Only One (6)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Im Yoona

Seo Juhyun

The Others

Genre              : Gender Bender, Drama, Comedy Romance, Family, Bittersweet

Series

—————————————————————————————————————-

Part 6

.

.

.

.

“Oppa, apa kau menemukannya?”

.

“Belum Krys. Apa kau yakin album itu ada di gudang?”

.

“Aku yakin, Oppa. Aku yang menaruhnya, karena kupikir itu sudah tidak berguna”

.

“Arraseo. Oppa sedang mencarinya”

.

“Beritahu aku jika sudah menemukannya. Aku harus kembali syuting. Bye Oppa”

.

“Ne… bye Krys”

.

.

Ini sudah 1 jam Yoong sibuk membongkar barang-barang di gudang hanya untuk menemukan sebuah album di masa sekolah dasarnya. Semua ini permintaan Krystal, karena ia merasa pernah melihat gambar kupu-kupu itu sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah dasar di LA.

.

.

—————

Yoona POV

.

.

“Aiish, dimana album sekolah itu” kesalku. Aku benar-benar hampir menyerah membongkar beberapa kardus hanya untuk menemukan sebuah album yang Krystal yakini itu sebagai petunjuk menemukan pelaku yang mengancamku.

.

“Yoong!!” teriak seseorang. Dan aku menoleh ke arah pintu gudang, ternyata si monster makanan yang datang. Ia hanya tersenyum lebar menampakkan deretan giginya dengan snack di tangan kirinya. –tsk tsk tsk–

.

“YAAH!! Kwon Yoona. Kau berani-beraninya mengabaikanku” teriaknya lagi.

.

“Aku sedang sibuk Syoo, kalau kau ingin membantuku silahkan kemari. Jika tidak, berdiri saja di depan pintu” ucapku asal. Anak itu selalu datang di waktu yang tidak tepat, bahkan disaat seperti ini bukannya membantu malah asik memakan snack favoritnya. Teman macam apa dia, kesalku.

.

Beberapa kardus sudah kuperiksa namun masih nihil. Saat ingin menyingkirkan kotak mainan, aku menangkap sebuah kotak persegi panjang yang sudah dipenuhi debu. Aku mencoba mengambilnya dan membersihkan kotak itu. Saat kubuka, ternyata itu ada beberapa lembar surat dan sebuah buku.

.

“Apa itu Yoong?” Kotak yang semula kupegang akhirnya terjatuh dari tanganku. Siapa lagi jika bukan Sooyoung pelakunya. Aku kaget dengan kehadirannya yang tiba-tiba di sebelahku. Tanpa ragu, aku menoyor kepalaku.

.

“Tiang listrik!! Bisa tidak kau tidak mengagetkanku?” makiku kesal dan dia hanya menyengir.

.

“Hehehehe, maaf buddy. Aku ingin membantumu. Apa yang kau cari?” tanya Sooyoung. Lalu ia membungkuk dan mengambil surat dan buku yang tadi aku jatuhkan. “Wooaah, ini surat cinta. Dari siapa?” tanyanya lagi.

.

Huh! Surat cinta????

.

.

Ku ambil lembaran kertas itu dan membacanya. –benar yang dikatakan Sooyoung– “Apa ini untukku?” ucapku pada Sooyoung.

.

“Tentu saja, jelas-jelas disitu namamu. Apa jangan-jangan kau pernah merubah namamu, Yoong? Awwwww– ” teriaknya saat aku menginjak kakinya cukup keras.

.

“Bantu aku, bukan mengejekku. Kajja, kita ke kamarku saja” aku pun jalan duluan menuju kamar dan diikuti Sooyoung di sebelahku.

.

Hari ini rumah begitu sepi karena Umma mendampingi Appa untuk acara amal dimana perusahaan Appa menjadi salah satu donaturnya. Krystal sedang sibuk syuting, dan Hyuni masih belum mau banyak bicara padaku saat aku menemuinya ataupun menelponnya. Ahh, hari ini sungguh membosankan. Andai saja hari ini ada jadwal praktek.

.

–aha– bagaimana jika aku mengajak Nana untuk refreshing sejenak. Pasti dia akan suka karena sudah lama ia tidak kembali ke Seoul.

.

“Apa kau memikirkan nuna-nuna berbikini?”

.

“Kau pikir aku seperti dirimu, Young? Aku bukan pria yang mencintai wanita yang lebih tua”

.

