Nothing Left To Lose (4)

Tittle    : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast    : – Kwon Yuri

– Kim Taeyeon

– Jessica Jung

– Tiffany Hwang

– Girls Generation members and the others

Genre : Romance, Gender Bender

Type   : Series

Part 4

Siang ini cuaca begitu cerah, dimana semua orang sudah memulai aktivitasnya. Seorang wanita cantik berjalan dengan anggunnya, menggunakan dress selutut berwarna hitam dan membawa sebuket bunga. Ia berlutut dan mulai membersihkan rerumputan liar yang ada di atas pusara.

“Sudah lama sekali ya”, ia mulai berbicara pada foto yang ada di pusara tersebut.

“Hidupku berubah tapi aku bahagia melihat orang-orang yang aku sayangi juga bahagia. Kau tau oppa, aku menyerahkan hartaku yang paling berharga kepada seseorang yang aku sayangi. Kau juga menyayanginya kan?” ia tetap berbicara pada foto itu.

“Tidak perlu kau tersenyum, aku sudah tahu jawabannya. Kau bukan saja menyayanginya tapi mencintainya. Hahahaha bahkan kau tergila-gila padanya. Tenang saja, aku akan menjaganya dengan baik dan tidak akan ku biarkan dia terluka”

Wanita itu terus saja bercerita banyak hal di hadapan foto tersebut. Hingga tak terasa hari mulai siang, ia pun pergi dan meninggalkan pemakaman..

—————–

“Ada apa hyung? Kau terus saja melamun…ada yang mengganggu pikiranmu?” orang yang dipanggil hyung itu pun tersadar dari lamunannya.

“Ah tidak apa-apa, aku hanya memikirkan umma dan Seohyun”, jawabnya masih tetap memandang keluar.

“Mereka akan baik-baik saja, aku sudah menyuruh bawahanku untuk menjemput seohyun dan ummanya juga. Kau akan bertemu mereka lagi, jangan khawatir” namja itu mencoba menenangkan pria yang lebih tua darinya.

“Terima kasih”, jawabnya singkat. Suasana kembali menjadi hening, keduanya berada dalam pikiran masing-masing.

Apa Hyuni dan umma baik-baik saja ya? huft….

Ini akan menjadi sangat sulit, bagaimana aku harus memulainya??

Seharusnya aku bahagia, tapi kenapa aku juga sedih

Apa yang harus kulakukan?? Ottokhe

Begitulah yang terjadi dengan mereka, sibuk dengan pikiran masing-masing. Seolah-olah mereka sedang sendirian. Hingga salah satu dari mereka akhirnya memilih tidur karena hari ini sangat melelahkan.

Flashback

 

“Selamat malam” Komandan itu membuka suara. Di sisi lain, keempat orang yang sedang mengobrol di dalam ruangan serentak menoleh ke arah suara.

 

….dan Komandan itu benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.

 

Namja yang sedang duduk di atas ranjang, merasa aneh. Kenapa ada orang berseragaman kepolisian disini?

 

“aah, Selamat malam”, balas seseorang yang ternyata adalah umma Seohyun dan disusul oleh Josh dan Seohyun yang memberikan salam. Komandan itu tersenyum.

 

“Ini orang yang saya bicarakan tadi pagi”, Ayah Josh memulai pembicaraan. Umma, Seohyun, dan Josh hanya mengangguk mengerti tetapi tidak dengan namja yang yang masih bingung dengan keadaan ini.

 

“Ada apa ini?”, ia pun membuka suaranya

 

“Taeyeon, pria ini ingin berbicara padamu. Umma harap, kau bisa menerimanya dan mempercayai semua yang dikatakannya”, umma Seohyun menoleh kepada Komandan itu lalu menatap Taeyeon.

 

“Siapa dia? Kenapa aku harus percaya dia, umma?”, Taeyeon semakin bingung.

 

“Kau akan mengetahuinya, umma dan yang lainnya akan menunggu di luar. Percayalah”, Semua orang di ruangan itu pergi meninggalkan Taeyeon dan pria berpangkat komandan itu.

 

Setelah semuanya keluar, ia berjalan mendekati Taeyon dan tanpa bicara langsung memeluk Taeyeon. Airmata kebahagiaan yang sejak tadi ia tahan akhirnya keluar juga.

