ONLY ONE (5)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Romance, Family

Series

—————————————————————————————————————-

.

.

Part 5

.

.

Flashback

.

Seorang yeoja melangkahkan kakinya tergesa-gesa. Ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Dengan semakin mempercepat langkah, ia berharap bisa segera tiba di apartemen miliknya.

.

.

hosh….hosshhh…

.

.

Yeoja itu merasa lega bahwa ia berhasil bersembunyi diantara tembok bangunan. Namun dugaannya salah, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan beberapa detik kemudian yeoja itu tak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

“Yoong! Hyo! Kemarilah..” panggil Sooyoung kepada dua sahabatnya. Yoona dan Hyoyeon segera datang dan mereka melihat bahwa yeoja yang mereka tunggu akhirnya sadar juga.

.

“Baguslah dia sudah sadar” celetuk Hyo. Ketiga namja itu duduk di sofa dan menatap ke arah satu yeoja yang baru saja sadarkan diri.

.

Yeoja itu mulai menyadari bahwa ada tiga pasang mata menatapnya. Ia sedikit terkejut, terlebih ketika melihat satu sosok diantara ketiga namja dikenalinya. Meskipun sudah 1 tahun tidak bertemu, ia masih mengingat namja itu.

.

“Yoona??” panggilnya sedikit ragu.

.

“Kau masih mengingatku, Nana-ssi?” tanya Yoong dengan suara menahan amarah.

.

“Te..Tentu sajaa” jawabnya gugup. Ia lalu melirik ke sekelilingnya, mencoba mencari tau dimana ia berada. Tiba-tiba Yoona menghampirinya dan memegang kedua pundaknya dengan sedikit mencengkramnya.

.

“Katakan apa yang kau inginkan dariku, asal jangan pernah melibatkan keluargaku. Bukankah kau sudah memaafkanku atas kejadian waktu itu? Kenapa sekarang kau mengungkitnya kembali? Kau butuh uang? Akan kuberikan berapapun yang kau mau”

.

“K…ka..kau, bicara apa? Aku tidak mengerti” Yoong tertawa mendengar jawaban gadis itu.

.
“Kau tidak perlu berpura-pura Nana-ssi. Kau membutuhkan uang dariku? Katakan berapa yang kau–

.

.

Plaaakkk

.

.

Gadis itu menampar Yoong karena perkataan namja itu.

.

“Ka.. Kauuu- ” Sooyoung dan Hyoyeon segera mencegah Yoong untuk tidak semakin terpancing amaranya.

.

“Tenanglah Yoong, kita bicarakan ini baik-baik” Ucap Hyoyeon. Yoong pun menarik nafas, mencoba menenangkan dirinya.

.

“Lihatlah ini” Sooyoung memberikan sebuah surat kabar kepada yeoja di depannya itu. Nana pun mengambilnya dan membaca apa isi berita tersebut. Dari raut wajah Nana, Sooyoung dan Hyoyeon dapat melihat reaksi kaget dari yeoja itu, sedangkan Yoona memilih ke dapur dan mengambil air minum.

.

“I….Ini… tidak mungkin. Bagaimana foto ini bisa tersebar?” tanya Nana. Gadis itu kaget bukan main. Untung saja surat kabar itu adalah surat kabar nasional yang hanya tersebar di Korea. “Jadi kalian datang ke LA dan menuduhku yang menyebarkan ini?” lanjutnya lagi.

.

“Mungkin saja, persoalan ini hanya terjadi diantara kau dan Yoong. Hanya kami yang mengetahui kejadian malam itu” balas Hyoyeon. Melihat Yoong berdiri menyandar tembok tak jauh dari rekannya, Nana berdiri menghampirinya.

.

“Yoong, aku tidak tahu apapun mengenai ini. Apa aku gila mau menghancurkan karirku?” bela Nana.

.

“Karirmu di LA, dan berita itu tersebar hanya di Korea. Aku baru saja bertunangan beberapa minggu yang lalu, dan sekarang pertunanganku hampir berakhir karena masalah ini. Adikku yang seorang selebriti di Korea juga jadi terkena imbasnya karena dijebak membawa obat terlarang” ucap Yoong. Nana mulai mengerti kenapa tadi Yoong marah padanya.

.

