ONLY ONE (1)

Tittle                : ONLY ONE

Cast                 : Kwon Yuri

Jessica Jung

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

The Others

Genre              : Gender Bender, Comedy Romance, Family

Series

——————————————————————————————————————————-

.

Part 1

.

.

Kicauan burung-burung di pepohonan mulai terdengar, suaranya mencoba memberitahukan pada dunia bahwa hari sudah pagi. Semua orang memulai aktivitasnya masing-masing, tak terkecuali ibu dua anak yang tengah sibuk memasak sarapan untuk keluarganya.

.

.

Meski usianya memasuki usia 38 tahun, tetapi kecantikannya masih jelas terlihat. Di sisi lain, seorang pria dengan asiknya masih tertidur pulas, tak menghiraukan kicauan burung yang sedari tadi berkicau. Ia masih asik dengan alam mimpinya, berbeda sekali dengan namja muda yang ada di rumah ini.

.

.

Namja ini sudah bersiap dengan jubah putihnya, khas mahasiswa kedokteran yang sedang melakukan coas. Ia turun dari kamarnya di lantai 2 menuju dapur, tempat dimana umma tercintanya sedang memasak.

.

.

“Pagi Umma”, sapanya dengan menghampiri ummanya dan memberikan morning kiss kepada sang umma.

.

.

“Pagi, sayang… Wah, anak umma semakin tampan”, Ibu dua anak ini membalas morning kiss anaknya meski sedang sibuk membolak-balikkan pancake yang ia buat. “Duduklah, sarapan sebentar lagi siap”, perintah sang umma.

.

.

Beberapa menit kemudian, sarapan sudah siap. Menu hari ini, pancake favorit sang anak dan suaminya. Ditambah segelas susu untuk menemani pancake buatannya.

.

.

“Makanlah dulu, sayang. Umma harus membangunkan appamu. Sepertinya lelaki tua itu belum bangun, umma akan segera kembali. Oke!”, Sang anak hanya mengangguk pelan dan memulai sarapannya.

.

.

Mari kita liat apa yang akan dilakukan sang umma.

.

.

Braakk…

.

.

Pintu kamar terbuka, wanita itu berjalan mendekati pria yang masih sibuk menikmati dunia mimpinya. Tanpa basa-basi, ia pun memukul butt pria itu dengan spatula yang sengaja ia bawa.

.

.

“YAAA!!!! KWON YURI, SAMPAI KAPAN KAU AKAN TIDUR?? BANGUN DAN BERSIHKAN DIRIMU”, kesabaran wanita itu telah habis melihat kelakuan suaminya yang akhir-akhir susah untuk dibangunkan.

.

.

“AWWW!!” pria bernama Kwon Yuri itu menjerit kesakitan. Bagaimana tidak, spatula dari kayu yang di pakai untuk memukulnya itu patah. *woow daebak!

.

.

Akhirnya ia tersadar sepenuhnya sambil mengusap buttnya yang telah menjadi sasaran amukan sang istri.

.

.

“Aduh baby, ini sakit sekali.. Kenapa kau begitu manis dan semakin cantik pagi ini?”, Yuri berdiri dari ranjangnya dan memberi kecupan manis di bibir sang istri. *Typical suami tukang gombal.

.

.

“Aw aw aw… ya!!  ya!! baby, aduuh.. baby, ini sakit sekali”, Yuri kembali menjerit. Kecupan morning kiss nya dibalas oleh jeweran di kuping kanannya dari istrinya.

.

.

“Jangan menggombaliku pagi-pagi begini. Dasar, pria tua!!” Sang istri membawanya menuju ke kamar mandi. “Cepat mandi dan antar Yoongi ke Rumah Sakit!!” perintah istrinya.

.

.

“Iya iya baby…Aduh, telingaku. Huhuhuhu”, Yul mencoba membuat wajah sesakit mungkin dan itu berhasil.

.

.

