Nothing Left To Lose (6)

Tittle                : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Girls Generation Member and Others

Genre              : Gender Bender, Romance

Series

————————————————————————————————

.

Part 6

.

Seminggu setelah kedatangannya, Taeyeon sudah mulai terbiasa dengan suasana rumahnya dan juga Yoong. Ia mulai dekat dengan Yoong, meskipun ia belum bisa mengingat apapun. Tetapi dengan bantuan Yoong, Taeyeon sudah mulai mengenal jati dirinya.

.

Yoong sudah mulai bertugas di kepolisian pusat di Seoul, dan sekarang ia memimpin Tim Alpha yang ada di kepolisian tersebut. Meskipun demikian, Yoong tetap membawa 2 anak buah terbaiknya dari Budapest, dan juga ajudannya yang sudah menjadi kaki tangannya sejak di kepolisian Irlandia.

.

Kembali ke Seoul adalah keinginannya, karena bagi Yoong, sehebat apapun Inggris, Irlandia maupun Budapest, Yoong lebih menyukai Seoul, tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Tapi ada hal yang membuatnya sedih karena sudah tidak bekerja sama bersama Sooyoung, sahabatnya.

.

Taeyeon melihat Yoong sudah bersiap lengkap dengan seragam polisinya, ia pun menghampiri adiknya itu.

“Yoong, sudah mau pergi?” tanyanya.

.

“Oh, hyung.. Ne, ada beberapa berkas kasus yang harus aku selidiki pagi ini. Ada yang kau perlukan Hyung?”

.

“Tidak. Barusan Hyuni menghubungiku, dia lulus dengan nilai terbaik. Kapan Hyuni dan umma diantar kesini, Yoong?”

.

“Wah, dia gadis yang pintar. Tenang saja hyung, lusa mereka akan diantar kesini”

.

“Hemm, kalau begitu adakah seseorang yang bisa menemaniku hari ini, Yoong? Hyung ingin mencari tempat tinggal baru untuk umma dan Hyuni.”

.

“Hahahaha, tidak perlu Hyung. Mereka bisa tinggal disini bersama kita. Lagian masih ada 3 kamar yang kosong”

.

“Benarkah?? Terima kasih Yoong, nanti hyung akan menyampaikan berita ini ke umma dan Hyuni” Yoong mendekati kakaknya dan memegang pundak Taeyeon.

.

“Tidak perlu berterima kasih, Hyung. Ini rumahmu juga Hyung, kau berhak melakukan apapun. Baiklah, aku pergi dulu Hyung”

.

“Ne, hati-hati Yoong”

.

Setelah Yoong berangkat, Taeyeon menuju kamarnya yang lama. Sekarang ia tinggal di kamar ini, kamar yang sebelumnya tidak diberitahukan ke Yoong. Tinggal di kamar ini mungkin akan membantunya mengingat kembali ingatannya yang hilang. Disana juga ada kenangan dirinya bersama seorang wanita yang tidak lain adalah Jessica, dan juga ada foto dirinya bersama Yoong, Yuri, dan juga Tiffany.

.

Taeyeon sudah tahu siapa wanita yang selama ini dimimpikannya tetapi saat ia bertanya dimana wanita itu, Yoong selalu menjawab “bersabarlah hyung, kau akan bertemu dengannya”. Hanya itu jawaban Yoong setiap kali ia bertanya.

.

“Huft, ternyata bosan juga tidak ada Josh ataupun Hyuni. Sebaiknya aku berjalan-jalan sekitar daerah sini”, gumamnya. Ia pun bersiap-siap mengambil jaket dan berjalan kaki di daerah tersebut dan menikmati suasana pagi yang cerah.

.

.

***

.

Kondisi Jessica sudah mulai membaik, emosinya sudah stabil dan hari ini dia diizinkan pulang oleh dokter. Sudah seminggu juga, Tiffany tidak ada disana. Setelah kejadian di kafe, Tiffany seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada yang tahu keberadaannya, bahkan ketika Jessica bertanya kepada Yuri, suaminya itu juga tidak bisa menemukan keberadaan Tiffany.

.

