Nothing Left To Lose (3)

Tittle    : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast    : – Kwon Yuri

– Kim Taeyeon

– Jessica Jung

– Tiffany Hwang

– Girls Generation members and the others

Genre : Romance, Gender Bender

Type   : Series

Part 3

Pesta ulang tahun Kwon Soojung yang ke-5 pun tiba. Di sebuah ballroom hotel high class, terlihat orang-orang mulai berdatangan. Venue sudah di dekorasi sangat cantik dengan perpaduan white-pink dan balon-balon berwarna-warni di berbagai sudut venue. Semua tamu undangan tidak hanya teman sekolah Soojung tetapi juga relasi bisnis Yuri dan Jessica. Pesta kali ini sangat mewah, karena ini pertama kalinya Jessica dan Yuri mengadakan pesta ulang tahun Soojung di Korea.

“Hiks…Hiks…”, suara isakan terdengar dari gadis kecil nan lucu digendongan ummanya. Sepertinya dia tidak terlalu nyaman dengan suasana yang sangat ramai padahal acara belum di mulai.

“Sshh…Sshh…”, Jessica terus menenangkan anak semata wayangnya yang masih terisak.

Jessica bingung, bagaimana mungkin ia membatalkan pesta sedangkan tamu sudah berdatangan. Atau haruskah pesta ulang tahun tetap berjalan tanpa adanya sang bintang utama yang berulang tahun?

Pintu kamar hotel terbuka, dan ternyata itu Yul.

“Sica, ada apa?” tanyanya pada sang istri.

“Soojung menangis, seobang. Sepertinya dia tidak nyaman dengan suasana ini”, Yuri mengambil Soojung dari gendongan Jessica

“Princess appa yang cantik.. sini sama appa, hmm.”

“Aku akan membawanya keluar, Yoong sebentar lagi akan datang, aku akan menemuinya. Bersiaplah baby, nanti aku jemput kembali”, Yul dan Soojung keluar, keduanya menuju area parkir utama, dimana ia akan menunggu Yoong datang.

Tak berapa lama, sebuah mobil mercedes hitam milik Yoong terlihat memasuki parkiran. Sang empunya keluar dengan membawa sesuatu di tangannya.

“Yoong….” Namja tinggi itupun mencari sumber suara. Dilihatnya Yul sedang menggendong Soojung.

“Hyung….”, ia mendekati keduanya “huh? Soojung kenapa hyung?” tanyanya saat melihat perincess kesayangannya itu bersembunyi di leher Yuri.

“Sepertinya dia tidak nyaman dengan banyaknya tamu yang datang Yoong”

“Hai princess Soojung, pengawal Yoong sudah datang dan membawa mahkota yang indah. Apakah princess ingin memakainya?” Yoong mulai membujuk gadis kecil kesayangannya.

Mendengar ada hadiah dari uncle favoritnya itu, Soojung menoleh. Matanya sedikit sembab karena menangis.

“Aigoo~ kenapa princess Soojung menangis? Pengawal Yoong sudah membawa hadiah yang sangat indah. tadaaaa…… Yoong menunjukkan mahkota seperti yang dikenakan oleh barbie-barbie milik Soojung.

“Woaaaa, uncle..itu untuk Soojung?”, tanyanya yang kini mulai ceria lagi

“Tentu saja, ini untuk princess Soojung yang paling cantik di Istana Barbie”, Yoong mengenakan mahkota itu kepada Soojung. Gadis kecil ini sangat senang dengan hadiah Yoong. Ia pun meminta Yoong menggendongnya.

“Nah, seperti ini pasti banyak pangeran-pangeran tampan di dalam sana yang akan terpesona melihat kecantikan princess Soojung” Yoong mempoutkan bibirnya tanda meminta ciuman.

Chu~

“Aah, yeppo…hahahaha” tawa alligator khas Yoong muncul kembali

“Yoong tolong bawa Soojung ke venue.. Aku akan menjemput Sica di kamar” lalu ia berpindah ke putrinya. “Soojung sama uncle ya, appa akan menjemput umma. Jangan nakal sayang” setelah mengecup pipi Soojung, Yul pun bergegas kembali ke kamar sedangkan Yoong menuju ballroom hotel tempat berlangsungnya acara.