Jessica mendekatinya dan mengusap lembut telinga yang ia jewer. Tiba-tiba ide jail muncul dibenaknya, ia mendekatkan bibir ke telinga Jessica dan berkata:

“Bagaimana kalau kita mandi bersama, baby?” Dengan polosnya dia bertanya.

.

.

1

.

.

.

2

.

.

.

3

.

.

.

.

.

.

Pletaaak…

Paaakk….Pakkkk

.

.

.

“Awwwwwwwww!!!”

.

.

“Dasar pria tua pervert, cepat mandi!!!”

.

.

“Aish, istriku benar-benar wanita yang lembut”

.

.

.

Jessica POV

.

.

“Aiishh, semakin tua semakin pervert”

.

.

Setelah memastikan pria tua itu masuk ke kamar mandi aku langsung menuju ruang makan. Kulihat anak pertamaku begitu lahap memakan sarapannya, wajahnya sangat mirip dengan yul tapi warna kulitnya putih sepertiku.

.

.

3 tahun belakangan ini, suasana menjadi sepi di pagi hari. Setelah kepergian anak keduaku yang sekarang tinggal di Apartemen, tidak ada lagi yang membuat keributan di pagi hari. Biasanya gadis kecilku itu akan membuat ulah bersama oppanya, namun sekarang tidak lagi.

.

.

Anak laki-laki di depanku ini sebentar lagi akan menjadi dokter muda, di usianya yang ke-20 ia sudah melakukan coas (menjadi dokter magang di salah satu Rumah Sakit terbesar di Seoul). Mungkin tinggal 1 atau 2 tahun lagi ia mendapatkan sertifikat dokter.

.

.

“Yoong, pelan-pelan makannya sayang. Nanti tersedak” aku memperingatinya. Kulihat ia menoleh dan hanya menunjukan senyuman khasnya.

.

.

“Umma dan aunty Steph akan melihat-lihat konsep pesta pertunangan kalian. Jika umma belum datang menjemput, telpon ahjussi kang untuk menjemputmu”, Ia hanya memberikan tanda ok dengan jarinya dan tetap melanjutkan acara makannya.

.

.

Kwon Yoona, adalah anak pertamaku dengan Yuri. Aku dan Yul menikah saat usiaku 18 tahun dan Yul berusia 20 tahun. Walaupun kami korban married by accident, tetapi kami saling mencintai. Yul merupakan kakak tingkat di kampus, dan aku menjalin hubungan spesial dengannya.

.

.

Tidak terlintas di pikiran kami untuk menikah muda, tetapi karena kesalahan kami akhirnya kami menikah. Saat itu aku hamil anak Yul namun aku bersyukur bahwa ia berani bertanggung jawab. Sejak itulah kehidupan baru kami di mulai, dan pernikahan itu bertahan hingga 20 tahun sampai sekarang dengan memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.

.

.

“Pagi boy.. Pagi baby”, Yul datang menghampiri kami dan kulihat ia sudah rapi dengan pakaian kantornya..

.

.

“Appa, aku akan bertunangan. Jangan memanggilku boy”, putraku itu memprotes panggilan kesayangan Yul.

.

.

“Aww, Yoong.. Kau menyakiti hati appa” Yul menunjukkan wajah sedihnya, dia benar-benar pintar sekali berakting. Tidak heran, jika anak keduaku menjadi selebritis. Appanya saja seperti itu.

.

.

“Iyyuuuuh, appa tidak cocok memasang tampang seperti itu. Lihatlah kerutan di wajahmu appa. Hahahah” Yoong telah menyelesaikan sarapannya dan ia pergi meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga.

.

.

Tatapan Yul beralih padaku, kali ini ia memasang puppy eyes-nya padaku. Aku tahu apa yang dia mau, aku pun mendekat dan memberikan kecupan lembut di bibirnya. Ia hanya cengengesan seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah.

.

.

“Silly…. Kau masih tampan, seobang. Ya walaupun ada kerutan seperti yang Yoong katakan” Ucapku pada lelaki di hadapanku ini. Umurnya sudah 40 tahun, tapi tetap saja kelakuannya kadang seperti anak kecil.