“Jadi kau berpikir bunny-ku wanita tua?” marahnya.

.

“Aku berbicara fakta, dia lebih tua 7 tahun darimu. Dasar berondong!” ejekku.

.

“Yaish, kau ini” Sooyoung langsung menjepit leherku diantara ketiaknya. Hahaha, dia sangat lucu saat marah ketika aku mengingatkan bahwa kekasihnya adalah wanita yang usianya di atas dia.

.

Tapi seperti itulah kenyataannya. Kadang aku tidak habis pikir, bagaimana dua sahabatku bisa jatuh cinta pada wanita yang usianya di atas mereka. Terlebih lagi Hyoyeon. Kekasihnya adalah seorang ibu muda yang gagal berumah tangga dan memiliki anak berusia 3 tahun dan usianya lebih tua 5 tahun dari Hyoyeon. Aigoo~

.

Setiba di kamar, aku membaca beberapa surat yang ada di dalam kotak sebelumnya yang kutemukan. Benar kata Sooyoung, itu semua adalah surat cinta yang ditulis seseorang untukku tapi tidak ada nama pengirimnya. Bahkan aku yakin, aku tidak pernah membaca surat itu sebelumnya.

.

Satu per satu surat ku baca dan isinya hampir selalu sama bahwa penulis menyatakan perasaannya padaku. Apa ini?? Aku bergidik membacanya. Bagaimana bisa ada seorang perempuan yang begitu agresifnya menulis surat cinta untukku. Sungguh mengerikan, pikirku.

.

“Ini hanya buku catatan Yoong, seperti diary” ucap Sooyoung yang sedari tadi membuka isi buku yang kutemukan bersama surat-surat itu.

.

Aku mengambil buku tersebut dan mencoba membacanya. “Huft, tidak ada juga petunjuk apa-apa disini” keluhku dan Sooyoung hanya ikut menganggukkan kepalanya tanda setuju.

.

“Kenapa kau harus mencari album itu? Bukankah lebih mudah jika kau menelpon pihak sekolah dan meminta album yang mereka arsipkan?” ucap Sooyoung tiba-tiba.

.

Saat itu juga aku menepuk dahiku. –astaga– kenapa tidak dari tadi aku berpikir seperti itu? Aku langsung memeluk Sooyoung erat sambil berteriak senang. Hahahahah walaupun kerjaannya memikirkan makanan ternyata si tiang listrik ini punya ide brilian juga. Aku langsung menghubungi pihak sekolah dan meminta mereka mengirimkan arsip siswa yang seangkatan denganku. Semoga saja ini bisa membantuku menemukan petunjuk yang Krystal katakan.

.

.

.

.

***

.

Ini kesekian kalinya Tiffany menghela nafas saat melihat anak semata wayangnya melamun dan tidak semangat seperti itu. Semenjak hubungannya dengan putra dari sahabatnya mengalami masalah, sangat jarang Tiffany melihat anaknya itu tersenyum ataupun tertawa lepas seperti sebelumnya.

.

Ibu yang sudah tidak muda lagi dengan usianya itu, kadang mendapati anaknya yang sedang menangis. Selama ini Seohyun tidak pernah menunjukkan airmatanya di depan Taeyeon ataupun Tiffany. Ia lebih memilih memendamnya sendiri daripada bercerita kepada orang lain bahkan kepada orangtuanya.

.

Sebenarnya Seohyun ingin sekali mempercayai Yoong tapi hingga detik ini pria bermata rusa itu belum juga bisa menemukan bukti bahwa ia tidak ada hubungan apa-apa dengan Nana. Seohyun bukannya tidak percaya namun dia ingin Yoong menepati janjinya untuk membuktikan semua itu.

.

“Telpon Yoong jika kau merindukannya, sayang?” Tiffany membuka suaranya dan ikut duduk di sebelah anaknya yang sedang melamun di pinggir kolam renang.

.

“Hyuni tidak merindukan siapapun, Umma” Tiffany terkekeh mendengar jawaban putrinya. Di saat seperti ini, Hyuni sama seperti Taeyeon yang keras kepala dan tidak mau mengakui apa yang sedang dirasakannya.

.

“Baiklah jika memang Hyuni-nya Umma sedang tidak merindukan siapapun. Bagaimana jika berjalan-jalan di sekitar sungai Han? Udara sore ini cukup cerah” ajaknya kepada sang putri. Hyuni tidak menolak ajakan itu, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikmati suasana sore di sungai Han.