Pesta pun dimulai. Semua tamu undangan menyanyikan lagu “happy birthday” bersama-sama. Kebahagiaan terlihat dari seluruh tamu undangan yang hadir, dan tentunya saja sang empunya acara.

Yoong dan Tiffany ikut berdiri bersama Jessica dan Yuri di panggung utama saat peniupan lilin dan juga pemotongan kue. Acara yang berlangsung selama 2 jam itu sukses dilaksanakan. Jam menunjukkan pukul 9 malam, semua tamu undangan mulai berpamitan pulang. Bagaimana dengan Soojung? Gadis kecil itu sudah tidur nyenyak di gendongan sang Appa.

“Nuna, hyung, aku pamit pulang.. Ada beberapa pekerjaan yang harus kulakukan besok”, Yoong mendekati Yulsic yang baru saja berbincang dengan salah satu tamu yang akan pulang.

“Yoong, kau tidak menginap di rumah lagi?” Ibu satu anak itu bertanya.

“Tidak nuna, beberapa hari ke depan ada pekerjaan baru yang harus kulakukan. Malam ini aku menginap di Apartemen saja”

“Oh baiklah.. Hati-hati Yoong, terima kasih sudah banyak membantu hari ini. Soojung sangat senang dengan hadiah dari uncle favoritnya”, Jessica lalu memberikan pelukan kepada namja yang malam ini tidak menggunakan seragam polisinya itu.

“Hyung aku pulang dulu”, Yoong pun mencium puncak kepala Soojung. Dia pasti akan merindukan princessnya ini.

“Hati-hati Yoong”, ucap yulsic bersamaan

“Ne…”, Yoong melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat acara. Dari arah berlawanan, muncul Tiffany yang baru saja dari rest room.

“Kau baik-baik saja Tiff?”

“Aku baik-baik saja Jessie. Sepertinya salah makan”, Tiffany meyakinkan sahabatnya itu. Diam-diam Yul memperhatikan wajah Tiffany yang agak sedikit berbeda dari biasanya. Terlihat sedikit pucat.

“Baiklah, ayo kita pulang. Ahjussi pasti sudah menunggu kita di parkiran”, Jessica menggandeng tangan Tiffany dan keduanya berjalan duluan. Yul mengikuti mereka di belakang dengan masih menggendong Soojung.

Yul bersyukur melihat pemandangan dua sahabat itu. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari hubungan Jessica-Tiffany maupun dirinya dan Tiffany.

****

“Kapten Choi, ada masalah”, salah seorang pria berseragam hitam melapor kepada namja yang dipanggilnya kapten itu.

“Ada apa?” tanyanya masih sibuk mengunyah makanan.

“Orang yang menjadi target kita, masuk ke Rumah Sakit. Setelah diselidiki, ternyata dia mengalami amnesia dan tadi malam kondisinya mengkhawatirkan. Tetapi pagi ini, salah satu anggota melapor bahwa kondisinya mulai membaik hanya saja ia masih harus di rawat beberapa hari di Rumah Sakit”

“Hemm baiklah.. Jangan melakukan apapun, tetap berjaga-jaga di sekitar Rumah Sakit. Kita akan menunggu Komandan beserta tim Alpha datang kemari dan melaporkan semua yang terjadi”, Namja bermarga Choi itu pun memberi kode pada bawahannya untuk kembali bertugas.

Kim Taeyeon, akhirnya tugasku selama 3 tahun ini akan berakhir…..

————

“Eunggh….”, seorang namja mulai tersadar dari tidurnya. Tanpa disadari sebuah tangan menggenggam tangannya. Orang itu ikut terbangun.

“Oppa?”

“Eungh…Hyuni. apa yang terjadi? Dimana ini?” tanyanya

“Semalam oppa pingsan dan sekarang oppa berada di Rumah Sakit. Apa oppa haus?” Taeyeon hanya menjawab dengan angggukan kepala. Seohyun mengambil air putih yang berada di meja samping ranjang pasien.

“Kau sendiri Hyun?”

“Iya oppa, umma sudah pergi ke puskesmas 1 jam yang lalu.. Josh semalam juga ikut mengantar, hanya saja sekarang dia belum datang”

“Apa kita bisa pulang hari ini?”

“Belum oppa, oppa harus banyak beristirahat dan jangan terlalu banyak berpikir”, Taeyeon menatap Seohyun, dia bersyukur bertemu orang sebaik Seohyun dan ummanya.