.

.

“Ya!!! kau kejam sekali baby. Baru saja memberiku hadiah tapi malah menjatuhkanku”

.

..

“I love you, seobang”

.

.

“Hehehehe, I Love you too baby”

.

.

Aku dan Yul mulai menyantap sarapan pagi kami, setelah itu kami pun menyusul Yoong ke ruang keluarga. Kebiasaan Yoong di pagi hari setelah sarapan, ia akan duduk di sofa ruang keluarga dan membaca buku tebal mengenai ilmu kedokteran sambil menunggu Yul menyelesaikan sarapannya.

.

.

Aku dan Yul tidak pernah mengizinkan Yoong membawa mobil setelah kecelakaan mobil 5 tahun lalu. Walaupun kecelakaan itu tidak membuat Yoong terluka parah, tapi setelah kejadian itu aku melarangnya. Dan Yul tentu saja mendukung keputusanku, jadi kemanapun Yoong pergi ia akan diantar jemput. Pagi hari ia akan pergi bersama Yul, sedangkan saat ia pulang aku akan menjemputnya bersama supir pribadiku.

.

.

“Lets go Yoong, kita pergi sekarang. Baby aku pergi dlu”

.

.

“Hati-hati seobang, dan Yoong sini peluk umma, sayang”, Setelah memberikan kiss kepada Yul, aku beralih kepada putraku kebanggaanku ini dan menghujaminya ciuman di seluruh wajahnya. “Ingat pesan umma, Yoong”

.

.

“Ne, umma”

.

.

Aku pun mengantar kedua pria yang paling berharga dalam hidupku ini menuju mobil yang siap mengantar mereka beraktivitas. Setelah keduanya berangkat, aku memanggil Leo supir pribadiku sekaligus orang kepercayaanku.

.

.

“Leo, tolong antarkan dress-dress ini untuk gadis kecilku. Dia ada pemotretan di daerah Gangnam. Tolong sampaikan salam sayangku untuknya. Setelah itu tolong jemput Steph di rumahnya, hari ini kita akan mengecek lokasi untuk pertunangan Yoong”

.

.

“Baik, Nyonya Kwon. Saya permisi dulu” pria berusia 30 tahun itu pun undur diri. Dan aku kembali ke dalam bersiap-siap untuk pergi bersama Tiffany, calon besanku.

.

.

.

***

.

.

Putri tunggal dari keluarga ini, sudah bersiap-siap dengan segala perlengkapannya untuk menghadiri perkuliahan pertama di semester ke-4. Dia sedang menikmati sarapan yang sudah dibuat oleh juru masak. Maklum, nyonya besar di rumah tidak hebat dalam hal memasak.

.

.

Mari kita lihat apa yang terjadi di kamar kedua orangtuanya

.

.

Tiffany baru saja keluar dari kamar mandi, dilihatnya sang suami masih tertidur damai. Ia pun bersiap-siap di meja rias, mempercantik dirinya. Tiba-tiba…..

.

.

“Woaaahhh, heyyyy sexy ladies”… Lagi-lagi Taeyeon bermimpi sedang bersama wanita-wanita yang memiliki butt sexy.

.

.

Tiffany mendengar Taeyeon berbicara, Ia hanya senyum-senyum sendiri. Dia berpikir bahwa Taeyeon memanggilnya. (hahahaha *poor Tiffany) Tiffany menunggu backhug dari suaminya karena ia menduga pasti Taeyeon akan menghampirinya mengingat ia masih memakai bathrobe. Tapi backhug itu tak kunjung datang.

.

.

Ia menoleh dan melihat Taeyeon masih berada dalam posisi tidurnya. Penasaran dengan suaminya itu ia mendekati Taeyeon dan melihatnya sedang meracau tidak jelas.

.

.

“Aiishh, pria ini tidak pernah puas. Sampai kapan dia akan bermimpi jorok seperti ini. Apa jatah semalam masih kurang?”

