My Trouble Maker (2)

Tittle                : MY TROUBLE MAKER

Cast                 : Kim Taeyeon

Kwon Yuri

Im YoonA

Tiffany Hwang

Jessica Jung

The Others

Genre              : Gender Bender, Friendship, Drama, Romance, Angst

 

Series

—————————————————————————————

Part 2

.

.

Suasana pagi Gimpo Airport terbilang cukup ramai meskipun jam menunjukkan pukul 06.30 waktu Korea. Hilir mudik penumpang yang baru saja tiba di pintu kedatangan maupun yang akan melakukan penerbangan.

.

Di ruang tunggu keberangkatan, sepasang kekasih sedang menunggu penerbangan mereka yang akan membawa keduanya ke Tokyo, Jepang. Hari ini hari yang ditunggu oleh Jessica karena dia akan segera bekerja di tempat impiannya di Tokyo, sedangkan tidak untuk Hyoyeon. Meskipun ia ikut mengantar tunangannya itu, namun besok ia sudah harus kembali lagi ke Seoul.

.

Suara pengumuman terdengar di seluruh ruang tunggu penumpang bahwa Korean Airlines menuju Tokyo akan segera berangkat. Seluruh penumpang segera masuk ke dalam pesawat termasuk Hyoyeon dan Jessica.

.

Perjalanan 1 jam 30 menit akhirnya berhasil ditempuh keduanya. Karena cukup melelahkan, Jessica memutuskan untuk ke apartemen yang akan ditempatinya selama tinggal di Tokyo dan barulah memikirkan kemana ia dan Hyoyeon akan pergi makan siang bersama.

.

“Tadaaaaaa…….” ucap Hyoyeon saat membukakan pintu apartemen untuk tunangannya. “Semoga kau suka dengan tempat ini, Sica” lanjut Hyoyeon sambil mempersilahkan Jessica masuk.

.

“Ini sangat simple tapi bagus sekali, Oppa” Jessica mengagumi apa yang tersaji di depannya. Sebuah apartemen yang tidak terlalu mewah, namun terkesan elegan dan semua penataan disini sangat bagus.

.

Sebenarnya, sebelum ia mengatakan akan kerja di Jepang kepada Hyoyeon, ia sudah membeli apartemen mewah atas nama Mr. Jung, Ayahnya. Namun setelah itu, Hyoyeon menawarkan diri untuk membelikan apartemen untuk Jessica, tentu tidak semewah yang Jessica beli dengan uang Ayahnya.

images (3)

.

Jessica tidak ingin membuat Hyoyeon kecewa, maka ia menerima apartemen pilihan Hyoyeon dan disinilah mereka berada, di sebuah apartemen yang terletak di pusat Tokyo namun bukanlah apartemen di kawasan termewah. Namun pilihan Hyoyeon membuat Jessica senang, karena namja berambut blonde itu benar-benar sesuai dengan karakter Jessica.

.

“Oppa, gomawo~” ucapnya dengan aegyo kepada Hyoyeon dan memeluk namja itu karena sangat senang dengan apartemen pemberian Hyoyeon.

.

“Apa kau menyukainya?” tanya Hyoyeon dan dijawab dengan anggukan serta senyuman manis dari Jessica. “Kajja, kau harus melihat kamarmu” ajak Hyoyeon.

.

Mereka langsung menuju kamar utama yang akan ditempati oleh Jessica. Ketika wanita berambut cokelat keemasan itu membuka pintu kamar, ia sudah sangat takjub dengan dekorasi kamarnya yang sama simpelnya dengan ruangan tamu apartemennya.

.

Hyoyeon sangat senang melihat reaksi tunangannya, walaupun ia belum bisa memberikan kemewahan untuk yeoja bermarga Jung itu, namun karena Jessica lah Hyoyeon rela bekerja keras agar Jessica mendapatkan sesuatu yang layak darinya.

.

images (4)

.

“Oppa, jika kamarnya seperti ini, setiap weekend aku rela menghabiskan waktuku hanya di kasur saja” Jessica berkata seperti itu sambil tertawa kecil membayangkan bahagianya dia akan tidur sepanjang hari di waktu libur.

.

“Sleeping beauty” balas Hyoyeon dengan tawa khasnya. Namja itu kemudian membackhug Jessica yang memang tadi berada di depannya. “Maaf, jika Oppa baru bisa memberikanmu ini, Sica-yaa~”

.

