegas dan pekerja keras, bahkan ia tidak pernah memikirkan pendamping hidup sebelum bisa memberikan kehidupan yang layak buat adiknya dan dirinya sendiri. Namun bertemu dengan Taeyeon merubah segalanya, pria itu mampu meyakinkan Tiffany dan akhirnya menjalin hubungan.

.

Walaupun Taeyeon mampu menjamin kehidupan Tiffany dan Yonghwa, namun pemilik senyum bulan sabit itu tak berhenti dari pekerjaannya. Dia menyukai dunia kemewahan, jadi dia tidak akan rela berlama-lama hanya di apartemen saja.

.

Bel apartemen berbunyi, Tiffany dengan segera mengambil ponselnya dan berpamitan dengan Sunny untuk pergi bersama Taeyeon. Sepanjang perjalanan, ia tak pernah berniat melepaskan genggaman tangannya pada Taeyeon yang sedang fokus menyetir.

.

Taeyeon berjanji akan menemani kekasihnya itu berbelanja di Ginza. Ia membiarkan Tiffany memilih apapun yang diinginkannya. Selesai berbelanja, keduanya menyempatkan diri untuk makan di restoran yang tak jauh dari Ginza.

.

“Tae, apa kau akan menginap malam ini?”, Taeyeon menghentikan suapannya dan menatap Tiffany.

.

Pria berwajah imut itu meletakkan pisau dan garpu, lalu tangannya menggenggam tangan Tiffany. “Mian, phanya~aa. Ada beberapa hal yang harus kuurus malam ini”.

.

Kekecewaan terlihat jelas di mata Tiffany, namun ia berusaha untuk tidak terlihat egois. “Aku mengerti, Tae” ucapnya pelan.

.

“Tapi kita bisa bertemu lagi untuk besok dan beberapa hari ke depan. Pekerjaanku sudah tidak terlalu banyak, hanya saja untuk menginap, aku belum bisa”, buru-buru Taeyeon menjawab untuk membuat Tiffany tersenyum.

.

Keduanya saling menatap intens, akhir-akhir ini mereka jarang bertemu karena urusan masing-masing meskipun urusan Taeyeon lah yang paling menjadi alasan terbesar.

“Terima kasih untuk makan malamnya dan menemuiku malam ini, Tae” ucap Tiffany tulus. Taeyeon hanya membalasnya dengan mengecup punggung tangan Tiffany.

.

“I love you, mushroom”

.

“I love you too, Tae”

.

.

Musik nan merdu dan lembut mulai terdengar di penjuru restoran. Taeyeon mengajak Tiffany berdiri dan berjalan menuju ke lantai dansa. Keduanya mulai berdansa dengan mengikuti irama musik yang pelan.

.

Sesekali, baik Taeyeon maupun Tiffany saling melempar senyum. Keduanya hanyut dalam suasana saling melepas rindu. Pancaran kebahagiaan terlihat jelas di mata keduanya. Bahkan sampai musik berakhir pun, tidak ada yang berniat mengakhiri tatapan itu.

.

Taeyeon mempersempit jaraknya dengan Tiffany dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir milik Tiffany. Mereka saling melepas kerinduan dan juga menyalurkan rasa yang dimiliki keduanya. Lembut dan tidak argresif.

.

.

Drtttt..drttt…

.

Taeyeon mengakhiri ciuman itu ketika ponselnya bergetar tanda ada panggilan masuk. Ia pun mengangkatnya dan Tiffany menyadari perubahan ekspressi Taeyeon yang terlihat cemas. Begitu ia mengakhiri telpon itu, Taeyeon membawa Tiffany kembali ke meja mereka.

.

“Jieun mencariku saat ini, aku akan mengantarmu pulang” ucap Taeyeon sambil mengambil jasnya dan memanggil pelayan.

.

“Tidak usah Tae, aku pulang naik taksi– ” Taeyeon segera memotong ucapan Tiffany.

.

“Tidak sayang, aku akan mengantarmu terlebih dahulu. Kajja”, keduanya lalu keluar menuju parkiran dan meninggalkan kawasan Ginza.

.

