Nothing Left To Lose (2)

Tittle    : NOTHING LEFT TO LOSE

Cast    : – Kwon Yuri

             – Kim Taeyeon

             – Jessica Jung

             – Tiffany Hwang

             – Girls Generation members and the others

Genre : Romance, Gender Bender

Type   : Series

Part 2

tettt…tettt…..tettt……

Bel tanda pulang sekolah akhirnya berbunyi. Kegaduhan terdengar di seluruh sudut kelas taman kanak-kanak. Mereka begitu bahagia jika sudah mendengar bel itu. Seorang gadis kecil berlari kegirangan menuju gerbang sekolah, tempat ia menunggu orangtuanya datang menjemput.

Namun ketika ia tiba di tempat biasa, ada yang berbeda. Dilihatnya namja dengan kacamata hitam bergaya layaknya model sambil bersandar di pintu mobil. Namja itu menggunakan seragam kepolisian dan sangat pas dengan tinggi badannya tetapi sayang, dia kurus. Senyum mengembang dari bibir mungil si gadis kecil melihat pria itu…

“Uncleeeeeeee……!!!” ia berlari secepat mungkin dan refleks si namja membuka kedua tangannya dan menggendong gadis kecil yang dia tunggu.

“Wow, ponakan uncle sudah besar. Huh!” namja itu tak henti-hentinya menciumi pipi sang gadis kecil. Ia merindukan keponakannya yang sangat menggemaskan ini.

“ahahaa ahaha uncle, gelii” ia berusaha menghentikan uncle nya. Namja itu pun berhenti lalu membetulkan rambut keponakannya yang sedikit berantakan.

“Jadi, bagaimana harinya princess, hmm? Uncle merindukan princess Soojung” ucap namja itu sambil mempoutkan bibirnya meminta sebuah ciuman.

chu~ chu~ chu~

“Hehehehe…..Soojung juga merindukan uncle, sangat membosankan tidak ada uncle. Soojung cuma bisa bermain bersama appa di sore hari, umma dan aunty steph sangat sibuk”, ia mengadu kepada uncle favoritnya ini. Namja itu terkekeh melihat gadis kecil kesayangannya memasang tampang cemberut.

“Sekarang uncle sudah kembali. Mulai saat ini Soojung bisa main sama uncle”

“Benarkah??”

“Tentu saja, pengawal Yoong akan siap menemani princess Soojung kemana saja tapi sebelum itu kita makan siang dulu. Princess Soojung mau makan apa?”

Dengan gaya imutnya ia meletakkan telunjuk jari didagu dan berpikir “ehmmmm, bagaimana kalo makan bulgogi. Soojung ingin sekali makan daging, uncle”.

“Call….Kajja, kita berangkat”

“Yeaaaayy…”, teriaknya sangat bahagia. Yoong memang memanjakannya sama seperti yang Yul lakukan. Keduanya pun menuju salah satu restoran yang memilliki menu bulgogi paling enak di Seoul.

—————————–

Di sebuah kafe…..

Seorang wanita berbalut dress putih selutut mulai terlihat kesal. Di sudut cafe ia sedang menunggu seseorang yang 30 menit lalu seharusnya sudah datang. Ia pun sudah tak sabar untuk pergi dari kafe itu, tiba-tiba pintu kafe terbuka dan menampilakan sosok yang ia tunggu.

“Hai baby, kau sudah menunggu lama? Maafkan aku, jalanan sangat macet”

“Kau membuatku menunggu 30 menit seobang, aku sudah tidak lapar lagi” kesalnya

“Baby, maafkan aku”

“Tidak!! Sekarang aku mau pulang” ia pergi tanpa menunggu respon dari pria yang ada dihadapannya.

Yul pun mengejar sica yang akan masuk taxi..

“Baby, maafkan aku.. jalanan sangat macet dan aku tidak bisa menghubungimu karena ponselku tertinggal di kantor, please..” Yul menjelaskan semuanya.

Tanpa menunggu reaksi istrinya ia membawa wanita itu ke dalam dekapannya. “Aku minta maaf, baby.. Ini tidak akan terulang lagi”.