Kruuuu~…kruuu~

Keduanya saling menatap, dan…..

“ahahahhaha oppa, kau lapar?”, Taeyeon hanya membalas dengan cengiran saja.

“Sebentar oppa, umma sudah menyiapkan makanan untuk kita”, Seohyun pun mengambil bekal yang sudah dibawakan ummanya. Seperti biasa, keduanya menikmati sarapan tanpa perbincangan.

—————-

Dudududududu~ dududududu~

Josh bersenandung sambil memakai sepatunya. Siang ini dia akan menjenguk Taeyeon, sedang asiknya bersenandung dia menangkap sesuatu yang aneh. Beberapa orang berseragam kepolisian sedang berbicara dengan Ayahnya. Tapi ia yakin mereka bukan polisi daerah sini karena seragamnya berbeda. Ia pun menghampiri sang Ayah.

“Dad, ada apa ini?, Josh mendekat. Pria yang dipanggil Dad itu pun menoleh.

“Josh..Kemarilah. Perkenalkan dia kapten Choi dan ini timnya, mereka dari kepolisian UK.”

“Choi Sooyoung..” kapten tim itu memperkenalkan dirinya

“Joseph Liu”, Josh membalas perkenalan itu. Kemudian ia menatap ayahnya dengan tatapan bingung. Kenapa ada kepolisian dari UK? Negara itu sangat jauh dari daerah sini. Mengerti dengan tatapan anaknya, ia pun menjawab.

“Mereka ini adalah anggota kepolisian yang sedang mencari orang hilang dan itu Taeyeon”, jelas sang ayah

“huh? Maksudnya mereka mencari Taeyeon hyung, dad?? Oppanya Seohyun, tetangga kita?”

“Iya Josh, temanmu..”

“Wah itu artinya Taeyeon hyung akan bertemu keluarganya?”

“Hahaha tentu saja anak muda, dan sekarang salah satu anggota keluarganya sedang dalam perjalanan ke sini. Mungkin akan tiba malam ini”, kali ini kapten Choi yang menjawab.

“Pasti Taeyeon hyung senang akan bertemu keluarganya. Tapi, itu artinya Taeyeon hyung akan pergi dari sini”, Wajahnya berubah sedih.. bagaimana tidak, Taeyeon sudah seperti saudara kandungnya.

“Tentu saja Josh, keluarganya pasti sangat merindukan Taeyeon”, sang ayah mengusap kepala anaknya. Dia tahu bagaimana hubungan anaknya dan Taeyeon selama ini.

“Dad, aku akan ke Rumah Sakit menemui Taeyeon hyung dan Seohyun”, Josh meminta izin kepada ayahnya. Ia ingin cepat-cepat menemui kedua orang itu.

“Hati-hati di jalan. Dan ingat Josh, jangan beritahu Taeyeon terlebih dahulu biarkan sampai anggota keluarganya datang. Mungkin kau bisa memberitahu Seohyun, umma Seohyun sudah daddy beritahu”, Josh hanyak mengangguk lalu ia pergi dari hadapan ayahnya dan tim kepolisian.

“Mari ke rumah saya, kapten Choi. Anda dan tim bisa beristirahat sambil menunggu kedatangan Komandan beserta tim”, tawar Mr. Liu. Kapten Choi beserta tim memutuskan beristirahat di rumah tersebut.

***

Aktivitas pagi hari, seperti biasa Jessica menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya ditambah Tiffany. Keadaan rumah sangat sepi, Yul dan Soojung masih nyenyak di tempat tidur begitu pula Tiffany. Tapi ada yang berbeda, wanita ber-eye smile itu terlihat merintih di atas tempat tidur.

Tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergejolak di dalam perutnya, ia pun berlari menuju kamar mandi. Kamar tamu berada di bawah, dan tidak terlalu jauh dari dapur. Jessica mendengar suara itu, dan berjalan menuju kamar tamu. Ia menemukan Tiffany sedang mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.

“Tiff, oh my god…..kau sakit?” Jessica menghampiri sahabatnya itu dan mulai mengurut tengkuk Tiffany.

“Aku baik-baik saja, Jessie”, jawabnya

“Baik bagaimana? Kau muntah dan badanmu panas. Kau sakit Tiff”, Jessica mulai mengomeli sahabatnya itu.