.

.

.

——————————————————-

.

Nana, Sooyoung, dan Yoong bersepeda sepanjang Ichon Hangang Park, yang terletak di siis utara sungai Han. Ketiganya menikmati suasana sore ini dengan obrolan-obrolan ringan yang kadang mengundang tawa. Sooyoung mengayuh sepedanya seorang diri sedangkan Yoong bersama Nana mengayuh sepeda tandem yang khusus untuk 2 orang.

.

Taman ini sangat ramai dikunjungi setiap harinya terutama di waktu sore hari untuk bersantai dan menikmati pemandangan sore menjelang malam. Sedangkan jika pagi hari, orang-orang lebih sering kesini untuk jogging atau olahraga pagi. Di taman ini, berbagai fasilitas disediakan untuk bermain skateboard dan sepatu roda. Selain itu juga tersedia sarana untuk olahraga salah satunya lapangan basket dan jalur bermain sepeda.

.

“Yoong, ayo kita bermain basket. Yang kalah harus mentraktir makan” tantang Sooyoung. Mereka saat ini tengah beristirahat di bangku taman yang tak jauh dari lapangan basket.

.

“Oke, siapa takut” jawab Yoong.

.

Kedua sahabat itu akhirnya melakukan 1 on 1, dimana mereka hanya menggunakan setengah lapangan basket. Biasanya pemenang ditentukan dengan siapa yang lebih dulu mencetak point 10 dalam permainan ini. Di pinggir lapangan, Nana hanya menonton saja. Gadis itu tidak mengerti sama sekali tentang basket.

.

Pertandingan berlangsung sangat ketat, baik Yoong dan Sooyoung sama-sama ingin mengalahkan,mengingat reward yang akan mereka dapatkan. –makan sepuasnya– Tapi pertandingan tidak terlalu berjalan serius karena sesekali mereka bercanda dan mengejek satu sama lain.

.

Akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 9 – 10 untuk kemenangan Yoong. “Aish, kupikir best player lupa caranya mencetak point setelah belajar ilmu kedokteran” sesal Sooyoung. Mau tidak mau dialah yang harus mentraktir Nana dan Yoong.

.

“Kau harus lebih berusaha lagi untuk mengalahkanku, kapten” ejek Yoong.

.

Nana yang berada di situ tertawa melihat tingkah dua orang yang selalu saja seperti Tom&Jerry ini. Berada diantara mereka, membuat gadis penyuka aksesoris gelang ini sangat nyaman. Meskipun Yoong tidak tahu bahwa diam-diam Nana menyukainya, gadis itu tidak mempermasalahkan hal itu. Menjadi teman Yoong sudah cukup untuknya.

.

Tak jauh dari lapangan basket, seseorang sedang memperhatikan mereka. Ada perasaan cemburu dan sedih melihat orang yang begitu ia cintai dekat dengan orang lain dan bisa tertawa bahagia seperti itu. Tak mau berlama-lama disana, ia pun segera pergi meninggalkan lokasi.

.

.

.

***

.

“What?? Are you serious, Josh?”

.

Ini pertama kalinya Krystal memanggil nama Josh tidak menggunakan tambahan apapun dibelakangnya. Gadis itu terlihat marah saat mendengar kenyataan yang baru saja diucapkan oleh manager sekaligus kekasihnya.

.

“Baby, listen to me. This is the best way for you. I don’t want you get hurt, okay?”

.

“No, this is bad idea that i ever heard”

.

“Take this as your reward, baby. Holiday”

.

Krystal sangat marah ketika Josh mengatakan bahwa ia meminta managemen menutup kontaknya dalam jangka waktu yang belum ditentukan, itu artinya dia tidak akan terlibat apapun dalam gemerlapnya dunia hiburan. Yang Krystal tidak ketahui, ini adalah permintaan Yuri dan  Jessica. Mereka ingin fokus menyelesaikan persoalan Yoong dengan wanita misterius itu dan ingin menjauhkan Krystal dari bahaya seperti beberapa minggu lalu.

.

“Mom” sapanya saat melihat Jessica yang tengah membaca majalah fashion. “Hai Mom” Josh juga ikut menyapa Jessica.

.