.

.

“Wooooaa, kau sangat sexy, beiiibeehh”, Taeyeon semakin meracau.

.

.

“YAAAH!! Kim Taeyeon!! KAU BERMIMPI JOROK LAGIIIII??”

.

.

“Aaawwwwwwwwwwwwww”

.

.

“Rasakan ini!! Nanti malam kau tidur di Sofa”

.

.

“APAA?? Tapi mushroom, a aa apa….”

.

.

.

blammmm… pintu kamar tertutup kasar

.

.

“Apa salahku?” T.T

.

.

————————-

Setelah mengalami pagi terburuknya, Taeyeon mengantar putrinya menuju kampus. Hari ini hari pertama anaknya masuk kuliah setelah liburan semester.

.

.

“Hyuni, appa sudah meminta tolong uncle Kim untuk menjemputmu” Taeyeon berbicara kepada Seohyun. Mereka sedang berada di depan gerbang Universitas Dongguk, tempat sang anak berkuliah.

.

.

“Tapi appa tidak lupa kan dengan janji appa untuk menonton drama musikal bersamaku?”

.

.

“Tentu appa tidak akan lupa. Sebelum jam 7 malam, meeting appa sudah selesai. Setelah itu kita kencan berdua, Oke?”

.

.

“Oke, appa. Kalo begitu Hyuni masuk dulu appa. Bye…” Taeyeon mendapat ciuman di pipi kanannya. Ia begitu bahagia melihat putrinya itu sudah tumbuh menjadi wanita yang cantik dan dewasa.

.

.

“Haaa, 2 meeting hari ini siap menanti… Lets goo”, Taeyeon pun mulai melajukan mobilnya menuju kantor.

.

.

Sesampainya di kantor, ia pun langsung ke ruangannya. Tetapi belum sampai ia di depan pintu ruangannya, Taeyeon melihat sahabatnya sedang merintih kesakitan sambil memegangi buttnya. Kebyunan Taeyeon kembali aktif, ia mendekati Yuri dan menyentuh butt Yuri.

.

.

“Hai buddy”, ujarnya tanpa wajah bersalah saat menyentuh butt Yuri

.

.

“YA!! SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU ITU DARIKU” emosi Yuri langsung memuncak saat aset berharganya disentuh Taeyeon.

.

.

“Aish, kau ketularan dolphin scream dari Sica? Poor my ear”

.

.

“Jangan sok menggunakan bahasa inggris pas-pasanmu itu”

.

.

“Ada apa dengan butt sexymu itu, Yul?”

.

.

“Diam kau Kim Taeyeon!!”

.

.

“Wooooo, santai buddy. Pagi-pagi kau sudah marah-marah, mirip sekali dengan Tiffany. Kenapa semua orang mengomeliku pagi ini? Huhuhuhu, apa salahku Tuhan?” ucapnya dramatisir. (byun lo akut taeng)

.

.

“Aish, jangan main drama disini. Kembali ke ruanganmu dan bekerja yang benar atau kau ku pecat”, ancam yuri

.

.

“Mwooo?? Kau mau memecatku Yul”

.

.

“Iya, jika kau tidak kembali ke ruanganmu, sekarang”

.

.

“Baiklah-baiklah… aku kembali ke ruanganku Pak Presdir”

.

.

.

Taeyeon POV

.

“Baiklah-baiklah…aku kembali ke ruanganku Pak Presdir” ucapku pada Yul. Hahahaha sepertinya Sica baru saja melakukan sesuatu yang wow sehingga muka Yul kesakitan seperti itu. Kekekeke XD

.

.

Tapi kenapa semua orang mengomeliku hari ini?? Heii, apa salah pria seimut ini? Mereka benar-benar keterlaluan. Kulihat jam tanganku, ternyata masih jam 10. Meeting pertama jam 1 dan meeting kedua jam 3. Ah, sepertinya aku harus menonton koleksi-koleksi terbaruku biar menambah semangat kerja hari ini. (Jangan tanya author, koleksi apa itu)

.