 

“Hyung, ini aku adikmu.. Ya Tuhan, ternyata kau benar-benar masih hidup. Selama ini aku mencarimu hyung”, pria itu melepaskan pelukannya dan menatap Taeyeon. Tidak ada reaksi apapun dari pria yang dipanggil hyung itu.

 

“Ini aku, Kim Yoong.. Adikmu hyung dan namamu adalah Kim Taeyeon”, 

 

 

End

***

Seorang gadis kecil sedang berusaha membangunkan ummanya..Tidak seperti biasa, sang umma belum bangun. (iya sih, masih jam 6 pagi)

“Umma~~ Umma~~”, Ditariknya pakaian tidur ummanya.

“Hmmmm….” hanya itu jawaban ummanya.

“Hiks…hiks…..Umma~~”, merasa diabaikan ummanya ia mulai menangis. Jessica mulai terusik dan membuka matanya. Dilihatnya Soojung sedang menangis.

“Sayang, ada apa?” diangkatnya sang anak ke atas tempat tidur dan mengecek jam berapa sekarang.

“Kenapa menangis sayang? Kau bangun sepagi ini, hmmm” Ia mengusap airmata anaknya.

“Soojung ingin bertemu uncle Yoong, umma.” Gadis kecil itu baru saja bermimpi sedang bermain bersama uncle favoritnya. Mungkin dia merindukan uncle nya yang sudah hampir 2 minggu tidak bertemu dengannya hingga terbawa mimpi.

“Uncle Yoong sedang ada pekerjaan, sayang. Uncle akan bermain bersama Soojung jika uncle sudah menyelesaikan pekerjaannya” Jessica mencoba menjelaskan kepada anak semata wayangnya ini.

“Tapi kapan umma? Uncle lama sekali.” Jessica tertawa kecil melihat anaknya memasang tampang cemberutnya.

“Bagaimana kalo kita menelepon uncle. Soojung setuju?” Mendengar itu, ia pun langsung mengangguk cepat.

Jessica mencoba menghubungi Yoong, tapi jawabannya selalu saja sama “diluar jangkauan”. Hingga beberapa kali mendapat jawaban yang sama, Jessica akhirnya menyerah.

“Kemana dia?” pikirnya.

“Sayang, sepertinya uncle sangat sibuk. Bagaimana jika besok kita piknik di taman bersama appa? Soojung bisa bermain apa saja disana bersama appa, Setuju?”

Jessica memberikan pengertian kepada anaknya itu. Inilah yang terkadang mengganggunya, Yul dan Yoong sangatmemanjakan putrinya hingga Soojung terbiasa harus dituruti kemauannya.

Anak itu hanya mengangguk, lalu memeluk ibunya dan menyembunyikan wajahnya di leher sang umma. (kebiasaan kalo akan menangis). Jika seperti ini, Yul dan Jessica harus berusaha membuat Soojung melupakan sebentar uncle nya.

***

“Silahkan masuk, hyung. Ini rumah kita”, Yoong mempersilahkan hyung nya untuk masuk ke dalam rumah yang sangat mewah.

Mereka langsung menuju ke ruang tamu, dan disana Taeyeon bisa melihat photo keluarganya terpajang. Ada dirinya, kedua orangtua, dan tentunya pria yang ada di dekatnya saat ini. Kim Yoong

“Appa sudah tidak ada, hyung. 3 tahun lalu ia mengalami serangan jantung, dan umma sekarang tinggal di Busan bersama kakek dan nenek.

Semenjak kepergian appa, rumah ini tidak ada yang menempati. Hanya beberapa pengurus akan datang seminggu sekali untuk membersihkan rumah ini”, Yoong mulai menjelaskan keadaan keluarganya kepada Taeyeon.

“Kau sendiri, tinggal dimana Yoong?”, meskipun masih agak canggung tapi Taeyeon sudah mulai terbiasa.

Setelah kejadian di Rumah Sakit, Yoong mendekatkan diri kepada Taeyeon dan mulai menceritakan beberapa hal termasuk kecelakaan yang menimpa dirinya.