Jessica melepaskan tangan Hyoyeon yang melingkar di perutnya barusan. Ia membalikkan badannya dan membingkai wajah Hyoyeon. “Oppa, ini sudah lebih dari cukup. Oppa sudah memberikanku banyak hal, terutama ini” ucap jessica saat telapak tangan kanannya menyentuh dada bidang Hyoyeon.

.

Namja itu tersenyum mendengarnya “Oppa mencintaimu, sleeping beauty”

.

“Dan aku sangat sangat mencintai Kim Hyoyeon” balas Jessica yang kembali membingkai wajah tunangannya. Lantas ia pun memberikan kecupan singkat di bibir Hyoyeon. Keduanya tersenyum bersama saling menatap satu sama lain.

.

“Ingin mencobanya?” tanya Hyoyeon saat menunjuk ke arah tempat tidur..

.

“Tentu saja, kajja Oppa” ajak Jessica sambil menggandeng tangan Hyoyeon. Mereka akhirnya berbaring bersama di atas tempat tidur. Keduanya memutuskan beristirahat sejenak sebelum makan siang dan berbelanja beberapa perlengkapan yang akan dibutuhkan Jessica.

.

Sudah 2 tahun pasangan ini menjalin hubungan, namun Hyoyeon tidak pernah melebihi batas terutama sex karena ia sangat menghormati Jessica. Diantara sekian banyak namja diluar sana, Hyoyeon sangat berbeda. Bagi Jessica, Hyoyeon adalah pria yang sangat menghargai wanita dan memperlakukan mereka dengan baik.

.

Trauma masa lalu, membuat Jessica menjadi sangat tertutup dengan namja manapun namun 2 tahun lalu, seseorang berhasil membuka gembok yang mengurung Jessica dari pergaulan dengan makhluk bernama laki-laki. Seseorang itulah yang kini menjadi tunangannya sekaligus calon suaminya.

.

.

.

.

***

.

Tiffany masih menggenggam tangan adiknya yang tertidur pulas setelah dokter datang memeriksanya ke apartemen mereka. Sudah seminggu sejak kejadian malam itu, dan ini hari kedua Yonghwa diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Luka di tubuh Yonghwa cukup parah namun beruntunglah organ-organ vitalnya tidak terkena efek pukulan itu terutama bagian paru-paru dan jantungnya.

.

Di lain sisi, Sooyoung dan Sunny duduk di sofa yang ada di ruang tamu apartemen. Pasangan itu memberikan ruang pada kakak adik itu. Tak berapa lama, muncullah namja berkulit kecokletan dengan jaket kulit hitam andalannya.

.

“Akhirnya kau datang juga, Yul” ucap Sooyoung kepada sahabatnya yang baru saja datang itu.

.

“Sorry buddy, aku ada beberapa urusan yang tidak bisa kutinggalkan”

.

“Balapan??”

.

“Yups. Kau kan tahu, balapan sudah seperti nafas bagiku Syoo” jawab Yuri dengan gaya berlebihannya dan justru mendapat lemparan bantal sofa dari Sunny.

.

“Hahahahaha, rasakan itu. Kau tahu kan, kekasihku ini membenci pria yang alay Yul” ucap Sooyoung yang tertawa puas.

.

“Aish, kau galak sekali Sunny-yaa~” rengek Yul. “dasar gadis pendek” ucapnya lagi namun dengan suara lirih. Sayangnya Sunny agak mendengar ucapan itu.

.

“Apa kau bilang Yul?” tanya Sunny yang sudah bersiap dengan bantal sofa lainnya.

.

“Aku bilang ada semut disini. Hehehe, aku mau melihat keadaan Yong” ucap Yul dan segera melarikan diri sebelum Sunny mengamuk.

.

Tanpa ingin membuat kegaduhan, Yul perlahan memutar knop pintu kamar Tiffany dimana ia melihat Yonghwa yang sedang tidur dan Tiffany yang memandangi adiknya itu.

.

“Fany-yaa~” sapa Yul dan mendekat ke arah Tiffany berada, lalu ia ikut duduk di sebelah yeoja yang memiliki eye smile yang sangat cantik.

.

“Hai Yul….”