“Aku sudah memaafkanmu Yoong, apa yang terjadi tahun lalu itu tidak sengaja. Kita sama-sama mabuk dan kita hanya tidur dalam satu ranjang tanpa melakukan apapun. Aku tidak berbohong padamu Yoong, bukan aku yang melakukannya” Nana berbicara kepada Yoong dengan menatap ke arah mata namja itu, berharap Yoong percaya padanya.

.

“Lalu siapa pelakunya?” Ucap Yoong seraya kembali duduk di tempat dimana Sooyoung dan Hyoyeon yang setia menjadi pendengar yang baik. Nana juga duduk tak jauh dari tiga namja ini.

.

“Sepertinya ada yang ingin menghancurkan karirmu, Yoong” Hyoyeon berpendapat dan mendapat anggukan setuju dari Sooyoung. Mereka kembali terdiam, memikirkan sesuatu hingga tiba-tiba Nana mengeluarkan suaranya.

.

“Aku akan ikut kalian kembali ke Korea” Semua terkejut dengan keputusan Nana tetapi kemudian Yoona tersenyum ke arah yeoja itu. Berterima kasih karena malah membantunya, ia merasa tidak enak karena awalnya menuduh Nana.

.

.

.

.

***

.

Di sebuah kafe, terlihat dua yeoja yang sedang menikmati makan siang mereka saat ini. Keduanya terlihat tertawa bahagia dan terlibat beberapa pembicaraan yang membuat hati mereka berbunga-bunga.

.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya salah satu Yeoja berambut pendek.

.

“Aku akan membuat Yoong mengingat siapa aku dan menyesal dengan apa yang dia perbuat dahulu saat ia masih tinggal di LA. Untuk Krystal, hemmmm kurasa dia sudah cukup mendapatkan pembalasannya. Tersandung masalah hukum dan karirnya bisa terancam kapan saja jika ia tidak bisa mengatasinya. Permainan ini akan semakin menarik” yeoja satunya tersenyum licik mengingat semua rencananya.

.

“Lalu bagaimana dengan model bernama Nana itu?” sambung yeoja berambut pendek itu.

.

“Biarkan saja, dia hanya terjebak dalam situasi yang tidak dia ketahui, aku hanya ingin Yoong bertekuk lutut di hadapanku. Itu saja” ucap gadis itu. “Terima kasih, karena kau sudah membantuku” lanjutnya lagi dan tersenyum menatap temannya itu.

.

“Kau sahabatku, tentu aku akan membantumu membalaskan dendam ini”

.

.

Keduanya pun melanjutkan kembali makan siang mereka dan menyiapkan beberapa rencana yang akan mereka lakukan. Sesekali kedua sahabat itu tertawa saat mereka mendapatkan ide-ide menarik lainnya.

.

.

Permainan baru saja dimulai, Kwon Yoona

.

.

.

.

.

——————————————————–

.

.

Beberapa pasang mata menatap ke arah dua orang yang terlihat sedang berdebat. Terlihat seorang namja sedang membujuk yeoja yang seperti menghindar dari sang namja.

.

“Hyuni, kumohon dengarkan aku. Ini tidak seperti yang kau bayangkan, sayang” Yoong terus mencoba menjelaskan apa yang terjadi.

.

“Pergilah oppa, aku ada kelas” Seohyun mengusir halus Yoong.

.

“Aku di jebak sayang. Percayalah” meski dengan sedikit paksaan, Yoong menggenggam tangan gadis itu.

.

Keduanya bertatap mata. Yoong dapat melihat gadis yang ia cintai itu menahan tangisnya. “Beri aku waktu untuk membuktikan semua itu, Hyuni. Oppa janji semuanya akan segera berakhir”. Tanpa izin, Yoong lalu mengecup kening gadis itu dan berlalu meninggalkannya yang masih diam membeku.

.

“Maafkan aku, Oppa. Tapi kuharap kau menepati janjimu” gumamnya pelan sambil menatap punggung tunangannya yang semakin jauh.

.

.

.

.

“Bagaimana Yoong?” tanya Hyoyeon yang sedari tadi menunggu Yoona di mobil.

.

“Dia belum mempercayaiku, Hyo” ucap Yoong lemah.

.

“Tenanglah Yoong, kita akan segera menemukan bukti dan pelaku yang sebenarnya. Berikan Hyuni waktu, lalu kita pertemukan dia dengan Nana-ssi”

.

“Terima kasih, Hyo. Sebaiknya kita segera menjemput Krystal di apartemennya. Dia sudah menunggu”

.

“Apa Krystal akan hiatus?”

.

