Nothing Left To Lose (7)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance

Series

————————————————————————————————

Part 7

.

.

Flashback

“Oppa, perkenalkan ini Taeyeon. Taeng, ini oppaku” Gadis remaja berusia 18 tahun itu memperkenalkan pria imut yang sedang dekat dengannya kepada kakak laki-lakinya.

.

“Kwon Yuri” ucap namja bertubuh tinggi dan atletis.

.

“Kim Taeyeon, senang berkenalan denganmu Hyung” Jessica tertawa mendengar ucapan Taeyeon. Pasalnya, Taeyeon lebih tua 1 tahun dari Yuri.

.

“Taeng, oppaku masih 22 tahun” Mendengar jawaban Jessica, pria imut itu hanya menggaruk tengkuk kepalanya. Yul dan Jessica tertawa melihat tingkah lucu Taeyeon.

.

“Wow, parasmu tidak menunjukkan seorang pria berumur 23 tahun. Apa kau sudah bekerja?” tanya Yuri.

.

“Ya, aku sudah bekerja di perusahaan Ayahku, beliau menginginkanku menjadi penerusnya” jawab Taeng.

.

“Hahahaha itu keren, buddy. Ya setidaknya kau bisa membelikan adikku barang-barang yang dia inginkan. Kau tahu? Credit Cardku selalu terkuras ketika dia dan kekasihku sudah berbelanja” Jessica memprotes jawaban Yul. Menurutnya jawaban Yul menjatuhkan imagenya di depan Taeyeon, pria yang selama 6 bulan ini dekat dengannya.

.

“Oppa!!!” rengeknya. Yul mengacak gemes rambut adiknya itu. Menurutnya Sica sangat lucu ketika sedang kesal.

.

“Hahahaha tenang baby, Taeyeon tidak akan kabur setelah tahu kau akan menghabiskan uangnya setiap mengantarmu pergi berbelanja. Iya kan, buddy?” Ditanya seperti itu, Taeyeon agak gugup. Yul terlalu santai berbicara dengannya sedangkan ia belum terbiasa. Sepertinya Yul sangat easygoing dan mudah bergaul.

.

“I..iy..iya tentu saja” jawabnya.

.

Semenjak itu, hubungan Taeyeon semakin dekat dengan Jessica. Ia pun menjalin pertemanan dengan Yul dan Tiffany, kekasih Yul. Hingga beberapa bulan kemudian Taeyeon menyatakan cintanya pada Jessica, dan tentu saja Jessica menerima dengan senang hati. Hidup Jessica berubah, semenjak mengenal Taeyeon, ia banyak mengenal dunia yang belum pernah ia temui sebelumnya.

.

 Jika Jessica tidak ada jadwal kuliah, ia selalu menemani Taeyeon bertemu dengan klien-kliennya yang berada di luar Seoul. Bahkan seringkali jika Jessica libur kuliah, Taeyeon akan mengajaknya ke luar negeri, menemani dia bekerja sekalian berlibur bersama.

.

Keluarga Jessica dan Taeyeon tidak mempermasalahkan hubungan mereka, karena kedua orangtua sudah menganggap keduanya sudah tahu mana yang baik dan mana yang benar. Siapapun yang melihat pasangan ini, akan selalu berfikir bahwa mereka adalah pasangan muda yang baru menikah. Padahal, umur Jessica dan Taeyeon sedikit berbeda jauh hanya saja wajahnya masih imut.

.

Memasuki ulang tahun Jessica yang ke-20 tahun, Taeyeon ingin membawa hubungannya dengan Jessica ke altar pernikahan. Baginya, Jessica adalah seluruh nafas hidupnya yang membawanya pada kebahagian. Dan dia selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Jessica.

.

.

End..

——————————————

.