Setelah selesai, Jessica membimbing Tiffany ke tempat tidur dan membantunya mengganti piyama yang kotor terkena muntahan. Dokter pun datang setengah jam kemudian dan memeriksa keadaannya.

“Dia kelelahan, dan ku rasa dia mulai mengabaikan vitaminnya”, Dokter memberi penjelasan kepada Sica.

“Maksud dokter, dia tidak meminum vitaminnya?”

“Bukan tidak meminum, hanya saja tidak teratur. Dia seharusnya minum sehari dua kali dan sepertinya dia tidak melakukan seperti anjuran yang diberikan”, Dokter itu kembali menjelaskan.

“Ini sudah saya buatkan resepnya termasuk vitaminnya, tolong diambil di apotek biasanya. Apakah dia masih memiliki vitamin yang harus dia minum?” Dokter itu kembali bertanya.

“Sebentar dok, saya lihat”, Jessica mencari vitamin yang dimaksud di dalam tas Tiffany dan dia menemukannya. “Ada dok, masih beberapa”, jawabnya

“Baiklah, saya harap dia rutin meminumnya sesibuk apapun pekerjaannya”, saran dokter.

“Akan saya perhatikan, dok”, Jessica pun mengantar dokter itu pulang dan kembali ke kamar tamu.

Inilah yang Jessica khawatirkan, Tiffany sering melupakan kesehatannya. Dia begitu khawatir, Tiffany bukan hanya sahabatnya tapi juga sudah seperti kakak baginya. Umur Tiffany di atas 2 tahun dari Jessica sedangkan Yul, di atas 4 tahun darinya.

Mereka berdua, sama-sama berharga untuk Jessica. Dua orang yang selalu ada dalam suka dan dukanya. Ia pun keluar dan berjalan menuju kamar utama.

“Seobang, bangun…Seobang….”, Yul membuka matanya perlahan, sepertinya dia benar-benar kelelahan.

“Hemmm”, hanya itu jawaban Yul.

“Bangun, sarapan sudah siap. Aku harus ke butik, ada janji dengan klien”, Jessica duduk di tepi ranjang menunggu reaksi Yul.

“Jam berapa sekarang?”, Yul mulai sadar sepenuhnya. Dia tersenyum melihat Jessica.

“Jam 8, seobang. Aku ada janji jam 9, aku harus pergi sekarang untuk menyiapkan berkas-berkas. Jika Soojung bangun dan mencariku, suruh dia ke butik. (sendirian?? Iya dong, butiknya kan di sebelah rumah XD)

“Apa ini?”, Yul melihat sebuah kertas dipegang oleh istrinya

“Ah, ini resep obat. Tolong ambil di apotek biasanya, seobang. Tiffany sakit, barusan dokter memeriksanya. Dia kelelahan dan tidak teratur minum vitaminnya. Aku sudah menyiapkan bubur, tetapi saat ini dia masih tidur”, Jessica menjelaskan keadaan Tiffany. Yul mengusap lembut pipi wanita yang ada dihadapannya saat ini.

“Pergilah baby, aku akan merawatnya. Soojung aman bersamaku, aku akan ke kantor setelah kau pulang menemui klienmu. hemm”, Yul angkat bicara sebelum Jessica. Ia tahu bahwa istrinya mengkhawatirkan Tiffany.

“Baiklah seobang, aku pergi dulu”, Jessica mengecup pipi Yul dan langsung menuju butiknya yang sangat jauh yaitu di sebelah rumah.

————–

Selesai membersihkan diri, Yul menuju ruang makan dan memakan sarapannya. Princessnya masih tidur nyenyak, hari ini anak itu meliburkan diri. Mungkin kelelahan karena pesta semalam. Tak berapa lama, Yul kemudian memanaskan bubur yang dia buat oleh istrinya dan dibawa menuju kamar tamu.

ceklek..

Yul melihat Tiffany sudah bangun hanya saja masih diam di tempat tidur memandang langit-langit kamar. Mendengar suara pintu terbuka, Tiffany pun menoleh.

“Oppa…”, panggilnya dengan suara yang masih lemah.

