Sorry, I Love You (2/2)

Tittle                : SORRY, I LOVE YOU

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

The Others

Genre              : Gender Bender, Drama, Romance, SweetHurt

Author             : JeJe

Twitter : @_royalfams

Email : authorj418@gmail.com

 

TWO SHOOT

—————————————————————————————

.

Hallo ^^

Sebelum pada baca part 2 ini, gue cuma mau bilang kalo cerita ini dilihat dari 2 sisi.

Part 1 dari sisi Yuri, dan Part 2 dari sisi Jessica.

.

Selamat membaca :))

.

.

Part 2

.

.

Jessica POV

.

Ini sudah memasuki tahun trend dimana semua orang berhak memilih pasangan masing-masing, tapi rasanya itu tidak berlaku bagi Daddy. Beliau tetap memaksaku untuk menerima perjodohan yang ia rencanakan dengan salah satu polisi yang merupakan bawahan terbaiknya.

.

Heol!!

.

Sampai kapanpun aku tidak mau menerimanya. Daddy pikir aku masih gadis berusia 17 tahun?? No! I’m 23 years old. Oh ini sungguh memalukan, bagaimana jika semua teman-temanku tahu bahwa seorang Jessica Jung yang paling populer di kampus akan menikah karena dijodohkan. Reputasiku bisa hancur.

.

Dengan segala kenekatanku untuk menentang perjodohan itu, aku memilih kabur dari rumah dan mencari tempat aman untuk bersembunyi. Tapi sialnya aku justru bertemu dengan 3 orang pria yang kupastikan mereka pria paling brengsek di dunia ini. Segala upayaku untuk meloloskan diri dari mereka hanya sia-sia belakang.

.

.

Daddy, tolong aku

.

.

Sekarang pikiranku hanya menuju Daddy dan aku berharap Tuhan bersedia mengirimkan seseorang untuk menyelamatkanku dari pria-pria yang ingin memperkosaku. Bayangan Mommy tersenyum padaku tiba-tiba muncul dalam benakku. Apa ini waktunya aku akan menyusul Mommy ke atas sana? Apakah setelah mereka menikmati tubuhku, aku akan dibunuh begitu saja? Entahlah, yang jelas aku sangat takut.

.

.

Braaaak!!

.

.

Suara pintu terbuka dengan keras. Aku mendengar suara namja berteriak kepada 3 pria brengsek ini. Aku sudah tidak punya kekuatan untuk melihat apa yang terjadi, tapi dapat kupastikan bahwa saat ini mereka sedang berkelahi.

.

Beberapa saat kemudian aku mendengar suara keras, aku pun membuka mataku dan melihat apa yang terjadi. Aku sangat terkejut, ternyata namja yang menyelamatkanku mengalami luka di bagian kepalanya. Darah segar mengalir begitu saja, tapi namja itu tetap berkelahi.

.

Untunglah, beberapa orang security segera datang dan mengamankan 3 laki-laki brengsek itu. Aku dan namja itu segera pergi. Ternyata namja itu tinggal di apartemen ini dan ia membawaku menuju apartemennya. Namun sesaat setelah ia membuka passkey, tiba-tiba ia tidak sadarkan diri.

.

Syukurlah namja ini memiliki kotak P3K dan beberapa alat medis cukup lengkap. Tapi kenapa seperti semuanya sudah disiapkan? Apa namja ini seseorang yang hoby berkelahi? Baru kali ini aku menemukan seseorang memiliki peralatan medis yang cukup lengkap di dalam rumahnya.

.

Setelah menolong namja itu, aku menuju sofa yang ada di ruang tamu. Aku sudah mulai mengantuk tapi getaran ponsel membangunkanku.

ID : Kim Taeyeon

.

.

Sigh!! Kenapa Taeyeon Oppa menelponku? Pasti Daddy yang menyuruhnya untuk membujukku pulang.

.

.

Tanpa ragu aku mematikan panggilannya dan segera mematikan ponselku juga. Aku tidak ingin berhubungan dengan siapapun yang kukenal sebelum Daddy membatalkan rencana perjodohannya. Hari ini begitu melelahkan dan aku pun segera menuju mimpi indahku.