Sudah 3 bulan berlalu semenjak pertemuan dirinya dengan Taeyeon dan Jessica memenuhi permintaan Yoong untuk membantu Taeyeon pulih dari amnesianya. Ada perasaan senang setiap Jessica bertemu Taeyeon, di sisi lain Taeyeon berusaha mengingat apa yang dia lupakan. Setiap bertemu Jessica, Jantungnya berdetak tak berirama. Apa dia mencintai sosok wanita yang selalu hadir di mimpinya itu?

.

Hal mengejutkan datang dari Tiffany, wanita ber-eye smile itu menyerahkan perusahaan dan jabatannya kepada orang kepercayaannya, sedangkan tidak ada yang tahu kemana dia pergi. Bahkan setiap Jessica bertanya kepada Yuri, Yuri juga tidak tahu dimana keberadaan Tiffany. Saat itu juga, Jessica tahu sebenarnya tentang apa yang dialami Tiffany.

.

Awalnya ia kecewa dan marah, karena Yul menyembunyikan kebenaran tentang kondisi Tiffany. Vitamin yang selama ini dia tahu hanya sekedar vitamin penambah tenaga sebenarnya adalah obat penahan rasa sakit. Tiffany pernah menderita Leukemia di usianya ke-10, saat itu ia berhasil disembuhkan karena Ibunya memberikan sumsum tulang belakang. Namun operasi itu justru membuat Tiffany kehilangan ibunya.

.

2 tahun belakangan, kondisinya melemah dan dikhawatirkan penyakit itu akan muncul kembali. Tetapi beruntung, dokter mengatakan kondisinya akan tetap baik jika ia mau mengkonsumsi vitamin yang dianjurkan. Dan semua itu hanya Yuri dan Tiffany yang tahu. Tidak diketahuinya keberadaan Tiffany, membuat Yuri khawatir luar biasa. Pria itu ingin tetap memegang janjinya pada Daddy Hwang dan juga janjinya di hadapan makam ibu Tiffany untuk menjaga Tiffany dengan baik.

.

Jessica baru saja kembali dari kamar Soojung dan menemukan Yuri di meja kerja yang ada di kamar mereka. Yuri sedang duduk dan matanya tak lepas menatap ponsel. Perasaan Jessica sedih melihat Yuri seperti itu, setiap bertemu Taeyeon ia berusaha menghalau perasaannya karena selama 1 tahun ini ia belajar mulai mencintai orang yang kini ada dihadapannya.

.

“Seobang, apa yang kau lakukan?” tanyanya pelan sambil memeluk Yuri dari samping.

.

“Apa Soojung sudah tidur, baby?” Yul justru mengalihkan pembicaraan Jessica.

.

“Sudah, dia terlihat lelah. Pasti tadi Yoong mengajaknya pergi kemana-mana”. Jessica duduk dipinggir kursi dan masih memperhatikan Yul yang sedang melihat ponselnya. “Apa belum ada kabar lagi dari Tiffany, Seobang?” tanyanya sekali lagi.

.

Yul hanya menggeleng pelan. Aksinya ini justru membuat Jessica semakin sedih, Yul sudah berubah tapi ia tidak tahu alasannya. Apakah itu karena Tiffany menghilang tanpa kabar? Atau karena ia dekat dengan Taeyeon untuk membantu Taeyeon mengingat kembali ingatannya? Jessica masih meraba-raba, apa selama ini Yuri juga tidak pernah jatuh cinta padanya? Ataukah hanya ia yang merasakan perasaan itu? Jessica belum mampu menjawabnya.

.

Waktu berlalu semakin cepat, Taeyeon mengalami kemajuan dalam mengenal jati dirinya. Ia tidak sekaku dan seserius sebelumnya. Semua karena Jessica membawa ia ke tempat yang sering ia kunjungi dan juga menceritakan apa saja yang pernah Taeyeon lakukan di masa lampau. Jessica sendiri sampai sekarang tidak bilang mengenai dirinya yang merupakan tunangan Taeyeon di masa lampau, Ia pun tidak menceritakan bahwa ia sudah berkeluarga dan memiliki anak. Semua ia rahasiakan dari Taeyeon, dan Yoong hanya mendukung pilihan Jessica.