“Tidak. Dia hanya akan tinggal di rumah untuk beberapa bulan ini. Beruntung tim pengacara appa bisa membuktikan bahwa barang haram itu bukan milik Krystal” Yoong lega karen adiknya seminggu yang lalu dapat dibebaskan dan terbukti tidak bersalah.

.

“Sepertinya makan siang hari ini akan menyenangkan. Aku merindukan masakan Sica Umma. Sooyoung akan membunuh kita jika dia tahu mengenai hal ini” Hyoyeon terkekeh saat mengingat sahabatnya yang shiksin itu sedang ada jadwal jaga di Ruma Sakit sedangka ia dan Yoong hari ini libur.

.

“You better keep this a secret, Hyo” ucap Yoong sambil tertawa juga.

.

“Alright!! Hahaha. Kajja, kita jemput Krystal. lets goooo!!!” teriak Hyoyeon berusaha menghidupkan suasana diantara mereka.

.

.

.

.

Jessica yang sedang sibuk menyiapkan makan siang hari ini. Ibu dua anak ini senang sekali karena putri bungsunya akan tinggal bersama di rumah ini lagi. Meskipun sempat mengalami peristiwa tidak menyenangkan, tetapi Yul dan Jessica tetap berusaha membawa keluarga ini tetap utuh dan bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

.

“Mommy!!!!!” teriak Krystal saat ia baru memasuki rumah dan berlari mencari Jessica sedangkan Hyo dan Yoong langsung duduk menuju sofa yang ada di ruang keluarga.

.

“Kalian sudah tiba, sayang” ucap Jessica saat anak bungsunya itu memeluknya yang sedang memasak di dapur.

.

“Iya Mom.. Apa Daddy tidak pulang ke rumah untuk lunch bersama kita?”

.

“Daddymu sibuk, sayang. Tapi Daddy sudah janji akan mengajak dinner malam ini di luar. hmmmm” Jessica berusaha menghibur anaknya yang satu ini. Akhir-akhir ini Yuri memang sibuk karena masalah pekerjaan dan juga menyelesaikan masalah Yoong dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.

.

“Okay, Mom”

.

“Bawakan minuman ini untuk Hyo dan Oppamu, sayang. Setelah itu kita makan siang bersama, sebentar lagi semuanya akan siap” ucap Jessica.

.

Krystal pun menyusul Yoong dan Hyoyeon yang ternyata sedang menonton acara komedi. Dia meletakkan nampan di atas meja dan ikut bergabung bersama kedua namja itu. Ketiganya tertawa lebar saat komedian yang mereka tonton melakukan hal yang konyol. Sejenak, baik Yoong maupun Krystal melupakan masalah yang sedang menimpa keluarga mereka.

.

“Hahahah liat Krys, namja itu mirip Josh” ucap Yoong yang masih tertawa.

.

“YAA!!! Oppa.. Josh lebih tampan dari dia” Krystal tidak terima saat Yoong menyamakan Josh dengan salah satu komedian di acara itu.

.

“Tapi Oppa lebih tampan dari namja manapun, Krys” ucapnya dengan percaya diri. Mendengar ucapan Yoong, dua bantal melayang ke arahnya. Siapa lagi jika bukan Hyoyeon dan Krystal pelakunya.

.

“Full of yourself, Yoong” ucap Hyo.

.

“Yaish, kalian ini. Aku kan berbicara—-”

.

“YAH!!!” sebuah teriakan terdengar dari pintu depan memotong perkataan Yoong. “Kalian berdua tega sekali melupakan aku” ucap seseorang kepada Yoong dan Hyo.

.

“Kenapa kau ada disini?” ucap Yoong polos.

.

“Jadi kau tidak mengizinkan aku kesini?” tanya Sooyoung balik.

.

“Hehehehe bukan begitu buddy. Kupikir kau sedang bertugas di Rumah Sakit” balas Yoong. Namja kurus tinggi itu mendekati ketiganya dan duduk di sebelah Hyoyeon.

.

“Dokter Park memarahiku karena terlambat datang 15 menit. Aish, apa-apaan dia memperlakukanku seperti itu” Sooyoung terlihat kesal saat membicarakan pembimbingnya itu.

.

“Lalu kenapa kau bisa kesini?” Kini giliran Hyoyeon bertanya.

.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?? Hah!! Kalian tidak senang aku ada disini” Emosi Sooyoung kembali naik mendengar pertanyaan Hyoyeon.