Yul mengambil kursi dan duduk di tepi ranjang. “Makanlah, Sica sudah membuatkanmu bubur. Setelah itu minum obat dan vitaminmu”, Suara tegas keluar dari mulut Yul dan Tiffany tahu bahwa pria di sampingnya ini sedang menahan amarahnya.

Keheningan menyelimuti kedua orang itu, meskipun Yul sedang memasang ekspresi datarnya ia tetap membantu Tiffany untuk makan dan menyuapinya hingga bubur itu hampir habis.

“Sudah, oppa.. aku sudah kenyang”, Tiffany meminta Yul berhenti menyuapinya. Yul kemudian memberikan obat dan vitamin untuk Tiffany. Setelah selesai, suasana kembali hening. Hingga akhirnya Yul menghela napas dan mulai berbicara.

“Huft…. Kau mulai mengabaikan vitaminmu, apakah kau akan berpura-pura kuat seperti ini terus, fany~aa?” Tatapan Yul mulai melembut lebih tepatnya sendu.

“Aku tidak sakit, oppa. Hanya kelelahan”, Tiffany enggan memulai pertengkaran. Ia pun bersiap tidur kembali dan membalikkan badannya membelakangi Yul. Tapi, Yul sudah menahan pergerakannya.

“Kumohon, jangan seperti ini. Bukankah kau sudah berjanji padaku akan baik-baik saja?”, Yul masih menatapnya

“Sudah ku bilang oppa, aku baik-baik saja!!”, Tiffany sedikit meninggikan suaranya, dia kesal diperlakukan seperti anak kecil terutama oleh Yul.

“Kalau kau baik-baik saja, kau tidak akan seperti ini. Bergantunglah pada vitamin ini fany~aa, itu satu-satunya yang terbaik saat ini.” Tiffany mulai terisak, ia tidak menyukai situasi ini terlebih dengan keadaan seperti ini.

Yul memeluk wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya, dia tidak tahu harus berbuat seperti apalagi jika keadaan Tiffany seperti ini. Yul menenangkan Tiffany yang masih terisak.

“Sssh, semua akan baik-baik saja. Oppa akan mengusahakan pengobatan terbaik sehingga kau tidak perlu meminum vitamin itu. Tapi untuk saat ini, minumlah vitamin itu dengan teratur”, Tiffany hanya mengangguk dalam pelukan Yul.

“Aku dan Sica menyayangimu fany~aa, aku juga sudah berjanji pada daddymu untuk menjagamu. Kau mengerti?” Lagi-lagi hanya dijawab dengan anggukan kepala.

Mereka melepas pelukan itu. Yul membingkai wajah Tiffany

“Sica cemas dengan keadaanmu, dia hanya tahu kau membutuhkan vitamin itu tapi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, jangan membuatnya cemas. Dia sangat menyayangimu seperti kakak perempuannya sendiri”, Diusapnya lembut pipi wanita yang sama berartinya dengan Jessica.

“Hmmm, aku minta maaf. Kupikir semua akan baik-baik saja jika aku mencoba tidak untuk meminumnya. Aku sehat oppa” Tiffany mulai berbicara kembali.

“Iya, aku tahu. Semua butuh proses, oke” Tiffany tersenyum. Yul adalah seseorang yang sangat berarti baginya, sampai saat ini semua tidak berubah. Mereka tetap sama hanya keadaan yang berbeda.

***

Beberapa mobil bersiaga di dermaga, menunggu kapal dari pusat kota menuju daerah terpencil itu. Tampak beberapa orang berseragam kepolisian UK ada di kapal, salah seorang polisi tampak terlihat lelah. Bagaimana tidak, tempat yang mereka tuju sangat jauh.

Dari bandara di pusat kota, harus menuju ke pelabuhan dan dari pelabuhan harus menggunakan kapal selama 3 jam menuju lokasi yang menjadi tujuan mereka. Rombongan itu pun akhirnya tiba di dermaga dan di sambut oleh salah seorang polisi.

“Selamat datang Komandan…”sapanya terhadap seseorang yang lebih tinggi pangkatnya.

“Terima kasih Robert”, Pria itu membalas sapaannya. Kemudian Robert, mempersilahkan Komandan itu dan timnya untuk masuk menuju mobil.

“Kapten Choi sudah menunggu, dan beliau sudah menunggu di tempat yang sudah ditentukan”, Pria itu hanya mengangguk dan rombongan akhirnya bergegas menuju lokasi.