.

Di mata orang lain mungkin Yuri tidak berubah, tapi di mata Jessica, Yuri sudah berubah. Ia tidak seperti Yuri yang dulu walaupun perhatian Yuri pada Jessica dan Soojung tidak berkurang. Dilihatnya Yul yang sedang berdiri di balkon dan membelakanginya. Ia mendekati Yuri, hari ini Jessica ingin memastikan segala perasaannya terhadap Yuri.

.

.

.

***

.

————————————

Pertahanan Jessica hampir runtuh, segala kerinduan yang terpendam dalam dirinya mulai keluar. Airmata yang sedari tadi coba ia tahan justru mengkhianatinya. Dengan suara tercekat, ia mencoba mengeluarkan sebuah kata. Berusaha menyapa Taeyeon yang mulai mendekat ke arahnya.

.

“Taeng…….” ucapnya lirih. Taeyeon bereaksi menangkap tubuh wanita dihadapannya itu yang hampir jatuh.

.

Kedua mata itu bertemu semakin dekat, Taeyeon mengamati wanita yang ada di depannya. Wajah yang selalu hampir setiap malam dalam mimpinya. Sedangkan Jessica tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Airmatanya mengalir begitu saja, orang yang selama ini sudah pergi dari hidupnya kini kembali lagi.

.

Perlahan tanpa sadar, tangan Jessica terangkat menyentuh wajah kiri itu. Ia membayangkan pasti luka itu sakit sekali hingga menimbulkan bekas yang tidak bisa hilang.

“Apa ini sakit?” tanyanya pada Taeyeon.

.

Pria itu hanya tersenyum, dia bingung. Harusnya ia memanggil namanya, sedangkan ia belum mengenal wanita dihadapannya ini.

“Tidak agasshi, luka ini sudah sembuh hanya tidak bisa hilang” jawabnya jujur dan tak lupa tetap tersenyum.

.

Jessica tiba-tiba memeluk Taeyeon, mungkin ada perasaaan bahagia melihat Taeyeon masih hidup tapi juga ada perasaan sedih melihat kondisi Taeyeon saaat ini. Taeyeon tidak bereaksi apa-apa namun dia membiarkan wanita dihadapannya memeluknya.

.

.

————————————

Suara seseorang menyadarkan Jessica dari lamunannya dan ia melihat bahwa pria itu sudah duduk di hadapannya. Ia memiliki janji dengan seseorang, permasalahannya dan Yuri harus segera ia selesaikan. Jessica tidak mau menunda lagi, baginya terlalu lama bertahan justru akan menyakiti Yuri. Ia sadar, sampai kapanpun Yuri akan selalu menjadi saudara laki-lakinya. Tidak lebih.

.

“Maaf nuna, aku terlambat. Apa kau sudah menunggu lama?” pria itu ternyata Yoong. Sepertinya ia baru saja pulang bertugas karena seragam polisi yang masih ia kenakan.

.

“Tidak apa-apa Yoong, maaf mengajakmu untuk bertemu disaat kau sibuk” ujarnya.

.

“Untuk hari ini aku sudah selesai nuna, apa yang ingin kita bicarakan?” tanyanya.

.

Ia menyadari bahwa akhir-akhir ini Jessica terlihat tidak bersemangat. Bahkan sering melamun saat ia sedang bersama Taeyeon ataupun ketika Jessica bermain ke rumahnya. Tapi Yoong tidak mau memaksa Jessica untuk bercerita, menurutnya Jessica pasti akan cerita jika masalah itu benar-benar serius.

.

Akhirnya Jessica menceritakan semuanya kepada Yoong, apa yang terjadi antara dirinya dan Yuri. Pernyataan Jessica justru diluar dugaan Yoong, ia tak menyangka bahwa semuanya akan terjadi seperti ini. Ia merasa bersalah tapi Jessica cepat-cepat meyakinkan dirinya bahwa ini bukan salah siapa-siapa.