Ada perasaan bersalah dalam diri Yuri, seharusnya dia tidak mempertanyakan hal itu pada Tiffany. Hari ini Jessica sudah diizinkan pulang, hanya Soojung dan Yuri yang berada disampingnya. Ada banyak pertanyaan dalam benak Jessica, tetapi ia mengurungkan niat untuk bertanya.

.

Tanpa sepengetahuan Jessica, Yuri sudah bertemu dengan Yoong dan juga Taeyeon. Bagi Yuri, tidak ada yang berubah dari sikap Taeyeon, hanya saja cara berbicara Taeyeon sangat bijak dan serius. Berbeda dengan Taeyeon yang dulu, yang selalu ceria dan dork.

.

Sesampainya di rumah, Yuri langsung membawa Jessica untuk istirahat di kamar, sedangkan Soojung sudah tertidur dari tadi saat perjalanan pulang.

.

“Aku ada beberapa berkas yang harus diselesaikan, beristirahatlah baby. Aku akan segera pulang”, ucap Yuri sambil membimbing Jessica ke tempat tidur.

.

Jessica memilih duduk di tepi ranjang, dan meminta Yuri duduk disebelahnya sebelum ia kembali ke kantor. Diusapnya pipi kanan Yuri, ia bisa melihat wajah lelah Yuri dan dipastikan Yuri kurang tidur selama seminggu ini.

.

“Apa tidak bisa pekerjaan itu ditinggalkan, seobang? Seharusnya kau yang beristirahat, kau terlihat lelah.” tanyanya penuh perhatian.

.

“Aku harus menyelesaikannya, baby”

.

“Kumohon seobang, serahkan semuanya kepada sekretarismu. Setidaknya, temani aku beristirahat”, Jessica memohon agar Yuri tidak kembali ke kantor. Jika Jessica sudah memohon seperti itu, Yuri tidak bisa menolaknya.

.

Keduanya pun sudah berbaring, dan Jessica meminta lengan Yuri sebagai bantalannya. Lengan Yuri adalah tempat favoritnya ketika ia tidur, posisi ternyamannya.

.

“Seobang?” Yuri hanya bergumam membalas panggilan Jessica padanya karena ia sudah mulai memejamkan mata. “gomawo”, ucapnya.

.

15 menit berlalu, Yuri sudah masuk ke alam mimpinya sedangkan Jessica masih belum bisa memejamkan matanya. Ia tertawa kecil melihat gaya tidur Yuri yang sedikit mengeluarkan lidahnya. Dibalik kedewasaan itu, tersimpan sikap kekanakan dari diri Yuri ketika tidur.

.

Ia tampak memikirkan sesuatu sambil memandangi wajah Yuri. Ia bahagia tapi sedih dalam waktu bersamaan. Setelah berusaha mengikhlaskan Taeyeon, perasaan rindu itu muncul kembali saat mengetahui Taeyeonnya masih hidup. Tapi saat mengingat perhatian Yuri, 1 tahun belakangan ini ia mulai membangun kebahagiaannya kembali.

.

Entahlah..Jessica sendiri bingung, perasaan seperti apa yang ia miliki pada Yuri. Namun ia tak bisa membohongi dirinya jika ia sangat merindukan Taeyeon tapi belum ada keberanian sedikitpun untuk bertemu Taeyeon. Biar bagaimanapun, ia terluka karena fakta bahwa Taeyeon hilang ingatan berarti sama saja Taeyeon tak mengingatnya.

.

.

—————————

Suara tangisan terdengar dari kamar sebelah, seorang anak kecil menangis dengan kerasnya karena baru saja mengalami mimpi buruk. Yuri langsung terbangun dan mendapati Jessica masih dalam posisi yang sama. Perlahan ia menggeser tubuh mungil itu agar tetap terjaga, dan segera keluar menuju kamar anaknya.

.

Yuri menghampiri putri kecilnya dan langsung mengendongnya.

“Sshh…sshhh….Appa disini, sayang” ia mengusap punggung Soojung. Gadis kecil itu mulai berhenti menangis.

.