.

“Luna-ssi, jika ada yang mencariku katakan bahwa aku sedang sibuk dan tidak bisa diganggu” kataku kepada sekretaris pribadiku ini.

.

.

“Baik, Mr. Kim” jawab sekretarisku

.

.

Aku langsung menuju ruanganku dan mulai menyalakan laptopku.. ah ini satu-satunya koleksi yang selamat dari amukan Mushroom. Hihihihi, tanpa basa-basi aku langsung membuka semua koleksi-koleksi pribadiku. Hahahaha Kim Taeyeon, kau memang hebat dalam urusan ini.

.

Skip—-

.

.

.

***

.

.

Di sebuah lokasi tepi pantai, Jessica dan Tiffany sedang sibuk menanyakan berbagai hal pada seorang pria yang dapat dipastikan pria itu adalah team leader dari sebuah EO yang akan mengurus pesta pertunangan anak mereka.

.

.

Keduanya begitu bersemangat dengan segala konsep dan juga rincian acara hingga menu yang akan ada di acara pertunangan Yoong dan Seohyun. Keduanya sangat bahagia ketika Yoong dan Seohyun menerima perjodohan mereka 2 tahun lalu, dan hingga sekarang hubungan anak-anak mereka berjalan baik dan akan segera bertunangan.

.

.

“Jessie, bagaimana jika karpet itu berwarna pink?? Pasti akan lebih bagus” ungkap Tiffany begitu excited mengungkapkan idenya.

.

.

“Stephi, dengarkan aku. Tidak ada pink karpet dalam acara apapun, yang ada red carpet. Jadi, jangan pernah meminta yang macam-macam. Aish kau ini, apa kata tamu undangan jika karpetnya itu berwarna pink?” Jessica tidak habis pikir dengan jalan pikiran si monster pink ini.

.

.

“Tapi Jessi, itu akan sangat lucu” ucapnya sambil mempoutkan bibirnya.

.

.

“Berhenti memasanag wajah seperti itu, kau sudah berumur Tiff. Tidak cocok untukmu”

.

.

“YAAA!!!”

.

.

Jessica tertawa puas dengan reaksi sahabat sekaligus calon besannya itu. Bagaimana tidak, Tiffany selalu tidak terima jika dibilang sudah berumur. Padahal jelas-jelas dia seumuran Jessica.

.

.

“Hahahahahah arraseo, kau masih muda Steph. Puas?”, Tiffany hanya menjawab dengan memamerkan eye smilenya. “Ayo kita selesaikan ini, sepertinya aku masih bisa menjemput Yoongi”

.

.

“Kau beruntung sekali Jessi, Yoongi sangat dekat denganmu sedangkan aku, Hyuni lebih memilih TaeTae”

.

.

“Silly… tentu saja Hyuni juga sayang padamu”

.

.

“Buktinya saja hari ini mereka akan pergi menonton drama musikal berdua saja” Jessica Cuma menggeleng, sahabatnya ini cemburu pada suaminya yang dekat dengan sang anak.

.

.

“Kau lebih banyak memiliki waktu bersama Hyuni daripada Taeng, sudahlah. Hari ini kau bersamaku, ayo kita selesaikan ini setelah itu menjemput Yoongi” Meski masih memasang wajah cemberutnya, Tiffany tetap mengikuti Jessica menyelesaikan apa yang akan mereka selesaikan hari ini.

.

.

Setelah memastikan semuanya selesai, kedua sahabat itupun langsung menuju Rumah Sakit Y-Seoul tempat Yoong melakukan praktek magangnya. Merasa masih lelah, Tiffany menunggu di mobil bersama Leo, supir pribadi Jessica sedangkan Jessica masuk ke dalam dan mencari Yoong.

.

.

Berbeda dengan anak keduanya, Jessica sangat dekat dengan Yoong karena Yoong tidak pernah sekalipun membantah perintahnya. Sebenarnya Jessica juga dekat dengan anak keduanya hanya saja, waktu yang dimiliki bersama anak keduanya tidak sebanyak bersama Yoong.