.

.

“Yoong, Krys, Hyo, makan siang sudah siap” tiba-tiba Jessica muncul dari dapur. “Oh, ada Sooyoung juga”

.

“Woah makan siang. Kebetulan sekali, aku lapar” celetuk Sooyoung dan mendapat teriakan huuuu dari yang lainnya. Jessica tertawa melihat tingkah mereka.

.

“Sudah, ayo kita makan siang”

.

Mereka pun akhirnya menikmati makan siang bersama dengan penuh suka cita. Suasana makan siang terbangun ceria dengan pertengkaran-pertengkaran kecil antara Yoong, Hyoyeon, Sooyoung, sedangkan Jessica dan Krystal hanya menjadi penonton dan sesekali tertawa karena ulah tiga namja yang merupakan calon Dokter.

.

.

.

***

.

.

“Apa kau serius, Taeng?” tanya Yuri tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Taeyeon.

.

“Entahlah Yul, aku mulai tidak yakin dengan Yoong. Hyuni putriku satu-satunya, aku hanya ingin yang terbaik untuknya” jawab Taeyeon. Kedua appa ini sedang melakukan pembicaraan di ruang kerja Yul mengenai hubungan Yoong dan Seohyun.

.

“Tapi Taeng, ini semua salah paham. Yoong sudah menjelaskan semuanya padaku dan Sica. Dia tidak mungkin berbohong” Yuri masih membujuk Taeyeon yang ingin memutuskan pertunangan Yoong dan Seohyun.

.

“Aku dan Tiffany sudah membicarakan semua ini, Yul. Dan aku rasa, itu sudah keputusan yang terbaik”

.

“Berikan Yoong waktu, Taeng. Dia berjanji akan menyelesaikan masalah ini dan membuktikan apa yang ditulis di Surat kabar tidak benar. Yoong hampir saja kehilangan surat izin magangnya dari Rumah Sakit, untung saja Choi Siwon memberikan Yoong kesempatan. Aku tidak bisa membayangkan reaksinya jika tahu kau berencana memutuskan pertunangannya dengan Hyuni. Pikirkan baik-baik, Taeng” ucap Yuri berusaha meyakinkan sahabatnya ini.

.

“Baiklah, aku akan membicarakan ini lagi dengan Tiffany. Tapi jika keputusan ini tidak bisa diubah, aku minta maaf Yul. Kuharap keluarga kita tetap berhubungan baik” Taeyeon berdiri dari kursi dan bersiap kembali ke ruangannya.

.

“Terima kasih, Taeng”

.

.

Selepas kepergian Taeyeon, Yuri masih betah duduk di kursi kebesarannya. Masalah menjadi semakin rumit. Pelaku yang mengancam Yoong belum terungkap, Krystal berurusan dengan hukum, dan sekarang Taeyeon ingin mengakhiri pertunangan Yoong dan Seohyun.

.

Ayah dari dua anak ini terlihat lelah. Yul berusaha menenangkan diri sejenak. Tak lama kemudian, ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.

.

“Apa ada perkembangan?” tanyanya saat seseorang itu menjawab panggilannya.

.

“………………………”

.

“Segera temukan pelakunya, dan nama Yoong kembali bersih dari permasalahan ini” perintah Yul kepada orang yang di telponnya.

.

.

.

.

Sedangkan di ruangan lain, Taeyeon sedang sibuk dengan beberapa berkas. Ia hari ini berniat meninggalkan kantor lebih awal karena ingin membelikan hadiah untuk putri semata wayangnya. Seohyun baru saja memenangkan lomba debat beberapa hari lalu, sehingga Taeyeon ingin memberikan hadiah spesial untuk anaknya itu.

.

Setiba di Mall, Taeyeon langsung menuju tempat yang ia tuju untuk membeli hadiah. Tiba-tiba, tidak sengaja ia menabrak seorang gadis yang umurnya tak jauh berbeda dengan Seohyun.

.

.

“Maaf ahjussi, saya tidak sengaja” ucap gadis itu sopan membantu Taeyeon berdiri.

.

Taeyeon menepuk jasnya yang sedikit kotor karena terjatuh, lalu ia memberika senyum kepada gadis muda yang meminta maaf tadi. “Tidak apa-apa, ini bukan salahmu agashi” Tapi setelah Taeyeon mengucapkan kalimat itu, tiba-tiba ia sadar dengan apa yang dilihatnya.

.