Tak berapa lama kemudian, napasnya mulai teratur. Ia kembali ke alam mimpinya. Yuri pun membawanya ke kamar utama mereka dan menidurkan Soojung tepat di sebelah Jessica. Ia mengambil ponsel dan keluar kamar. Beberapa kali ia menghubungi nomor yang sama, beberapa kali pula ia mendapatkan jawaban yan sama “nomor yang anda tuju berada diluar jangkauan”.

.

Ia masih saja tak tenang, pikirannya kembali kepada kejadian di kafe minggu lalu.

5 menit berlalu tanpa pembicaraan kembali, hingga akhirnya tangan Yul bergerak meraih tangan Tiffany. Ia menggenggam tangan wanita dihadapannya, memandang lurus ke arah mata Tiffany. Apa yang dia lihat, sama seperti apa yang terlihat di malam saat mereka memutuskan pertunangan mereka.

.

“Fany~aa, apa kau masih mencintaiku?”

.

“……………………..”

.

“Permisi, ini pesanan anda, tuan. Silahkan langsung membayar di kasir” tiba-tiba seorang pelayan kafe datang menghampiri mereka. Dan pembicaraan itu terhenti, Yul menuju kasir dan Tiffany menunggu di luar.

.

Setelahnya tak ada pembicaraan lagi, baik Tiffany maupun Yuri sama-sama diam. Tiffany enggan menjawab pertanyaan Yuri sedangkan Yuri merasa bersalah, tak seharusnya ia bertanya seperti itu pada Tiffany. Hingga sampai di ruang rawat Jessica, semua yang terjadi di kafe seperti tidak pernah terjadi.

.

Sejak itu Tiffany tidak pernah muncul lagi. Yul pernah bertanya kepada sekretaris Tiffany, tetapi sekretarisnya hanya bilang ada perjalanan bisnis. Ini pertama kalinya Tiffany pergi tanpa mengatakan apapun ke Yul ataupun Jessica. Sedangkan Jessica tidak tahu apa yang terjadi di kafe antara Yuri dan Tiffany.

——————-

.

“Huft…Kau kemana Fany~aa.” Yul hanya memandangi layar ponselnya. Dia sudah menyerah menghubungi Tiffany. Ia duduk di sofa dan mulai memejamkan matanya. Mencoba memikirkan kemungkinan kemana Tiffany berada. Dia sangat khawatir, bagaimanapun ia tetap ingin menepati janjinya pada daddy Hwang untuk merawat dan menjaga Tiffany mengingat kondisi Tiffany yang lemah.

***

Semilir angin berembus di pinggir pantai yang masih sepi pengunjung. Seorang wanita berkaca mata hitam sedang duduk di pasir putih tepi laut, menikmati pemandangan ombak dan matahari yang mulai terik. Ia mencoba menikmati moment ini dan melupakan sejenak permasalahannya, tentu saja juga luka di hatinya. Tanpa disadari, seorang namja menghampirinya dan ikut duduk disebelah wanita itu.

.

“Kau disini rupanya. Nicole yang memberitahuku bahwa kau disini” Ucap namja itu. Wanita itu hanya tersenyum dan tetap memandang lurus ke arah laut.

.

Mereka berdua terdiam untuk sesaat, lalu wanita itu melihat ke arah namja yang menyapanya tadi.

.

“Apa kabarmu, oppa? Lama tidak bertemu” sapanya.

.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Kenapa tiba-tiba kau ada disini? Oppa rasa kau masih banyak pekerjaan di Seoul, benar begitu?” Wanita itu terkekeh mendengar namja disampingnya ini bertanya terlalu banyak. Benar-benar tidak berubah.

.

“Kau selalu saja cerewet dan selalu ingin tahu, oppa” ejeknya.

.

“Ya begitulah, hanya untukmu aku seperti ini. Kau belum menjawab pertanyaanku” namja itu mengajukan protes.

.

“Aku baik-baik saja oppa, dan ya pekerjaanku masih banyak tapi sudah ada yang menghandle semua itu. Aku hanya ingin berlibur dan berkunjung kesini”

.

“Tapi Nichole bilang, kau sudah seminggu disini. Oppa rasa kau bukan berlibur, dalam kamusmu berlibur itu tidak lebih dari 3 hari” Ucap namja itu dan mengacak rambut wanita yang disebelahnya. “Kau ada masalah?” tanya namja itu sekali lagi

.