Akhirnya Jessica membalas pelukan suaminya. “Maafkan aku seobang, aku tidak tahu kenapa aku begitu kesal hari ini”

“Aku tahu kau sangat lelah baby, kau ingin memberikan pesta ulang tahun yang sangat meriah untuk princess kita. Dokter sudah melarangmu tapi kau tidak mendengarnya hmm”, Mereka melepas pelukannya dan Yul mencubit gemas hidung mancung istrinya itu.

“Aku hanya ingin ikut denganmu melihat persiapan pesta” jawabnya sambil mempoutkan bibirnya.. Yul hanya tersenyum melihat wanita dihadapannya ini seperti anak kecil.

“Tentu saja baby, kau boleh ikut tapi kita makan dulu. Kajja!!” Mereka pun kembali masuk ke dalam kafe dan memulai makan siang bersama.

Makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga. Jessica memberikan suapan cream sup ke Yul, meminta suaminya mencicipi makanan yang ia pesan. Yul juga melakukan hal yang sama, hingga keduanya saling suap menyuapi. Hal yang sering mereka lakukan ketika sedang berduaan tanpa Soojung. *poor Soojung kekeke

 

…Toukuhanarete ite mo
…Me wo tojireba hora kokoro wa soba ni iru
…All my love is for you
….Nothing left to lose~

“Yeoboseyo?”

“Nunaaa?”

“Yes, Yoong. Ada apa? Apa Soojung membuat masalah?”

“Tidak nuna. Kami sedang makan bulgogi, setelah ini aku akan mengajak Soojung ke mall. Apakah boleh nuna?”

“Ah, tentu saja Yoong. Tapi ingat jangan pulang terlalu sore, dan cepat pulang. Nuna merindukanmu”

“Hahahaha iya nuna, sampai ketemu nanti sore dan jangan terlalu terpesona saat melihatku nanti”

“dork…!!” sica tertawa geli mendengar kepedean Yoong. “baiklah, hati-hati Yoong. Sampai ketemu nanti” sambungan telpon itu pun berakhir.

“Ada apa?”, Yuri bertanya

“Yoong akan membawa Soojung ke mall.. Sepertinya princess kita akan menguras kartu kredit uncle nya” Jessica bisa membayangkan bahagianya Soojung bertemu lagi dengan Yoong. Pasti akan ada banyak mainan yang akan dibawa pulang nanti.

“Sepertinya nasibku dan Yoong tidak jauh berbeda. Bukan begitu baby?” Pertanyaan Yuri justru memancing HellSica yang siap aktif.

“Jadi kau tidak suka menemaniku berbelanja di mall, seobang? Huh!!!” tanyanya sambil menatap tajam suaminya

“Hahahahaha kau semakin cantik jika sedang marah seperti itu baby” Yul mencubit kecil pipi kanan Jessica. Pipinya pun memerah karena dipuji Yuri seperti itu.

“cheesy..”

“Tapi kau menyukai seobangmu yang cheesy ini kan? Kajja, baby.. kita pergi menemui event organizernya” Yul membantu Jessica berdiri dan mereka tertawa bersama sepanjang perjalanan menuju tempat dimana Yul memarkirkan mobilnya.

***

3 Minggu menjelang pengumuman kelulusannya, gadis itu masih sibuk membaca buku. Katanya sih dia mau melanjutkan sekolah di salah satu Universitas di Korea Selatan. Walaupun ujian nasional sudah berakhir 2 minggu yang lalu, ia tak pernah bosan belajar dan membaca buku apa saja untuk menambah wawasannya. Hahahah typical kutu buku, tapi kutu buku yang ini cantik dan fashionable walaupun tinggal di daerah terpencil.

“Hyuni……tolong ke dapur sayang” Mendengar panggilan sang umma, ia bergegas menuju dapur.

“Ada apa umma?” tanyanya

“Tolong antarkan makanan ini ke rumah Josh, pasti dia senang dengan nasi goreng kimchi ini” perintah sang umma.

“Umma, kemana oppa pergi?” dilihatnya keadaan rumah sangat sepi.