.

.

.

——————————————–

.

Hari ini aku bangun lebih awal dari biasanya, mungkin karena efek aku menginap di rumah orang lain. Aku berniat menyiapkan sarapan buat namja yang sudah menolongku tapi tidak ada apapun yang bisa dimasak. Sepertinya dia benar-benar namja yang hidup tidak beraturan bahkan isi kulkas pun seperti kapal pecah.

.

Aku membuka pintu kamarnya pelan-pelan, kulihat ia masih tidur. Saat aku sudah membuka tirai jendela, ia malah terbangun.

.

“Kau sudah bangun? Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu” ucapku sedikit takut.

.

Dia mencoba bangun dan memegang kepalanya. Sepertinya dia masih merasakan kesakitan. Aku pun mendekatinya dan membantu ia untuk duduk dengan benar. Aku mencoba tersenyum pada namja ini. Berterima kasih karena sudah menolongku.

.

.

Hari demi hari berlalu begitu saja. Dia namja yang menyenangkan dan membuatku merasa nyaman saat berada di dekatnya. Bahkan aku tanpa ragu menceritakan permasalahanku padanya. Tapi satu hal yang tidak aku sukai darinya. –Berkelahi– Ia benar-benar tempramen.

.

“Yul, aku ingin makan daging” ucapku saat melihat ia sedang menonton televisi.

.

“Oke, call” kata Yuri tanpa berpikir lama.

.

Akhirnya kami makan malam di luar. Yuri adalah sekian dari banyak pria yang pernah aku temui, tapi ia berbeda. Bahkan ia bekerja keras untuk menghidupiku dan dirinya. Aku sangat beruntung bertemu pria seperti dirinya.

.

Tapi rencana tinggal rencana. Niat ingin makan malam menjadi batal. Bagaimana tidak? Aku hanya terjatuh karena seseorang menabrakku tanpa sengaja tapi Yuri seenaknya main pukul dan terjadilah perkelahian di depan restoran yang ingin kami datangi.

.

“Aww…Aww!!!” Ia merintih aku mengobati lukanya dan kami sedang berada di taman yang tak jauh dari sungai Han. “Pelan-pelan, Sicaa” pintanya.

.

“Apa setiap persoalan harus diselesaikan dengan melayangkan pukulan, Yul? Kau harus bersikap dewasa”, ini bukan kali pertama dia terlibat perkelahian. –Sigh–

.

“Aku minta maaf, Sica” aku mendengarnya meminta maaf tapi aku tidak menanggapinya, masih tetap fokus mengobati lukanya.

.

“Seharusnya kau minta maaf pada dirimu sendiri, Yul. Ini bukan kali pertama kau melakukan hal ini. Belajarlah mengontrol emosimu” terkadang aku lelah dengan sikap tempramen Yuri. Apakah dia juga akan memukulku saat aku melakukan kesalahan? Entahlah bahkan hubungan kami saat ini tidak jelas.

.

Sesaat kami terdiam dengan pikiran masing-masing. Aku melihatnya sedang melamun, apa dia tersinggung dengan perkataanku? Aku pun menyandarkan kepalaku di pundaknya.

.

“Yul, aku ingin naik itu” tunjukku pada wahana Ferris Wheel.

.

Yuri segera menarikku dan menuju ke wahana tersebut. Pemandangan Seoul terlihat indah dari atas sini. Tapi lagi-lagi kejadian tidak menyenangkan terjadi. Permainan ini berhenti saat kami berada di atas dan aku mendengar ada pengumuman bahwa ada sedikit masalah dengan wahana ini.

.

Aku panik karena tidak menyukai kegelapan, dan Yuri dengan cepat memeluk dan menenangkanku. Pria ini selalu memiliki pelukan yang hangat, dan perlahan aku lupa bahwa kami sedang dalam situasi yang kurang menyenangkan. Aku melepaskan pelukan kami dan aku menatap matanya, mencoba tersenyum meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja.

.

.