Gadis muda itu bingung saat Taeyeon memandanginya dan sedikit menampakkan wajah kagetnya.

.

“Ahjussi, apa anda baik-baik saja?” tanya gadis itu sedikit khawatir karena Taeyeon masih diam saja.

.

“K…K…Ka..Kau perempuan yang bersama Yoong?” ucap Taeyeon sedikit terbata karena terkejut.

.

“Ahjussi mengenalku?” tanya gadis itu lagi.

.

“Ya, benar. Aku tidak salah lagi, kau perempuan yang bersama Yoong dalam surat kabar itu. Aku permisi dulu” Sebelum Taeyeon melangkah jauh, gadis itu menahan Taeyeon untuk tidak pergi dulu.

.

“Tunggu.. Apa ahjussi adalah Ayah Seohyun?”

.

“Ya aku Ayahnya” jawab Taeyeon sedikit marah.

.

“Bisakah kita bicara sebentar saja. Semua yang terjadi di surat kabar itu tidak benar. Aku baru tiba dari LA 3 hari yang lalu dan ingin meluruskan semua permasalahan ini” gadis itu berusaha agar Taeyeon mendengarkan penjelasannya dulu.

.

“Baiklah” akhirnya Taeyeon menyetujui permintaan gadis itu dan Nana tersenyum senang karena Taeyeon mau mendengarkannya.

.

Akhirnya mereka memilih salah satu tempat makan yang ada di Mall tersebut. Disana, Nana menceritakan semuanya yang terjadi antara dirinya dan Yoona. Mulai dari perkenalannya dengan Yoona dan sampai peristiwa itu terjadi.

.

Taeyeon membiarkan gadis itu bercerita semuanya yang sebenarnya terjadi di LA. Ada perasaan bersalah pada diri Taeyeon karena pernah memukul Yuri dan juga mengusir Yoona saat Yoona datang ke rumahnya untuk bertemu dengan Seohyun.

.

“Jadi, seperti itu yang sebenarnya terjadi. Aku hanya mengenal Yoona 2 minggu saat ia dan teman-temannya berlibur di LA. Peristiwa malam itu tidak seperti yang orang pikirkan. Aku kesini karena merasa nama baikku juga dicemarkan, meskipun berita ini tidak mengganggu karirku di LA tapi aku hanya ingin membantu Yoona” jelas Nana kepada Taeyeon.

.

Meskipun lega dengan penuturan Nana, tapi Taeyeon belum bisa sepenuhnya percaya sampai bukti-bukti itu benar adanya. Setidaknya Taeyeon sudah tahu apa yang terjadi diantara Nana dan Yoona.

.

“Terima kasih Nana-ssi atas penjelasannya” Taeyeon berpamitan dan meninggalkan gadis itu yang masih berada di kafe.

.

.

“Huft, aku melakukan ini karena aku menyukainya” gumamnya.

.

.

.

.

***

.

Sesuai janji Yuri, ia membawa keluarganya untuk makan malam di sebuah Restoran Jepang ternama yang berada tidak jauh dari perumahan mereka. Yoong dan Krystal bercanda sepanjang perjalanan, mereka begitu senang karena sudah lama tidak pergi makan malam keluarga seperti ini di luar.

.

Yuri dan Jessica hanya tersenyum melihat tingkah anak-anaknya yang sudah tumbuh dewasa dan tetap bisa akur meskipun mereka jarang bertemu karena kesibukan Krystal di indutri hiburan.

.

Sesampainya di Restoran, Yoong paling bersemangat memilih makanan. Penyakit Shiksin sudah menular sejak ia bersahabat dengan Sooyoung. Jadi tidak heran jika Yoong memesan makanan sedikit lebih banyak daripada yang lainnya.

.

Yuri senang, Yoong tidak berubah karena masalah yang sedang menimpanya. Tapi ia sedih saat mengingat pembicaraannya dengan Taeyeon siang tadi. Apakah Yoong masih bisa tertawa bahagia seperti itu jika Taeny benar-benar berencana mengakhiri pertunangan Seohyun dan Yoona.

.

Jessica tidak menyadari perubahan wajah Yuri, karena Yuri sendiri masih merahasiakan pembicaraannya dengan Taeyeon. Ia tersadar dari pikirannya saat Jessica menyentuh lengannya.

.

.

“Seobang, mau pesan apa?” tanya Jessica. Yuri kembali melihat menu yang dipegangnya.

.