Selama hampir 2 minggu itu, Yoong tinggal bersama Taeyeon di rumah Seohyun dan sekarang Yoong membawa Taeyeon pulang ke Seoul. Seharusnya Seohyun ikut, tapi kelulusannya masih minggu depan sehingga Yoong menyuruh beberapa anggotanya untuk menunggu Seohyun. Semua ini karena Taeyeon tidak ingin Seohyun pergi sendiri ke Seoul.

“Aku tinggal di apartemen, rumah ini terlalu besar jika aku harus sendiri disini”,

“Oh begitu”, Taeyeon kembali terdiam. Tiba-tiba sesuatu terlintas dalam benaknya. Ingin sekali dia menanyakan hal yang masih mengganggu pikirannya.

“Ada yang kau pikirkan, hyung?” Yoong menyadari kakaknya sedang melamun. “Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan, hyung”.

Taeyeon mulai berpikir, apa ia harus menanyakan ini? Tapi ia ingin sekali mencari tahu jawabannya. Dengan sedikit keraguan, ia membuka suara.

“1 tahun terakhir ini, aku selalu memimpikan wanita yang sama tetapi wajahnya tidak jelas dalam mimpiku. Dan baru-baru ini aku bisa melihat jelas wajah wanita itu, tapi aku tidak tahu siapa dia. Apa kau tahu sesuatu, Yoong?”

duaar…

Tanpa disangka, akhirnya Taeyeon menanyakan sesuatu yang sebenarnya masih ingin Yoong hindari. Karena ia masih bingung harus menjelaskannya bagaimana.

………………………………..

 

“Ini Komandan Kim, ssaem. Dia adik dari Taeyeon Oppa”, Seohyun memperkenalkan Yoong pada Dokter Park.

 

“Senang bertemu dengan anda, Komandan Kim”, dokter itu mengulurkan tangannya.

 

“Hahahaha, jangan terlalu formal seperti ini Dokter Park. Panggil saja, Yoong”,

 

“Baiklah kalo begitu, Yoong. Silahkan duduk”, Dokter itu kemudian mempersilahkan Yoong duduk sedangkan Seohyun keluar dari ruangan Dokter Park.

 

Dokter itu mengeluarkan beberapa berkas. “Ini semua laporan kesehatan Taeyeon mulai dari awal dia ditemukan dan dirawat di Rumah Sakit ini. Sedangkan ini adalah laporan perkembangan proses pemulihan ingatannya 1 tahun belakangan ini”

 

Yoong mengambil berkas itu dan melihat sebentar. Kemudian Dokter Park menjelaskan kembali.

 

“Ingatannya bisa kembali sewaktu-waktu, karena dia tidak mengalami amnesia permanen hanya saja tidak boleh dipaksakan karena akan sangat berbahaya. 1 tahun belakangan ini, dia bercerita bahwa mengalami mimpi yang sama dan juga ia menyebutkan ada seorang wanita ada di dalam mimpinya. Aku rasa wanita itu bisa membantunya mengembalikan ingatan Taeyeon”

………………………………….

“Yoong??”, merasa ada panggilan, ia tersadar dari lamunannya. “Apa kau mendengar pertanyaanku?” Taeyeon kembali bertanya.

“Sebaiknya hyung beristirahat. Kita akan memulainya perlahan-lahan, aku akan membantumu hyung” alih-alih menjawab, Yoong malah mengalihkan topik pembicaraan.

Taeyeon masih menatapnya, merasa tidak puas dengan jawaban adiknya itu. Mengerti dengan tatapan sang kakak, ia kembali bicara

“Tidak sekarang hyung, tapi aku janji kau akan mengetahuinya segera. Sekarang beristirahatlah, aku harus kembali ke markas”, Taeyeon pun mengalah. Tak lama kemudian Yoong sudah pergi.

——————

“Kekebalan tubuhnya masih labil. Jadi dia masih membutuhkan vitamin ini”, Seorang pria berjas putih menjelaskan laporannya kepada seseorang dihadapannya.

“Masih belum ada cara lain, Dok?”

“Belum, Yul. Tiffany masih harus bergantung pada vitamin ini”, jelas sang dokter yang sudah menjadi dokter pribadi Tiffany.

“Huft….Saya harap ada cara lain, Dok.”