“Hai sayang, kalian sudah pulang” Jessica memberikan kecupan di pipi Krystal dan memeluknya penuh kasih sayang. Ia tahu bahwa Krystal pasti sudah mengetahui dirinya akan hiatus sementara, lalu ia beralih ke Josh dan memberikan pelukan kepada namja itu.

.

“Keep smile, baby. You know, Mom and Dad love you?” ucap Jessica.

Jessica tahu bahwa ini impian putri bungsunya tapi dia juga tidak ingin Krystal terlibat masalah sebelum masalah Yoong benar-benar selesai.

.

“Yes, i know” balas Krys tanpa semangat. Bulir air mata yang sedari tadi sudah terlihat di pelupuk matanya, kini menetes dan masih dalam pelukan Jessica, ia menangis dalam diam.

.

Josh yang ada disitu tidak bisa berbuat apa-apa. Yang Krystal butuhkan saat ini hanya Jessica, jadi ia hanya diam dan memperhatikan ibu dan anak itu. Butuh waktu yang agak lama untuk Jessica menenangkan putrinya. Akhirnya Josh dan Krystal undur diri dari ruang tamu dan menuju lantai atas kamar Krystal berada.

.

.

“Hey~” Jessica menyapa seseorang yang baru saja menjawab telponnya. “Yes, she’s fine, Seobang. Semoga masalah ini bisa segera selesai” lanjutnya lagi saat berbicara dengan Yuri melalui telpon.

.

“Aku sudah menemui Taeyeon dan Tiffany. Mereka sudah mengetahui keberadaan Nana, mereka tidak semarah seperti sebelumnya. Sekarang semuanya tergantung dengan Hyuni, semoga jagoanku bisa meyakinkan Seobaby lagi. Ah, hampir lupa, aku rasa Tiffany juga merindukan sahabat shooping holicnya, baby?” Yul berusaha mencairkan suasana dengan candaannya.

.

“I think so, i miss her too.. Ready for your credit card, Seobang?” tantang Jessica.

.

Yuri semakin tertawa mendengar jawaban istrinya itu. “Yeah~ everything for you, baby”

.

.

.

Sementara di kamar, Krystal masih kesal dengan apa yang terjadi, tapi ia merindukan kebersamaan seperti ini dengan Josh. “Jadi, my princess sudah tidak marah lagi..hmmm?” tanya Josh kepada Krystal yang masih betah memeluknya.

.

“Shut up” balas Krystal. Putri bungsu Yuri dan Jessica ini sangat mirip sekali sifatnya dengan mr. Jung, ayah dari Jessica. Keduanya sama-sama memiliki gengsi yang gede sehingga jarang mengakui apapun yang dirasakannya. Dan Josh sangat tahu sifat princessnya itu.

.

Kadang Krystal akan berlaku sok misterius dihadapannya, dan kadang juga akan berlaku manja padanya. Josh tidak mempermasalahkan keduanya, baginya sikap Krystal sangat menggemaskan jika sudah seperti itu.

.

Tiba-tiba ide terlintas dalam benak namja penyuka snapback ini. “Sepertinya besok akan cerah, bagaimana kalo kita mencicipi es krim yang ada di ujung jalan dekat sekolahmu dulu, Krys?” ajaknya pada sang kekasih.

.

Krystal melepaskan pelukan mereka dan menatap Josh yang juga sedang menatapnya. “Sepuasnya?”

.

“Sure… sepuasnya” Krystal berdiri di atas tempat tidurnya dan melompat-lompat karena ia sangat senang dengan ajakan Josh. Moodnya akan segera berubah baik ketika mendengar kata es krim. Mereka tidak menyadari kehadiran Yoong yang beberapa menit lalu memperhatikan mereka.

.

“Sepertinya ada yang lagi bahagia?” Yoong berkata demikian dan masuk ke dalam kamar adiknya.

.

“Oh hyung” Joseph berdiri dan melakukan high five dengan kakak laki-laki dari kekasihnya itu.

.

“Oppa baru pulang praktek?” sapa Krystal yang masih betah tidak turun dari tempat tidurnya.

.

“Yeah, dan Oppa akan menemui Hyuni malam ini. Album itu benar-benar tidak ketemu Krys, tapi pihak sekolah sudah memberitahukan kepada Oppa bahwa mereka sudah mengirimkan album yang kita minta. Apa kau yakin album foto sekolah bisa menjadi petunjuknya?” tanya Yoong. Ia kurang yakin dengan ini karena sebenarnya Yoong ingin cepat bertindak daripada menunggu album foto sekolah yang adiknya katakan sebagai petunjuk.