.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Yuri membuka pembicaraan.

.

“Dokter bilang kondisinya sudah mulai membaik namun harus beristirahat total”

.

“Apa Yong sudah menceritakan siapa pelakunya?” Tiffany menggeleng lemah saat Yuri bertanya hal itu.

.

“Dia tidak tahu siapa pelakunya, Yonghwa hanya bilang bahwa ia diserang 4 orang berpakaian hitam dan memakai topeng” jawab Tiffany.

.

Semenjak kejadian yang dialami Yonghwa, Yuri mulai mengenal Tiffany yang notabene adalah kekasih Taeyeon dan juga merupakan teman satu apartemen dengan Sunny, kekasih Sooyoung.

.

Diantara ketiga namja ini, Taeyeon dan Sooyoung yang paling dekat karena intensitas bertemu mereka yang sering saat di luar. Sedangkan Yuri, sangat sibuk dengan balapan mobilnya dan juga urusannya dengan wanita-wanitanya serta jadwal clubbingnya setiap minggu.

.

Karena alasan-alasan itulah Yuri tidak sering bertemu dengan kedua sahabatnya sehingga baru seminggu lalu ia mengenal Tiffany secara langsung.

.

“Aku sudah meminta teman-temanku untuk membantu mencari tahu siapa pelaku yang memukul Yonghwa. Mereka juga termasuk orang-orang yang sering mengikuti balapan motor di tempat yang sering Yonghwa ikuti” jelas Yuri.

.

“Terima kasih, Yul atas bantuannya” ucap Tiffany tulus.

.

Yuri kemudian memandang Tiffany beberapa saat sebelum ia memberanikan diri bertanya kepada yeoja yang berada disampingnya ini. “Hmmm, Fany-yaa~ boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Yuri agak ragu.

.

“Ya, silahkan” saat Tiffany memberikan lampu hijau untuknya, ia pun segera menanyakan apa yang ingin ditanyakan.

.

“Apa kau tahu, siapa Taeyeon?” tanyanya pelan namun cukup terdengar oleh Tiffany, dan Tiffany hanya menjawabnya dengan anggukan.

.

Suasana kembali menjadi canggung setelah itu. Tak ada lagi pembicaraan yang terjadi. Yuri tidak tahu harus berbuat apa, sebenarnya dia hanya ingin memastikan hal itu saja karena menurut Yuri, Tiffany adalah yeoja yang baik.

.

Tak ingin berlama-lama disitu, Yuri pamit keluar dari kamar itu dan menemui Sooyoung dan Sunny yang sedang menonton di ruang tamu.

.

“Ini gila Syoo” ucap Yuri tiba-tiba. Sooyoung menoleh ke arah sahabatnya itu dengan heran. Ia bingung apa yang sedang dibicarakan Yuri. Sunny masih fokus pada acara televisi yang ditontonnya namun ia juga mencoba mendengar pembicara Yuri dan Sooyoung.

.

“Apanya yang gila Yul?” tanya Sooyoung.

.

“Taeyeon dan Tiffany. Bukankah ini gila?? Aku sudah bertanya pada Tiffany, apa dia tahu siapa Taeyeon dan dia mengetahuinya tapi mereka berpacaran. Kalo bukan gila, aku harus bilang apa? Sangat sangat tidak masuk akal” jawab Yuri.

.

“Jangan membahas ini buddy. Ribuan kali aku mengingatkan mereka, namun siapa yang bisa melarang? Aku hanya berhak mengingatkan mereka tapi tidak berhak melarangnya, Yul. Mereka sudah dewasa”

.

“Argh!! Apa yang ada di kepala si midget itu? Dia benar-benar dalam masalah besar, dan Tiffany?? Oh god” ucap Yuri. Ah, aku sebaiknya pulang Syoo, Victoria sudah menungguku di apartemen”

.

“Woow, kau masih bersama gadis itu? Heol, daebak!!” balas Sooyoung.

.

“Yah, setidaknya dia yang paling hebat di atas ranjang, diantara semua wanitaku” jawab Yuri santai. Tanpa ia sadari, Sunny yang sedang makan popcorn hampir tersedak karena ucapan Yuri.

.