“Sica, apa aku pantas untuk menjadi kekasihmu?” tanyanya pelan. –WHAT? – Apa aku tidak salah dengar. Yul menyatakan perasaannya padaku? Ini hal paling tidak pernah terbayangkan olehku. Yul menyatakan cintanya dengan cara yang tidak romantis. Sejujurnya aku ingin protes padanya. Apa dia tidak punya seikat bunga?

.

Kulihat ia seperti patung yang tidak bergerak sama sekali. Wajah gugupnya sangat lucu. Aku baru tahu jika pria tempramen seperti dia bisa juga gugup karena menyatakan cinta pada seseorang. Aku juga tidak ingin berbohong bahwa aku mencintai pria dihadapanku ini. Akhirnya satu kata yang keluar dari bibirku, membuatnya tersenyum lebar.

.

.

.

.

————————————————–

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Semoga Yul memberiku kejutan yang indah. hihihi, aku tak sabar membayangkan apa yang akan dia berikan padaku di hari spesial ini. Sambil menunggu kepulangannya, aku berencana pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan tapi siapa sangka ada beberapa mobil berhenti di hadapanku. Dan disana kulihat sosok yang sudah tidak kutemui beberapa bulan ini. –Daddy–

.

Percuma saja memberontak jika Daddy mengerahkan beberapa anak buahnya. –Hiks Hiks– Seobang, tolong aku! Tiba-tiba aku memikirkan Yuri. Apa dia akan panik dan mencariku saat dia tidak menemukanku di apartemen? Kuharap ia dapat menemukanku.

.

Hampir satu jam aku mendapat ceramah dari Daddy. Betapa marahnya Daddy padaku, dan kulihat Taeyeon Oppa hanya duduk tak jauh dariku. Huft. Taeyeon Oppa tak mungkin bisa menolongku apalagi jika Daddy sudah memerintahkannya mengawasiku.

.

Hari-hari kulalui tanpa semangat. Daddy benar-benar keterlaluan memperlakukan anaknya seperti tahanan seperti ini. Aku sangat merindukan Yul, ini sudah 5 bulan aku tidak bertemu dengannya.  Aku berharap Yul segera menemukanku dan membawaku pergi dari sini.

.

.

“Unni, makanlah ini. Tubuhmu semakin kurus” Ku dengar suara Seohyun. Ia membawakanku beberapa makanan yang menurutku lezat tapi aku tidak tertarik sama sekali.

.

“Aku tidak lapar, Hyuni” ucapku malas. Sejujurnya bukan karena aku tidak senang dia ada disini, tapi aku sedang tidak ingin diganggu.

.

“Tapi Unni belum makan sejak tadi pagi” ia mendekat kepadaku lalu memelukku. “Makanlah Unni, setidaknya jangan biarkan perutmu kosong”

.

Kalo sudah begini, aku tidak bisa menolaknya. Aish, anak ini memasang tampang imutnya dihadapanku. “Baiklah, akan Unni makan” ucapku padanya dan dia langsung berteriak senang. Aigoo~ lucu sekali anak ini.

.

Terkadang aku kasihan padanya, 2 tahun lalu ia menjadi korban pemerkosaan dan yang ku dengar, dia justru memaafkan orang itu. Taeyeon Oppa juga mengabulkan permintaannya membebaskan pria yang Hyuni bilang bahwa bukan pria itu pelakunya melainkan adiknya.

.

Taeyeon Oppa dan Hyuni sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri meskipun mereka hanya anak angkat Daddy. Tapi mereka tidak tinggal di rumah ini, Taeyeon Oppa sering kesini karena dia merupakan Wakil Daddy di kepolisian dan sering memiliki pertemuan dengan Daddy sedangkan Hyuni ikut berkunjung karena dia ingin bertemu denganku.

.

“Unni, apa yang sedang kau pikirkan?” ucapan Hyuni menyadarkanku dari lamunan namun hanya ku jawab dengan gelengan kepala. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ternyata itu Daddy. Firasatku tidak enak saat melihat senyuman Daddy yang tidak biasa.

.

“Apa kabar sayang?” Daddy mengambil duduk di sebelah Hyuni. Beliau mengusap lembut rambutnya.

.

“Baik Appa”

.