.

“Aku yakin Oppa. Aku sering melihatnya dulu saat kita di LA tapi aku tidak mengingat siapa orang itu”

.

“Lalu bagaimana dengan surat cinta yang Oppa temukan di gudang? Bisa kau jelaskan pada Oppa?”

.

Krystal terdiam sesaat, ia takut mengatakannya. “I found that letters at your locker’s school, Oppa. I think its from your fans” ucapnya sambil menunduk.

.

Krystal kecil sangat menyayangi Oppanya, bahkan ia sangat protective. Ia tidak ingin teman-temannya maupun gadis-gadis di tempat mereka bersekolah dulu dekat dengan Yoong. Krystal kecil tidak ingin Oppanya direbut oleh orang lain. Yoong mendekati adiknya yang masih tertunduk. Ia sangat memahami sifat adiknya, ia tahu Krystal merasa bersalah.

.

“Its okay. I’m not mad at you, Krys” ucapnya lembut sambil mengacak pelan rambut Krystal.

.

“Dia sangat menggemaskan jika seperti itu, Hyung” Joseph tiba-tiba menimbrung ke dalam pembicaraan YoonKrys.

.

“YAA!!” protes Krystal karena ia diejek kekasihnya sendiri.

.

“Princess aku pulang dulu. Sampai jumpa besok, Hyung aku pulang, bye” ucap Joseph buru-buru dan langsung melarikan diri sebelum bantal kecil mendarat di kepalanya karena ulah Krystal.

.

.

.

—————————————————-

.

Sepanjang perjalanan menuju kelasnya, seorang gadis kecil terus menundukkan kepalanya. Ini sudah seminggu ia pindah ke sekolah ini dan belum mendapatkan satu orang teman pun. Yang ada justru ia dijauhi dan semua orang tidak mau bergaul dengannya karena ia gadis kecil berkacamata tebal yang aneh.

.

Tak ada yang spesial yang terjadi di setiap harinya bagi gadis kecil itu. Saat istirahat pun ia memilih menyendiri di taman belakang sekolah. Tak jauh dari tempat ia duduk, ia melihat seorang anak laki-laki terjatuh dari pohon.

.

Keesokan harinya, anak laki-laki itu menemui gadis itu dengan kaki kiri yang di gips. “Thank you for helped me yesterday” ucapnya saat ia duduk di bangku taman belakang sekolah tempat dimana gadis kecil itu berada.

.

“eungg… you’re welcome” balas sang gadis sedikit gagap dan menundukkan kepalanya.

.

“Gwenchana?” tanya anak laki-laki tersebut. Gadis kecil itu akhirnya menoleh kepadanya. “Wow, ternyata kau orang korea. Ah, aku juga berasal dari sana. Aku Kwon Yoona, siapa namamu?”

.

“E.. eung…. namaku………………….”

.

.

Hosh! Hosh! Hosh!

.

.

Arrrgghhhhhhhhhhh!!

.

.

Ini pertama kalinya ia bermimpi kembali tentang kejadian masa lalunya. Saat dimana ia mempercayai seorang anak laki-laki yang baik hati namun ternyata dugaannya salah. Kebenciannya terhadap orang itu semakin besar. Tanpa ragu ia mengambil figura foto anak laki-laki tersebut dan melemparkannya ke arah tembok yang ada di kamarnya.

.

“Beraninya kau menyukai, Yoong. Kau pikir gadis aneh dan cupu sepertimu boleh menyukainya?” Saat ini beberapa anak mengelilinginya karena mereka tidak menyukai gadis cupu dan aneh itu dekat dengan Yoong. Prince di sekolah mereka.

.

“Yoong baik kepadamu karena kau pernah menolongnya”

.

“bersyukurlah Krystal tidak mengetahui ini, kalo dia tahu bahwa orang yang menjadi teman barunya ini menyukai kakaknya. Kau pikir Krystal akan menyetujuinya? Tidak akan”

.

.

.

“Yoong, seperti apa seseorang yang kau sukai?”

.

“Seseorang yang mirip seorang putri, cantik dan anggun”

.

.