“Tidak ada oppa, kan sudah kubilang aku sedang berlibur. Seharusnya kau senang aku sudah merusak kamusku dengan berlibur lebih dari 3 hari” jawabnya. Wanita itu mulai melepas kacamata hitamnya.

.

“Kau tidak pandai berbohong padaku. Katakan yang sebenarnya padaku sebelum aku meminta bantuan Nichole untuk memaksamu” ancam namja itu.

.

“Dasar pemaksa”

.

Tak ada lagi pembicaraan setelah itu. Keduanya memandang hamparan pasir dan ombak di depan mereka. Hingga akhirnya wanita itu membuka suaranya, melawan desiran ombak yang sedikit nyaring.

“Sepertinya pria yang aku cintai, sudah mencintai wanita lain. Haruskah aku melepasnya, oppa?” suaranya terdengar bergetar menahan tangisnya. Namja disebelahnya itu sudah menduga pembicaraan ini akan terjadi.

.

“Oppa pikir kau sudah melepasnya 5 tahun yang lalu. Apa kau sekarang menyesal dengan keputusanmu?” tanya namja itu.

.

“……………………..”

.

“Apa kau menyesal?” tanyanya sekali lagi karena wanita disebelahnya ini tidak menjawab pertanyaannya.

.

“…………………….”

.

Tanpa berniat menjawab pertanyaan namja disampingnya, wanita itu memilih berdiri dan meninggalkan namja itu. Ia menuju ke rumah yang ada di dekat pantai, tempat ia tinggal seminggu ini.

.

Namja itu hanya melihat punggung wanita yang sekarang sudah semakin menjauh dari pandangannya. Ia pun menatap kembali ke arah laut.

“Kau selalu saja menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Berpura-pura tegar padahal hatimu sangat tersiksa” ucap namja itu.

.

***

.

Beberapa hari kemudian, setelah Yoong dan Yuri bertemu, keduanya sepakat membawa Jessica ke rumah Yoong dan Taeyeon tinggal. Semua berawal dari permintaan Yoong, ia akhirnya mendatangi Jessica dan memintanya untuk bertemu Taeyeon. Karena Jessica memiliki peran besar dalam membantu Taeyeon mengembalikan ingatannya. Mungkin saja dengan bantuan Jessica, Taeyeon bisa kembali mengingat semuanya.

.

Yoong tetap saja merasa bersalah pada Yuri, seharusnya dia tidak melakukan ini. Mempertemukan Taeyeon dan Jessica sama saja dengan merusak rumah tangga oranglain, karena Taeyeon dan Jessica sebelumnya pernah memiliki hubungan khusus. Tapi Yoong tidak berharap apapun pada perasaan Jessica kepada Hyungnya.

.

Selama ini menurutnya hubungan Yuri dan Jessica baik-baik saja. Yoong hanya berharap setidaknya Taeyeon bisa mengingat sedikit demi sedikit ingatannya karena menurut dokter wanita yang selalu dimimpikan Taeyeon dapat membantunya dan Yoong yakin wanita itu adalah Jessica.

.

Tidak ada yang mengetahui tentang perjanjian Yuri dengan Daddy Jung, selain Yuri sendiri dan tentu saja orangtua Jessica. Yoong melihat hubungan Yuri dan Jessica sudah seperti pasangan yang saling mencintai. Tapi siapa yang tahu? Karena hanya Yuri dan Jessica sendiri yang mengerti seperti apa hubungan mereka.

.

Sekarang Yuri, Jessica, Soojung, dan Yoong dalam perjalanan ke rumah keluarga Kim. Yuri dan Jessica hanya diam saja dibangku depan, sedangkan Yoong meladeni Soojung yang terus mengajaknya bermain dan bercerita. Ia benar-benar merindukan Yoong yang sudah hampir 1 bulan tidak ditemuinya. Yuri dan Jessica hanya sesekali saja ikut tertawa dengan kelucuan princess kecil mereka.

.