“Dia sedang pergi ke bukit. Sepertinya oppa-mu sedang ingin menyendiri, sebaiknya tunggu saja dia pulang”

“hmmm baiklah umma.. Oh ya umma, semalam aku mendengar oppa menangis lagi dan itu sangat menyedihkan”

“Mungkin dia sedang mengingat masa lalunya, dokter bilang dia sedang dalam tahap penyembuhan. Semoga saja dia bisa segera sembuh, kita tidak bisa melakukan apapun selain mendukung dan terus mendoakannya”

“Tentu saja umma, aku harap oppa bisa mengingat semuanya”

“Nah, sekarang pergi antarkan ini ke rumah Josh”

“Ne, umma.. Hyuni pergi dulu.”

————-

Seorang namja sedang duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon rindang, menikmati angin sepoi yang menyejukkan. Lalu ia mulai memejamkan matanya……

“Aku sudah ada di pesawat, sebentar lagi akan take-off. Sampai ketemu di rumah, sayang”

“Hmmm, aku akan menunggumu. hati-hatilah, bye….I Love You”

“bye, I Love You more“

Airmata perlahan keluar dari sudut mata namja tersebut, ia kembali dibayangi oleh sebuah bayangan itu lagi…Rasanya kalimat itu sangat membahagiakan pada saat itu, namun dihatinya kini semua terasa menyakitkan.

Ia membuka kembali matanya dan menatap hamparan laut dari atas bukit tempat ia berada sekarang. Tempat ini adalah tempat favoritnya bersama Seohyun dan Joseph, namun kali ini ia memilih pergi sendiri. Tempat yang sebentar lagi akan ia tinggalkan. Ya, dia akan menemani Seohyun ke Seoul sedangkan umma mereka akan menyusul setelah masa tugasnya berakhir disini.

Umma Seohyun adalah seorang perawat di salah satu puskesmas di daerah ini selama 7 tahun. Karena Seohyun ingin melanjutkan kuliah di Seoul, beliau memutuskan akan resign. Keluarga Seohyun sebenarnya warga negara Korea Selatan, mereka tinggal disini karena umma mendapatkan penempatan tugas di daerah terpencil ini.

“Huft….kenapa aku belum mengingat apapun. Bayangan itu selalu saja buram. Apakah tidak ada satupun yang mencariku? 5 tahun? Apa mungkin aku tidak mempunyai keluarga?” pria itu terus bergumam mempertanyakan banyak hal pada dirinya sendiri.

Selama ini, umma sudah melapor ke kepolisian di daerah tersebut. Berharap ada orang yang mencari Taeyeon tapi hingga 5 tahun, tidak ada seorangpun mencarinya. T.T *sabar ya taeng, namanya juga daerah terpencil XD

***

Setelah mengurus segala keperluan pesta untuk princess kesayangan mereka, pasangan ini sedang dalam perjalanan menuju istana mereka. Baik Yul maupun Sica sudah tidak sabar bertemu Soojung. Beberapa jam saja tidak melihat Soojung sudah membuat mereka sangat merindukan gadis kecil menggemaskan itu.

 

brumm…brumm…

Terdengar suara mesin mobil baru saja memasuki halaman rumah. Gadis kecil yang tengah asik bermain bersama unclenya itu langsung berlari menuju pintu depan. Tapi sayang, ganggang pintu rumah itu belum bisa ia raih.

“Uncleeeeeeeee, bukakan pintu ini”, teriaknya kepada uncle favoritnya. Yoong terkekeh melihat tingkah ponakannya, pasalnya Soojung melompat-lompat berusaha mencapai ganggang pintu.

“Sabar princess, pengawal Yoong akan membukakannya”

ceklek…

Soojung kecil berlari memeluk ummanya yang baru saja keluar dari mobil.

“Ummaaaaaaa…!!”

“Umma kira princess umma sedang tidur. Kau tidak tidur sayang?” tanya sang umma

“Dia tidak mau tidur nuna, terlalu asik memainkan semua mainan yang baru saja ia dapatkan”, Yoong menjawab.

“Yoong!!” Sica berteriak bahagia. Setelah 1 tahun Yoong bertugas di Budapest, akhirnya ia bertemu dongsaeng favoritnya itu. Yoong mendekati Ibu dan anak itu dan memeluk keduanya.

“Aku sungguh merindukanmu nuna, kau semakin cantik”, pujinya

“Hei bung, dia istri orang”, Yul ikut nimbrung

“Hahahahahahaha kau selalu cemburu padaku hyung, aku tahu aku lebih tampan darimu”, tawa alligator khas Yoong. “Beri aku pelukan rindu hyung”, Yoong berpindah dari memeluk Sica dan Soojung menjadi memeluk Yuri.