.

.

Beberapa dari dokter-dokter magang yang merupakan teman-teman Yoong sudah mengenal Jessica walaupun hanya bertegur sapa karena Jessica selalu menjemput Yoong. Dilihatnya putra kesayangannya itu baru saja keluar dari ruang rawat pasien. Sepertinya Yoong baru saja memeriksa pasien.

.

.

“Yoongi…” Mendengar sebuah suara, Yoong menoleh ke sumber suara dan menemukan Ummanya yang sedang berjalan menghampirinya. Tanpa ragu dan malu ia pun memeluk Jessica.

.

.

“Umma, kenapa masuk?? Umma kan tidak suka dengan bau Rumah Sakit, biasanya umma akan menunggu di mobil atau di lobby saja” Jessica tersenyum mendengar ucapan anaknya.

.

.

“Tidak apa-apa sayang, umma hari ini sangat senang karena sudah menyelesaikan urusan pertunanganmu. Maka dari itu, umma ingin cepat-cepat memberitahumu sayang”

.

.

“Terima kasih umma, pasti sangat melelahkan” Yoong memegang pundak ummanya itu dan memberikan pijitan kecil padanya.

.

.

“Tidak sayang, lagipula ada aunty Steph” Jessica langsung meyakinkan putranya itu. Yoong selalu khawatir jika dirinya terlihat capek ataupun lelah.

.

.

“Oh iya umma, appa ada disini. Tadi appa kesini membawa salah satu koleganya yang pingsan saat meeting. Tapi syukurlah, orang itu hanya kelelahan saja. Sekarang apa sedang di kantin umma, Yoong harus memberi laporan ini terlebih dahulu kepada dokter pembimbing. Yoong akan menyusul umma ke kantin”

.

.

“Umma akan menyusul appamu. Umma tunggu disana ya” Jessica pun menuju kantin Rumah Sakit menyusul suaminya.

.

.

Di kantin…..

.

“Wah, tuan Kwon sangat humoris ya dan tampan” puji salah seorang dokter muda yang cukup sexy.

.

.

“Hahahahaha, jangan memanggil tuan. Itu terlalu tua untukku, aku masih muda Gyuri-ssi” Yul memberikan senyum andalannya.

.

.

“Hmmm bagaimana kalo oppa saja?” dokter muda lainnya memberikan saran, Goo Hara

.

.

“Nah, itu baru tepat Hara-ssi” jawab Yul

.

.

Yul pun kembali berbincang-bincang bersama Gyuri, Hara, dan tiga dokter muda lainnya. Mereka sepertinya sama dengan Yoong, sedang melakukan coas hanya saja berbeda Universitas dengan Yoong dan juga mereka dipastikan lebih tua daripada Yoong.

.

.

Sudut kantin Rumah Sakit menjadi riuh oleh gurauan yang dilakukan Yul, dan tentu saja kelima dokter muda nan cantik ikut tertawa atas lelucon yang dilakukan Yul. Tanpa Yuri sadari, dari arah lain seseorang menghampirinya dengan amarah yang berapi-api. Siapa lagi kalau bukan Jessica.

.

.

“Dasar pria tua tidak tahu diri!!!!” Tanpa aba-aba Jessica langsung menarik telinga Yuri dihadapan kelima dokter muda itu. Kelimanya terkekeh melihat wajah kesakitan Yuri tapi detik selanjutnya mereka terdiam karena Jessica memberikan tatapan membunuhnya.

.

.

“Kami hanya berbincang sebentar saja dengan tuan Kwon, iya kan teman-teman?” ucap Gyuri kepada Jessica dan disambut anggukan kepala oleh keempat rekannya. “Kami permisi, tuan dan nyonya Kwon”, Kelimanya langsung pergi dari kantin itu.

.

.

“Awwww Awww, baby… Kenapa kau menarik telingaku lagi, tadi pagi saja masih sakit” keluh Yul.