Kalimat itu terus berputar dalam kenangannya. Dari luar kamar, seorang yeoja berambut pendek masuk ke dalam kamar. “Apa kau baik-baik saja?” ucap yeoja itu melihat sahabatnya berkeringat cukup banyak.

.

“Ku mohon, ba…bantu aku untuk membuat mereka membayar apa yang telah mereka perbuat”

.

“Sshh tenanglah… aku akan membantumu, Suzy-yaa~”

.

.

“Yoong, kenapa kau mau berteman denganku?”

.

“Karena kau baik hati”

.

“Kau menyukaiku, Yoong?”

.

“Tentu saja, kita kan teman”

.

.

.

***

.

“Selamat malam Mr. Kim, aku Yonghwa teman sekelasnya Seohyun” sapa seorang namja saat Taeyeon membukakan pintu rumahnya.

.

“Apa kau orang yang akan mengerjakan tugas kelompok bersama anakku?” selidik Taeyeon.

.

“Ne, itu benar”

.

“Masuklah, Hyuni sedang bersiap-siap” ucap Taeyeon dan langsung meninggalkan namja itu sendirian di ruang tamu.

.

Taeyeon melihat istrinya yang baru saja keluar dari dapur. “Apa kau yakin mushroom, mengizinkan Hyuni keluar untuk tugas kelompok? Kenapa tidak di rumah saja?” Taeyeon menanyakan hal itu kepada Tiffany.

.

“Kau ini Tae, selalu berlebihan. Hyuni dan temannya hanya akan pergi ke toko buku yang tak jauh dari sini. Mereka hanya mencari buku-buku yang diperlukan untuk tugas kuliah, lagipula tidak akan lama”

.

“Tapi kan……”

.

“Tidak apa-apa Tae, Hyuni sudah besar. Lagian Hyuni bilang temannya bernama Yonghwa itu baik. Daripada kau memikirkan itu, bagaimana kalo kau membantuku mengoleskan lotion baru yang ku beli tadi siang. Apa kau bersedia menolongku?” Dengan suara husky miliknya, Tiffany sadar bahwa ia sedang mengundang singa. Sedangkan tanpa aba-aba, Taeyeon sudah mengangkat istrinya dengan bridal style menuju kamar dan melupakan putri semata wayangnya yang akan pergi keluar.

.

.

.

“Yonghwa, maaf sudah membuatmu menunggu” Seohyun sudah siap dengan dress pink miliknya yang tentu saja dibelikan oleh Tiffany.

.

“Tidak apa-apa. Kemana orangtuamu?”

.

“Aku sudah izin sebelumnya, kajja. Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum malam semakin larut” Mereka pun memutuskan pergi tanpa ada Taeny yang mengantar ke depan teras rumah.

.

Karena tidak hati-hati saat menuruni beberapa gundukan tangga di depan teras rumahnya, kaki Seohyun sedikit tergelincir dan menyebabkan ia kehilangan keseimbangan. Beruntung Yonghwa langsung membantunya.

.

Namun sayang, bagi seseorang yang berdiri tak jauh dari gerbang rumah, melihat adegan keduanya seperti saling berpelukan. Ia pun berbalik dan kembali menuju mobilnya.

.

“Kenapa cepat sekali?” tanya Nana yang menunggu Yoong di dalam mobil.

.

Rencananya Yoong ingin memperkenalkan Nana kepada Seohyun agar tunangannya itu mulai mempercayainya lagi dan bahwa ia dan Nana tidak memiliki hubungan apapun selain hanya sebagai teman. Sayangnya apa yang diharapkan Yoong berbeda, ia justru melihat Seohyun dengan seorang namja yang menurut Yoong mereka sedang berpelukan.

.

“Dia sedang sibuk” balas Yoong yang masih terlihat kesal. Nana justru bingung dengan jawaban namja kurus disampingnya ini.

.

“Huh?”

.

“Sudahlah, lain kali saja. Kita pulang sekarang” balas Yoong. Ia meminta Nana segera menyalakan mesin mobil dan meninggalkan rumah itu.

.

Disaat bersamaa, Yonghwa dan Seohyun keluar dari gerbang. “Bukankah itu mobil Yoong Oppa” gumam Seohyun sedikit tidak yakin dengan apa yang dilihatnya barusan.

.

Yonghwa melihat Seohyun seperti sedang berpikir. “Ada apa Seo?” tanyanya.

.