“Ada sesuatu yang ingin Appa bicarakan dengan Unni-mu” mengerti dengan apa yang Daddy bicarakan, Hyuni pun keluar meninggalkan kami berdua di dalam kamar.

.

Tidak ada perbincangan apapun, aku masih kesal dan marah dengan Daddy. Keputusannya benar-benar sepihak dan Daddy selalu hanya bilang “ini yang terbaik untukmu, Sica”. Bullshit. Tidak ada yang terbaik untukku selain Yuri masa depanku. Ingin rasanya aku mengeluarkan seluruh kemarahanku ke Daddy, tapi aku tidak ingin membahayakan Yuri. Daddy bisa bertindak lebih jika ia mengetahui tentang hubunganku dan Yuri.

.

Kulihat Daddy mengeluarkan sebuah kertas berwarna putih dengan pita pink yang kuyakini itu adalah sebuah undangan. Saat Daddy menyerahkannya kepadaku, dengan malas kubuka undangan itu dan kubaca isinya.

.

Sesaat semua kemarahan itu semakin menjadi dan membuat dadaku sesak. Daddy sudah menyebarkan undangan pertunanganku dengan pria bernama Lee Dongwook. Jika ini mimpi, aku hanya ingin segera terbangun dari mimpi buruk ini tapi sayangnya ini kenyataan yang akan aku hadapi.

.

Satu bulan ternyata berlalu dengan sangat cepat, dan hari inilah hari yang paling tidak ingin kutunggu. Dengan sedikit senyuman yang kupaksakan, aku berjalan ke arah stage dimana pria yang akan menjadi tunanganku sudah menunggu.

.

Kudengar Daddy memberikan sedikit pidatonya kepada para tamu undangan, dan setelah itu acara tukar cincin pun akan segera dimulai. Namun, tiba-tiba kericuhan terjadi di dalam venue. Beberapa security dan bawahan Daddy sedang berusaha menghentikan seseorang. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan pistol yang membuat panik seisi ruangan.

.

Yuri!!!

.

.

Aku tidak salah lihat, dia Yuri, kekasih sekaligus pria yang paling aku cintai di dunia ini. Tanpa peduli, aku berlari menghampirinya dan memeluknya erat. Betapa aku sangat merindukannya dan wangi tubuhnya yang membuatku selalu nyaman berada di sisinya.

.

Semua perasaan rindu itu akhirnya terbalaskan bahkan saat ini rasanya dunia seakan milik kami. Pelukan Yuri semakin erat, seperti ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia tak akan melepasku. Airmata kebahagiaan yang sedari tadi kutahan akhirnya mengkhianatiku. Ya, detik ini aku sangat bahagia karena dapat melihat Yuri lagi.

.

Saat orang suruhan Daddy ingin memisahkan kami, Hyuni berteriak keras menghentikan semuanya lalu menghampiri kami. Huh? Apa Hyuni mengenal Yuri?- Sejenak semua terasa membingungkan, tapi aku tidak memikirkan itu lagi. Tanpa ragu aku menciumnya di depan semua tamu yang hadir. Yaa, aku tidak peduli lagi. Aku mencintainya, mencintai Kwon Yuri.

.

Kubalikkan badanku dan kulihat Daddy menahan amarahnya. –Aku sudah tidak peduli lagi– Dengan lantang aku berkata kepada Daddy bahwa aku mencintainya. Sesaat semua perasaanku menjadi lega, ruang-ruang sempit di dadaku menjadi lapang karena aku sudah mengeluarkan semua perasaanku.

.

Saat itu juga aku mendengar suara seseorang tergeletak dan kulihat Yuri memejamkan matanya. Aku menjadi panik saat darah mengalir tanpa henti dari kaki Yuri yang tertembak. Kulihat Taeyeon Oppa dan Tiffany berlari mendekati kami. Taeyeon Oppa bersama ajudannya mengangkat Yuri yang sudah tak sadarkan diri.

.

Suasana pesta semakin menjadi ricuh dengan pingsannya Yuri. Aku segera mengikuti Taeyeon Oppa menuju mobilnya. Sebelumnya aku menoleh ke belakang dan melihat Daddy yang masih diam dengan tatapan dinginnya. Mungkin setelah ini, aku akan menghadapi kemarahan terbesar Daddy.