Sebenarnya ada perasaan takut dalam diri Yuri saat membayangkan Jessica bertemu Taeyeon. Biar bagaimanapun, Yuri saja sedikit terkejut dengan kondisi Taeyeon terutama luka di wajah kirinya apalagi jika itu Jessica. Bagaimana jika nanti setelah bertemu Taeyeon justru menambah luka baru bagi Jessica.

.

Sedangkan di sisi lain, Jessica sedang memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan saat bertemu Taeyeon nanti. Pasti akan ada kecanggungan yang terjadi diantara mereka, tidak bertemu selama 5 tahun dan sekarang Taeyeon bahkan tidak mengenalnya.

.

Perjalanan setengah jam terasa cepat bagi Jessica, akhirnya mereka sudah berada di rumah keluarga Kim yang sangat megah. Beberapa bodyguard mendekati kedatangan mobil Yul dan membukakan pintu untuk mereka semua.

.

Pengamanan dirumah ini sangat ketat, mengingat Yoong merupakan salah satu komandan kepolisian Seoul. Mereka berempat memasuki rumah tersebut dan disambut oleh beberapa pelayan rumah dan juga ada Hyuni dan ummanya yang sudah tiba 2 hari lalu di Seoul.

.

Yoong memperkenalkan Hyuni dan ummanya kepada Jessica, Yuri, dan Soojung mengingat ini pertemuan pertama mereka. Yuri sebelumnya sudah pernah kesini hanya saja waktu itu Hyuni dan ummanya belum ada.

.

Semuanya duduk di ruang keluarga Kim, Jessica melihat sekilas kedalam rumah. Ini bukan kali pertamanya ia ke rumah ini, banyak yang tidak berubah dari rumah megah ini. Bahkan foto keluarga Kim tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu. Ini pertama kalinya ia datang setelah peristiwa silam.

.

Sebelum Yoong bertanya, umma Seohyun sudah bicara lebih dulu.

“Taeyeon ada di taman. Tadi setelah kami pulang dari kampus, Taeyeon memilih istirahat di kamarnya setelah itu ia pergi ke taman belakang. Apa perlu Hyuni yang memanggilnya, Yoong?” Umma Seohyun dan Hyuni tahu tentang rencana ini, sedangkan Taeyeon tidak tahu bahwa Yoong akan membawa tamu ke rumah.

.

“Tidak perlu, aunty.” Ucap Yoong. Ia lalu menatap Jessica. “Nuna, apa kau siap bertemu dengan Hyung?”, tanyanya.

Jessica menoleh ke arah Yuri, ia tidak yakin apakah ia siap atau tidak. Ada sedikit kekhawatiran dalam dirinya. Yuri tahu perasaan gugup Jessica, ia pun menggenggam tangan Jessica dan menenangkannya.

.

“Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja” Yuri meyakinkan Jessica. Ia pun beralih pada Soojung yang masih sibuk main dengan mainan barbienya. “Sayang, Soojung bermain disini bersama uncle Yoong dulu ya. Appa dan Umma keluar sebentar” Soojung hanya menganggukkan kepalanya. Ia masih fokus pada barbie barunya. Siapa lagi yang memberikannya kalo bukan Yoong.

.

Akhirnya Yuri dan Jessica berjalan menuju taman belakang rumah dimana ada Taeyeon disana. Genggaman tangan Jessica pada Yuri sangatlah kuat, ia benar-benar gugup. Sedangkan Yuri tidak berhenti menenangkannya.

.

Tibalah mereka di sebuah taman khusus yang khusus di desain di belakang rumah keluarga Kim, taman favorit nyonya Kim dan juga Taeyeon. Taman ini tetap terawat meskipun nyonya Kim tidak tinggal disini lagi, dan juga semenjak kepergian Taeyeon beberapa tahun lalu.

.

Yuri berhenti di dekat bangku taman yang ada disitu. Sedangkan ia meminta Jessica untuk menemui Taeyeon yang sudah dipastikan ada di dalam sebuah taman mini yang tidak terlalu jauh dari bangku tempat mereka berhenti saat ini.

.

“Pergilah temui Taeyeon, baby. Semua akan baik-baik saja. Percayalah” Yuri mencoba meyakinkan.

.

“Apakah kau akan menungguku disini, Seobang?”

.