Sesampainya di apartemen, Taeyeon hanya mengantar Tiffany hingga pintu depan. Ia tidak sempat masuk karena sedari tadi ponselnya terus bergetar. “Tae, hati-hati. Sampai ketemu lagi”, Tiffany memberikan kecupan di pipi kanan Taeyeon.

.

“Hemm, aku pulang dulu. Besok, kita makan siang bersama. Aku akan menjemputmu, bye”

.

“Bye”

.

.

.

Taeyeon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sebenarnya ia sangat panik saat mendapatkan kabar mengenai Jieun. Namun ia tidak ingin menunjukkannya di hadapan Tiffany. Begitu tiba di rumah, asisten pribadinya menceritakan apa yang terjadi.

.

Taeyeon masuk ke kamar dan melihat Jieun yang menangis dengan memeluk Dookong miliknya. Ia segera memeluk Jieun untuk menenangkannya. “Sshhh, tenanglah. Oppa ada disini, sayang”

.

Tahu bahwa Taeyeon sudah datang, Jieun memeluk tubuh pria itu dengan sangat erat. Orang yang dari tadi dicarinya akhirnya pulang juga. Taeyeon membaringkan Jieun dengan perlahan, dan ia pun ikut berbaring di sebelahnya dengan memeluk wanita itu.

.

Jieun sudah mulai tenang dan tangisnya mereda. Taeyeon membenarkan rambut Jieun yang sedikit berantakan. Tanpa diketahui Jieun, ada seorang dokter yang siap menyuntikkan obat ke tubuhnya. Taeyeon mencoba membuat Jieun agar ia tidak menyadari kehadiran dokter itu.

.

Selang berapa menit, akhirnya Jieun sudah memasuki alam mimpinya. Taeyeon membetulkan posisi selimut dan menemui dokter yang sedang menunggunya di ruang kerja miliknya.

.

“Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Taeyeon.

.

“Tidak terlalu parah tapi harus tetap berhati-hati. Penderita william syndrome harus membutuhkan perhatian yang sangat ekstra. Pikiran dan suasana hati mereka sangat sensitive, seperti anak kecil. Begitu juga dengan nona Jieun,  jangan sampai ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman” jelas sang Dokter.

.

“Aku mengerti. Lakukan yang terbaik untuknya” ucap Taeyeon.

.

“Saya mengerti, tuan muda”, dokter itu pamit dan meninggalkan ruang kerja Taeyeon.

.

“Khaaa~” Taeyeon menghela nafasnya berat. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada kekasihnya.

.

To: Mushroom~

.

Aku sudah sampai di rumah, selamat beristirahat sayang. Sampai ketemu, besok. Love you Mushroom ^_^

.

.

.

.

***

.

Teriakan orang-orang yang ada disana semakin ramai karena sebenarnya balapan sudah dimulai beberapa menit lalu. Sooyoung duduk sendiri di atas kap mobilnya, sambil menonton balapan melalui layar ponselnya yang sudah khusus terhubung dengan GPS dari mobil-mobil yang sedang bertanding.

.

Pertandingan berlangsung sengit, saat beberapa mobil mengalami benturan. Namun masih ada beberapa mobil yang terus melaju tanpa mempedulikan yang lain. Dari kejauhan, ada dua mobil yang sedang bersaing menuju garis finish. Sooyoung tahu salah satunya adalah mobil Yuri. Namja itu pun segera turun dan berdiri di dekat garis finish.

.

Ford GT40 dan Lexus LFA baru saja melewati garis finish diikuti beberapa mobil lainnya. Yuri keluar dari mobil kebanggaannya dan tersenyum pada orang-orang yang mengelilingi mobilnya.

.

“Woaaah, monkey. Kau benar-benar menakjubkan, huh” ucap Sooyoung saat ia tiba di tempat Yuri berada.

.

“Thanks buddy” Yuri berhigh five dengan Sooyoung.

.

Di tempat lain, namja yang memakai Lexus LFA segera dikelilingi anak buahnya. Ia kesal karena hanya beda 3 detik dari laju mobil Yuri, dan itu artinya dia menjadi pemenang kedua. Namun dalam balapan ini, tidak ada juara 2 ataupun 3, pemenang sejatinya hanya pembalap yang yang finish di tempat pertama.