Dalam perjalanan, tak ada pembicaraan.. Sepertinya terlalu lelah untuk pria ini, perjalanannya benar-benar sangat jauh. Pantas saja 5 tahun kesana kemari tidak menemukan petunjuk apapun hingga akhirnya salah satu bawahannya kapten Choi berhasil menemukan target yang dicari di daerah yang terpencil ini.

Rombongan pun tiba di tempat tujuan, disana kapten Choi beserta tim sudah menunggu di loby depan bersama kepolisian setempat.

“Selamat datang Komandan”, Semua orang disitu memberi hormat.

“Hahahahaha, sudah sudah. Tidak usah seformal itu. Kita sedang tidak dalam keadaan bertugas”, pria itu tertawa melihat sambutan yang diberikan. Sedangkan ajudannya hanya terkekeh melihat tingkah atasannya itu.

Kapten Choi mendekat, “Komandan, ini Mr. Liu. Beliau salah satu anggota polisi disini, dan yang membantu kami memastikan target yang kita cari adalah benar”

“Terima kasih atas bantuan anda beserta tim, Mr. Liu. Saya sangat bersyukur akhirnya orang yang saya cari ada disini. Tempat ini benar-benar sangat jauh”, ucapnya.

“Sama-sama Komandan, sudah tugas kami membantu”, ungkap Mr. Liu

Pria itu kembali berbicara dengan kapten Choi “Dimana dia sekarang?” tanyanya.. Kapten Choi itu pun membawa atasannya menuju sebuah ruangan ditemani dengan Mr. Liu.

“Kau yakin dia Kim Taeyeon yang aku cari, kapten Choi?” pria itu kembali bertanya sebelum masuk ke dalam ruangan bernomor 11 itu.

“Sangat yakin, Komandan”, ucapnya penuh ketegasan.

“Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, dia mengalami amnesia dan kemarin malam kondisinya memburuk. Hanya saja tadi dokter sudah memastikan bahwa dia bisa kita temui” jelasnya lagi.

“Berarti dia tidak ingat siapa aku?” atasannya itu kembali bertanya.

“Iya Komandan. Tapi jangan khawatir, dia sedang dalam proses pemulihan ingatannya 1 tahun belakangan ini. Tetapi belum ada perkembangan yang signifikan”, mendengar jawaban kapten Choi, pria itu sedikit sendu menerima kenyataan ini.

Pria itu memberi tanda pada ajudannya untuk menunggu di luar, sedangkan ia beserta kapten Choi dan Mr. Liu masuk ke dalam tersebut.

“Mari, Komandan”, kapten Choi membuka pintu dan mempersilahkan atasannya masuk duluan dan disusul dengan dirinya dan Mr. Liu

“Selamat malam” Komandan itu membuka suara. Di sisi lain, keempat orang yang sedang mengobrol di dalam ruangan serentak menoleh ke arah suara.

….dan Komandan itu benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.

T.B.C

Yeay Update ^^

Hallo guys

Udah sejauh ini, thanks ya yang udah mampir dan bersedia memberikan komennya :))

Woooow, siders2 makin banyak, hahahahaha

Mungkin 1 atau 2 part lagi bakal gue protect, jadi sorry to say ya buat siders. Mau PW??

BIG NOOOOO

Tapi buat readers, pw nya gratis kok. Lgsng gue kasih ^^ tapi untuk sekarang nyantai2 aja, gak usah pikirin pw XD

Sekedar info, bakal ada ff baru 🙂

Baiklah, sampai ketemu lagi..

by : J418

*bow*

Advertisements

188 thoughts on “Nothing Left To Lose (3)

  1. Pendek banget thorrrr…..
    Yul jgn bilang lu ad something ama ttante ppanul,
    Penasaran ppany sakit apa sakit?
    N taeng cptan ingat noh tuh ank lo udh gede…
    Sok tau bngt gw pdh author.ny blm jelasin apa2.
    Yoong ade kakaan yee ama taeng?

    Like

  2. seterpencil apa nih kota sampe 5tahun nyari baru ketemu wkwkwk
    gasabar liat taeyeon sm sica di pertemukan..
    kalo udah ketemu, jebbal lo jadinya sama fany jangan sama istri orang ah dosa😅

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s