.

Sepanjang perjalanan, ku usap keringat yang mengalir dari dahi Yuri. Walaupun ia sudah tak sadarkan diri, tapi aku yakin bahwa Yuri sangat kesakitan. Tak henti-hentinya aku mengajak Yuri bicara untuk menghilangkan kepanikanku meski aku tahu Yuri tak mendengarku.

.

Syukurlah, Rumah Sakit tidak terlalu jauh dari lokasi pesta. Beberapa perawat dan tim dokter segera melakukan operasi pengangkatan peluru dari kaki Yuri dan menghentikan pendarahan di kakinya yang tertembak. Selama operasi berlangsung, Taeyeon Oppa memelukku protective dan menenangkanku. Hal yang selalu Oppa lakukan di saat aku mengalami kepanikan.

.

Tak jauh dari kami, ku lihat raut wajah Tiffany terlihat sangat cemas. Tak henti-hentinya dia melihat ruang operasi, seperti berharap bahwa operasi segera selesai. Tiffany bahkan seperti tidak melihat aku dan Oppa juga berada disini. Ada pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam benakku, siapa Tiffany? Apa dia mengenal Yuri-ku??

.

dan di saat pertanyaan-pertanyaan mulai muncul, semua pandanganku menjadi buram.. –Tidak!! Jangan katakan jika anemiaku kambuh. Setelahnya, semua menjadi gelap dan aku tidak tahu apapun yang terjadi.

.

.

.

——————————————–

.

3 years later…..

.

.

Dari semua peristiwa yang telah terjadi, kehidupanku berubah drastis. Segalanya terasa indah dan membahagiakan. Masa-masa sulit yang coba aku lewati bersama Yuri terbayar sudah dengan janji suci kami di altar pernikahan.

.

Mungkin benar, bahwa dunia ini sebenarnya tak seluas yang dibayangkan. Satu per satu fakta mulai terungkap dengan jelas. Jujur saja aku sangat terkejut dengan fakta bahwa Yuri pernah di penjara karena sebuah perkelahian besar, dan Daddy lah yang menangkapnya. Kemudian fakta bahwa Yuri di penjara karena mempertanggung jawabkan perbuatan adiknya terhadap Hyuni.

.

Namun semua fakta itu tidak sebesar dengan kenyataan lain yang lebih mengejutkan. Kejadian Yuri masuk rumah sakit, membuatku mengetahui bahwa Tiffany adalah masa lalu Yuri. Wanita yang pernah menjadi cinta pertama Yuri sekaligus kekasih yang ia pacari lebih dari 3 tahun.

.

Saat mengetahui kenyataan itu, entah kenapa aku sama sekali tidak terluka atau benci semacamnya terhadap Tiffany. Aku tahu bahwa Tiffany meninggalkan kekasihnya karena dulu ia pernah berkata padaku jika ia sudah tidak tahan dengan sikap kekasihnya yang selalu terlibat masalah. Dan aku tidak tahu bahwa ternyata kekasihnya itu adalah Yuri.

.

Sekarang semuanya menjadi lebih jelas. Meskipun aku tidak terlalu memahami Tiffany, tapi dia berhak menentukan pilihan untuk hidup dengan siapa begitupula denganku. Akhirnya dia memilih Taeyeon Oppa dan aku memilih Yuri untuk menemaniku sepanjang hidupku.

.

Jika mengingat masa yang paling sulit, itu adalah saat dimana Daddy menolak keras kehadiran Yuri di sisiku dan imbasnya, beliau memberikan ujian yang aku khawatirkan Yuri tidak mampu melewatinya. Namun aku salah, Yuri berjuang sangat luar biasa membuktikan kepada Daddy bahwa ia pria yang layak mendampingiku. Syukurlah, masa-masa sulit itu akhirnya berlalu juga dan kami semua kini membuka lembaran hidup baru yang lebih bermakna.

.