.

Yoong sendiri tidak tahu harus bagaimana lagi. Persoalan ini benar-benar rumit.

“Apa nuna yakin dengan keputusan ini?” tanya Yoong sekali lagi.

.

“Ya aku yakin Yoong, kumohon siapkan orang-orang terbaikmu untuk mencari Tiffany. Rasanya menyakitkan Yoong, saat kita mulai mencintai seseorang tapi ternyata orang itu tidak memiliki perasaan lebih” Jessica memang tidak menangis tapi ia berkata dengan tatapan matanya yang sendu.

.

Yoong merasa iba melihatnya. Bagaimana bisa orang sebaik ini mengalami masalah sesulit ini? Jessica sudah sangat baik terhadap dirinya dan keluarganya di masa lampau. Meskipun ia tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga maupun kehidupan baru Jessica, namun Jessica lah yang datang padanya meminta bantuan. Dan ia memutuskan untuk menolongnya.

.

“Nuna akan sangat cantik jika tersenyum. Aku berjanji akan menolong nuna semampuku, dan Soojung akan tetap baik-baik saja. Semua akan baik-baik saja nuna” ucap Yoong.

.

“Terima kasih Yoong. Ku mohon temukan juga Tiffany segera mungkin”

.

“Timku akan melakukan yang terbaik nuna. Mereka sudah bergerak sekarang, percayakan ini pada timku” ucap Yoong penuh keyakinan. Jessica hanya mengangguk sebagai jawabannya.

.

Setelah menceritakan semuanya, keduanya pun menikmati makan malam. Yoong sebisa mungkin membuat Jessica tersenyum, walaupun tidak berhasil sepenuhnya tapi ia bersyukur Jessica sudah mulai tertawa dengan candaan yang ia buat.

.

Yoong pun mengantar Jessica ke apartemen miliknya yang mulai malam ini akan ditempati Jessica dan Soojung untuk beberapa waktu. Jessica tidak mau pulang ke rumah yang ia tinggali bersama Yuri. Sudah cukup ia menjadi beban bagi Yuri dan juga kebahagiaan Yuri. Yang sekarang ia lakukan adalah agar Yuri tidak usah mengkhawatirkan dirinya dan Soojung.

.

.

***

.

“Apa kau ingin memulainya dari sini, Steph?” tanya seorang namja yang lebih tua darinya.

.

“Hemm” hanya itu jawabannya. Ia terlalu sibuk melihat berkas-berkas yang baru saja ia terima.

.

“Kau melarikan diri dari masalahmu, bukankah lebih baik diselesaikan. Kau lari, tidak akan menyelesaikan apapun” nasehat namja itu.

.

“Aku sedang sibuk oppa. Bisakah kau meninggalkanku sendiri? Banyak yang harus aku kerjakan” Namja itu hanya menghela nafas. Ia menyerah membujuk wanita dihadapannya ini.

.

“Kalau perlu sesuatu, hubungi aku” ucap namja itu sebelum meninggalkan ruangan.

.

Merasa sudah tidak ada siapapun, ia pun meletakkan berkas-berkas yang tadi ia baca. Menyandarkan kepalanya ke kursi empuk yang ada diruangannya. Sejenak memejamkan mata. Pikirannya melayang ke Seoul, tempat ia meninggalkan masalahnya. Airmata yang sedari tadi ia tahan, akhirnya jatuh juga.

.

——————————–

“Bagaimana oppa? Apa Tiffany mendengarkanmu?” namja itu hanya menggeleng lemah, tanda ia tidak berhasil.

.

“Dia tetap keras kepala”, ucap namja itu. “Apa kau punya cara lain Nic?” tanyanya lagi.

.