.

Sooyoung dan Yuri melihat namja itu. Mereka berniat menghampiri kelompok itu tapi sayang kelompok itu segera pergi. “Mungkin lain kali kau bisa menemuinya, Yul” ucap Sooyoung seraya menepuk pelan pundak Yuri.

.

“Tidak apa-apa Syoo, aku baru saja bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Kajja, kita pergi dari sini” ajak Yuri. Keduanya pun segera meninggalkan lokasi balapan.

.

Yuri dan Sooyoung memutuskan untuk mampir di salah satu cafe yang berada di daerah pusat Tokyo. Bisa dibilang ini reunian mereka, karena Yuri sudah mulai jarang berkumpul bersama Taeyeon dan Sooyoung. Namun malam ini, hanya ada Yul dan Sooyoung.

.

“Kudengar kau membantu mencari siapa pelaku yang memukuli Yonghwa”, Sooyoung membuka percapakan mereka.

.

“Iya aku merasa kasihan melihat adiknya Tiffany dihajar seperti itu. Kalo kulihat, Yonghwa anak baik-baik. Bukan begitu?”

.

“Ya, kau benar. Dia anak baik-baik, tapi dia sama sepertimu. Hobi balapan liar, bedanya kawasan balapan yang menjadi tempat Yonghwa bertanding masih dibilang cukup baik tidak seperti kawasan tempat kau berkumpul, Yul”

.

“Oh, i see” ucap Yuri singkat.

.

“Tapi, Yul. Bagaimana jika kelompok yakuza tadi ada hubungannya? Apa yang akan kau lakukan?” Yuri terdiam mendengar pertanyaan Sooyoung.

.

Namja berkulit eksotis itu berpikir –bagaimana jika yang dikatakan Sooyoung adalah benar– Apa yang akan ia lakukan?

.

“Aku akan menghajar pemimpin mereka dengan tanganku sendiri, Syoo” jawab Yuri.

.

.

Bel kafe berbunyi, menandakan ada pengunjung yang baru saja datang. Jessica malam ini berencana menikmati segelas coffee dan mencoba makanan di kafe yang tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Ia duduk di dekat jendela dan segera memesan pesanannya.

.

Yuri tersenyum saat melihat siapa yang baru dilihatnya. “Syoo, aku ada urusan. Aku akan menyusulmu ke apartemen, nanti” ucap Yuri, lalu berjalan menghampiri Jessica yang terlihat sendiri.

.

Sooyoung mengikuti arah pandangnya melihat kemana Yuri akan pergi. Detik selanjutnya saat ia melihat Yuri menghampiri seorang wanita, dia hanya menggeleng heran. “Dasar si hitam, kerjanya hanya tebar pesona saja” umpat Sooyoung melihat kelakuan sahabatnya. Yang Sooyoung tidak tahu adalah bahwa wanita itu dosen Yuri.

.

.

“Hai beautiful, kita bertemu lagi”, tanpa izin, Yuri segera duduk dihadapan Jessica dan meletakkan nampan yang ia bawa.

.

Jessica yang asik membaca buku, terpaksa melihat seseorang yang barusan menyapanya dengan sangat tidak sopan. Namja tengil yang selalu mengganggunya lebih dari seminggu ini semenjak kedatangannya ke Tokyo.

.

“Apa kau bisa memanggilku dengan sopan, tuan Kwon Yuri yang terhormat?”, Yuri justru tertawa melihatnya. Dia sangat senang jika Jessica marah seperti itu, baginya sangat menggemaskan.

.

“Oh, ayolah miss. Kita sedang tidak di kampus, jadi aku bisa memanggilmu dengan sebutan sayang yang sudah aku berikan” ucap Yuri enteng.

.

Pelayan yang datang membawa pesanan Jessica, membuat keduanya menghentikan sejenak obrolan mereka.

.

Jessica yang malas meladeni makhluk menyebalkan dihadapannya ini, memilih untuk mulai memakan burger dan kentang goreng pesanannya. Jessica berharap mahasiswanya ini tahu diri jika ia ingin sendiri. Namun mana mungkin hal itu terjadi. Seorang Kwon Yuri dengan kepedean tingkat akut, justru mulai menyantap makanan yang tadi ia bawa.