“YAA!! Kau mengotori pendengaran bunny-ku. Pergi sana” usir Sooyoung. Yuri akhirnya menyadari perubahan sikap Sunny. Dalam hatinya ia tertawa melihat Sooyoung dan Sunny memerah pipinya karena mendengar itu.

.

“Sebaiknya kalian mencobanya, itu sangat menyenangkan” ucap Yuri kepada keduanya. Setelah ia mengatakan itu, Yul langsung melarikan diri sebelum Sooyoung melemparnya dengan sesuatu.

.

Dan untuk masalah satu ini, Sooyoung mengutuk Yuri habis-habisan. Berbagai makian ia ucapkan dalam hatinya setelah Yuri pergi dan meninggalkan suasana kecanggungan diantara dirinya dan Sunny. “Thanks Yul” rutuk Sooyoung.

.

.

—————————————————-

.

Sebuah rumah yang bagaikan istana, siang ini terlihat sepi jika dari aktivitas luar namun akan berbeda dengan di dalam. Rumah yang terletak di jantung kota Tokyo ini, merupakan salah satu rumah yang ada di kawasan elit Shirokanedai. Dengan taman yang luas dan beberapa air mancur, membuat rumah ini terlihat sangat mewah.

.

images (5)

.

Seorang pria baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Dengan masih menggunakan piyama biru kesayangannya, ia menuruni tangga menuju ruang makan yang ada di lantai 1. Disana, terlihatlah beberapa maid yang sedang melayani seorang wanita muda yang sedang memeluk teddy bear kesayangannya.

.

“Selamat pagi tuan muda” ucap para maid bersamaan. Ia lalu duduk di sebelah wanita itu.

.

“Morning Jieun-aa” sapanya kepada wanita tersebut dan mengacak rambutnya pelan. Sayangnya sapaan itu tidak dibalas karena wanita itu sedang sibuk dengan teddy bear miliknya.

.

Dengan hati-hati, pria itu mengambil teddy bear yang sedang dipegang Jieun. “Kita makan dulu Jieun-aa, setelah itu kau boleh bermain sepuasnya dengan barry. Okay?” ucapnya pria itu lembut. Merasa tidak mendapat penolakan dari Jieun, pria itu pun meminta para maid menyiapkan makanan mereka.

.

Keduanya mulai menyantap makanan mereka. Ada perbedaan cukup signifikan, pria itu memakan dengan tenangnya dan rapi sedangkan wanita bernama Jieun itu memakan dengan sedikit berantakan dan kekanakan.

.

Beberapa maid tersenyum melihat majikan mereka makan dengan tingkah lucunya, sedangkan pria itu sesekali tersenyum melihat Jieun makan.

.

“Maaf tuan muda, ini berkas-berkas yang anda minta” seorang pria berumur sekitar 40-an menyerahkan sebuah map kepada pria itu.

.

“Apa ini perkembangannya?” tanya pria itu kepada asistennya

.

“Ya tuan, ini semua perkembangan selama 1 bulan” jawab asistennya.

.

“Meeting siang ini, tolong diundur 1 jam dan buatkan aku janji untuk bertemu Dokter Lee” perintahnya kepada sang asisten.

.

“Baik tuan muda, saya permisi”

.

Pria yang dipanggil tuan muda itu kembali melanjutkan makannya. Sesuai janji yang diberikan, setelah makan, Jieun kembali bermain dengan barry, teddy bear kesayangannya. Dari banyaknya boneka yang ia miliki, ia hanya menyukai barry.

.

drtttt…drttt….

.

.

Sebuah ponsel bergetar menandakan ada panggilan masuk.

.

“Yes mushroom?”

.

“Tae, apa kau sangat sibuk?” tanya seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah Tiffany, kekasihnya.

.

“Ne, banyak meeting yang harus aku lakukan. Maaf, aku belum bisa menemuimu. Bagaimana kabarmu dan Yong?” tanyanya.

.

“Dia sudah membaik. Aku sangat merindukanmu, Tae. Itulah kabarku sekarang” ucap Tiffany manja. Meskipun ia tidak dapat melihat Tiffany, ia tahu bahwa kekasihnya itu kesal dan mempoutkan bibirnya. Taeyeon hany tertawa kecil mendengar rengekan kekasihnya itu.

.

“Aaa~~ cute.. Sabar sayang, aku akan menemuimu beberapa hari lagi. Aku juga sangat merindukanmu” ucap Taeyeon.