“Hemm.Tentu saja. Sekarang pergilah, temui Taeyeon” Yuri tersenyum dan mengusap pipi wanita yang ada di depannya saat ini. Memberikan keyakinannya lagi bahwa semua akan baik-baik saja.

.

Jessica mulai berjalan menuju taman kecil itu. Ia tidak bisa melihat Taeyeon karena taman itu merupakan taman yang tertutup oleh kaca buram berwarna coklat sehingga baik orang dari dalam tidak bisa melihat keadaan luar begitu pula sebaliknya. Ia membuka pintu taman itu dan mulai masuk.

.

Disana, terlihatlah satu gesture seorang pria yang sedang melihat bunga-bunga yang ada disitu. Merasa mendengar suara pintu kaca terbuka, pria itu pun menoleh ke arah pintu. Dan disana, keduanya saling terdiam saat tatapan mata mereka bertemu. Tak ada satupun dari mereka yang berniat membuka suara atau berniat berjalan mendekati salah satunya.

.

Tubuh Jessica membeku, keyakinannya untuk tetap tegar saat akan bertemu Taeyeon musnah sudah. Ekspresi di wajahnya menunjukkan kekagetan yang luar biasa. Hanya beberapa belas langkah kaki didepannya, seorang pria yang dulu menjadi segala baginya berdiri disana. Taeyeonnya sedikit berubah, terutama perubahan fisiknya dan ia dapat melihat jelas luka di bagian wajah kiri Taeyeon.

.

Di sisi lain, Taeyeon terkejut dengan kehadiran seseorang di taman ini terutama saat ia melihat wanita yang ada tak terlalu jauh di depannya. Wanita yang selalu masuk ke dalam mimpinya 1 tahun belakangan ini, wanita yang juga ada dalam foto-foto kenangan yang ada di kamarnya. Wanita yang selama ini ingin ia temui meski ia tidak bisa mengingatnya. Tanpa sadar, Taeyeon mulai melangkahkan kakinya mendekati Jessica.

.

Pertahanan Jessica hampir runtuh, segala kerinduan yang terpendam dalam dirinya mulai keluar. Airmata yang sedari tadi coba ia tahan justru mengkhianatinya. Dengan suara tercekat, ia mencoba mengeluarkan sebuah kata. Berusaha menyapa Taeyeon yang mulai mendekat ke arahnya.

.

“Taeng…….” ucapnya lirih.

.

.

.

—————————————–

.

Soojung sibuk berlari kesana kemari, mencoba menghindar dari kejaran Yoong. Mereka berdua sedang bermain kejar-kejaran di ruang keluarga, sedangkan umma Seohyun izin untuk keluar sebentar. Sementara Seohyun di dapur membuatkan susu untuk Soojung, awalnya Yoong yang ingin membuat tetapi Seohyun menawarkan diri sekalian juga memotong buah-buahan.

.

“Hahahahaha, ayo uncle.. Tangkap Soojung”, Ia berlari dengan ceria menghindari kejaran Yoong.

.

Hosh….hosh…

“Aigoo~ princessnya uncle kenapa semakin cepat berlari” keluhnya dan ia berpura-pura terlihat kelelahan.

.

Merasa tidak ada yang mengejarnya, ia pun menoleh dan menemukan uncle favoritnya sedang memegang lutut. Dengan polosnya ia mendatangi Yoong, sedangkan dalam hati Yoong tertawa bahagia. Aktingnya berhasil membuat keponakan kesayangannya itu mendekatinya. Tinggal beberapa langkah lagi Soojung sampai ditempatnya, ia pun bergerak menangkap gadis kecil itu.

.

Gotchaa!! hohohoho, pengawal Yoong berhasil menangkap princess Soojung”, Yoong tertawa puas sambil mengangkat Soojung ke dalam gendongannya.

.

“Uncle curang!!” iya mengerucutkan bibirnya karena kesal merasa dibohongi oleh unclenya. Yoong terkekeh, baginya ekspresi cemberut ponakannya itu justru sangat lucu. Ia pun mengecup seluruh wajah Soojung.

.

Chu~ chu~ chu~ chu~

.