.

Dalam waktu singkat, Yuri menghabiskan makanan miliknya. Ia meletakkan kedua sikunya diatas meja dan menopang dagunya sambil memandangi Jessica yang sedang makan. Cara makan Jessica saja sudah membuatnya tergila-gila, apalagi jika Jessica menyuapinya. Mungkin dia akan rela menyerahkan hidupnya untuk Jessica.

.

Jessica merasa dipandangi, tatapan Yuri membuatnya risih. “Bisakah kau tidak memandangiku seperti itu? Orang-orang akan berpikir bahwa kau pengemis yang memohon makanan kepadaku”

.

Jleb!

.

Mana ada orang yang rela dikatai pengemis, terlebih dengan penampilan sekeren itu. Namun lagi-lagi semua tidak berlaku pada seorang Kwon Yuri. Ia malah tersenyum sangat manis kepada Jessica.

.

“No No No, bukan pengemis yang memohon makanan tapi pengemis yang memohon cintamu. Itu baru benar” ucapnya dengan wajah yang amat sangat menyebalkan di mata Jessica.

.

Habis sudah kesabaran Jessica, ia langsung berdiri mengambil tasnya dan segera pergi dari tempat itu. Dengan kekesalannya, Jessica sudah kehilangan nafsu makannya. Ia berharap untuk secepatnya sampai di apartemen.

.

Di sisi lain, dengan gaya santainya, Yuri memilih meninggalkan mobilnya di kafe dan berjalan agak jauh dari Jessica. Ia mengikuti wanita yang membuatnya tergila-gila dan penasaran. Kadang Yuri tertawa saat dari kejauhan ia melihat Jessica sesekali menghentakkan kakinya ke aspal karena kesal. Yuri malam ini menemukan sisi yang berbeda dari dosen bahasa inggrisnya itu.

.

Saat sudah berada di kawasan real estate, Yuri menyadari daerah ini. Ternyata Jessica tinggal di kawasan yang sama dengan adiknya, Yoong. Hanya saja berbeda apartemen, karena barusan Yuri melewati apartemen adiknya.

.

Dari kejauhan, ada sebuah mobil yang terlihat ugal-ugalan. Pemiliknya berada dalam kondisi mabuk, sehingga mobilnya tidak berada di jalur yang benar. Yuri berlari secepat mungkin menyadari mobil itu mengarah ke arah Jessica.

.

Braaak…..!!

.

Yuri berhasil mendorong Jessica ke sisi jalan yang lain, sedangkan mobil tadi menabrak pembatas jalan yang tak jauh dari lokasi YulSic.

.

Yuri merasakan lengan kirinya terluka, namun ia masih belum melepaskan dekapannya pada Jessica. Tanpa Yuri tahu, Jessica menangis dalam diamnya karena shock dengan kejadian barusan. Namun Yuri dapat merasakan tubuh Jessica bergetar hebat.

.

Beberapa orang mendatangi tempat kejadian, sebagian melihat keadaan Yuri dan Jessica, sebagian lagi melihat keadaan pengendara mobil. Tak lama berselang, polisi dan mobil ambulans tiba di lokasi.

.

Mendengar suara ambulans, Jessica justru semakin ketakutan. Ia mencengkram jaket kulit Yuri dengan erat. “A..aa..aaku.. ti..tidak mau ke ru..rumah sakit” ucapnya terbata namun Yuri masih mendengarnya.

.

Yuri mencoba berdiri dan dengan tenaganya ia membopong Jessica dengan bridal style. “Dia tidak apa-apa, kami tidak perlu ke Rumah Sakit” ucap Yuri kepada tim medis. Yuri lalu membawa Jessica pergi dari sana, dan satu-satunya apartemen yang terakhir yang belum Jessica lewati tadi, sudah Yuri yakini adalah apartemen tempat Jessica tinggal.

.