“Sepertinya aku ingin Ramen dan Sushi, baby” jawabnya. Jessica langsung menyebutkan pesanan Yuri kepada pelayan yang mencatat pesanan mereka.

.

Selagi menunggu pesanan datang, Krystal menceritakan skenario-skenario yang akan dijalankannya saat syuting drama besok. Baik Yulsic maupun Yoong setia mendengar apa yang Krystal bicarakan.

.

“Apa Josh tidak cemburu saat kau memiliki adegan ciuman dengan salah satu lawan mainmu itu, Krys?” Yoong memotong pembicaraan adiknya saat Krystal menyebutkan adegan ciuman di salah satu skenarionya.

.

“Itu bukan ciuman beneran, Oppa. Ada tekniknya, jadi penonton akan melihat itu nyata tapi sebetulnya tidak” jawab Krystal. Yoong hanya mengangguk dan mulutnya membentuk “O” saat mendengar jawaban Krystal.

.

“Appa, apa orang-orang suruhan Appa sudah mendapatkan petunjuk siapa pelakunya?” Yoong beralih kepada Appanya.

.

“Belum, Yoong. Mereka sedang berusaha mencarinya, tenanglah” Yuri meyakinkan putranya.

.

“Ehmm Umma, Appa. Ada seseorang yang ingin kukenalkan. Dia perempuan yang bersamaku saat kejadian di bar tahun lalu”

.

“Dia ada di Korea, Yoong??” Jessica kaget dengan perkataan Yoona.

.

“Iya Umma, dia akan membantuku berbicara dengan Seohyun. Dan…..” ada jeda beberapa detik sebelum Yoong berbicara lagi. “Dan untuk membuktikan pada Umma dan Appa kalo kami tidak melakukan apapun” lanjutnya lagi.

.

“Yoong, Umma memang kecewa karena kau pergi ke bar. Tapi Umma percaya, anak Umma yang tampan ini tidak berbohong” Yoong tersenyum mendengar jawaban Ummanya.

.

“Dimana perempuan itu sekarang, Oppa? Siapa namanya?” Krystal mencoba masuk dalam pembicaraan ini.

.

“Namanya Im Nana, dia model Korea tapi berkarir di LA. Sekarang dia menginap di rumah Nichole selama berada di Korea”

.

“Apa Oppa yakin bukan dia pelakunya?”

.

“Entahlah Krys. Tapi Oppa percaya padanya, dan dia akan membantu Oppa untuk menjelaskan semua ini dengan Hyuni”

.

Jessica menggenggam lembut tangan anaknya itu.

“Semuanya akan segera baik-baik saja, sayang. Appamu akan melakukan yang terbaik untuk menemukan pelakunya dan mencari tahu apa yang dia inginkan” Yoong hanya mengangguk mengerti.

.

Tak berapa lam kemudian, pesanan mereka datang. Keluarga inipun menikmati makan malam ini dan melupakan sejenak pembicaraan serius yang terjadi sebelumnya. Makan malam berjalan dengan baik. Keceriaan dapat terlihat di wajah keluarga ini.

.

Sebelum meninggalkan Restoran, Yoona izin ke kamar kecil, Yulsic dan Krystal masih duduk menunggu Yoong. Karena merasa bosan, Krystal mengambil ponsel Yoona yang tak jauh darinya. Ia berniat memainkan game yang ada di ponsel tersebut. Tapi saat melihat menu email, Krystal pun penasaran ingin membaca apa-apa saja email yang telah dikirimkan gadis perusak hubungan YoonHyun kepada Oppanya itu.

.

Tak lama kemudian, Yoong muncul dan menghampiri orangtua dan adiknya yang sudah menunggunya. Ia melihat Krystal memegang ponselnya.

.

“Oppa….” panggil Krystal.

.

“Ada apa?” Yoong menjawab dan kembali duduk ke kursinya.

.

“Apa dia selalu menyelipkan gambar kupu-kupu ini saat mengirimkanmu emal?”

.

“Hemmm, kenapa Krys. Kau terlihat terkejut” tanya Yoong.

.

Krystal kembali melihat ponsel Yoong dan memperhatikan gambar kupu-kupu yang selalu terselip di akhir kalimat. Saat itu juga ia langsung tersadar dan menyadari apa yang baru saja dilihatanya.

.

“O…Op..Oppa…” suaranya terdengar gugup dan kaget. Yulsic menyadari tingkah anak perempuannya sedangkan Yoong masih menunggu apa yang ingin dikatakan Krystal selanjutnya.