.

“Kuanggap itu janjimu dan harus kau tepati, Arra?” ancam Tiffany.

.

“Iya sayang, aku janji. Hmmm. Sudah dulu ya, aku harus segera pergi” ucap Taeyeon.

.

“Baiklah, sampai ketemu lagi Tae. Love you~”

.

“Nado”

.

Setelah memutuskan sambungan telpon, Taeyeon pun bersiap mandi dan segera pergi memulai jadwalnya hari ini. Saat melewati tangga, matanya tak sengaja melihat ke arah jendela dimana terlihat Jieun sedang bermain dengan bonekanya di bangku taman. Taeyeon tersenyum sendu melihatnya, ia pun kembali menaiki tangga dan segera bersiap-siap.

.

.

***

.

Hari ini adalah hari rabu, hari yang paling dibenci Kwon Yuri. Entahlah apa yang terjadi dengan namja itu. Dalam hidupnya, Yuri membenci hari rabu, dan itu berimbas pada moodnya di kelas. Ya, walaupun di hari lainnya ia juga tetap tidak semangat kuliah. Hal ini sangat berbeda ketika mendengar kata balapan, moodnya menjadi menggebu-gebu.

.

Sepanjang koridor kampus, namja itu membalas senyuman setiap orang khususnya yeoja-yeoja kampus yang menyapanya. Senyuman charming darinya sudah tidak diragukan lagi. Tak ada yang bisa menolak satu kalipun pesona seorang Kwon Yuri.

.

Tak jauh darinya, ia menangkap sesosok namja bertubuh kurus yang tingginya hampir sama dengan dirinya. Berbeda dengan Yuri yang berpakaian casual, jeans hitam dengan kaos putih dan jaket kulit, namja itu sangat rapi dengan jeans dan kemeja putih list biru yang dikenakannya.

.

Seketika senyum Yuri mengembang saat mengetahui siapa orang itu. Dia pun menghampiri namja itu yang sedang membaca sesuatu di mading kampus.

.

“Kenapa kau ada di kampusku Yoong?” sapa Yuri kepada namja itu. Orang yang dipanggil Yoong itu menoleh ke arah suara.

.

“Oh, Hyung” ucapnya sambil memberikan pelukan akrab kepada Yuri. “Aku sedang menunggu kekasihku. Ia baru saja diterima di Universitas ini” lanjutnya.

.

“Wow, kau punya kekasih?? Hebat sekali adikku ini. Memang tidak salah jika kau menjadi adik dari Kwon Yuri yang tampan ini” puji Yul pada dirinya sendiri. Yoong hanya melongo mendengar Hyung-nya berkata seperti itu.

.

“Berlebihan” cibir Yoong. Namun Yuri yang memang memiliki kepedean tingkat akut hanya tertawa mendengar cibiran adiknya.

.

“Perkenalkan dia padaku Yoong” ucap Yuri sambil memainkan alisnya.

.

“Tidak akan! Aku harus menjauhinya darimu. Dia itu innocent, aku tidak mau ia tercemar karena kelakuanmu Hyung” balas Yoong santai.

.

“YAA!! kau pikir aku virus?” kesal Yuri dengan ucapan adiknya. Tanpa ingin berdebat dengan Hyung-nya, Yoong berlalu meninggalkan kakak laki-lakinya itu.

.

“YAA!! Kwon Yoona!! Awas saja kau ya” teriak Yul kembali saat Yoong benar-benar berlalu meninggalkannya. “Adik macam apaan dia” maki Yuri saat melihat punggung Yoong yang sudah hampir tak terlihat.

.

Masih dengan kekesalannya, ia pun menuju kelasnya. Yuri dan Yoong memang kakak beradik yang hampir mirip dari postur tubuh dan wajahnya, hanya saja Yoong lebih kurus dari Yuri namun lebih charming dan putih dari Yuri.

.

Sedangkan di sisi lain, Yoong berjalan menyusuri koridor kampus dan mencoba melihat suasana lingkungan di sini sambil menunggu kekasihnya yang sedang menyelesaikan urusan administrasinya.

.

Beberapa mahasiswi menyapanya saat namja itu melewati mereka. Yoong hanya membalas seperlunya dan sopan, berbeda sekali dengan Yuri yang akan menebarkan jurus-jurus mautnya untuk memikat mahasiswi di kampus ini.