“Ya ya ya, kau seorang polisi yang tampan. Aku tahu itu tapi sayang masih single. Selamat datang Yoong” Keduanya pun melakukan pelukan friendly

“Appa…” Soojung kecil merengek, membuka kedua tangannya pertanda ingin digendong Yuri

“Ahhh, anak appa yang paling cantik. Appa pastikan keadaan ruang tamu berantakan oleh mainan barumu. Benar sayang?”

“Hehehehehe” Soojung hanya terkekeh menjawab pertanyaan appanya.

“Ayo kita masuk” Jessica mengajak suami dan anaknya serta Yoong untuk masuk ke dalam rumah. Yul berlari mengejar Soojung yang sudah masuk ke dalam rumah, karena setelah meminta diturunkan anak kecil itu mengajak appanya bermain kejar-kejaran seperti biasa.

“Bagaimana Budapest, Yoong? Apakah banyak wanita cantik?” Sica memulai pembicaraan

“Melelahkan nuna, banyak kejahatan terjadi tetapi sangat menyenangkan ketika berhasil menangkap para pelaku kriminal. Masalah wanita cantik, hmmm tidak ada yang secantik dirimu nuna.

“aawww”, Yoong mengusap kepalanya setelah dipukul oleh Sica

“Kau ini, masih saja menggombaliku. Aku Ibu satu anak dan sudah punya suami”, Jessica mengomelinya namun detik selanjutnya dia merangkul Yoong. “Kau memang semakin tampan dengan seragammu ini” Keduanya saling bertukar pandang dan tersenyum.

Sesampai di ruang tamu, Jessica benar-benar dibuat terkejut, siapa sangka mainan baru yang dibeli oleh Yoong bisa sebanyak itu. Ini benar-benar mengejutkan.

“Astagaaaa….Yoong, kau menghabiskan berapa won untuk membelikan mainan Soojung sebanyak ini? Tanyanya pada Yoong yang telah duduk di sofa

“Sekalian hadiah ulang tahun Soojung tahun lalu nuna, karena aku sudah pergi bertugas ke Budapest” jawabnya santai

“Mungkin gaji polisi di Budapest melebihi gaji seorang presdir, baby.” Yul lagi-lagi nimbrung

“hahahahah, Hyung kau bisa saja. Aku kan masih single, jadinya uangku hanya untuk princess Soojung”

Jessica menggeleng heran..

“Terima kasih Yoong, kau membuatku dan Yul berpikir lagi untuk membuat kamar baru untuk mainan Soojung”,sindirnya.

“You are welcome, nuna”, balas Yoong dengan candaan.

“Pergilah ke kamar tamu, dan ganti pakaianmu yang sudah nuna siapkan. Setelah itu kita makan bersama” perintah Jessica.

Yoong pun langsung masuk kamar tamu dan mulai membersihkan dirinya. Hari ini benar-benar melelahkan namun sayang menyenangkan karena bermain bersama Soojung

Jessica mulai menyiapkan makan malam untuk ketiga orang special dalam hidupnya itu. Sedangkan Yoong Yul dan Soojung asik bermain. Tak lama kemudian, mereka pun menikmati makan malam bersama, seperti biasa penuh dengan canda tawa. Kali ini bukan hanya karena ulah Soojung, tapi juga Yoong. Kedua orang ini sungguh sulit untuk dipisahkan.

Setelah makan malam, Yul dan Sica sudah berada di kamar utama sedangkan Soojung?? Jangan ditanya, dia pasti sudah tidur pulas bersama uncle favoritnya di kamar tamu.

Di kamar utama, Yul sedang membuka tabletnya untuk melihat laporan hari ini. Sica sendiri sedang terlihat menghubungi sesorang.

“Haloo…” sapa seseorang di seberang telpon.

“Haloo Tiff, apakah kau sudah berada di Korea?”