“Kupikir satu-satunya cara yaitu memberitahukan keberadaan Tiffany kepada pria itu oppa, tapi kupikir akan menyakiti perasaan Tiffany lagi. Aku tidak tahu oppa, Tiffany semakin menutup diri”, Hyoyeon mendengar kesedihan dari nada bicara kekasihnya. Iapun menggenggam tangan wanita itu dan menenangkannya.

.

.

Tak jauh dari mereka, ada tiga orang pria yang sedang berbincang-bincang sambil mengawasi sepasang kekasih yang tak jauh dari mereka.

“Sepertinya pria itu yang bernama Hyoyeon, dan wanita itu bernama Nichole, salah satu teman target kita. Bagaimana menurut kalian berdua?” tanya seorang namja berkacamata hitam kepada rekannya.

.

“Dari foto dan keterangan yang diberikan komandan, orang itu cocok dengan semua yang tertulis disini. Sekarang kita harus mengikuti mereka, kemungkinan besar target ada di kota ini” ucap namja yang lain dan disetujui oleh dua rekannya.

.

.

***

.

Yul baru saja pulang dari Jepang setelah menghadiri pertemuan dengan beberapa koleganya. Saat memasuki rumah, suasananya sangat sepi padahal ini masih jam 10 pagi. Ia langsung memeriksa ke kamar Soojung tetapi tidak menemukan princessnya itu. Kemudian ia menuju kamar utama, berharap Soojung masih tidur di kamar bersama Sica. Tetapi ia tetap tidak menemukan siapapun.

.

“Apa mereka sedang pergi ya?” tanyanya pada diri sendiri. Ia pun meletakkan koper kecil berisi dokumen yang ia bawa dari jepang di dekat meja kerja. Matanya menangkap secarik kertas putih dan di bawahnya ada amplop cokelat.

.

.

To : Yuri Oppa

 

            Oppa, maafkan aku selama ini telah membuat hidup oppa seperti ini. Seharusnya dari awal aku menolak pernikahan kita. Oppa sudah banyak berkorban untukku, termasuk Tiffany. Aku tidak ingin melukai perasaan oppa dan Tiffany lebih dari ini. Saat ini oppa tidak perlu mengkhawatirkan aku dan Soojung, kami baik-baik saja dan bisa menjaga diri. Sebaiknya oppa mencari Tiffany dan menemuinya. Aku yakin pasti banyak hal yang ingin oppa sampaikan padanya. Untuk kejadian beberapa hari yang lalu, aku minta maaf. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Lupakan perasaanku oppa, mungkin perasaan yang kumiliki selama ini terhadapmu karena kau selalu berada disisiku dalam keadaan apapun. Dan aku bahagia, oppa sudah bersedia menjadi ayah yang baik untuk Soojung selama ini dan juga menjadi suami yang bertanggung jawab. Sekarang pergilah oppa, temui kebahagiaanmu dan jangan bertahan untukku karena Soojung. Wanita yang oppa cintai sudah pergi ke suatu tempat, cari dan temuilah dia. Bawa kebahagiaanmu kembali ke Seoul, dan setelah itu mari kita bertemu di pengadilan.

 

Salam sayangku untukmu selalu, oppa. 🙂 Kau yang terbaik.

 

From : Your baby

 

……………………………………..

Yuri tertegun membaca surat itu. Ia tidak menyangka Jessica akan benar-benar melakukan ini. Ia merasa bersalah juga dengan kejadian beberapa hari lalu tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya. Ia memutuskan untuk menikahi Jessica karena rasa tanggung jawabnya sebagai kakak laki-laki dan karena ia ingin membalas budi atas semua kebaikan keluarga Jung. Jika tidak ada keluarga Jung, mungkin Yuri tidak pernah merasakan kehangatan keluarga setelah kepergian kedua orangtuanya dan kakak perempuan satu-satunya. Tapi keputusannya memaksa ia harus merelakan wanita yang ia cintai. Yuri tidak menyangka bahwa Jessica mulai mencintainya, dan apa yang terjadi beberapa hari lalu sungguh mengejutkannya.