.

Yoong memutuskan untuk menunggu di bangku taman kampus yang tidak jauh dari ruang dosen dan juga beberapa ruang lain yang penting di kampus ini termasuk ruang administrasi yang ia yakini ada di salah satunya.

.

Saat sedang mendengarkan lagu dari ponselnya, tak sengaja ia menolehkan pandangannya ke arah lain. Disana ia melihat seseorang yang membuatnya sangat terkejut. Berkali-kali Yoong mengucek matanya untuk memastikan apa yang dia lihat. Namun Yoong tak beranjak dari duduknya, ia justru memukul kepalanya sendiri berharap apa yang dilihatnya salah.

.

Ketika sedang sibuknya menyadarkan dirinya sendiri, seseorang itu langsung berbelok ke arah koridor lain sehingga saat Yoong kembali ingin melihat, orang itu sudah menghilang dari pandangannya.

.

“Huft, sepertinya memang aku salah lihat. Dia tidak mungkin ada di Tokyo” gumam Yoong.

.

.

—————————————————–

.

Suasana kelas sangat gaduh ketika belum ada dosen yang yang datang untuk mengajar kelas tersebut. Semua mahasiswa sibuk dengan urusan mereka di bangku masing-masing. Apa yang dilakukan seorang Kwon Yuri?

.

Dengan khusuknya ia membaca dan memperhatikan setiap kalimat yang dibaca dan dan apa yang dilihatnya. Siapapun tak akan menduga bahwa namja songong itu mau membaca di saat dosen belum datang. Namun kalian tak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi jika kalian tak mendekat ke arahnya, karena disitulah kalian akan tahu apa yang membuatnya begitu serius membaca. –Playboy Magazine– wkwkwkwkwkwkw

.

Tak berapa lama, suara high heels terdengar semakin mendekat ke arah kelas, dan disanalah terlihat seorang wanita yang masih terbilang muda memasuki kelas. Dengan beberapa buku yang ia dekap di depan dadanya, ia menyapa seluruh orang yang ada di kelas itu.

.

Yuri yang masih sibuk dengan dunianya bermasalah majalah favoritnya, langsung menoleh saat mendengar suara merdu bergema di ruang kelas. Imaginasinya tentang wanita-wanita yang ada di majalah yang barusan ia baca, semakin menambah imaginasinya saat melihat wanita itu. Dengan rok mini putih yang sedikit di atas lutut, blouse putih yang dibalut blazer putih, dan juga rambut cokelat keemasan yang dibiarkan tergerai, membuat Yuri membeku seketika.

.

“Gorgeous” kalimat itu terdengar lirih saat Yuri mengucapkannya.

.

“Perkenalkan, nama saya Jessica Jung. Saya dosen baru yang akan mengajar kelas ini di mata kuliah bahasa inggris” ucap wanita itu saat memperkenalkan dirinya di depan kelas.

.

Suasana yang membeku tadi pun kembali mencair saat beberapa mahasiswa khususnya para pria bersorak dengan kedatangan dosen baru mereka. Hanya 1 orang yang masih membeku dengan euforia kelas ini. Siapa lagi kalo bukan si Kwon Yuri.

.

Universitas ini sudah menjadi impiannya sejak di bangku kuliah dulu. Ketika Jessica sudah lulus, ia sangat ingin menjadi seorang dosen di universitas yang sering di sebut sebagai “Harvard” di Jepang. The University of Tokyo, adalah kampus terbaik se-Asia yang memiliki lima lokasi, dan Jessica berhasil ditempatkan di Shirokane. Jessica sejak kecil memang sudah cerdas, itulah mengapa tidak heran jika di usianya yang masih 24 tahun sudah bisa menjadi seorang dosen.

.

Jessica memulai kelas dengan mengabsen satu per satu mahasiswanya. Yuri yang masih terdiam akhirnya sadar ketika namanya dipanggil untuk kesekian kalinya. Namja itu tidak menjawab panggilan tersebut, ia justru berdiri dari bangkunya dan berjalan ke depan kelas.

.

Dengan posisi bak seorang pangeran yang ingin melamar tuan putri, ia memperkenalkan diri.