Jessica masih sangat ketakutan, ia tidak sadar bahwa saat ini masih dalam keadaan mencengkram jaket Yuri dengan sangat kuat. Sesampai di resepsionis, Yuri langsung meminta petugas untuk menunjukkan apartemen Jessica dan meminta petugas membukanya.

.

“Tenanglah, kita sudah sampai” ucap Yuri.

.

Ia tak peduli jika harus masuk ke kamar Jessica, ia membaringkan Jessica di tempat tidurnya lalu sebisa mungkin membantu Jessica untuk tenang. Butuh waktu hingga akhirnya Jessica mulai tenang. Yuri segera menelpon Sooyoung untuk membawa dokter pribadinya.

.

Setengah jam kemudian, Sooyoung datang bersama dokter pribadi Yuri dan langsung memeriksa keadaan Jessica.

.

“Awwwww. YA!!, kenapa kau memukul kepalaku?” kesal Yuri pada Sooyoung

.

“Kali ini apa yang kau perbuat, Kwon Yuri? Seenak jidat menyuruhku datang, aku baru saja ingin tidur tapi kau mengganggu waktu tidurku, monyet hitam”

.

“Aish, aku tidak melakukan apa-apa. Ceritanya panjang”

.

“Aku punya banyak waktu untuk mendengar ceritamu. Cepat katakan!” perintah Sooyoung.

.

.

Akhirnya mau tidak mau, Yuri menceritakan semuanya dari kafe tadi. Tapi dia tidak menceritakan bahwa wanita yang ia tolong adalah dosen barunya. Bisa makin panjang ceritanya jika Sooyoung tahu.

.

“Owh, jadi kau menolong wanita yang tadi kau goda di kafe itu karena hampir tertabrak mobil” ucap Sooyoung. “Astaga, kau berdarah Yul” ucap Sooyoung kembali saat melihat ada darah menetes dilantai.

.

Sooyoung segera membantu Yuri melepaskan jaket kulitnya, dan benar saja jika lengan kirinya terluka. Tak lama kemudian, dokter keluar dari kamar Jessica.

.

“Apa dia baik-baik saja?” tanya Yuri kepada dokter pribadinya.

.

“Sepertinya nona itu hanya mengalami shock akibat kejadian tadi, tapi sekarang dia sudah tertidur. Kondisinya sudah membaik” jawab sang dokter.

.

“Huft syukurlah. Sekarang giliran kau Yul yang harus dapat perawatan” Sooyoung menarik Yuri untuk duduk di sofa dan meminta dokter untuk mengobati lukanya.

.

“Terima kasih banyak, ssaem. Anda boleh pulang sekarang” ucap Yuri. Dokter itu berkemas dan meninggalkan apartemen Jessica.

.

“Nah sekarang ayo kita pulang” ajak Sooyoung sambil menarik telinga Yuri. “Jangan pikir aku tidak tau apa yang ada di otak kotormu itu Yul” lanjutnya lagi.

.

Yuri mengaduh kesakitan, sebelum dia mengusir Sooyoung untuk pulang, justru kini ia yang diseret Sooyoung. Padahal ia tadi sempat berpikir akan menginap di rumah Jessica agar besok paginya bisa melihat wajah Jessica di pagi hari, namun rencananya gagal karena Sooyoung sudah tau apa yang dipikirkannya. /sigh.

.

.

.

.

———————————————

.

Seorang namja membanting pintu kamarnya dengan sangat kesal. Ia masih tidak terima dikalahkan walau hanya 3 detik. Yeoja dibelakangnya ikut masuk ke dalam kamar.

.

“Kau bisa membalas di balapan berikutnya” ucap sang yeoja.

.

Namja itu menarik sang yeoja untuk duduk di pangkuannya dan saling berhadapan. Ia langsung menikmati bibir merah yeoja itu tanpa ampun. Merasa tidak ingin kalah, yeoja itu juga terpancing dengan keagresifan si namja.

.

Tidak ingin membuang waktu, tangan si namja mulai melepaskan blouse yang dipakai sang yeoja dan menyisakan bra yang menutupi aset si yeoja. Yeoja itupun tidak mau kalah, ia membantu melepaskan jaket kulit si namja dan mengarahkan tangannya ke balik kaos si namja untuk menyentuh abs namja itu.