“Sudah Jessie, tapi malam ini aku harugs pergi lagi ke Hongkong. Ada pertemuan dadakan”

“Hongkong?? Tiff, lusa ulang tahun Soojung”

“Chill girl… Hanya besok pagi pertemuannya, dan setelah itu aku pulang”

“Oke kalo begitu.. Hati-hati Tiff, jaga kesehatanmu…bye ”

“Bye Jessie”

tuut..tuut…

“Fany pergi lagi, baby?” Yul bertanya namun pandangannya tetap fokus ke tablet

“Iya seobang, dia malam ini ke Hongkong”

“Workaholic” balas Yul

“Aku khawatir padanya seobang, dia semakin menjadi workaholic”, Suara Jessica terdengar parau, seperti akan menangis. Yuri menyadari itu.

“Ssshhh, dia akan baik-baik saja baby. Kau tahu dia mencintai pekerjaannya. Percayalah”, Yul berusaha menenangkan istrinya. “Tidurlah, kau pasti lelah baby”

“hhmmm”, Ia pun berusaha memejamkan matanya. Tak lama berselang, napasnya mulai tersengar teratur. Yul merapikan selimutnya dan cukup lama ia memandang Sica sebelum mengecup keningnya. Yul mengambil ponselnya di atas meja dan mengetik sesuatu.

To: Fany

Hati-hati di jalan, jaga kesehatanmu fany~aa.

Jangan lupa minum vitaminmu dan jangan sampai sakit. Arra!!

 

beep….

 

From: Fany

Hahahaha, dasar. Tidak pernah berubah, cerewet.

Oppa tenang saja, aku akan menjaga kesehatanku.

 

Yul terkekeh mendapat balasan seperti itu. Dapat dipastikan Tiffany sedang memasang tampang cemberutnya.

 

To: Fany

Baiklah, harus kau tepati.

Ingat!! Kau selalu dibawah pengawasanku XD

 

beep….

 

From: Fany

Arraseo… :p

Setelah itu, Yul pun bergabung bersama istrinya menuju alam mimpi..

***

Di bagian wilayah lain…..

“Aku yakin itu orang yang selama ini kita cari. Tidak salah lagi”, kata salah seorang rekan.

“Iya, aku juga yakin ketua. Dia orangnya, hanya saja ada sedikit perubahan di wajah tetapi bisa dipastikan itu orangnya”, sambung rekan lainnya.

“Baiklah, kita akan tetap disini beberapa hari. Terus awasi orang itu, aku akan memberikan laporan pada markas pusat”, ketua tim itu pergi meninggalkan anggota timnya lalu mengambil sebuah laptop untuk mengirimkan laporan.

To: UK Police

Tim Delta 3  melapor!!!

Kami sudah menemukan target, titik koordinat sudah kami kirimkan.

Kami, menunggu perintah selanjutnya..

————-

Drttt…drtt…drtttt…..

Ponsel itu terus bergetar, namun sang empunya masih terlelap dalam tidurnya..Hingga tak sengaja sebuah tangan menepuk pipinya, membuat orang itu akhirnya terbangun..

“Hallo….”, sapanya serak khas orang bangun tidur

“Sir, kami menerima laporan bahwa tim yang dipimpin oleh kapten Choi sudah menemukan target yang kita cari”, seseorang diseberang telpon memberikan laporannya.

“Apa?? Benarkah? Berapa persen kepastiannya?” Kini ia tak lagi mengantuk setelah mendapat kabar dari bawahannya.

“Mereka bilang 95 persen, sir”

“Baiklah, perintahkan kapten Choi dan timnya untuk tetap disana. Aku beserta tim akan menuju lokasi mereka lusa”.

“Siap sir, akan kami laksanakan”

­

piiip..

***

“Jadi, apa jawabanmu sayang?” tanya pria itu disertai senyumannya

 

“Tanpa meminta pun, aku hanya ingin kau menjadi Ayah dari anak-anakku. Jawabannya tentu saja IYA, aku sangat sangat bersedia” mendengar jawaban kekasihnya, pria itu berdiri lalu memeluk kekasihnya dengan sangat erat dan menghujami ciuman di seluruh wajah wanita yang baru saja menerima lamarannya.

 

“Aku tidak sabar untuk menjadi nyonya Kim, sayang” wanita itu berkata dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.

———-

“Aku sudah ada di pesawat, sebentar lagi akan take-off. Sampai ketemu di rumah, sayang”

 

“hmmmmm, aku akan menunggumu….hati-hatilah, bye…. I love You”

 

“bye… I Love You more”

Hosh….hoshh…hoshh….