“Tiffany akan tetap baik-baik saja, hanya jangan sampai dia terlalu kelelahan. Penyakit itu ada saat ia masih kecil, dan berhasil disembuhkan. Tapi dia mantan penderita, tidak menutup kemungkinan akan muncul kembali”.

“Bagaimana kondisi dia saat ini?”

“Terakhir dia melakukan check up minggu lalu, semua masih baik-baik saja. Ingat Yul, dia harus bergantung pada vitamin itu”, Yul hanya mengangguk menanggapi perkataan sang dokter.

“Kalo begitu, saya permisi Dok. Terima kasih untuk hari ini”

“Sama-sama Yul, kuharap Tiffany tidak mengabaikan vitaminnya”.

Sesampai di mobil, ponsel Yul berdering dan memunculkan ID Daddy Jung

“Hallo Dad?”

“Yul, bagaimana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja Dad. Soojung dan Sica juga baik-baik saja. Ada apa Daddy menelponku?”

“Yul, ini sudah 5 tahun setelah peristiwa itu. Apa kau sudah memikirkan semuanya lagi?”

“Dad, bisakah kita tidak membicarakan masalah ini sekarang?”

“Tapi Yul, Daddy semakin hari akan semakin bersalah padamu. Soojung sudah besar dan Sica sudah baik-baik saja. Daddy harap, kau mulai memikirkan kebahagiaanmu”

“Dad, aku ada meeting. Sampaikan salamku untuk mommy. Sampai nanti, Dad.. Love you”

Tuuutt…tuuuttt…..

 

Tanpa menunggu jawaban dari Daddy Jung, Yul langsung memutuskan sambungan telpon itu.

beep..

 

From : Kim Yoong

Hyung, bisa kita bertemu malam ini di tempat biasa? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Hyung.

 

To : Kim Yoong

Oke Yoong, kita bertemu jam 7 malam.

 

From : Kim Yoong

Oke Hyung

***

Pria berpangkat Komandan itu memasuki markas kepolisian Seoul. Ini hari pertamanya bertugas, mengingat ia baru saja pulang dari Budapest dan juga menyelesaikan urusan pribadinya. Semua kepolisian berpangkat dibawahnya memberikan penghormatan ketika ia memasuki markas dan langsung menuju ruangan.

“Selamat siang, Sir. Kapten Choi sudah menunggu anda di dalam”, sang ajudan memberikan salam kepada atasannya.

“Siang Leo, terima kasih”, Ia pun segera masuk ke dalam ruangannya dan disambut wajah serius dari orang yang sedang menunggunya.

Yoong, tersenyum kecil melihat tingkah orang itu.

“Selamat siang, Komandan Kim”, sapanya memberi hormat kepada sang Komandan.

“Kau terlihat aneh seperti itu, hyung”, balasnya.

“YA!! kau ini, aku sedang bersikap formal padamu”, protesnya karena Komandan yang beberapa bulan lebih muda darinya ini malah mengejeknya aneh.

“Ajudanku diluar, tidak usah bersikap formal seperti hyung. hahahaha, silahkan duduk hyung”, Kedua duduk saling berhadapan di meja kerja Yoong.

“Jadi, bagaimana hyungmu Yoong?”

“Dia baik-baik saja, aku sudah menyuruhnya beristirahat. Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, hyung. Aku sangat berterima kasih”

“Itu sudah tugas timku di bagian pencarian orang hilang. Jadi kami berusaha menemukannya, ya walaupun harus ke beberapa negara dan itu selama 3 tahun. Tapi setidaknya, aku bisa bertemu dengan banyak wanita cantik. Hahahaha”, ia berkata seraya menaik turunkan alisnya.

“Dasar, buaya darat”, Yoong mencibirnya.

Bagaimana tidak, pria di hadapannya ini sudah menikah dan istrinya berada di Inggris. Andai saja istrinya tau kelakuan suaminya, Yoong dapat memastikan pria ini tidak akan makan enak selama setahun penuh.