.

“Seobang” Jessica menghampiri suaminya yang sedang berdiri di atas balkon kamar mereka. Yuri menoleh tetapi hanya tersenyum, dan Jessica tahu senyum itu tidak sepenuhnya tersenyum.

.

“Kau belum tidur, baby” tanyanya penuh perhatian pada istrinya itu.

.

“Aku belum mengantuk” Jessica lalu membingkai wajah Yuri dengan tangannya. “Apa yang sedang oppa lakukan disini?” dahi Yuri mengkerut. Kenapa tiba-tiba Jessica memanggilnya oppa.

.

Belum sempat Yuri menjawab, Jessica sudah menciumnya. Bukan di pipi tapi di bibir milik Yuri. Ciuman sangat lembut, dan Yuri masih belum bereaksi akan hal itu. Ia merasakan tangan Jessica berada tepat di dadanya dimana detak jantungnya berada. Tak berapa lama, Jessica melepaskan ciuman itu karena Yuri tak membalasanya.

.

Yuri masih shock dengan kejadian barusan. Ia hanya memandang Jessica dengan ekspresi terkejutnya, sedangkan Jessica tersenyum sedih. Kini ia tahu jawaban atas perasaannya terhadap pria di depannya ini. Ternyata selama 1 tahun ini ia berusaha mencintai Yuri, hanya ia yang mulai merasakan itu. Tidak dengan Yuri.

.

“Maaf oppa, aku hanya ingin mencari jawaban atas perasaanku. Ternyata detak jantung oppa tidak berdetak untukku” ucapnya.

.

“A..aa..apa yang kau katakan baby? barusan kauuu…?” Ia masih kaget dengan aksi Jessica.

.

“Aku ingin memastikan perasaan oppa padaku. Aku mulai mencintai oppa, tapi ternyata oppa tidak” jawabnya.

………………………………………………

.

Yuri mengingat kejadian beberapa hari lalu, sampai sekarang ia benar-benar tidak menyangka bahwa Jessica mulai mencintainya. Apa itu benar?? Yuri pikir selama ini Jessica hanya mencintai Taeyeon. Apa perasaan Jessica sudah berubah untuknya? Tapi ia sendiri sampai detik ini masih mencintai Tiffany.

.

Ia mengambil amplop besar yang tadi ada bersama dengan surat itu. Dibukanya amplop dan ia mendapatkan 1 lembar kertas dimana kertas itu sudah ditandatangani oleh Jessica dan di bagian namanya “Kwon Yuri” masih kosong.

.

.

“SURAT PERCERAIAN”

.

.

.

Ternyata Jessica serius dengan perkataannya di malam itu. Yuri meletakkan kembali surat itu dan mencoba menghubungi Jessica. Tanda panggilan itu masuk, tetapi beberapa kali ia menghubungi, Jessica tak menjawab telpon darinya.

.

———————————————-

Seseorang menepuk pundaknya, wanita itu menoleh dan mendapati seorang pria yang beberapa bulan ini kembali dalam kehidupannya.

“Sedang memikirkan sesuatu?” tanyanya. Ia pun memberikan ice cream rasa vanilla yang ia bawa kepada wanita itu.

.

“Terima kasih ice creamnya” wanita itu tidak ingin menjawab pertanyaan dari sang pria. Ia hanya mengucapkan terima kasih untuk ice cream yang diberikan padanya.

.

Taeyeon sudah mulai mengenal sifat Jessica, ia rasa wanita dihadapannya ini sulit untuk berbagi mengenai masalahnya. Ia pun tidak mau memaksa karena tidak ingin merusak pertemanan yang sudah terjalin diantara mereka.

.

“Kau tahu sica? Terkadang teman bisa membantumu ketika kau memiliki masalah. Kau tidak perlu bercerita, tapi kuharap jalan-jalan kita kali ini menyenangkan dan kau bisa menyembunyikan wajah sedih itu terlebih dulu” ucap Taeyeon.