“Hahahahah, geli uncle..” Ia berusaha melepaskan diri dari Yoong namun Yoong tidak membiarkan hal itu terjadi. Tak berapa lama Yoong menghentikan aksinya. Ia menurunkan Soojung dan menyuruh gadis kecil itu duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.

.

“Princessnya uncle tunggu disini dulu ya, uncle mau ke dapur membantu aunty Seohyun”

.

“Oke uncle!!” jawabanya penuh semangat.

.

Yoong menuju dapur sedangkan dari dalam dapur, Seohyun berjalan keluar membawa piring berisi potongan buah untuk Soojung dan Yoong. Tak sengaja keduanya bertabrakan, piring buah yang dipegang Seohyun hampir lepas dari tangannya. Namun dengan cepat Yoong membantu menahannya.

.

1

.

.

2

.

.

3

.

.

Piring berisi potongan buah pun terselamatkan, namun keduanya masih tetap diam membeku dengan tanpa sadar bahwa kini Yoong sedang memeluk Seohyun. Kedua tangannya berada di pinggang gadis yang lebih muda darinya itu. Jarak diantara mereka sangat dekat hanya saja ditengah mereka ada piring buah yang berhasil Seohyun pegang agar tidak jatuh.

.

Entah apa yang mempengaruhi Yoong, matanya memandang lurus ke arah mata Seohyun. Ada perasaan aneh dalam dirinya saat menatap mata itu, detak jantungnya semakin memompa lebih cepat. Gadis yang belum lama dikenalnya karena sudah menolong Hyungnya.

.

Merasa dipandangi seperti itu, Seohyun sedikit salah tingkah. Mungkin saat ini pipinya mulai memerah. Ia pun segera menyadarkan Yoong.

.

“Ehem…”

.

Yoong kembali ke alam sadarnya, dan ia menyadari situasi yang terjadi. Ia pun segera melepaskan tangannya dari pinggang Seohyun.

“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu” ucapnya sedikit malu. Dalam hati Yoong merutuki kebodohannya, bagaimana bisa aku memeluk Seohyun seperti itu. Aish, dan lagi kenapa jantung ini berdetak tidak karuan. Umpatnya. Huft tenang Yoong, tenang.. Melihat Yoong mendiamkannya, Seohyun berinisiatif menyadarkannya.

.

“Oppa?” panggilnya kepada Yoong yang masih melamun. Yoong tersadar karena panggilan itu.

.

“Ya?” tanyanya

.

“Hemm itu. Susu untuk Soojung dan minuman untukmu sudah kubuatkan oppa, tapi masih ada di dapur karena aku ingin membawa potongan buah ini terlebih dulu baru mengambil minuman” ucapnya.

.

“Ah, aku mengerti. Kau duluan saja ke ruang keluarga, aku yang yang mengambilkan minumannya”

.

“Terima kasih, aku permisi dulu oppa” Seohyun pun menuju ke ruang keluarga dimana ada Soojung disana.

.

Sesampainya di dapur, Yoong langsung mengambil air putih dan meneguknya hingga habis.

“Khaaa….. aish, kenapa kau bertindak seperti itu Yoong? Bagaimana kalo dia berpikiran aku pria yang tidak sopan. Aissh, Kim Yoong sadarlah” Ia memukul kepalanya pelan, masih saja merasa malu dengan tindakannya tadi.

.

Tangan kirinya memegang dadanya, Yoong masih mendengar detak jantungnya yang masih sedikit kencang walaupun tidak sekencang tadi. Ia merasa aneh, selama ini jantungnya baik-baik saja dan tidak pernah berdetak secepat ini.

“Kenapa ini, apa jantungku bermasalah?”

.

.

.

.

.

_dan    >>>>>  T.B.C

.

————————————————————————————–

Hallo!! Author J balik lagi

hohohohoho

.

Apa yang akan terjadi selanjutnya??

Stay tuned!!

.