.

.

.

“A..Aku seperti familiar dengan gambar kupu-kupu ini”

.

.

.

.

.

TBC

——————————————————————

Hai ^^

Belum lupa kan sama cerita Only One??

T^T maaf ya, banyak tugas kuliah yang tidak bisa dihindari jadi baru bisa update.

NLTL nya besok gue update, siapin hati lo ya sama endingnya NLTL.

Kekekekekeke XD

.

Annyeong!!

.

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

113 thoughts on “ONLY ONE (5)

  1. Untung tae mau denger penjelasannya nana..
    gmana kalo yoong tau taeny mutusin tunangannya sama hyuni???
    setidaknya sekarang udh ada titik terang tentang peneror itu..

    Like

  2. mudah2 an masalh mereka cepet selesai deh, kasian yul appa banyak pikiran bgt, kangen liat somplak nya kwon n kim family lagi, kykn nya kryst udh mulai tau tuh siapa biang keroknya

    Like

  3. kasian yoong kalo tau taeny mutusin pertunangannya 😦 krys tau siapa penerornya? setidaknya udah ada titik terang dari masalahnya.. semoga aja yoong bisa ngumpulin bukti kalo yoong bener ga ngelakuin itu thanks buat nana udah mau bantuin yoong 🙂 uhh makin penasarannnn -,-

    Like

  4. Siapa dua yeoja yg mau menghancurkan yoong?. Jadi nana menyukai yoong karna itu dia mau ngebantu yoong untuk ngejalasin ke hyuni tentang kejadian 1thn yg lalu.
    Untung appa taeng bertemu nana, dan mau ngederin nana menjelaskan kejadian 1thn lalu. Jadi hubungan yoonhyun bisa aman. Semoga krystal tau siapa pengirim email yg slalu ada gambar kupu2nya itu.

    Like

  5. ternyata org lain yg neror yoong, beruntung nana yg digosipkn dgn yoong mw bnt. n ini jg yg sdh tae dgn dr nana sndiri yg tdk sngja ktm dgnny. smg bs bntu yoong utk jlskn pd hyunie.
    Kwon family emg kuat bgt hatiny pun ad mslh yg dtg tp iktnny sll terjg.
    sip titik trg mulai ad krn krys mrs g asing dgn tnda kupu di email yoong…

    Like

  6. Makin lama mkin bgus ceritanya thor ⌣
    Byk pljrn yg bisa diambil dr cerita ini.
    Appa yul dan mom sica mkin dekat ama yoongkrys, walaupun yoongkrys lg dlm masalah tp yulsic ttp support dan melindungi ank2nya, dan gw scr tdk lgsg udh bljr ttg arti keluarga ssghnya.

    Gw mau lanjut bca next chapnya ya thor..^^

    Like

  7. Hmm kirain udah dapet pelakunya taunya belum. Jadi yg 1thn lalu itu si nana yg di bar trs mabuk oh i see i see udah mulai jelas dikit2 haha
    Kirain yg ketemu tae itu pelakunya taunya si nana. Untung ga ada panul jd ga bakal habis itu si taeng hahaha
    Sial masih penasaran siapa tu cewe trs kok baby jung bisa tau tanda kupu2nya hmm ?

    Like

  8. Taeny sangat kecewa pada yoong karna bikin anak semata wayangnya nanggis. Wow, Im Nana menyukai yoong dan yoong beruntung nana mau membantu menyeleaaikan maslahnya. Sepertinya cwek gila yg neror orang dekat mereka. Karna pas kejadian g ada yg tahu selain mereka pst hanya irang terdekat yg tahu dan wow krystal mulai dapat petunjuk dengan adanya tanda kupu-kupu itu.

    Like

  9. Wowowoo sepertinya mulai ada pencerahan :v tapi gak yakin deh ini bakal kelar cepat (-_-)
    taeng jahat banget, masa mau mutusin pertunangan yoonhyun huaaaa aku tidak rela :@ tapi sebagai orangtua dia hanya ingin yang terbaik buat putrinya 😦
    semoga masalahnya cepat selesai dan yoonhyun bersatu kembali, semoga. . . T,T

    Like

  10. Thor jangan sampe pertunangan yoonhyun dibatalin:(
    Sedikit gondok sama yg neror-_-
    Semoga krystal bener2 tau siapa yg ngirim email

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s