.

Keduanya saling bertukar saliva dan semakin memperdalam ciuman mereka. Akhirnya namja itu mengalah dan membiarkan wanitanya mengeksplore ciumannya. Karena sama-sama membutuhkan udara, keduanya melepaskan ciuman mereka.

.

Yeoja itu tersenyum sangat manis. “Apa kau ingin melakukannya, boss? Aku siap menjadi milikmu malam ini” ucapnya.

.

Tanpa menjawab, namja itu mengangkat tubuh si yeoja untuk berbaring diatas ranjang. Ia pun kembali menghujani yeoja itu dengan ciuman lalu mencicipi setiap inci tubuh wanitanya. Yeoja itu bergetar hebat saat merasakan sentuhan namja yang dipanggilnya boss itu.

.

AC di dalam ruangan tak cukup membantu untuk mendinginkan suasana, justru keduanya semakin panas. Saat sang yeoja berinisiatif membuka ikat pinggang si namja, ketukan pintu kamar terdengar.

.

“Oppa, apa kau di dalam?” tanya seseorang dari luar.

.

Mendengar itu, si namja langsung beranjak dari tempat tidur dan segera memakai kaosnya. “Pakai pakaianmu dan keluar melalui jalur biasanya” perintah namja itu.

.

“Ya, sayang aku ada di dalam. Tunggu sebentar” Teriak namja itu.

.

Di sisi lain, yeoja itu mengikuti perintah bossnya. Ia sudah memakai pakaiannya lagi dan bersiap membuka pintu rahasia yang ada di kamar si namja untuk keluar dari apartemen ini. Sebenarnya ia kesal, karena sedikit lagi ia akan making out untuk pertama kalinya bersama namja sekaligus bossnya. Namun semuanya gagal.

.

“Apa kau tidak bisa meninggalkan Seohyun?” tanyanya sebelum pergi dari situ. Namja itu menoleh dan menggelengkan kepalanya.

.

“Aku tidak bisa, hubungan kita hanya sebatas memuaskan nafsu saja” namja itu mendekatinya. “Jangan seperti ini, Sulli~aa. Sudah kuperingatkan, jangan membawa perasaanmu terlalu jauh. Aku tidak bisa membalas perasaanmu. Kau mengerti itu kan?”

.

Sulli hanya mengangguk lemah, berkali-kali hatinya sakit mendengar namja itu mengatakan tidak bisa membalas perasaannya. “Aku mengerti, aku pergi dulu” jawabnya.

.

Namja itu mengecup pipinya “Hati-hati” ucapnya.

.

Setelah Sulli pergi, ia segera membuka pintu kamar dan langsung mendapat tatapan cemberut dari kekasihnya. “Oppa!! Kau lama sekali membuka pintunya”, kesal Seohyun.

.

Namja itu mencubit kedua pipi chubby Seohyun dan memaksanya tersenyum “Kau akan cantik jika tersenyum seperti ini” ucapnya jail. “Ada apa malam-malam kesini, sayang?”

.

“Aku ingin makan pattbingsu”

.

“Huh? Malam-malam begini?”, Seohyun mengangguk mantap menjawab pertanyaan kekasihnya itu.

.

.

.

“Aigoo~ baiklah. Kajja, kita pergi sekarang”

.

“Yeay, lets goooooo”

.

.

.

.

.

.

TBC

————————————————————

Hai Hai si tengil Kwongul balik lagi, si misterius Taeng juga hadir.

Ice princess Jessica juga hadir dan juga pemilik eyes smile, phany phany Tipphany ^^

Eh, ada Seobaby sama Sulli. Mereka jatuh cinta sama namja yang sama 😀

Maaf ya kalo ada NC nya, karena ini FF menampilkan kehidupan bebas di Jepang. Ahhaha tapi gue yakin lo protesnya karena NC nya Cuma pendek. Iya kan?? #plaak

Hmmm kira-kira siapa lagi ya, cast yang bakal muncul?? Kekekeke, tggu aja ya nextnya

.