“Yoong, buaya darat itu kalo dia selingkuh. Aku kan tidak”, Sooyoung mulai membela diri

“Iya, aku tau hyung kau tidak berselingkuh tapi matamu itu yang berselingkuh kemana-mana”

“Hahahaha, itu hanya hiburan Yoong. Oh ayolah, tugas ini sangat berat. Aku hanya bisa bertemu Sunny 3 bulan sekali dan itu tidak sampai 1 minggu. Jadi tidak ada salahnya ke bar, dan melihat wanita-wanita cantik. Tidak lebih”

Yoong hanya menggeleng heran, pria dihadapannya ini sungguh pandai membela diri.

“Ya Ya Ya, aku paham hyung. Jadi, kapan kau akan kembali ke Inggris?”

“Sepertinya besok malam Yoong, Sunny sudah menghubungiku. Kandungannya sudah memasuki bulan ke 8, jadi aku ingin menemaninya hingga persalinan. Akhirnya penantian kami akan terwujud”

Yoong bisa menangkap dengan jelas kebahagiaan Sooyoung

“Selamat hyung, sekali lagi aku berterima kasih dan maaf membuatmu harus melaksanakan tugas ini”

“Kau ini, kita teman Yoong. Tidak perlu seperti itu, ini sudah tugasku. Lagian daripada kau hanya berterima kasih padaku, sebaiknya kau mentraktirku makan makanan korea yang paling enak. Deal?”

“Hahaha baiklah, Deal. Makan siang ini, aku akan traktir sepuasnya”, keduanya melakukan high five. Kebiasaan mereka ketika membuat perjanjian.

……………………………….

Yoong dan Sooyoung sudah saling mengenal cukup lama. Yoong dan Sooyoung adalah lulusan dari akademi kepolisian Inggris, tetapi saat itu mereka belum mengenal satu sama lain. Sooyoung hanya lulusan biasa, sedangkan Yoong adalah salah satu lulusan terbaik.

 

Setelah lulus, Yoong ditugaskan di perbatasan Irlandia dan bertemu dengan Sooyoung. Mengetahui bahwa sama-sama lulus dari akademi kepolisian Inggris, keduanya pun mulai akrab.

 

Saat itu, Yoong sudah menjadi kapten Tim Alpha dan karena keberhasilannya menangani beberapa kasus besar di Irlandia termasuk kejahatan teroris, akhirnya 2 tahun kemudian ia diangkat menjadi Komandan yang memimpin pasukan Alpha (salah satu pasukan terbaik dalam menangani berbagai kasus kejahatan transnasional). Sedangkan Sooyoung, jabatannya naik dari anggota menjadi kapten Tim Delta 3 (salah satu pasukan khusus menangani pencarian orang hilang).

 

Setelah jabatannya naik, Yoong menugaskan Tim Delta 1 hingga Tim Delta 3 untuk melakukan pencarian terhadap Taeyeon. Sudah 2 tahun, semenjak berita kecelakaan Taeyeon dimana Taeyeon merupakan salah satu korban yang tidak ditemukan dan dinyatakan meninggal.

 

Yoong tidak terima dengan pernyataan tersebut, tapi saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa karena statusnya sebagai Kepolisian Irlandia sehingga dia tidak berhak ikut campur dalam kasus ini. Oleh karena itu, 2 tahun Yoong bekerja keras untuk bisa mendapatkan pangkat yang lebih tinggi agar ia bisa memerintahkan orang untuk mencari Taeyeon. Akhirnya, keinginannya terwujud. Dan setelah 5 tahun, penantian Yoong berbuah hasil. Dugaannya benar, Taeyeon ternyata selamat walau dalam kondisi hilang ingatan.

 

 

***

Setelah merasa cukup beristirahat, Taeyeon keluar dari kamar dan melihat sekelilingnya sangat sepi. Tidak ada siapapun juga, mungkin para pengurus rumah yang tadi pagi dipanggil Yoong sedang beristirahat. Merasa bosan, Taeyeon pun mencoba berkeliling rumahnya yang sangat mewah itu. Setiap ruangan ia datangi, dan ada yang menarik perhatiannya saat ia memasuki ruangan yang cukup kecil namun ada sebuah piano berwarna putih.

“Wow, piano yang sangat indah. Hmmm sepertinya piano ini sudah tidak lama dipakai tapi tetap bersih”, Ia mendekat dan mencoba memainkan satu lagu yang sering ia mainkan bersama Seohyun.