.

.

“Biarkan saja, biar tahu sakitnya seperti apa” Jessica semakin menarik telinga suaminya yang kelewat player ini hingga Yul benar-benar kesakitan.

.

.

“Aw aw aw aw aw, baby hentikan. Banyak orang yang melihat”

.

.

“Biar saja, biar mereka melihatnya terutama wanita-wanita yang baru saja kau goda. Kau ini sudah punya istri dan anak”, Jessica mengarahkan pandangannya dan melihat kelima wanita yang sebelumnya ia lihat di kantin berada tak jauh di depannya.

.

.

Dipandangi seperti itu oleh Jessica, dokter-dokter muda itu tidak berani melihat ke arah Jessica. Tak jauh darinya, Yoong berjalan mendekati kedua orangtuanya dari salah satu ruangan dokter pembimbingnya.

.

.

“Ampun baby, aku tidak akan mengulanginya lagi”, Yul memohon dengan memasang tampang memelasnya.

.

.

Sang anak hanya bisa tertawa melihat tingkah appanya yang dijewer di depan banyak orang, terutama beberapa temannya yang melihat.

.

.

“Hahahahaha, sudah umma. Hentikan, teman-temanku melihatnya”, Jessica lebih memilih permintaan Yoong ketimbang Yuri. Kalo bukan karena Yoong, mungkin saja telinga Yul akan hilang dari tempatnya.

.

.

“Sekali lagi aku melihatmu bertingkah Seobang, kau tidur di sofa selama 1 bulan. Mengerti?” Ancamnya pada sang suami

.

.

“Iya baby, sowwwryy” Yul memeluk istrinya. Yul pun izin untuk menemui rekan bisnisnya yang sudah selesai mendapatkan perawatan. Sedangkan Yoong dan Sica menuju parkiran mobil menyusul Tiffany dan Leo yang sedang menunggu mereka.

.

.

.

***

.

.

“A…a…aa aku hamil” Ucap seorang yeoja muda terhadap kekasihnya.

.

.

“Apa?? Bagaimana bisa? Bukankah kita sudah hati-hati melakukannya?” Mendengar kata-kata kekasihnya, ia menjadi naik pitam.

.

.

Plaaakkk….

.

.

“Apa maksudmu? Kau tidak mau bertanggung jawab. Hah!!”

.

.

“Bukan begitu, tapi kita masih muda dan karir kita sedang berada di puncak. Apa kata publik nanti, honey? Kita gugurkan saja bayi itu” tanpa rasa berdosa, pria yang ia cintai memintanya menggugurkan bayi berada di rahimnya saat ini.

.

.

Plaaaaaakkk…..

.

.

.

“Kita putus!! Aku tidak mau bertemu dengan pria pengecut sepertimu. Sekarang, keluar dari apartemenku” usirnya pada pria itu

.

.

Setelah kepulangan kekasihnya, ah ani… maksudnya mantan kekasih, yeoja itu menyandarkan diri di pintu apartemennya.

.

Hiks..Hiks….

.

.

“Bagaimana jika mommy dan daddy mengetahui ini?” isaknya.. Yeoja itu semakin menangis ketika mengingat reaksi apa yang diberikan orangtuanya ketika mengetahui dirinya hamil.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CUT!!”

.

clap..clap..clap…

.

Semua orang bertepuk tangan, setelah seorang pria paruh baya bertopi dan berkacamata itu berteriak lalu menghampiri yeoja yang masih terduduk menangis.

.

.

“Aktingmu sangat luar biasa, Kwon Soojung. Terima kasih, ini scene terakhir hari ini. Beristirahatlah dan sampai ketemu 3 hari lagi.” Ucap pria itu

.

.

“Terima kasih, Sutradara Lee. Senang bisa bekerja dengan anda” Kwon Soojung atau yang biasa dipanggil Krystal itu pun menghampiri managernya setelah bersalaman dengan sutradara Lee.

.

.