Gue udah ambil keputusan, Cuma Only One sama MTM yang gue rilis di FF series. Sisanya drabble atau oneshoot akan muncul sewaktu-waktu. Buat Request yg udah gue tampung, tenang ya, itu juga bakal dirilis. Jadi bersabarlah.

.

.

Selamat Membaca ^^ Annyeong!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

140 thoughts on “My Trouble Maker (3)

  1. Kenapa jieun bisa seperti itu dan apa yg dikatakan tae untuk meyakinkan fany agar tetap di sisinyaa, astaga itu sangat konyol….aigo yul si player ketiban cinta tuh, jessica trauma? … Siapa sih yang di sebut boss itu aish membingungkan

    Like

  2. Hemm yoong geng mafia kah ?haha
    Kasian hyunie yoong ganas gtu .keke
    Taeng ma jieun ada apa sih , kakak adik ato apa?

    Like

  3. jieun tuh siapa’y tae sih kya’y dia ngelindungin bgt cewe ini? suka bgt sma Taeny oh romantis bgt pasangan ini bikin meleleh
    aisshh yoong kelakuan’y sama aja kya yul, trouble maker
    gakgak pas sooyoung narik telinga yul, haha
    rencana yuk deketin sica jd gagal 😀

    Like

  4. Jieun siapanya taeyeon? Sampe gitunya..
    Yuri di sini yg jadi spesialis komedi, kasian di monyet monyetin hahaha
    Next read biar ga tanda tanya 😀

    Like

  5. Yg dikalahin yuri pas balapan tadi yoong bkan sih? Trus namja yg jdi pacar ya seohyun itu yoong jga deh
    Aduh ini ff susah banget ditembak ya hahaha

    Like

  6. udh kumpul para pairingny. tp kykny msh bnhk kejutanny. mslh trauma jessica, n jieun yg menderita william syndrom? yg bikin penasaran siapa pcr seo? next…next..

    Like

  7. Kayanya bkln seru dah☺ satu persatu semu terexpose sudah dr taeny yulsic dan hyosic lalu siap lagi masih belum terbuka^^
    liat kelanjutan biar bs paham ^^.. gomawo

    Like

  8. kalau bukan yoong , sebenarnya siapa namja misterius yg jadi lawan yuri, sekaligus kekasih seohyun?. jadi bukan yoong yg menyuruh orang untuk menghajar younghwa?. pertemuan yulsic udah ada kemajuan!. sica hutang nyawa sama si hitam kwongul.☺

    Like

  9. siapa tuh cowok yg sama-sama disukai seo dan sulli? apa mungkin jess punya trauma sama rumah sakit? aissh untung aja ada soo jdi yul gak bisa berbuat seenaknya sm jess wkwk

    Like

  10. tahan yul,, hehe,, yg balapan yoong mesti soalnya yuri blg brusan ketemu? couplenya banyakan pke segitiga jd konfliknya banyak ya thor?

    Like

  11. taeny menari masih aja sempat ciuman ckckck dasar byun…itu yg balapan dengan Yuri siapa ..itu jieun adik taeyeon? Dan Jessica kok ngga mau kerumah sakit?..dia punya trauma ya?.. gue penasaran cyiin…Dan si yul nasib Ada sooyoung.. klw ngga ntah apa yg pengen dia lakukan ke sica –_–

    Like

  12. ahahah yul kesemsem tuh sama sica .. sica knp ya ? trauma kah ? dan siapa jga yg disebut2 sebagai boss itu ? dan deket sama seohyun dan pastinya itu bukan yoong kan , soalnua yoonyul kan saudara .. ya hasil tebakan gue nih . hahahaha 😀

    Like

  13. yul jd penyelamat sica nih jdnya hahaha, sica punya trauma apa ya, sampe segitunya…..
    taeng si misterius & jg adiknya jieun ._.
    hyuni ama sulli berhubungan dgn namja yg mana? jgn blg yong tp dia jd pesaingnya yul? jd itu gmn … masih bingung 😓

    Like

  14. Jieun? Jgn bilang itu istri tae, mangkanya temen2 tae bilang ke fany tau apa gk siapa tae??
    Bau2 yulsic sepertinya..
    Itu yg sama seo dgn sulli siapa?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s