Dongsaengnya itu suka sekali mengajaknya bermain piano bersama ketika mereka tidak ada kegiatan apapun di rumah. Taeyeon menikmati setiap bait yang ia mainkan, dan saat yang bersamaan ia mulai merindukan Umma dan Seohyun serta semua orang di daerah ia tinggal selama ini termasuk Josh dan segala suasana disana. Baru 1 hari berpisah, Taeyeon sudah merindukan semua itu.

………………………….

“Siapa kalian?” pria dengan perban di kepalanya yang baru saja sadar dari koma, menatap bingung pada dua wanita yang tengah menatapny dan seorang pria berjubah putih serta seorang wanita berseragam putih putih.

 

“Perkenalkan, saya Dokter Park. Anda baru saja mengalami koma selama 6 bulan”, jelas sang dokter.

 

“Huh?? Koma? Apa yang terjadi padaku?”, pria itu kembali bertanya.

 

“Perkenalkan, ini Mrs. Seo dan anaknya Seo Juhyun. Mereka menemukanmu di perairan Samudera Hindia saat ikut kapal nelayan, dan mereka membawamu kemarin. Apakah kau mengingat sesuatu?” Dokter itu mencoba mencari tahu

 

“Eungggh…..a a akuu…” Semua mata menatapnya, menunggu jawaban dari pria yang tengah duduk di atas ranjang pasien.

 

“Siapa aku?… awww”, tiba-tiba ia merasakan nyeri di kepalanya.

 

“Sebaiknya kalian keluar dulu, aku akan memeriksanya”, Dokter itu menatap Mrs. Seo dan anaknya.

Mengerti dengan maksud sang dokter, Ibu dan anak itu pun keluar ruangan

 

 

20 menit kemudian, Dokter Park keluar dan menjelaskan keadaan pria yang di tolong Seohyun dan Ummanya. Ternyata pria itu mengalami amnesia akut walaupun tidak permanent tapi butuh waktu dan tidak bisa ditentukan berapa lama pria tersebut pulih ingatannya. Mengingat Mrs. Seo adalah seorang perawat, Dokter itu pun meminta Umma Seohyun merawat pria itu dan mempercayakannya kepada keluarga Seohyun. Dokter itu memberikan sebuah jam tangan hitam yang sudah rusak kepada Umma Seohyun.

 

“Suster memberitahukan padaku bahwa di jam tangan itu terukir sebuah nama, dan dugaanku itu adalah nama pria itu. Aku akan menangani semua perawatannya, dan aku mempercayakan dia tinggal bersamamu. Apakah kau bisa melakukan untukku?”, tanya dokter itu kepada Mrs. Seo.

 

“Akan aku usahakan Jaehyun~aa, dan aku akan memberitahu Mr. Liu mengenai masalah ini”.

 

“Terima kasih. Sekarang temuilah dia”, sang dokter kemudian beralih menatap Seohyun.

 

“Hyuni, mulai sekarang anggaplah dia oppa-mu. Bisakah kau melakukannya untukku?”

Saat itu, Hyuni masih berusia 13 tahun. Belum dewasa, tapi cukup pintar untuk memahami keadaan yang terjadi. Ia pun tersenyum

.

“Jadi Hyuni akan mempunyai seorang oppa, ssaem?” tanyanya pada sang dokter.

 

“Tentu, sekarang Hyuni bisa menganggapnya sebagai oppa Hyuni. Jadilah dongsaeng yang baik, oke?”, gadis kecil itu pun hanya mengangguk mengiyakan lalu tersenyum. Dokter Park pun undur diri dari hadapan Seohyun dan Ummanya.

 

Keduanya langsung masuk ke dalam ruangan dimana pria yang mereka tolong dirawat. Setelah melihat nama yang terukir di jam tangan, Mrs. Seo mendekat kepada pria yang sedang menatap mereka dengan tatapan penuh tanya.

 

“Halo Taeyeon, senang bertemu denganmu”, Mrs. Seo memulai pembicaraan.

 

Sejak saat itu, Taeyeon menjadi bagian dari keluarga Mrs. Seo dan selama itu pula, Taeyeon menganggap Mrs. Seo sebagai ummanya dan Hyuni sebagai adiknya.