Taeyeon berusaha mengatur nafasnya, ia sulit bernapas. Sangat sakit sekali melihat mimpi itu kembali. Keringat mulai bercucuran dan ia berusaha menghilangkan rasa sakitnya, namun justru bayangan itu semakin jelas dalam ingatannya. Wanita itu tersenyum padanya, Taeyeon bisa melihat jelas siapa wanita itu… Wanita yang selalu hadir di mimpinya tapi ia tidak tahu siapa wanita itu. Rasa sakit di kepalanya semakin kuat, dan pandangannya mulai kabur.

“aaarrrrgggghhh!!!!!”

Bruuuuk

Suara langkah kaki mendekat…

“Oppaaaaaaaaa!!…… Umma!! oppa pingsan”, gadis itu berteriak dan mendekati Taeyeon yang sudah tak sadarkan diri.

“Astagaaa…. Taeyeon” umma Seohyun mendekat.

“Umma sepertinya mimpi oppa kali ini benar-benar parah”

“Tunggu disini Hyuni, umma akan menelepon ambulans” sang umma bergegas menuju telepon rumah yang ada di lantai bawah.

“Oppa, bertahanlah.. ku mohon” gadis itu mulai menangis melihat wajah kesakitan Oppa nya.

Selang beberapa menit, ambulans datang. Taeyeon dibawa ke rumah sakit, Umma dan Hyuni ikut ambulans. Ternyata Josh juga menyusul hanya saja ia mengendarai motornya. Ketiganya pun menunggu Taeyeon ditangani oleh dokter, kegelisahan menyelimuti suasana malam ini. Dokter Park keluar dari ruang pemeriksaan.

“Bagaimana keadaannya, Dok?”

“Dia mengalami tekanan setelah bermimpi yang menyebabkan kepalanya sangat sakit hingga pingsan..Ini sangat berbahaya bagi otaknya jika ia mengalami tekanan seperti ini terus menerus dalam mimpinya”, penjelasan Dokter Park adalah kenyataan buruk yang tidak ingin di dengar terutama Seohyun.

“Apa tidak ada cara lain, ssaem?” Seohyun ikut bertanya

“Ada, tapi itu semua tergantung Taeyeon sendiri. Dia harus bisa menguasai emosi pikiran dan hatinya.. Sepertinya dia tidak mendengar saranku, dia terlalu memaksakan keinginannya untuk mengingat semuanya secara bersamaan. Sekarang kita tunggu dia sadar, dampingi Taeyeon. Untuk saat ini dia tidak boleh mencoba mengingat masa lalunya, akan sangat beresiko” Dokter Park pun pamit karena sudah ada pasien lain yang menunggunya.

“Ayo kita masuk”, ajak sang umma.

Di ruangan itu terlihat Taeyeon masih terlelap dengan kondisi lemah. Umma, Hyuni, dan Josh pun hanya bisa memandangi wajah kesakitan Taeyeon.

“Kasihan Taeyeon hyung, pasti dia ingin mengingat sesuatu” Josh angkat bicara namun Seohyun hanya mengangguk saja merespon perkataan Josh. “Tenang saja Hyuni, ayahku akan terus berusaha mencari keluarga Taeyeon hyung”, Josh menenangkan sahabatnya itu. Malam semakin larut, umma dan Seohyun pun menginap di Rumah Sakit sedangkan Josh pulang ke rumah..

—————-

“Perintahkan semua tim untuk berpencar, cari tahu semuanya apa yang telah terjadi.. Komandan dan Tim Alpha akan datang kesini. Aku akan pergi ke kepolisian setempat, sekarang kalian boleh pergi”, Namja dengan name tag Choi Sooyoung memberikan perintah kepada anak buahnya.

“Baik, kapten.. akan kami laksanakan”, Ketiga orang itu pun pergi dari hadapan kaptennya.

Setelah kepergiannya, ia membuka sebuah buku catatan yang didalamnya terdapat foto seseorang yang telah menjadi daftar targetnya selama ini.

“Akhirnya tugasku akan selesai, dan aku bisa kembali ke Inggris”, gumamnya.

Semoga pencarian ini akan segera berakhir….

TBC….