By: J418

_

*bow*

Advertisements

129 thoughts on “Nothing Left To Lose (6)

  1. Sica.. andweeee kmu harus ttp sama yul Aishhhh.. bener2 kacau aku klok yulsic dipisahin…
    Cie cie yoong.. hehher

    Like

  2. taengsic ketemu lgi!!! gmn perasaan yuri slanjutnya dan jg sikap yuri menghadapi sica…ohhhh ribet bkalan….arghhh

    Like

  3. Kalo jadi sica bingung juga sich..
    kasian dia…
    tp yul sekarang suaminua sica…
    semoga aja sica bisa ngambil keputusan yg tepat nantinya…

    Like

  4. Sembari menunggu balasan email author, aku baca chap selanjutnya aja. Gpp masih penasaran sama apa yg terungkap di chapter 5 tapi rasa penasaran akan next chap lebih besar. Hehe
    Thor,, tega sekali kembaliin wajah cute nya taeng dong. Nanti gak ada yg naksir lagi sama taeyeon.
    Kan kecurigaan antara hubungan yul dan fany terjawab sudah. Ternyata mereka pasangan yg saling mencintai dan harus terpisah. Hehe
    Ciiee,, yoong sama hyuni, semoga cepat jadian. Hahaha
    Ok thor, izin baca next chapter.

    Like

  5. Jessica ktemu taeng??
    Yul gk tkut klw nnti sic blk lgi k tae.

    Ternyata rh trrnyata fany tunangn yul kirain pcar.

    Semngat yul buat tmuin fany

    Like

  6. Dikarenakan chap 5 NTLT diprotect ya udh kita lewat dulu aja yah
    ada couple baru nih yoong sma hyuni
    pany prg tanpa blg” ke yul, pasti sedih bgt dia hrs liat yul nikah sma sica pdhl dia msh cinta bgt.. sabar yah mom..
    taesic udh saling ketemu gmn cerita selanjut’y??

    Like

  7. sica nnti milih siapa? apakah yul atau malah balik lgi ke tae?? jgn ada taengsic lgi deh. kyk nya si yul udh nganggp sica sbgai istri bkan sbgai adik lgi -____- My TaeNy T_T

    Like

  8. huh udh baca part sebelumnya tp baru nongol dsn -_-
    eh itu krystal anaknya taeng kan? ah berarti taengsic udh prnh ngelakuin “itu” #aseek ih*plak
    masih belum ngerti ttg yulti soalnya belum baca part 5 huaaa 😥 nangis didada sicababy
    good ff . author rofm ssi knp ini gk di upload di aff? #krikkrik~ gaka ada yg jawab nangis didada yul ~~garing
    bye

    Like

  9. Haih je bisa ajah bikin cerita haha
    Kasian yg jadi tiffany, battiinn
    Tapi taeyeon nya ada codet di wajahnya, ga mulus lagi dongss haha

    Like

  10. Melewatkan chap 5 dannlangsumg ke 6. Jadi ada bagian yg masih bingung dan penasaran. Akhirnya taengsic bertemu juga. Kasihan ke yul sebenarnya. Perjanjian appa jung dan yul? Apa yulsic akan berpisah? Yulti? Gmna perasaannya yul? Sama sica ato fanny. Diaini susah lihat perasaan yul, karna ke fannypun yul masih khawatir dan peduli. Ciee… Yoong jatuh sama hyunie..

    Like

  11. Lopat ke part 6 langsung hahaha, walaupun rada rada bingung ngbacanya tpi ngga papa lah
    Ah akhirnya jess jumpa tae juga dan gue harap jess tetap sama yul ya hahaha
    Yoong kelakuannya hahaha, bakal ada benih benih cinta ini antara yoong dan soebaby
    Tif kemana perginya ?

    Like

  12. Chukae buat yoonhyun yg mulai ad cenatcenut haha…
    Kesian yaa nasib taengsic…
    Gw brhrp taengsic aja deh ga adil buat yulti klo end.ny yulsic.
    N ga bs byangin juga klo akhr.ny taeny kan aneh?
    Tp semua trserah author J kekkeke~
    Taengsic Jjang!
    Yulti Jjang!!
    Yulsic n Taeny Jjang!

    Like

  13. taeyeon sm tiffany aja udah.. /lah
    yulsic udah bertahun2 bersama, masa iya gak ada percikan cintah antar laki dan perempuan ( bukan kakak adek ) hahaa

    buat yoonhyun pejenya woy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s