.

“Terima kasih atas sarannya. Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum matahari mulai terik” Jessica berdiri dari tempat duduknya. Ia pun langsung menuju mobilnya dan diikuti oleh Taeyeon.

.

Keduanya sudah siap menuju ke stasiun seoul. Kali ini perjalanan mereka cukup jauh dan harus menggunakan kereta. Oleh karena itu mereka berangkat pagi agar tidak pulang kemalaman. Taeyeon belum terlalu paham tentang Seoul karena kondisi amnesianya, jadi dia tidak tahu sejauh mana perjalanan yang akan mereka tempuh.

.

“Kemana kita?” Taeyeon mencoba mencairkan suasana. Mobil sudah bergerak, dan mereka siap memulai perjalanan hari ini.

.

“Kita ke Busan” jawab Jessica pendek. Matanya fokus ke jalanan karena ia yang menyetir.

.

“Apakah sangat jauh dari sini?” tanya Taeyeon lagi.

.

“Kita akan naik kereta dan itu sekitar 2 jam lebih” jelas Jessica.

.

Perjalanan ini sedikit membosankan bagi Taeyeon, karena selama perjalanan Jessica tidak seperti biasanya. Dia lebih banyak diam dan memandang keluar jendela. Sesekali akan berbicara ketika Taeyeon bertanya.

.

Lebih dari 2 jam akhirnya mereka tiba di Busan. Jessica sudah menyewa mobil disini sehingga mereka tidak perlu repot mencari kendaraan lagi.

.

“Apakah ini masih jauh, Sica?” Ia bertanya lagi. Sebenarnya ia sudah lelah, karena perjalanan kereta yang agak lama dan juga sekarang mereka harus naik mobil lagi.

.

“Tidak Taeyeon, sebentar lagi. Bersabarlah”

.

Taeyeon tidak ingin suasana kembali hening, akhirnya ia mengajukan pertanyaan lagi kepada wanita di sebelahnya ini. Berharap Jessica tidak lelah menjawab pertanyaannya.

.

“Kenapa kita ke tempat yang jauh ini? Apa tempat itu spesial sebelumnya untukku?” Mendengar pertanyaan Taeyeon, Jessica hanya melirik melalui sudut matanya.

.

“Tidak terlalu spesial, tapi kau menyukai tempat itu dan….” Jessica sedikit berpikir sebelum berkata lagi “Ya, kau sering mengunjungi tempat itu disaat kau sedang ingin bersantai dari semua aktivitasmu”. Jessica mulai tersenyum saat mengingat alasan Taeyeon dulu sering mengajaknya ke Busan.

.

Tanpa ia ketahui, bahwa Taeyeon sedang memperhatikannya. Taeyeon ikut tersenyum melihat Jessica tersenyum, baginya senyum itu sangat cantik. Entah ini keberapa kalinya detak jantungnya berdetak tidak normal saat ia melihat senyuman itu. Dirinya hanya berharap bahwa dia bisa mengingat segera apa yang ia lupakan dan tentu saja Taeyeon semakin penasaran dengan Jessica.

.

“Apa ada yang salah denganku?” pertanyaan Jessica menyadarkannya dari lamunan. Ia tersadar bahwa saat ini posisinya masih menoleh ke arah Jessica.

.

“Ah…hmmm, tidak. Tidak ada salah, maaf” Taeyeon merutuki dirinya yang gugup saat dipandangi seperti itu oleh Jessica. Sedangkan Jessica tertawa kecil melihat Taeyeon yang terbata menjawab pertanyaannya.

.

“Kau cantik jika terus tesenyum dan tertawa seperti itu” puji Taeyeon.

.

“……………….”

.