Akhirnya part 2 terselesaikan!! kekekeke 😀

Enaknya jadi Soojung T^T envy gue. hahahahhaha

Cieeeee, Yul sama Sica. ^^

Kasian taeng kesakitan, sini oppa gue peluk #plaaakk

hemmmm masih oke-oke aja nih, part selanjutnya kasih badai gak ya??? *smirk

Semoga puas dengan part 2 :))

by J418

*bow*

Advertisements

148 thoughts on “Nothing Left To Lose (2)

  1. Sepertinya komen gw gak masuk yg pertama. Okedeh kalo gt gw lanjut yak thor. Makin penasraan nih siapa taeyeon sebenarnya secara dia bukan sodara kandung seo….

    Like

  2. Sica lagi nyimpen adek soojung di perut ya.. hehehehe sabar ye yul..
    Yul perhatian bngt sama fany.. yulti gak lagi jalani affair kan..

    Like

  3. yul jng terlalu perhtian ke fanyah,,,nt klo sica tw bisa kena hellsica,,,
    taeong amnesia ya,,,??? trus gadis yg dlm mpi itu siapa??? jgn blng Klo sica,,,trus yuri gmn thorr?

    Like

  4. Yulti punya hubungan paan? Kok kyk nya yul perhatian gtu ama fany.
    Taeng trlalu maksain dri biar ingat masa lalu nya. Tp masalalu taeng ama fany ato sica sih?
    Mkin penasaraan ja thor…..

    Like

  5. Oowww,, yoong sayang banget sama soojung, dan yulsic sweet banget tapi kok rada curiga sama yul dan fany.
    Kasian taeng, emang taeng gak punya keluarga thor, dan yg di ingatan taeng itu jangan2 jessica.
    Aaa,, pusing thor.
    Lanjut baca ya. Hehe

    Like

  6. soojung seneng banget sama yoong, kekekekkee
    jadi yoong itu dongsaengnya sica kan yak bukan yuri ? 😀
    kasian taeng berusaha keras bgt buat mengingat yg ada di mimpinya 😦
    siapa nih ya target yg di temukan sama choi sooyoung ? penasaran 😉

    Like

  7. ternyata bnr klo hyuni yg nolongin tae pas dia kecelakaan trs hilang ingatan kirain bnrn sodara kandung
    itu yg jd target yoona mksd’y gmn ya?
    ihh yul sma pany romantis, yul perhatian bgt
    next chap ^^

    Like

  8. yul sma sica sweet bngt yah ? tapi yul msh perhatian sma bngt sma fany ! dan sica masih merindukan tae
    so complicated

    si tae kasihan, blm ingt apa2! kyknya tersiksa bngt tu buat nginget msa lalunya! # poor tae

    Like

  9. Ih Yuri perhatian pisan sama fany, jessica nya tau ngga itu
    Kasian taeyeon terdampar di pelosok hahaha
    Lanjut baca ah je:D
    Eh tapi itu liat di menu yg ini kenapa ke 5 sama end postingan diproteksi? Ga boleh di baca bersifat pribadi?

    Like

  10. Untung jadi soojung ya dapat mainan dari uncle kesayangannya ya. Hehehe kesian Tiffany ya..workaholic sangat…taengu pingsan mahu mengingati masa lalunya..jangan trlalu stress ya taeng…hhehege

    Like

  11. soojung enak bgt apa2 dibeliin, ga appa atau uncle huuffttt!
    Ah taeng kasian bgt slma 5 thn blm diketemukan sama keluarganya.
    choi sooyoung salah satu agen yg nyari taeng

    Like

  12. Sica enk yaa mantan cakep(tae), suami cakep(yul), tmen cakep(yoong)..
    Untng gw jd ank.ny jenong kn kena imbas.ny dkelilingi oppa2 kece haha..
    Yulsic lurus2 aj yee kan rumah tangga.ny? Jgn ad affair ama tante gw yaa yul.
    Taeng kesian sakit2an blm moveon dr ms lalu.ny kek.ny ..
    Gw brhrp taengsic sumvah :v

    Like

  13. jika taeyeon di pertemukan dengan sica, apa mereka akan besatu lagi?
    lalu yulti bagaimana?
    gue ngarepnya taeny, yulsic..
    itu buronannya sape? arrgh pusing pala aye

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s