 

 

……………………………………

“Huft…Umma, Hyuni, aku merindukan kalian”.

***

Setelah pertemuannya dengan Sooyoung, Yoong menuju Kafe Glem, tempat pertemuan dirinya dengan Yuri malam ini. Tetapi sudah 30 menit dari waktu perjanjian, Yul juga belum menampakkan dirinya.

Sambil menunggu Yuri, ia berpikir bagaimana cara memulai pembicaraan dengan Yuri mengenai kenyataan bahwa Taeyeon masih hidup tetapi dalam kondisi hilang ingatan. Lalu bagaimana nanti reaksi Yuri? Seseorang yang membuat mantan calon kakak iparnya bangkit dari keterpurukan. Bagaimana pula dengan reaksi Jessica? Tapi hanya Jessica yang bisa membantu Taeyeon mengingat kembali ingatannya yang telah hilang. Yoong kali ini benar-benar bingung.

Jika membicarakan Taeyeon, ada satu kenyataan pahit yang membuat Yoong sedih. Kakak laki-laki satu-satunya itu tidak hanya hilang ingatan, tetapi di bagian wajah sebelah kirinya terdapat bekas luka yang sedikit mengerikan dan luka itu akan membekas dan tidak bisa hilang.

“Yoong…”, seseorang memanggilnya dan ia pun sadar dari lamunannya. “Maaf terlambat, ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani hari ini juga. Kau menunggu lama?”, pria itu bertanya.

“Tidak apa-apa hyung, gwenchana..”, Yoong tersenyum dan menyakinkan Yuri.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Yoong”, tanya yuri to the point.

“Ah, sebaiknya kau pesan dulu hyung. Aku ingin makan malam bersamamu, setelah itu baru kita berbicara”

Yuri pun setuju dengan ajakan Yoong. Setelah makanan datang, mereka menikmati dinner ini dengan bercerita banyak hal mulai dari yang lucu hingga memalukan. Inilah saat yang dinantikan Yoong. Mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan terutama reaksi Yuri.

“Hyung…maafkan aku, tapi aku harus memberitahukan ini padamu”, Yoong mulai mencoba memberitahukan apa yang terjadi.

“Katakanlah, ada apa Yoong?” Yuri menatap Yoong dengan seriusnya

Yoong menarik napas pelan sebelum ia berkata:

“Taeyeon Hyung, dia masih hidup……”

…….Hening……..

 

 

 

_dan

T.B.C

————————————————–

Hai Hai guys, gue balik lagi ^^

hahahhahahhaha *smirk

Semoga part ini memberikan pencerahan yaa XD

Tapi semuanya bakal kebongkar di next chap

Apa sebenarnya yang terjadi dengan masa lalu TaenyYulsic???

Jawabannya ada di part 5 TAPI BAKAL GUE PROTECT, hahhahahaha #tawa khas Yoong

Buat siders, sorry to say ya… Statistik di WP gue gak bisa bohong. kekekeke

PENTING: Buat yang merasa udah meninggalkan jejak dari part 1-4, lo bakal dapat PW GRATIS!!!

(email : authorJ418@gmail.com) Cukup ketik ID lo aja ^^

Buat ID dibawah ini, gue ucapin thx a lot guys, komen kalian semangat gue untuk bikin FF yang lebih banyak lagi. :))

(Airin, Bombom, Bella ^^, Syifa, tartar, wenny, Revan_sicababy, Wati sone, ppanytaeng, nick, Kwonjung, Kimhwang Deka Liu, jungie, My Boo, TaeTae, fadila, Hany, sn, Rushon, Q-SONE, namida sigumakamada, tuYUL_SICk, byun913, rara_ , stv30, Sy_maomao0594, Minjoon, librajung, tatyfriendly2013, keyna, Trisna anfriani, rinda, D_Jung, TaeNy yuhuuuuu…. ,  isnaeni, ambadartitah)

buat siders, ya kalo lo pengen tetep baca, gue kasih clue. semoga beruntung menjawab, hahaha ^^

oke, cukup sekian. ^^

sampai ketemu di ONLY ONE, hari senin ya :))

by: J418

*bow*

Advertisements

159 thoughts on “Nothing Left To Lose (4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s