Jessica tidak berkata apapun saat Taeyeon berkata seperti itu. Di sisi lain Taeyeon merutuki kembali dirinya yang telah lancang mengatakan hal itu kepada Jessica. Perjalanan pun hening kembali hingga 20 menit kemudian, mereka telah sampai ke tempat tujuan.

.

Taeyeon tidak menyangka bahwa tempat tujuan mereka adalah pantai. Ia tidak tahu ternyata jika dirinya yang dulu juga menyukai pantai. Dan saat tinggal bersama Soehyun dan keluarganya dia pun juga menyukai pantai. Mungkin alam bawah sadarnya yang menuntunnya.

.

“Ayo, kita keluar” ucap Jessica dan bersiap keluar mobil, namun sebuah tangan mencegahnya, Siapa lagi kalau bukan Taeyeon.

.

Tanpa sengaja Jessica melihat ke arah mata Taeyeon, begitupun dengan Taeyeon. Ada sesuatu yang mendorongnya untuk menahan Jessica. Ia melihat ke dalam mata Jessica, mencoba mencari tahu apa yang ingin ia tahu. Namun jawaban itu tak kunjung ia dapatkan. Akhirnya ia pun mengeluarkan suaranya.

.

“Siapa kau sebenarnya dalam hidupku, Jessica???”

.

.

.

.

.

TBC

.

.

———————————————————————————————-

^_^
Selamat Membaca.

Salam damai dari gue yaaaaaa *PEACE V

.

by: J418

.

*bow*

Advertisements

114 thoughts on “Nothing Left To Lose (7)

  1. Kasian Yul lagi galau..
    Sica masih punya perasaan ke tae nggak ya??
    Kalo dia yakin sama perasaannya ke yuri kenapa nggak dipertahanin…
    tp dia egis kalo kayak gitu..
    ribet thor..
    mending baca kelanjutannya aja…

    Like

  2. Kasian yul sama sica, dilema cinta banget. Hehe
    Thor,, tanggung jawab pokoknya hilangin codet nya taeyeon.
    Author hobi banget bikin anak orang menghilang, dulu taeyeon dan sekarang tiffany. Hehe
    Ok thor izin baca selanjutnya😊😊

    Like

  3. Andwae yul jgn smpe yulsic pisah
    yul blom sdar ja sma prsaannya

    Akhirnya taeng nnyain tu jga k sica
    tp kira2 sica jwab pa ya

    okee next

    Like

  4. yul masih cinta ama pany tp dia udh janji utk selalu jagain sica
    trs skrg sica udh cinta sma yul tp masih bingung jg sma perasaan dia ke tae, apalagi skrg tae udh balik lg setelah menghilang dan ternyata selamat dr kecelakaan
    aduhaii chapter ini penuh dgn kegalauan yulsic ^^

    Like

  5. “siapa sebenarnya kau dalam hidupku jessica?” “aku adalah wanita yang mencintaimu” ~andai seperti ini *aihtaengsic
    keberadaan tiffany sampai sekarang masih misteri ~jadi inget kudanya spongebob

    udh deh yul km ama sica aja #maksa udh rumus yulsic gak bisa diganggu gugat! #ehh

    Like

  6. Jessica minta cerai? Mau balikan lagi sama taeyeon?
    Mau tidur padahal ini tuh
    Lanjut 1 part lagi deh, penasaran hehe
    Kapan happy nya sedih ajah

    Like

  7. Gue kok malah pengen nangis liat Sica disini ya…selama setahun terakhir dia berusaha buat mencintai Yuri tapi Yuri belum bisa melepas Fany. Yul, semoga lo bisa nerima Sica yang udah mulai cinta ama lo.
    Pertanyaan yang tepat dari Taeng buat Sica

    Like

  8. Perasaan yul ke fany udh jelas dan jg sebalik.ny..
    Perasaan taeng jg udh jelas,
    Tp prsaan jenong nooh yg bikin rumit, haha…
    Tapi thor koq gw ga sabar pngn liat soojung ktemu bapa.ny

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s