“Halo beautiful, my name is Kwon Yuri. Nice to meet you” ucapnya lalu mengecup punggung tangan Jessica yang sudah dipegangnya.

.

Tentu saja di lain pihak, Jessica terkejut bukan main. Bagaimana bisa salah satu mahasiswanya berlaku tidak sopan? Dan lagi, namja di hadapannya ini sedang memegang tangannya dan berani mengecup punggung tangannya.

.

“Ah, maaf Miss, saya permisi sebentar” Yuri berkata seperti itu dan segera keluar kelas. Tanpa membuang waktu ia menuju restroom pria. Disana ia memaki kesal, karena bodohnya ia yang terpesona dengan kecantikan dosen barunya sehingga membuat sahabatnya sedikit menegang. -___-

.

“Shit!!!” makinya. Yuri berusaha menghalau imajinasi gilanya dan berusaha menenangkan sahabatnya agar tidak semakin menjadi. Dirasa semua sudah membaik, iapun segera kembali ke kelas.

.

Dalam perjalanannya menuju kelas, ia melewati taman bunga dan seketika itu, sebuah ide muncul dalam benaknya. Kembalinya Yuri ke kelas, ia melihat dosen barunya itu sedang duduk dan membuka buku tebal. Sepertinya dosennya itu sedang menyiapkan materi yang akan dijelaskan.

.

Kepedean tingkat akut yang dimilikinya, membuat langkahnya ringan saat mendekat ke arah Jessica. “Hadiah untuk wanita secantik dirimu, beautiful” ucap Yuri sambil menyerahkan sebuket bunga yang ia buat dadakan saat tadi menuju kelas.

.

“Panggil saya, Miss Jessica, tuan Kwon Yuri yang terhormat” balas Jessica penuh penekanan. Bagi Jessica, mungkin semalam ia bermimpi buruk karena lupa berdoa sehingga pagi ini ia mendapati seorang mahasiswa yang kurang ajar.

.

“Ouch, anda menyakiti perasaan saya, beautiful” Yuri mendekap bunga itu dan memegang dadanya. Ia berakting seolah-olah terluka dengan ucapan dosennya itu. Namun dengan tegas Jessica mengusirnya dari hadapannya.

.

“Silahkan duduk atau tinggalkan kelas ini jika anda tidak ingin belajar”

.

Bisik-bisik dari kelas terdengar. Mereka sudah menduga bahwa dosen baru mereka sebentar lagi tidak akan mengajar karena baru saja ia memerintahkan seorang Kwon Yuri. Namun dugaan mereka salah, Yuri tersenyum lalu meletakkan bunga itu di atas meja dosen dan melangkah menuju bangkunya.

.

Jessica memulai kelasnya dengan menjelaskan beberapa materi, sedangkan Yuri? Tentu saja ia sedang tersenyum gaje saat memperhatikan ke depan kelas, bukan materi yang sedang dijelaskan melainkan Jessica, dosen baru yang membuatnya gila.

.

.

.

“Aku akan mendapatkanmu, Jessica Jung”

.

.

.

.

.

TBC

———————————————————————————–

.

Haiiii ^^ My Trouble Maker is Back!!!

Berhubung part ini kelar, jadi gue tunda rilis Drabble-nya. hehehe

Gimana?

Senang? Kesal? Penasaran? Atau senyum2 sendiri?

Silahkan memilih siapa yang kalian sukai :))

Nikmatilah jalan ceritanya dan masalah pairing finalnya akan kalian ketahui saat mendekati Ending. ^^

.

Buat Siders yang makin menjadi, gue gak masalah kalo lo gak komen. Tapi maaf ya, NO PASSWORD saat nanti ada part yang gue PROTECT.

.

Cukup sekian, semoga ngefeel ya. Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

154 thoughts on “My Trouble Maker (2)

  1. Njirr klo yulsic kek gini mah prefer ke yulsicnya tapi tar kasian hyonie 😦
    Taeny udh official brati di chap berikutnya pasti bkal ada badai bumbu hubungan wkwk
    Pacar yoong hyunie bukan?

    Like

  2. Kok pada bilang hubungan taeny itu gila sih:( jieun siapanya tae:(
    Pacarnya yoong hyuni kan?._.
    Kalo kek gini bakal ada yulsic dong wkwk trus hyosic gimana??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s