Jika aku mengingat itu, ingin rasanya aku menangis karena melihat perjuangan Yuri. Pertemuan tak terduga kami akhirnya membuatku dan Yuri menciptakan banyak cerita dan momen, baik itu suka maupun duka.

.

Tahun berganti dengan sangat cepat dan hari-hari Daddy menjadi menyenangkan. Setelah beliau melepaskan pangkat Jenderalnya dan berhenti dari kepolisian, Taeyeon Oppa menggantikan posisi Daddy dan sekarang ia menjadi seorang Jenderal di usianya yang beranjak 35 tahun.

.

Sekarang, Yoong sudah mulai menjalani kehidupan yang baik dan sekolah di salah satu Universitas di Hongkong. Sayangnya, sampai sekarang aku belum bisa bertemu dengan Yoong karena dia akan kembali ke Korea setelah menyelesaikan studinya.

.

Selama ini Yuri menjaga hubungan baik dengan adiknya. Setiap kali Yuri melakukan panggilan ataupun video call, aku akan turut serta menjadi saksi perbincangan kakak adik itu. Tak jarang, aku juga akan berbicara dengan Yoong mengenai banyak hal. Yoong tidak seburuk yang terpikirkan. Dia sangat humoris dan selalu membuatku tertawa dengan cerita-cerita konyolnya selama di Hongkong.

.

Taeyeon Oppa dan Tiffany sudah dianugerahi seorang anak laki-laki yang sangat tampan berusia 4 tahun. Rumah Daddy menjadi ramai, karena Taeyeon Oppa, Tiffany, dan anaknya tinggal disini bersama kami.

.

Di sisi lain kami harus hidup terpisah dari Hyuni yang sekarang menjadi violist ternama di Perancis setelah ia lulus dari Universitas Sorbonne. Jarak Korea-Paris yang jauh, membuat kami bertemu dengannya saat ia berkunjung ke Seoul. Syukurlah, sekarang ia memiliki seseorang yang spesial dan bisa menjaganya dengan baik.

.

Tahun-tahun terberat telah kami lalui dengan penuh airmata dan senyuman bahagia, dan disinilah akhirnya kami berada. Sebuah tempat yang sangat indah, tempat dimana ini menjadi impianku datang ke sini bersama dengan seseorang yang aku cintai, bukan hanya dia saja tetapi juga buah hati kami.

.

Liburan akhir tahun, Taeyeon Oppa memberikan Yuri liburan selama 1 minggu sebagai hadiah bahwa suamiku ini berhasil menjadi polisi yang bertanggung jawab dalam tugasnya. Ya, kini Yuri menjadi seorang sersan dan tentu saja bawahan Taeyeon Oppa tapi aku tidak peduli dengan jabatan Yuri, yang jelas aku sangat bahagia hingga detik ini Yuri bersamaku.

.

Sepanjang kami berjalan melihat pemandangan di sekitar Venice, aku tak pernah berniat melepaskan genggaman tangan Yuri padaku. Inilah momen yang selalu aku impikan sejak dulu. Menikmati keindahan Venice bersama orang-orang yang berarti dalam hidupku. Sesekali kami tertawa melihat tingkah Jieun dan Jisoo yang mengoceh tanpa henti dan berlarian kecil di depan kami. Anak kembar kami benar-benar menggemaskan dan sangat lucu.

.

.

Tidak ada hal indah yang aku harapkan lebih lagi. Memiliki si kembar Jieun dan Jisoo, serta Yuri, itu semua sudah membuat hidupku menjadi lebih berwarna.

.

.

.

.

.

.

.

Saat Yuri menyatakan cintanya di atas Ferris Wheel, saat itu juga aku memiliki keyakinan bahwa pria ini yang akan hidup bersamaku kelak, dan akhirnya keyakinan itu menjadi sebuah kenyataan manis –Jessica Jung

.

END

—————————————————————–

Ada beberapa request mengenai couple yang udah gue tampung

Berhubung WP ini untuk royal family, jadi tenang aja semua couple bakal ada disini

Jadi bersabarlah ^^

Karena dalam proses pembuatan

.

by : J418

.

*bow*

Advertisements

91 thoughts on “Sorry, I Love You (2/2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s