“Huh?? Eumm, tidak ada apa-apa. Ayo kita pergi sekarang” Yonghwa dan Seohyun memilih berjalan kaki karena toko buku yang mereka tuju tidak terlalu jauh dari rumah Seohyun yang memang terletak dekat dengan kawasan perbelanjaan.

.

.

.

.

TBC

————————————————————

.

Nah loh, Yoong jadi salah paham kan. Kok makin ribet ya? hahhaa sengaja. #smirk

Gue pengen menguji cintanya YoonHyun. Kekekeke 😀

Udah tau kan siapa yeoja gilanya? Tapi ceritanya sebenarnya belum tersaji.

Kalo masih penasaran, silahkan ditunggu update selanjutnya. ^^

Update terbaru juga bisa dilihat melalui twitter.

.

Kangen “My Trouble Maker”??? pengen tahu kehidupan mereka di Jepang??

Bersabarlah menunggu waktunya gue update. Hehehe

Kabar baiknya, sebelum gue rilis MTM, gue bakal memulai drabble. Buat selingan sebelum gue update FF Series. Oke, cukup sekian. Thanks buat yang udah mampir.

.

Annyeong!!

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

118 thoughts on “Only One (6)

  1. wah jadi suzy yg neror yoonkrys, tapi kenapa suzy dendam sama yoong? emg yoong salah apaa? hiks woah badai lagi ajaa dihubungan yoonhyun yoong salah paham dengan adegan hyuni sm yonghwa -,- uhh kenapa disetiap hubungan yoonhyun selalu ada yonghwa pengganggunya or pihak ketiganya -,- semoga ga berlanjut deh masalahnya -,-

    Like

  2. Suzy rupa nya melakukanini semuaya..Krystal brhenti sekejap jadi artisnya sampai masalah yoong habis..hehee krysal protective sama oppanya..taeny sdah on dah..heeh..cemburu yoong. .

    Like

  3. Apa yg akan terjadi dgn hubungan yoonyhun. Mereka berdua udah salah faham.
    Jadi suzy toh biang masalahnya krn dendam masa lalu nya?.
    Dan siapa teman suzy yg ngebantu untuk balas dendam kepada yoong. Younghwa benar 2 hadir di waktu yg tidak tepat. Gagal dech pertemuan hyuni dan nana.
    Dan…. taeny…… jinja…. jeongmal…. ckckck…. hyuny sdg sedih umma appa.
    😔😔😢😢😑😑

    Like

  4. yup makin seru sj krn tdk hny seo sj yg hatiny diuji tp hati yoong jg. wah agk ngeri y cwek misterius itu psikopat.
    ternyt g hny yoonhyun yg rindu tp JeTi jg, siap2 seobang kartu kreditny…
    wah krn tdk sngja pelukan krb jatuh yong jd slh phm nih…..seru..seru..

    Like

  5. Oh jadi gadis gila itu sizy ? Ah kenapa si suzy dijadiin jelek thor ? Kan suzy juga bias gue hahaha
    Hmm terus yg bikin suzy sakit hati apa ? Kan yg jahatin dia temen2 sekolah bukan yoong ?
    Perlu di selikidi nih haha
    Yuhuu yoong cemburu lagi yah bakalan lama dah masalahnya tambah ruwet hoho
    Dasar panul2 singa dibangunin abislah jd compang camping ntar hahaha jadi pengen intip dah wkwkwk

    Like

  6. Jd ceweknya suzy? Masalalu di LA. Sampai segitunya dendam saya yoong. Apa yv yoong lakukan sampai suzy benci yoong dan mau balas dendam? Author J sungguh ingin nguji cintanya yoonhyun, yah panny membangunkan ke byunannya tae. Kkk.. Disini kurang moment yulsicnya.

    Like

  7. apa yg diperbuat yoongkrys sampe suzzy segitu bencinya sama mereka .-.
    apa suzzy cuma salah paham aja & kebawa baper~
    Yah hubungan yoonghyun makin ribet begini, aish ada nana & yonghwa isshhh….

    Like

  8. Akhirnya gue patah hati 😦
    suzy ? Heol, berasa dia lebih cantik dari maknae :@
    seakan kaga cukup nenek sihir sekarang muncul namja tengik :v
    ini si yonghwa kaga tau apa seohyun udah tunangan masih juga dideketin -_-
    terus salah krystal sama yoong apa ? Kok malah kaga ngerti :/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s