“Oppa, aku akan pulang untuk 3 hari ke depan. Umma tadi pagi sudah menghubungiku untuk pulang ke rumah”

.

.

“Baiklah, oppa akan mengantarmu pulang sekarang. Ini sudah malam, ayoo” Managernya langsung memegang tangan Krystal membimbingnya menuju mobil. Namun, Krystal menghentikan langkahnya…

.

.

“Tapi oppa, itu berarti kencan kita besok akan batal”

.

.

“Its okay princess, aku kan bisa menemuimu di rumahmu. Kajja, oppa antar pulang” ucap sang manager yang ternyata sekaligus kekasih dari Krystal, Joseph.

.

.

Joseph pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Kwon, rumah dimana calon mertua dan kakak iparnya tinggal, mengantarkan putri bungsu keluarga Kwon..

.

.

Drttt…drrtttt….

Ponsel Krystal berbunyi dan memunculkan ID Yoongippa ^^

.

“Yes, oppa?”

.

.

“Krys, oddiga?”

.

.

“Sedang dalam perjalanan pulang, oppa.. Kami akan segera sampai”

.

.

“Baiklah, oppa menunggumu. Umma dan Appa sudah tidur. Berikan ponselmu pada Josh”, perintah Yoong

.

.

“Ya Hyung, ada apa??”

.

.

“Hati-hati bawa mobilnya Josh, jangan terburu-terburu” Josh sudah menebak apa yang akan Yoong katakan. Sudah menjadi kebiasaan Yoong, selalu menasehati Josh ketika menyetir terutama karena Josh selalu mengantar Krystal kemanapun adiknya itu ada jadwal.

.

.

“Iya, hyung aku akan berhati-hati. Sampai ketemu nanti”

.

.

“Ne” Yoong mengakhiri pembicaraan tersebut.

.

.

Sambungan telepon berakhir, Yoong kembali duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan adiknya beserta kekasihnya. Sambil menunggu, ia pun memandangi layar ponselnya. Melihat foto seorang gadis yang baru saja ia dapatkan beberapa menit lalu dari gadis yang ada di foto itu.

.

.

Yoong terkekeh melihat foto selca gadis yang ia cintai sedang berpose bersama makhluk serba hijau dan memiliki mata yang besar.

.

“Bahkan saat menonton drama musikalpun, kau membeli keroro Hyuni. Aigoo~ calon tunanganku calon istriku benar-benar mencintai makhluk hijau ini” Ia pun mengetik sebuah pesan

.

To : Hyunnie~~

 

Good night, Hyun….

Sampai bertemu besok

                        Yoongie~

.

.

.

.

.

T.B.C

.

.

.

.

.

Haloooo, Author J datang lagi ^^

T.T bikin FF ini penuh cobaan, gimana nggak??

Gue envy sama Yoong, jadi anak kesayangannya Sica Umma.. hhahaha

Sekali-sekali lah, TaenyYulsic dibuat udah berumur.. Tapi masih tetap tampan kok Kwon Seobang sama Appa Taeng, dan masih gorgeous juga Sicababy sama Mushroomnya TaeTae.

XD

.

Oke, sampai ketemu lagi.

Annyeong!!

by: J418

 

*bow*

Advertisements

176 thoughts on “ONLY ONE (1)

  1. Wuaa YoonHyun ~
    sekarang ff duo maknae udah jarang banget :v
    Njes 38 ? Gak kebayang deh 😀
    Seohyun masih kuliah, berarti nikahnya masih lama #yadong hehe ngakak pas baca partnya yul disiksa sama wifenya :p

    Like

  2. Yeay kwon family. Aku sangat suka dgn cerita yg menyangkut keluarga kwon. Terima kasih author. *Reader baru*

    Like

  3. Duh sih yoong udah mau nikah aja T.T
    JeTi keknya sabar bett ngadepin suami yg byun kek YulTae wkwk
    Biarpun udah berumur yul tetep aja sok player hadeh
    Yeay ada KryBer^^”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s